
Setelah kira-kira dua tahun saya berinkarnasi, kaki saya sudah benar-benar kuat untuk menopang tubuh saya untuk berjalan. Dan saya juga sudah bisa bicara dan mengerti bahasa dunia ini.
Setelah saya bisa bergerak dengan kaki saya, saya sudah memikirkan apa saja hal yang harus saya siapkan untuk menjalani dunia ini, dan salah satunya adalah saya harus belajar membaca dan menulis di dunia ini. Mungkin bagi seorang pria remaja ini bukan hal yang sulit untuk belajar bahasa tetapi bagi orang yang sangat membenci belajar seperti saya saat di kehidupan yang dulu ini adalah pelajaran yang sangat berat.
Ibu saya yang bernama Valeria Venturis, dan ayah saya bernama Lucas Venturis. Ayahku adalah seorang petualang dan ibuku dia dulunya sama seperti ayahku dia merupakan petualang juga, tetapi setelah mereka menikah ibuku memutuskan untuk berhenti menjadi petualang dan lebih memilih untuk mengurus keluarga kecil ini.
Setiap malam saya selalu menyelinap ke kamar Latihan ayahku, disana tersimpan beberapa buku yang sangat tebal, dan aku mengambil salah satu dari buku itu, di jilid depan buku itu tertulis “Sejarah Aetheria” tetapi aku masih belum bisa membaca isi dari buku tersebut.
Satu tahun berlalu
Saya yang sudah berusia 3 tahun juga sudah bisa membaca Bahasa yang ada di dalam buku tersebut, setelah setiap saya membaca buku, saya mulai mengerti ternyata dunia yang aku berada saat ini adalah Aetheria, dan energi penyembuhan yang di gunakan oleh ibuku berasal dari Aether. Mungkin konsep Aether itu hampir sama dengan konsep mana dari video game yang dulu pernah aku mainkan.
Di dunia ini terdapat 4 ras yang di pimpin oleh raja masing. Yang pertama adalah raja manusia yang memimpin kerajaan Eterealis yang terletak di sebelah barat dan merupakan pusat politik, budaya dan ilmu pengetahuan dan juga memiliki Akademi sihir terbaik di semua ras yaitu Akademi sihir Aghatis.
Yang kedua adalah raja elf yang memimpin Kerajaan Eralianth yang terletak di daerah utara Kerajaan Elarianth adalah kerajaan yang megah dan anggun yang didiami oleh ras Elf. Terletak di dalam hutan lebat yang ajaib dan indah, kerajaan ini berdiri sebagai tempat suci bagi para Elf dan sumber keajaiban yang tak terhitung jumlahnya. Namanya "Elarianth" berasal dari bahasa Elf yang berarti "Hutan Bintang," merujuk pada cahaya gemerlapan yang ditimbulkan oleh sinar matahari yang menembus kanopi pepohonan di kerajaan ini.
Yang ketiga adalah raja dwaf yang memimpin kerajaan Stonewrought yang terletak di sebelah timur, Kerajaan Stonewrought adalah kerajaan megah yang didiami oleh ras Dwarf. Terletak di dalam gunung-ganang yang kokoh dan berliku-liku, kerajaan ini dibangun dengan keahlian tangan-tangan kuat para Dwarf yang ahli dalam seni batu dan logam. Namanya "Stonewrought" berasal dari bahasa Dwarf yang berarti "Kerajaan yang Dibentuk dari Batu," mencerminkan ketangguhan dan ketekunan para Dwarf dalam menciptakan kerajaan mereka di tengah pegunungan.
Dan yang terakhir adalah raja beastkin yang memimpin Kerajaan Wildthorn yang terletak di daerah selatan, kerajaan Wildthorn adalah kerajaan yang luas dan indah yang didiami oleh ras Beastkin. Terletak di tengah hutan yang lebat dan liar, kerajaan ini menjadi tempat suci bagi para Beastkin dan tempat di mana hubungan mereka dengan alam liar bersemi. Nama "Wildthorn" berasal dari keindahan alam liar di sekitarnya dan representasi kekuatan dan keberanian para Beastkin.
Di dunia ini penyihir memiliki beberapa klasifikasi, yang pertama Mystic Warrior dan yang kedua Mystic Mage.
Mystic Warrior adalah penyihir yang memiliki spesialisasi dalam memperkuat tubuh dengan mendistribusi Aether ke seluruh tubuh. Memekatkan Aether di udara dan memperkuat diri dengan memurnikannya. Tapi mereka hanya bisa melakukannya saat meditasi bukan saat bertarung.
