Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
pekerjaan sambilan


__ADS_3

seminggu sudah berlalu naya bekerja diperusahan ini, namun tanda-tanda sang pewaris yang kabarnya akan datang kekantor nyatanya tida ada, naya belum pernah melihat dan mendengar wajah dan kabarnya saat ini segala persiapan yang telah dilakukan nyatanya kini sudah dibereskan.


rasa penasaran mulai tumbuh di hati dan diotak naya seperti apakah bosnya nanti?


baik hati atau tidak ! tampan apa gak !


" ih kenapa gue jadi kepo begini " ucap naya menepuk keningnya sambil membawa tong sampah yang akan dibuang..


setelah membuang sampah naya kembali naik kelantai atas untuk membereskan ruangan tersebut


" tiap hari beresin ruangan ini., padahal gak ada orangnya juga, buat apa dibersihin tiap hari juga,, aneh " celotehnya naya meski begitu naya tetap membereskannya walaupun ruangannya sudah rapih namun apa daya kerja masih digaji orang rasanya mengeluh tidak mungkin.


langit biru akan berubah warna sebentar lagi naya bergegas cepat untuk segera pulang, malam ini malam minggu dan dia berencana akan menoton dengan maira dibioskop.


segera naya meraih tasnya setelah berganti pakaian tidak mungkinkan dia keluar dengan pakaian kerjanya.


sesampainya dikosan naya berbaring disana sebentar untuk melepas penat dan capenya


" tiada hari tanpa lelah " keluhnya segera tangan naya mengeluarkan ponsel dari dalam tas lalu menghubungi maira


" halo mai " ucap naya setelah panggilanya dijawab maira


" ia gue lagi dijalan bentar lagi nyampe "


" ya sudah langsung ke sana aja ya, gue siap siap dulu "


tuuut..


naya memutuskan panggilannya.


naya mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi tak butuh lama naya keluar dengan masih handuk melilit tubuhnya , naya memilih baju lengan pendek dan celana jens panjang warna hitam tak lupa naya membawa jaket dan tas slempang kecil miliknya..


merasa sudah beres naya pun keluar dari kamar dan menguncinya.


setelah itu naya menaiki angkot.


sesekali naya melirik ponselnya yang belum bersuara notif masuk sambil menghembuskan nafas beratnya naya menempelkan kepalanya dikaca angkot dan menutup matanya mungkin matanya harus ditutup walau sebentar.


lumayan untuk mengistirahat mata selama 30 menit dalam perjalanan menuju gedung bioskop naya tertidur cukup puas dan dia tak perlu khawatir karena sebelum tidur naya meminta pada sang kernet untuk membangunkanya setelah tiba depan mall tujuannya.


" hooaam " naya menguap ketika turun dari angkot


naya mengucek mata perlahan agar penglihatanya lebih jelas naya masuk kedalam gedung itu dia akan menunggu maira didalam, setibanya didalam naya merasa haus dan memilih untuk membelinya sebentar


naya kembali keluar karena menurutnya membeli makanan dan minuman dari luar lebih murah ketimbang beli dari dalam.


meski sedikit mengantri tak menyurutkan niat naya membelinya. toh maira juga belum datang pikir naya.


saat naya akan menerima minumnya dan mengambilnya dari tangan penjual tiba tiba


sruuuppff..


tanpa merasa bersalah seseorang mengambilnya dan langsung meminumnya hingga tandas


" hey,, itu punyaku apa-apan kamu ini main ambil punya orang tanpa permisi " naya marah


" kenal juga kagak " lanjutnya kesal

__ADS_1


" maaf, dan ini " mengembalikan gelas kosong ketangan naya, naya melongo tak habis pikir dengan orang didepannya ini yang merebut minuman dari tangannya langsung


" maksudnya apa? balikin gelas kosong ! bayar sana sendiri " ketus naya lalu beranjak pergi dan membuang bekas gelasnya ke tempat sampah,


memang minuman yang dia pesan belum dibayar dan itu membuat naya tidak terlalu marah pada orang itu.


akhirnya naya beralih pada pedagang yang lainnya dia membeli tahu krispi dan otak otak krispi yang ditaburi bumbu pedas manis kesukaannya dan tak lupa dia membeli dengan minumanya juga lalu setelah selesai naya membungkusnya dengan rapi agar tidak diketahui olah penjaga kalau dia membawa makanan dari luar agak sulit memang tapi apa daya.


naya masuk kembali kegedung sambil menunggu maira namun baru memasuki beberaoa langakah dari pintu masuk maira memanggilnya


" nay, tunggu " teriak maira setengah berlari mendekat pada naya, naya berbalik dan tersenyum simpul dan berhenti melangkah guna menunggu maira yang datang mendekat.


" baru nyampe " tanya maira naya menggeleng ya tentu orang naya sudah masuk namun keluar lagi untuk cari makanan lebih dulu sambil menunggunya


keduanya masuk kedalam gedung bioskop menikmati film yang sedang dilihatnya selama dua jam lebih menonton kini keduanya keluar dari gedung bioskop


" ih ko ada ya cewenya posisef kaya gitu " celetuk maira mengingat kejadian diadegan film yang baru saja mereka tonton


" ya mungkin dia pernah mengalami kekecewaan atuau trauma " balas naya diangguki maira setuju.


naya membuang sampah pada tempatnya


merasa ingin buang air kecil keduanya masuk kedalam toilet, didalam maira yang menunggu didepan pintu lebih tepatnya maira sedang bercermin memperbaiki riasannya agar tidak aneh dilihat orang.


