
Saat saya membuka mata, hal pertama yang saya lihat cahaya yang menyilaukan, hingga saya tidak bisa melihat apapun. Dan saya mulai mengedipkan mata agar penglihatan saya kembali dengan jelas. Setelah penglihatan saya sudah mulai melihat dengan jelas, saya baru sadar ternyata ada seorang Wanita yang menatap saya, mungkin umur wanita itu kurang lebih sekitar 25 tahunan, dan juga dia seorang Wanita cantik.
Disisi lain ada seorang pria muda dengan usia yang kurang lebih sama. Dia nampaknya tersenyum kepadaku. Kemudian dia mencium wanita yang tadi- tunggu kenapa kalian mesra-mesra di depan orang yang sedang sekarat.
Mereka berdua menatapku dengan senyum hangat dan berbicara, namun kata-kata aneh tidak jelas dan sulit dipahami. Apakah mereka berbicara Bahasa Inggris?
Pria itu berbicara dengan dengan wanita tetapi wajahnya penuh dengan ketakutan akan wanita itu, namun aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang di bicarakan.
Namun wanita itu tiba-tiba mengangkat tubuhku dan menggendongku layaknya seorang bayi. Ini tidak masuk akal, saya yang seorang anak SMA bisa di gendong dengan mudah. Kemudian wanita itu memegang tanganku. Saat aku melihat tanganku aku terkejut, karena tanganku tiba-tiba mengecil. Aku yang tidak mengerti sama sekali hanya terdiam dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi saat ini.
Mari kita lompat sebulan.
Rupanya saya sudah dilahirkan kembali, saya mengetahui itu setelah wanita itu mengangkat tubuh saya untuk di gendong dan melihat tangan saya yang mungil. Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa saya masih memiliki ingatan tentang kehidupanku sebelumnya. Aneh rasanya dengan tubuh kecil ini tetapi memiliki ingatan anak remaja? Bukannya aku mengeluh, tepatnya. Tapi siapa yang akan membayangkan terlahir kembali tetapi memiliki ingatan kehidupan sebelumnya.
Dua orang yang pertama kali saya lihat Ketika saya datang sudah pasti orang tua saya. Mereka tampaknya baru memiliki satu anak dan anak itu adalah saya. Dan saya menyadari ternyata saya tidak ada di kota saya dulu. Bahasanya berbeda dengan Bahasa yang saya gunakan dulu, dan lagi wajah mereke tidak mencerminkan orang asia. Mereka juga mengenakan pakaian yang terlihat sangat kuno seperti pada zaman pertengahan. Peralatan rumah tangga dibuat dengan sangat kasar dari kayu. Dimanapun ini, sepertinya ini bukan negara maju. Atau jangan-jangan saya terlahir kembali ke masa lalu?
Setengah tahun berlalu
Selama 6 bulan ini saya mulai terbiasa dengan bahasa yang orang tua saya ucapkan. Mungkin karena saya selalu mendengar mereka bercakap-cakap. Dan juga karena otak saya masih tahap belajar jadi saya bisa belajar dengan cepat. Dan juga saya seperti memiliki kemampuan yang tidak biasa untuk mengingat banyak hal. Atau mungkin karena ini pengaruh dari ingatanku di kehidupan sebelumnya
Saat ini saya sudah bisa merangka dan saya sangat Bahagia, mungkin ini adalah pencapaian terbesar saya saat ini karena sudah memiliki kontrol akan tubuh baru saya.
Saat aku sedang merangka mengelilingi rumah tiba-tiba aku terjatuh dari kursi karena mencoba menaiki kursi itu. “Brug.”
“Sayang kamu nggak kenapa-napa?” Kata Ibuku yang terkejut karena aku tiba-tiba terjatuh, kemudian ia menggendongku dan mengelus kepalaku.
“Ada apa ini?” Ucap ayahku sambil berjalan mendekatiku dan ibuku.
__ADS_1
“Ia barusan jatuh tetapi dia sama sekali nggak menangis?” Ibuku bertanya-tanya.
“Wah ternyata darah kuat dari ayahnya menurun ke anaknya.” Ucap Ayahku sambil tertawa menyombongkan dirinya sendiri.
“Tetapi aku khawatir setelah dia lahir hingga saat ini dia belum pernah menangis.”
“Dia juga tidak menangis sekarangkan?”
Saya akan sangat malu jika menangis karena lapar atau terjatuh, saat-saat memalukan saya adalah saat saya selalu mengotori celana saya, karena tidak bisa ke kamar mandi.
Meskipun saya hanya bisa merangka tetapi saya mempelajari hal yang sangat banyak dari kemampuan saya bergerak, mulai dari rumah ini bukan rumah keluarga miskin walaupun atap dan lantainya kayu, tetapi ini merupakan rumah orang kaya dengan 4 kamar tidur dan sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi karena pintunya terkunci.
Tetapi hanya bergerak saja membuat saya bosan dan sangat ingin rasanya bermain game di depan computer yang biasa saya mainkan saat kehidupanku yang dulu. Sambil menghabiskan waktu saya mengambil kursi dan mendorongnya ke dekat jendela untuk melihat lingkungan di sekitar. Dan saat saya melihat di balik jendela, pemandangan yang sangat luas terpampang disana dengan bukit dan juga rumah-rumah orang yang berjauhan. Mungkin tempatku tinggal saat ini berada di perbukitan jauh dari kota. Saya tidak bisa melihat tiang telepon atau lampu jalan, bahkan pembangkit listrik. Dan juga saat dulu di kehidupan yang lama, saya mendengar bahwa di negara yang maju mereka mengalirkan listrik lewat bawah tanah. Tapi setelah 6 bulan saya disini orang tua saya tidak pernah menggunakan listrik.
