Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
pertama masuk kantor


__ADS_3

basah kuyup wajah yang masih terlihat kesal naya masuk kedalam kosannya terlihat beberapa kali naya menarik nafas agar amarahnya reda jika saja sipengendara motor tersebut berhenti entah bagaimana jadinya.


bruukk...


naya membanting pintu tanpa sengaja


" woy pelan pelan tutup pintunya " seseorang yang hendak kedapur menegur naya


" hehehe maaf gak sengajak mbak " naya cengengesan


" biasa aja kali pake woy woy dikira gue tukang palak " batin naya


" permisi mbak saya duluan " pamit naya namun hatinya masih dongkol dengan kejadian dijalan tadi


" nay kamu kehujanan dimana? cepet mandi nanti sakit loh " tanya tetangga kamar naya yang baru keluar dari kamarnya melihat naya mau masuk dan basah kuyup


" ia ka tadi kehujanan pas mau pulang, saya masuk dulu ya ka permisi " pamit naya


" ia " tetangganya mengangguk sambil tersenyum, naya membuka pintu kamar dan segera menutupnya kembali.


hanya beberapa orang yang dikenal dan akrab dengan naya dikosan ini meski tinggal sekosan naya hanya sekedar menyapa saja tidak lebih, pikir naya jangan terlalu akrab dengan banyak orang karena nantinya akan jadi bumerang buat kita sendiri apa lagi tinggal dilingkungan yang sama lebih baik punya teman sedikit dari pada banyak tapi menusuk dari belakang.


naya membersihkan tubuhnya terlebih dahulu lepas itu naya segera bergegas menyiapkan segala sesuatunya untuk besok.


" beres,, akhirnya gue bisa rebahan ooh senengnya " naya merebahkan tubuhnya dikasur naya mencoba menutup mata namun belum merasakan kantuk akhirnya naya menggulingkan tubuhnya kekiri meraih ponsel disebelahnya.


" halo mai loe lagi sibuk gak? gue mau cerita "


" sedikit memang mau cerita apa? "


" gue udah cerita belum ke loe kalau gue dapat kerjaan? "


" gak tau gue lupa , emang loe dapet kerjaan dimana? " jawab maira karena dia sedang menyapu toko sebelum pulang


" dih, ko gitu gak ucapin selamat gitu ke gue ? " naya cemberut


" ya maaf selamat ya kamu udah dapat kerjaan,, jadi apa yang akan kau lakukan sekarang ? " ucap maira


" ya aku akan berusaha yang terbaik meski gue belum tau kerjaan seperti apa yang akan gue dapat " tutur naya


mereka berdua terus saja bicara ditelpon sampai maira tak terasa sudah sampai ditempat mesnya memang terlihat nyaman dan enak kerjaan yang maira dapat dan maira pun senang bekerja disana mendapatkan pekerjan bagus gaji yang lumaya dan bos yang baik kapan lagi dapat yang seperti itu.


pembicaran keduanya berakhir saat maira masuk kedalam kamar mandi naya juga sudah tidur lelap membuat pulau kapuk yang banyak awan kuning dibantalnya huuh bau sekali..


pagi harinya naya bergegas berangkat tak lupa dia bawa surat lamaran kerjaannya, dijalanan masih terdapat genangan air hujan yang semalaman turun sangat deras.


naya membawa payung lipet untuk berjaga jaga bukan itu saja naya juga membawa baju ganti tak mau kejadian semalam terulang lagi naya berusaha menghindarai kendaraan yang akan melewati genangan air , tak lama naya masuk kedalam angkot yang akan membawanya ketempat kemarin.

__ADS_1


cukup memakan waktu 20 menit untuk sampai disana, naya turun dan segera menyapa sekaligus bertanya.


" pak, apa sudah ada orang didalam sana? " tanya naya karena menurutnya ini masih pagi


" sudah neng, masuk saja tadi neng sudah ditunggu didalam, mari saya antar " ucap pak satpam keluar dari posnya


" med tunggu dulu ya saya anter si neng ini dulu masuk " ucap pak satpam pada temanya,


" ia " singkat jelas dan padat jawaban dari temannya pak satpam


naya mengikuti langkah pak satpam masuk kedalam gedung tersebut


naya yang baru pertama masuk kedalam gedung itu terpana bukan hanya bagus dari luar namun dari dalam juga gedung itu super duper bagus nan megah apa kah dia beneran akan bekerja ditempat erini? tiba tiba perasaan was was hinggap dihati naya


" pak apa aku beneran akan kerja disini? " tanya naya ke pak satpam


" ya semoga saja ini rejeki neng " jawab pak satpam sambil tersenyum


" amiin pak semoga saja, tapi pak ko karyawan disini terlihat sangat sibuk sekali apa setiap harinya seperti ini? "


" tidak juga, ini untuk penyambutan sang pewaris tunggal "


" nah kita udah sampe, neng tunggu saja disini nanti ada yang akan membawa neng ke ruangan HRD saya pamit " pak satpam pergi sebelum pergi naya mengucapkan terimakasih banyak pada pak satpam.


tak lam seseorang mengantarkan naya keruangan HRD naya memberikan surat lamaran tak menunggu lama naya diterim disana dan langsung bekerja hari ini juga.


betapa bahagianya naya bisa bekerja disana meski sebagai OG naya tetap bersyukur.