" udah? " ucap maira melihat naya keluar dari dalam sana


" ia, ayo " ajak naya kelur dari toilet


namun mereka tidak keluar begitu saja dari gedung itu keduanya berjalan jalan terlebih dulu hanya sekedar untuk melihat lihat saja namun maira mengajak naya masuk kedalam toko baju yang diyakini naya maira akan membeli pakaian disana


" beli baju? " tanya naya


" kan ada baju aku, pake baju aku aja biasanya juga gitu " ceplos naya


" he he he bukan gitu aku lagi pengen beli aja, lagian lihat tubuh gue sama tubuh loe sekarang? gue sedikit gemukan sekarang pasti gak muat baju loe dibadan gue kesempitan " ucap maira, naya meneliti bagian tubuh maira memang benar adanya tubuh maira sekarang berisi dan sedikit gemuk dari sebelumnya naya menangguk membenarkan


" lagian hanya satu stel aja, kalau mau kamu juga boleh ambil nanti aku yang bayar " maira tersenyum


" gak, baju aku masih banyak yang jarang aku pakai " tolaknya,


maira mengangkat bahu


maira terus memilah milah baju yabg akan dibelinya sementara naya mengekor dibelakang maira cukup lama mereka ditoko baju itu, dan akhirnya maira membawa baju yang sudah beberapa kali dia tanyakan pada naya bagus tidak cocok tidak membuat naya pusing


maira membayarnya pada kasir setelahnya mereka keluar dari toko dan meninggalkan mall tersebut


tadinya maira masih ingin berjalan jalan namun jam sudah menunjukan sepuluh malam naya menolaknya dan memilih untuk pulang.


keduanya turun dari taksi online yang dipesan maira tadinya naya akan menggunakan angkot tapi sayanganya sudah malam dan angkotpun jarang terlihat jika sudah jam sekian.


naya membuka kunci kamar lalu maira ikut masuk kedalamnya


setelah selesai membersihkan diri berganti pakaian dan sebagainya kedua teman itu kini duduk di kasur milik naya.


heniing...


" nay, gue mau cerita " ucap maira memecah keheningan diantara mereka berdua

__ADS_1


" cerita apa " kini naya menghadap kearah maira bersiap mendengarkan cerita dari temannya itu


" seminggu yang lalu, gue ditawarin kerja sama temennya bos gue " ucap maira memberi tahu


" lalu, loe mau? " tanya naya, maira menggelengkan kepalanya


" gue gak mau, lagian kerja gue ini gak ada liburnya nay, ini juga gue harus izin dulu jauh jauh hari, dan terus gue udah klop sama kerjaan gue sekarang bukan hanya masalah gaji aja sih bos nya itu loh baik banget sama gue " ucap nya


naya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti


" gimana kalau loe aja nay " celetuk maira ditanggap dengan kerutan alis dari naya


" idih mana bisa mai, gue masih baru kerja dikantor ini mai mana bisa langsung berhenti lagi kan gak lucu " sergah naya


" kalau seminggu 2 kali gue mau, itu pun kalau deket-deket sini aja " ucap naya asal


maira diam sejenak mengingat ingat pembicaraannya bersama teman bosnya


naya mengetik sesuatu diponselnya enta apa yang maira lakukan tak lama bunyi notif pesan dari ponsel maira berbunyi


" tunggu dulu ya jangan berisik " ucap maira memperingati naya


maira bangkit dari duduknya dan sedikit menjauh dari naya, naya hanya diam mendengar ocehan maira bersama seseorang dari sambungan telponnya.


" benerkah pak, seminggu 2 kali "


" .... "


" baiklah pak terimakasih, saya minta maaf mengganggu waktu istirahat bapak . saya tutup dulu wasalamualaikum " salam maira menutup telponnya


naya mengangakat dagunya guna bertanya pada maira, maira tersenyum lantas duduk didekat naya kembali..


" tadi gue habis bicara sama temen bos gue, dan loe tau apa katanya ? "


naya menggelengkan kepalanya tanda tidak tau menau dan tadi hanya mendengar ucapan maira saja


" hari sabtu dan minggu itu pun sampai jam 6 sore dan loe tau? tempatnya juga gak jauh dari sini lumayan gede lagi cuma dorong dorong terus masuk itu doang " ucap kegirangan


naya yang tidak mengerti arah pembicaraan maira kemana


" loe ngomong apa sih mai kagak ngerti dah " naya merebahkan dirinya diatas kasur samping maira, maira menarik tangan naya agar bangun kembali.


" kerjaan buat loe lah nay, tadi gue langsung nanyain dan apa yang loe mintain tadi sesuai dengan kerjaannya tempat kerjanya lumayan deket masi daerah daerah sini, gajinya pun lumayan kerjanya kurang lebih sampai jam 6 sore dorong2 masuk ruangan dan udah " terang maira panjang lebar


naya menggaruk kapalanya bingung


" kerja apa yang dorong dorong masuk? apa loe nyuruh gue... " ucapan naya terhenti karena maira memukul lengannya


" huussh enak saja, mana ada gue kaya gitu nay jahat banget sih " maira cemberut


naya cengengesan melihat maira seperti itu, lalu maira menjelaskan pekerjaan macam apa yang akan ditawarinya


" beneran gue kerja dirumah sakit?? " naya memastikan agar tidah salah dengar


" ya, loe mau gak? " maira balik bertanya


terlihat naya berpikir memang kerjaan yang saat ini hanya sampai jumat dan jika dia masuk hari sabtunya itu karena lembur memang tidal diharuskan untuk kerja namun menurut naya dari pada dikosan mending kerja lumayan bisa buat tambahan uang makannya.

__ADS_1


" hmm baiklah gue mau, bagian nganter makaban doang kan? " ucap naya kembali dijawab dengan anggukan oleh maira, naya tersenyum seraya berucap dalam hati


" selamat datang pekerjaan sambilaan.. " batin naya


__ADS_2