Pandangan saya tertuju pada ayah saya yang sedang mengayunkan pedang di depan halaman dengan otot yang sangat kekar. Apa dia tidak memiliki kerjaan sampai harus bermain pedang, harusnya waktu itu di habiskan untuk bekerja bukan untuk main-main seperti itu. Atau jangan-jangan tebakan saya benar, kalau saya terlahir kembali di abat pertengahan.
Uh oh dalam keterkejutan saya tergelincir dai kursi yang tadi saya bawa, tangan saya mencoba meraih kursi itu tetapi tak sampai. Aku terjauh dan kepala saya menghantam lantai, suara gebrak terdengar seperti sebuah pukulan. Aku melihat ibuku mendekatkan tangannya ke mulutnya wajahnya sangat pucat saat saya terjatuh.
Tenanglah aku sudah biasa dipukuli, tapi hati-hati kepalaku aku baru saja jatuh.
Mengingat betapa paniknya dia, aku pasti mengalami jatuh yang cukup parah, atau jangan-jangan aku akan mengalami geger otak. Kepalaku berasa berdenyut-denyut dengan kejadian yang tadi dan rasa nyeri terasa di bagian kepalaku.
Dia menatapku dengan hati-hati, dari raut wajahnya terlihat bahwa cidera yang aku alami cukup serius. Dia meletakan tangannya diatas kepalaku. “Mungkin ini akan membuatmu lebih baik…” Dia memulai. “Dalam cahaya Aetheralis, ku dekatkan kekuatan penyembuhan dengan energi yang suci, ku transfer kesembuhan dan kesegaran sembuhkan luka dan penyakit, pulihkan tubuh dan pikiran dharmoni Aetheria, semoga kesembuhan menyala terang – Healing.”
Apa-apaan? Apakah aku sedang diguna-guna, atau ini merupakan ucapan kasih sayang, ternyata keluarga ini aneh sekali, memangnya ini dunia fantasi sampai harus merapal mantra.
Tetapi saat aku memikirkan hal itu, tangan ibuku bersinar dengan cahaya redup berwarna hijau, dan rasa sakit di kepalaku tiba-tiba langsung menghilang..
__ADS_1
“Ini dia.” Katanya. “Sekarang akan lebih baik. Kamu tau Arthur ibu dulunya adalah seorang petualang di salah satu guild yang cukup terkenal.” Ucapnya sambil menyombongkan dirinya.
Apa itu, pikiranku berputar memikirkan kata-kata dari ibuku. Pedang, petualang, mantra, penyembuhan. Sebenarnya apa yang baru saja terjadi?
Tiba-tiba ayahku yang mendengar suara jeritan ibuku datang dari balik pintu rumah. “Sayang ada apa?”
“Kita harus lebih memperhatikan lagi Arthur.” Tegur ibuku. “dia baru saja menaiki kursi dan terjatuh.”
Ayah saya nampak lebih tenang dari biasanya. “Tenanglah sayang, diakan anak laki-laki dan kelak akan menjadi seorang laki-laki, dia pasti memiliki banyak energi untuk melakukan apapun.”
“Sayang dia bahkan belum berumur satu tahun, bagaimanapun anak-anak adalah anak-anak.”
Ayahku tersenyum. “Kalaupun dia terjatuh lagi, kamu bisa menyembuhkannya kembali.”
“Aku sangat khawatir, jika dia terluka dengan parah aku tidak dapat menyembuhkannya.”
“Dia akan baik-baik saja.” Ayahku meyakinkannya.
Ibu saya langsung memeluk saya dengan erat sambil membawa saya ke sebuah kamar yang berbeda dari tempat tidur mereka. Kemudian dia mencoba menidurkan saya dengan sebuah lagu yang entah saya juga tidak tahu.
Tapi mana mungkin saya tertidur hanya dengan sebuah lantunan lagu. Kemudian ibu saya menepuk-nepuk punggung saya dengan halus, dan tiba-tiba saya merasa ngantuk. Tidak mungkin ini sihir lagi, dan sayapun tertidur.
Beberapa hari berlalu, saya sekarang lebih memberi perhatian lebih untuk mendengar percakapan orang tua saya, saat saya melakukannya saya memperhatikan mereka banyak menggunakan banyak kata yang nampak asing bagi saya dan belum pernah saya kenal. Kebanyakan mereka membahas seperti nama negara, Kawasan daerah teritori jelas itu semua belum pernah saya dengar sebelumnya.
Sebenarnya saya tidak ingin menarik kesimpulan sekarang-sekarang, namun yang pasti ini bukanlah dunia tempat asal saya atau bumi. Melainkan dunia yang berbeda, dunia pedang dan sihir.
Jika aku hidup di dunia ini, dunia dengan fantasi tinggi, aku bisa hidup sebagai orang biasa tanda harus takut lagi ditindas. Dan jika aku gagal dalam kehidupan ini aku akan bangkit kembali, aku tak ingin kehidupan baruku sama seperti kehidupan lamaku.
__ADS_1
Diriku yang dulu telah mati dengan penuh penyesalan tanpa bisa berbuat apa-apa, rasa frustasi dan juga kegagalan. Sekarang terlahir kembali menjadi, dan aku tahu semua kesalahan-kesalahanku dahulu yang akan membantuku menjalani hidup dengan lebih baik
...****************...