
Naya jalan sempoyongan dan pikirannya menjalar entah kemana, dia terus mengikuti suster yang mengantarnya kearah ruangan yang dimana itu tempat ganti dan penitipan barang khusus para suster dan perawat.
"nah, nay ini tempat penyimpanan barang-barangmu dan baju dinas kamu ada didalam sini " ujar suster yang mengantar naya.
" oh. Ya terimakasih bu. Mohon bimbinganya " ucap naya
Naya dipersilahkan mangganti pakainya terlebih dahulu, lalu dia akan mengantar naya keliling ruangan tersebut maksudnya berkeliling agar naya tahu dimana tempat tempat yang harus diketahui..
Setelah selesai berganti pakaian naya dibawa langsung kearah dapur khusus membuat makanan untuk pasien dirumah sakit
" nay kamu tau kan dimana kita " ucap suster basa basi setelah sampai dapur
tentu naya tau tempat apa itu yang terdapat banyak makann dan sayur mayur
" ia bu " singkat
Suster tersebut menjalaskan bagimana nanti naya bekerja dan naya langsung memahaminya tanoa menunggu lama suster tersebut mengantar naya kedepan ruangan yang berbeda.
Naya tidak tau ruangan apa itu, namun sang suster menjalaskan bahwa ruangan itu ruangan dimana khusus untuk mengganti sprei bisa dibilang juga ruang penyimpanan perkakas kamar..
Kemudian mereka lanjut keruangan lain lagi, namun naya bingung
__ADS_1
sedari tadi dia hanya diajak keliling ketempat tempat perabotan menurut naya,, lalu dimana ruangan pasien ?
Pertanyaan itu membuat otak naya terasa gatal
" bu sus,, maaf sedari tadi saya dibawa keliling ruangan perabotan saja, lalu dimana kamar pasien yang harus saya beri makan " dengan rasa penasarannya
Suster tersebut terkekeh mendengar pertanyaan naya yang menurutnya tidak sabaran
"tenang naya, saya pasti akan mengantarmu kesana, lagian sebentar lagi waktunya unyukmu bertugas " jelas ibu suster melihat jam tangannya.
Naya diajak kembali kedapur untuk mengambil makanan agar bisa dibawa keruangan dimana pasien yang harus naya rawat
naya terus mengikuti kemana arah kaki si ibu suster berjalan sambil membawa dorongan troli makanan
kaki si ibu suster berhenti berjalan dipintu tersebut naya pun ikut berhenti dibelakangnya
" saya bawakan makan malam untuk tuan besar " ucap ibu suster pada kedua penjaga, kedua penjaga itu melirik kearah belakang ibu suster lalu ibu suster membuka penutup makanannya.
" baiklah masuk " namun sebelum itu penjaga terlebih dahulu mengetuk pintu 3 kali pertanda petugas rumah sakit yang akan masuk bukan tamu
Kreet....
__ADS_1
Suara pintu dibuka
" selamat malam tuan " ucap ibu suster membungkukan kepalanya naya yang sedari tadi berada dibelakang otomatis mengikuti gerakan tersebut.
" malam juga, apakah itu pesanan saya " ucap seseorang yang berada diatas brangkar namun menurut naya itu bukanlah seperti ruangan rumah sakit lebih tepatnya kamar pribadi seseorang yang sangat kaya raya sedari tadi ketika masuk kedalam naya terperangah takjub dibuatnya.
Jika mulut naya terbuka mungkin air liurnya sudah tumpah ruah dilantai yang sangat super bening.
" ia tuan,, " singkat ibu suster, ibu suster mundur beberapa langkah kebelakang dan sedikit mendorong tubuh naya agar maju kemeja dekat kasur sambil membawa troli makanan.
Dengan cekatan naya memindahkan isi troli itu keatas meja yang sudah tersedia agar bisa disantap oleh pemiliknya
" terimakasih nak " ucapnya
naya mengangguk namun tak berani menatap pria tua yang berada diatas kasur naya terus menunduk lalu naya mundur perlahan berniat mensejajarkan dirinya bersama ibu suster
" naya apa yang kamu lakukan !! " ucap ibu suster berbisik ditelinga naya
" apa maksud ibu ? " jawab naya tak mengerti
" apa yang kamu pikirkan naya ? Coba lihat orang yang berada diatas kasur itu ? Apa kamu tidak bisa melihat " ibu suster bicara dengan berbisik namun bisikan itu terdengar seperti teguran menurut naya.
__ADS_1
Lantas naya memberanikan diri melihat kearah yang dituju ibu suster.
Deg....