Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
langkah awal pencarian


__ADS_3

2 tahun kemudian


" teruntuk anak gadisku tercinta cantik manis imut tersayang sejagad raya, anakku sayang maafkan ibu nak ibu hanya bisa memberikanmu kalung ini, kalung pemberian terakhir kakekmu, carilah kalung pasangan ini sayang dan berlindunglah padanya ibu telah gagal menjalankan amanat kakek mu karena malam itu ibu dikejar dan bertemu dengan ayahmu dari kejadian itu ibu bisa memilikimu nak, sayang anakku berjanjilah untuk menjaga kalung ini jangan sampai hilang ataupun diambil orang berjanjilah naya anakku "


" ibu aku berjanji bu akan mencarinya " ucap naya sebelum tidur isi surat yang masih terngiang dipikirannya.


maira mengerutkan alisnya tak mengerti tak ingin menganggu naya akhirnya maira langsung menutup matanya dan tidur terlebih dahulu.


naya melirik maira dengan ekor matanya ternyata maira sudah terlelap tidur


" huupzzz, dasar tukang molor " ucap naya menyelimuti maira dengan selimut dan dirinya sendiri naya pun akhirnya ikut berbaring dan mencoba untuk tidur.


naya duduk dibangku taman sendirian memakai baju warna putih bersih naya mengayunkan kedua kakinya


" tempat apa ini kenapa taman ini terlihat seperti ini? " ucap naya kebingungan karena taman terlihat putih semua


" naya anakku " suara yang sangat naya rindukan terdengar memanggilnya naya mencari asal suara tersebut tak jauh dari naya ada bayangan yang mendekat kearahnya naya masih diam


" naya anakku, sayang ibu rindu nak " ucap bayangan tersebut mata naya berkaca-kaca menahan tangis melihat sosok ibunya berada didepan matanya sekarang.


" i ibu hiks hiks hiks " tangis naya pecah naya berhambur memeluk tubuh ibunya dengan erat


" ibu jangan pergi bu jangan tinggalkan aku bu " pinta lirih naya mengencangakan pelukannya.


" naya sayang, ibu hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu sayang, carilah kebenarannya sendiri ibu tidak bisa menjelaskannya semua padamu karena waktu ibu sangat sedikit, ibu ingin kamu bahagia, jangan terlalu banyak menangis ingat pesan ayahmu? "


naya menggeleng menolak untuk mengingat pesan ayahnya ibu naya mengelus lembut kepala anaknya.


" naya kamu gadis kuat sayang kebanggaan ayah dan ibu apa kamu mau melihat kami bersedih melihatmu? "


naya kembali menggelengkan kepalanya ibu naya tersenyum


" nak ibu harus pergi sayang " ibu naya melepaskan belayan tangannya dari kepala naya, naya mendongakan wajahnya melihat mata ibu yang dia rindukan naya semakin erat memeluk ibunya tak akan dia lepas tidak akan membiarkan untuk meninggalkannya lagi naya menolak


" sayang berjanjilah nak " ucap ibu naya sebelum menghilang saat naya iakan menjawab ibu naya sudh menghilang entah kemana naya berteriak memanggil ibunya namun tak ada jawaban apa lagi menampakan diri didepan naya, naya terus saja berteriak sampai maira terbangun dan membangunkan naya

__ADS_1


" nay, nay bangun loe kenapa nay " maira menguncang guncangkan lengan naya, naya bangun dengan nafas yang tersengal keringat membanjiri dahi dan wajahnya.


maira mengambilakan air minum untuk naya


" minum dulu " maira meminumkannya kemulut naya


" ada apa nay loe mimpi buruk ya? " ucap maira, naya menggelekan kepalanya dan akhirnya maira pun mengerti, maira mengajak naya untuk tidur kembali.


naya tidak bisa tidur kembali setelah maira tidur nyenyak naya bangun dari atas ranjangnya ia keluar dari kamar menuju kamar orang tuanya, naya masuk kedalam kamar itu dan naya membuka laci lalu mengambil kotak kado pemberian ibunya naya juga mengambil kartu dan buku tabungan dari sana apakah ini saatnya dia mencari orang itu??


" kenapa aku bermimpi seperti itu apa aku harus mulai mencarinya? tapi dimana aku harus mencarinya " naya bergumam naya mengehala nafasnya berat


naya duduk diranjang orang tuanya tak terasa naya menguap lalu tertidur disana ..


keesokan paginya naya segera bangun lalu dia mandi membersihkan tubuhnya naya kembali kedalam kamarnya dan melihat maira masih tidur nyenyak diatas sana


sebelum membangunkan maira naya berganti pakaian terlebih dahulu.


" mai bangun udah pagi mai " ucap naya setelah berganti pakaian


tidak ada jawaban dari maira merasa jengkel naya mengeraskan suaranya.


" ii ia ini juga gue udah bangun nona shavira kanaya putri " ucap maira.


maira mencoba membuka matanya lebar-lebar dan dia melihat jam diatas meja


" baru juga jam 6 nay masih pagi " ucap maira membaringkan tubuhnya kembali namun sayang naya langsung menarik tangan maira agar bangun


" naaayy gue masih ngantuk "


" udah sana mandi ada yang mau gue bicarakan! " ucap naya akhirnya dengan terpaksa maira mandi berjalan dengan malas masuk kedalam kamar mandi


" hey nona apa kau tidak akan memakai handuk untuk mengeringkan tubuh basahmu itu nanti " ucap naya melemparkan handuk kearah maira


" iissh dasar "

__ADS_1


" cepatlah "


" ia sabar nona cempreng " maira dari dalam kamar mandi


naya keluar dari kamar untuk menyiapakn sarapan tak butuh waktu lama untuk menyiapkannya semua sudah beres tinggal menunggu maira datang, tak lama kemudian maira pun datang dia juga ingin membicarakan sesuatu pada naya


" ayo duduk " ajak naya sebelum dia bicara


ada rasa gelisah diwajah maira terbaca oleh naya dan akhirnya naya bertanya terlebih dahulu sebelum dia berpamitan


" ada apa mai ko loe gelisa campur tegang banget kayanya "


" ah gak ko biasa aja " maira berusaha tersenyum


" gak usah bohong jujur aja " paksa naya


" hmm nay gue gak enak ke loe.. loe jangan marah ya? " maira memegang tangan naya, naya tersenyum lalu menggeleng


" nay maafin gue ya gue bukannya gak sayang sama loe tapi gue gak berdaya nay gue dipindah tugasin, tadinya gue gak mau tapi gue ditawarin naik gaji 2 kali lipat dari gaji gue sekarang jadi gue " maira tak melanjutkan ucapannya dia tau naya pasti kesepian tinggal dirumahnya sendiri


naya tersenyum mendengar ucapan maira


" kapan loe pergi " ucap naya, maira melirik naya


" nay loe gak marah? " ucap maira


" ngapain gue harus marah mai, tadinya gue juga mau bilang ke loe kalau gue juga mau pergi cari kerjaan kekota J gue udah pikirin semalam dan niat gue juga udah bulet "


lalu yang nempatin rumah loe siapa? ini kan rumah peninggalan orang tua loe "


naya tersenyum kecut memang benar yang diucapkan maira


" itu urusan nanti "


akhirnya naya dan maira memutuskan akan meninggalkan rumah itu untuk sementara.

__ADS_1


naya mengajak maira bersenang-senang sebentar sebelum mereka pergi nanti sore setelah keduanya membereskan barang bawaan mereka tentunya


naya dan maira keluar pergi ketempat favorit keduanya.


__ADS_2