Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
malam tragedi


__ADS_3

malam pun tiba naya sedang menunggu kedua orang tuanya diruangan tengah ada rasa khawatir dan perasaan tidak enak dihati naya saat ini, naya berjalan mondar mandir.


" ibu kemana sih ko belum pulang-pulang juga, katanya sebentar " keluh naya pasalnya sore tadi ibu naya mendapatkan telpon dan setelah itu ibunya berpamitan pada naya untuk pergi sebentar dan tidak memberi tahukan siapa yang menelpon ibunya tadi karena setau naya ponsel milik ayahnya tertinggal dirumah.


sebelum ibu naya pergi dia sudah menyiapkan sesuatu yang akan diberikan pada anaknya itu dia bungkus rapi dan diikat dengan pita berwarna pink fanta warna kesukaan naya selembar kertas juga terselip disana.


malam semakin larut namun tidak ada tanda-tanda kedatangan keduanya, naya duduk kembali dengan gelisah.


tok.. tok...


suara pintu diketuk


" aah itu pasti ayah, ibu " gumam naya


dan dengan cepat naya membuka pintu


" ibu, ay maira ! " naya terlihat kecewa ternyat


bukan orang yang ditunggunya sedari tadi


" lah nay, ko kaya gak senang gitu gue datang ? "


" gak, bukan seperti itu, ayo masuk" titah naya


keduanya masuk kedalam dengan naya terlihat gelisah


" loe kenapa sih nay. bukannya happy malah cemberut kaya gitu, jelek tau " seru maira


naya dan maira duduk diruang tengah maira membuka tasnya dan memberikan kado untuk temannya.


" selamat ulang tahun ya,, doa yang paling terbaik semua untuk loe, dan maaf gue hanya bisa beliin ini buat loe " ucap maira dengan sedih

__ADS_1


naya tersenyum bukan hadia yang paling diharapkan


" kamu ingat ulang tahun aku aja aku udah seneng banget, gak ngasih kado aja gak apa-apa tapi terimakasih diing " naya memeluk maira dari samping namun tak terasa air mata naya keluar maira mendorong pelan bahu naya


" ko loe malah nangis siih nay, apa loe gak suka hadiah dari gue "


naya menggelengkan kepalanya


" bukan seeprti itu "


" lalu? "


" maira hiks hiks hiks , bapak emak aku belum datang-datang " naya menangis sesegukan


" memangnya emak, bapak loe kemana ! "


naya menggelengkan kepalanya gak tau


" mungkin emak loe nyusulin bapak loe kali dan yang menelpon itu bapak loe, udah jangan nangis cantik-cantik ko cengeng kelihatan loe anak mami banget "


buukk...


" sakiit nay, ya udah ayu gue temenin loe barangkali bentar lagi pada pulang "


" jahat banget siih " suara manja naya sambil menghapus air matanya.


¤¤¤¤¤


didalam perjalanan shavitri bersama suaminya dan benar yang dikatakan maira yang menelpon adalah ayah naya, nanda menelpon melalui wartel karena ponselnya tertinggal dirumah


nanda menyuruh sang istri menjemputnya karena nanda membawakan hadiah untuk naya dan itu harus ada yang membantu.

__ADS_1


" yah, kamu kenapa sih beli motor buat naya, ibu gak mau ya anak kita jadi liar keluyuran kemana-mana " kesal shavitri


" bu, kamu ngomong apa siih, naya adalah anak kita satu-satunya wajar dong aku sebagai ayah mau yang terbaik untuk anak kita" membela diri


" tapi ayah, ibu gak mau jika terjadi apa-apa pada naya, gimana kalau naya jatuh atau keserempet kendaraan lain, aku gak setuju "


" bu jangan bicara sembarangan, ayah beliin motor buat naya itu supaya naya semangat kesekolah lagian motor ini bekas tidak mahal " ucap ayah naya, dari samping karena mereka berdua sedang menepi ibu naya menghembuskan nafasnya panjang


" terserah ayah lah " ibu naya mengalah


tak jauh dari keberadaan mereka seseorang terus saja memperhatikan ayah dan ibu naya


" aman, cepat laksanakan dan pergi dari sini secepatnya" setelah itu orang itu pergi dari tempatnya berada.


tak lama sebuah mobil truk melaju dengan kecepatan tinggi


" aaaaaaaaa " teriak ibu naya


bruuuaaaakkkkkkk...


mobil truk menabrak motor keduanya terpental dan kecelakan itupun tak bisa terelakan ibu dan ayah naya ikut terpental dan jatuh masuk jurang sedangkan mobil truk tadi pergi dengan cepat..


¤¤


praang..


suara gelas jatuh terlepas dari tangan naya, perasaan naya pun semakin gelisah maira yang mendengar benda jatuh langsung menghampiri naya


" nay, loe gak apa-apa? " tanya maira


" gak ko, gak apa-apa " naya pun membersihkan pecahan gelas tersebut

__ADS_1


" perasaan apa ini, ya allah jangan sampai terjadi apa-apa " batin naya.


__ADS_2