Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
kado


__ADS_3

hari demi hari telah berlalu tak terasa ayah dan ibu naya telah dikebumikan seminggu lalu selama itu pula naya selalu mengurung dirinya didalam kamar tinggal sendiri dirumah belum terbiasa bagi naya, naya pun terkadang masih berteriak memanggil nama ayah dan ibunya ketika bangun tidur tapi pada saat ingatannya kembali naya kembali menangis


cekleek...


suara pintu dibuka dan didorong maira masuk kedalam rumah naya, sehabis pulang kerja mairah tinggal dirumah itu untuk menemani naya hanya pada saat malam saja maira menemaninya.


paginya maira harus bekerja kembali meninggalkan naya dirumah.


" nay loe dimana? " ucap maira ketika sudah ada didalam kamar naya namun naya tidak ada dikamar dan akhirnya maira menuju kamar orang tua naya hanya membutuhkan beberapa langkah saja menuju kamar orang tua naya maira pun membuka kembali pintu kamar tersebut.


" nay loe lagi apa? " ucap maira yang sedang melihat naya duduk meringkuk diatas kasur menekuk kaki dan menutupi wajahnya yang sedang menangis lantas maira pun mendekati naya dan mengelus lengan naya


" nay, loe disini yuk kita makan gue bawain makanan kesukaan loe " ajak maira yang mendengar suara naya menangis naya menggelengkan kepalanya.


" naya gue tau loe sedih tapi ini sudah satu minggu berlalu nay gue mohon berhenti tangisin orang tua loe lebih baik lo do'ain mereka supaya tenang di alam sana loe gak mau kan ayah ibu loe sedih melihat loe kurus kering seperti ini karena terus menangis ingat kata-kata ibu loe kata-kata ayah loe " ucap maira panjang kali lebar

__ADS_1


" ini udah takdir juga qodrat manusia nay yang bernyawa pasti akan mati " lanjut maira namun tetap tidak ada jawaban dari naya


" ya sudah gue siapin makanannya ya nanti gue balik lagi " sebelum keluar maira mengelus rambut naya bagaimana pun naya sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.


setelah maira keluar naya membuka wajahnya dan segera mengusap air mata dipipinya benar kata maira lebih baik dia mendo'akan orang tuanya agar keduanya tenang naya menurunkan kakinya kelantai dan akan keluar tapi pada saat akan melangkah naya ingat pesan ibunya bahwa ia telah menyiapkan kado untuk naya tapi apa itu??


naya pun mencari kado tersebut dengan membuka lemari ibunya naya tidak menemukannya dan beralih pada lemari ayahnya disana pun tidak ada naya membuka laci meja rias sederhana ibunya ternyata didalam sana sudah ada kotak kecil dan sebuah amplop yang diikat dengan pita warna pink fanta warna kesukaan naya


" apa ini yang dimaksud ibu? " ucap naya pertama naya membuka amplop terlebih dahulu sebelum membuka kotak kecil itu ternyata didalam amplop tersebut ada selembar kertas dan kartu atm diatasnya bukan hanya itu saja disana juga ada buku tabungan atas nama shavira kanaya entah berapa jumlah didalamnya naya tak memperdulikan naya ingin segera membuka dan membaca surat tersebut.


air mata membasahi pipi mulus naya kembali membaca surat dari ibunya.


" aku janji bu akan menjaganya dengan baik aku juga akan memakainya, aku akan mengingat semuanya bu termasuk mencari orang itu dan akan disampingnya semua demi ibu naya laku kan " ucap naya


kemudian naya membuka kotak kecil itu dan melihat kalung tersebut naya mengambilnya melihatnya dengan teliti

__ADS_1


" waah kalung siapa itu nay bagus banget ikut megang dong " ucap maira dari balik pintu naya menyodorkan kalung itu maira langsung memegang dan merasa takjub dengan indahnya kalung itu terlihat biasa namun bila diperhatikan kalung itu mempunyai liontin yang berkedip kedip


" nay apa ini kado yang dimaksud ibu loe " tebak maira naya menganggukkan kepalanya mengiakan


" ibu loe pinter juga ya milih kalung ini, beli dimana ya? " ucap maira


" itu gak ada dimana-mana hanya satu didunia ini dan kalung ini milik aku " ucap naya asal


" preet loe sombong, awas aja nanti gue juga punya beli dari pasar gembrong " canda maira menyerahkan kalungnya kembali sedangkan untuk surat,atm dan buku tabunganya sudah naya simpan kembali didalam laci


" loh ko nay kalungnya gak loe pake sih sini gue pakein " ucap maira memutar tubuh naya agar membelakanginya


" tuh kan cakep " ucap maira setelah memakaikan kalung dileher naya


" terimakasih banyak mai " naya memeluk maira keduanya berpelukan sebentar, sebelum mereka keluar menyantap makan malam

__ADS_1


betapa sakitnya ditinggalkan oleh orang yang sangat kita sayang dan bisa membuat orang hilang arah tapi ambil hikma didalamnya karena yang bernyawa tidak akan kekal untuk selamanya..


__ADS_2