" ternyata banyak juga OG disini apa lagi OB nya ada yang ganteng juga kaya oppa korea " gumam naya melihat OB yang melewatinya


" naya kamu hari ini menggantikan dina bekerja dilantai paling atas ingat ya apa saja yang barusan saya bilang " ucap mbak ratna


" ia mbak tapi ko saya menggantikan mbak dina? "


" ya mungkin selama dia pulang kampung saja nay, kemarin dia ijin orang tuanya sakit dikampung jadi mau gak mau diijinin padahal lagi sibuk sibuknya begini "


" oowh gitu baiklah saya paham " naya tersenyum mbak ratna membawa naya kelantai paling atas dan sampainya disana naya mengerutkan alisnya kenapa lantai disini hanya beberapa karyawan saja tidak seperti dibawah banyak dan ramai.


" mbak apa saya boleh bertanya? " naya penasaran, mbak ratna yang berjalan disamping naya menghentikan langkahnya sekejap


" boleh memangnya apa yang mau kamu tanyakan nay? " mbak ratna membuka pintu ruangan


" ko dilantai atas sini hanya ada beberapa orang saja sedangkan dibawah banyak sekali orang? "


" ia, itu karena bos kita yang sekarang itu tidak suka keramaian " singkat mbak ratna


naya mengerutkan alisnya merasa heran dengan calon bosnya itu bukan calon tapi bosnya saat ini bibir naya membentuk huruf O yang lancip sekali mbak ratna yang melihat itu tersenyum

__ADS_1


" ada apa mbak ko senyum senyum sendiri " naya merasakan bulu kuduknya merending kakinya mundur beberapa langkah menjauhi mbak ratna,


" gak ada apa apa cuma kamu itu lucu bibir kamu itu lancip nay kalau digituin " ucap mbak ratna naya segera menyentuh bibir dengan tangannya lalu ia tersipu malu bukan tersipu gegara bibirnya lebih tepatnya merasa gak enak pada mbak ratna.


" nah nay sekarang kamu boleh bekerja, jika nanti kamu perlu sesuatu kamu cari saja saya dilantai bawah ya jangan sungkan "


" ia mbak terimakasih banyak " jawab naya, mbak ratna meninggalkan naya dilantai atas bersama beberapa orang karyawan disana.


naya mulai bekerja pertama naya membersihkan ruangan yang paling luas disana setelahnya baru naya membersihkan yang lain lagi bukan tidak terpanah dengan luasnya ruangan tersebut.


ketika naya hendak kepantry naya ingin menawarkan minuman pada karyawan yang berada disana namun ia bingung


" gue harus panggil apa kemereka? bapak bapak mas mas mbak mbak apa ibu ibu? " naya menggaruk kepalanya bingung


" hei kamu " panggil seseorang wanita pada naya


naya celingukan kekiri dan kekanan gak ada orang selain dirinya


" sa saya? " tunjuk naya didadanya sendiri


" ia, kamu yang saya panggil siapa lagi "


" a ada apa mbak " ucap naya ragu


" nama kamu siapa? "


" panggil saja naya mbak, apa ada yang saya bantu mbak? "


" baiklah naya, tolong kamu buatin saya kopi ya tapi pake susu oke " pintanya


" baik mbak saya buatkan saya pergi dulu " pamit naya masuk kedalam pantry namun disana naya tidak menemukan kopi mau pun susu akhirnya naya kembali


menghampiri wanita yang tadi menyuruhnya dengan rasa bersalah naya memberanikan diri untuk bicara


" hmm mbak maaf dipantry tidak ada kopi dan susu apa bisa tunggu sebentar saya ambilkan dulu kebawah " ucap naya


wanita tersebut menggaruk pangkal hidungnya dengan pena memikirkan sesuatu


" gak usah deh nay, kamu mau kemana naya sayakan belum selesai "


saat melihat naya hendak pergi , naya kembali wanita tersebut membuka tasnya dan menyodorkan uang satu lembar berwarna merah didepan naya.


" nay tolong kamu beliin saya makanan sama kopi susunya ya itu uang nya "


" ia mbak.. " naya pamit namun saat itu tiga karyawan juga memanggilnya ikut memesan makanan padanya takut lupa apa saja yang dipesan oleh para karyawan, lalu naya mencatat semuanya dikertas .


naya mencari mbak ratna terlebih dahulu untuk bertanya makanan para karyawan yang sering dipesan dicafe mana?

__ADS_1


naya diberi kunci motor oleh mbak ratna tentunya setelah bertanya pada naya apa dia bisa membawa sepedah motor ? pastinya naya bisa donk jangan diragukan lagi keahliannya.


naya membawa sepedah motornya kearah caffe yang dituju ternyata bukan satu caffe saja yang harus naya singgahi sedangkan dia juga merasa lapar saat ini namun dia harus segera mendapatkan semua pesanan terlebih dahulu, 15 menit kemudian naya sudah mendapatkan semuanya tak lupa naya juga membeli mie ayam untuk dirinya sendiri naya membungkusnya makan dikantor.


__ADS_2