Kekuatan dari Mystic Warrior adalah stamina yang kuat, penggunaan Aether yang sedikit, tubuh yang kuat. Dan kelemahan adalah memiliki batas jumlah Aether yang bisa di gunakan saat bertarung. biasanya serangan jarak dekat, karena tergantung besar kecilnya penggunaan Aether.
Sedangkan Mystic Mage adalah penyihir yang bisa mengembangkan kemampuan untuk menyerap Aether dari sekitarnya dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. mereka bisa memurnikan dan mengentalkan Aether di Aether core. dengan menggabungkan Aether core diri dan Aether dari luar, mereka bisa merapal mantra sihir di sekitarnya atau pada target. Kekuatan : Sihir jarak jauh kemampuan absorsi yang cepat, kebergantungan dengan Aether core yang rendah. Kelemahan : Kecepatan distribusi Aether di dalam tubuh cukup lambat, perlu waktu untuk merapal mantra dan rentan dalam bahaya.
Setiap orang memiliki Aether core di dalam dirinya dan tingkatan Aether core di bagi menjadi beberapa kelas tergantung warna dari Aether corenya. Semakin terang dan bersih Aether core yang di miliki semakin banyak Aether yang dapat di manipulasi.
Tingkatan Aether core Hitam, Merah, Orange, Kuning, Silver, putih.
Tingkatan Aether core tidak bisa menjadi patokan tingkat kekuatan seseorang tetapi semakin tinggi Aether core semakin baik dalam memanipulasi sihir. Masing-masing setiap warna terbagi menjadi gelap, inti, dan terang. Seperti dari lemah hingga terkuat.
__ADS_1
Aether core biasanya bangkit saat manusia memasuki mas remaja sekitar 11 sampai 13 tahun. Sedangkan untuk Elf biasanya bangkit lebih cepat dari pada manusia, dwaf dan beastkin.
Untuk membangkitkan Aether core biasanya dilakukan dengan cara bermeditasi untuk menyatukan semua kepingan Aether yang tersebar di dalam tubuh untuk menjadi sebuah inti.
Afinitas Element di bagi menjadi 4 yaitu Angin, api, tanah, dan air.
Penyihir dapat merasakan element saat lahir, penyihir yang memiliki afinitas angin dapat mempelajari element lain, tapi tidak semahir element angin.
Tetapi ada beberapa orang yang mampu meningkatkan element dasar menuju tingkat lanjut yaitu Divine Seer. Setiap ras memiliki perbedaan dalam memanipulasi Element.
Elf hanya bisa memanipulasi 3 Element yaitu angin, tanah, dan air dan tingkat Divine Seer mereka adalah Suara dan tumbuhan. Sedangkan dwaf hanya bisa memanipulasi 2 Element yaitu Api dan tanah dan tingkat Divine Seer mereka adalah logam dan magma. Beastkin hanya bisa memanipulasi 3 Element yaitu api, air, dan tanah. Dan tingkat Divine Seer mereka adalah Petir dan kabut.
Sedangkan manusia dapat memanipulasi 4 Element dasar dan tingkat Divine Seer yang beragam seperti Petir, Suara, Es, dan Gravitasi. Tetapi ada beberapa Divine Seer yang tidak terikat dengan Element seperti ibuku yaitu Mytic Healer yang memiliki sihir penyembuhan atau Cahaya.
Saat aku selesai membaca buku aku pun langsung melakukan apa yang di perintahkan buku itu untuk bermeditasi agar aku bisa membentuk Aether core. Saat aku baru saja memulai meditasi ibuku langsung menangkap ku dan memelukku.
“Ternyata kamu disini ya Arthur, pantas saja ibu mencari di kamarmu tidak ada.” Ucap ibuku sambil mengangkat tubuhku dan tersenyum.
Baru saja aku ingin melakukan meditasi tapi ibuku langsung menangkap diriku.
Tiba-tiba aku mengotori celanaku, ibuku yang melihat celanaku kotor langsung membersihkannya dan membawaku ketempat tidur. Setidaknya dalam satu tahun ini aku harus bermeditasi untuk membentuk Aether coreku.
Setelah ibuku membersihkan celanaku dan membawaku ke tempat tidur, aku merasa sedikit canggung. Aku ingin segera melanjutkan meditasi untuk membentuk Aether coreku, tetapi aku juga harus berhati-hati agar tidak membuat ibuku curiga. Aku tahu bahwa aku harus merahasiakan semua ini darinya.
Setelah aku berbaring di tempat tidur, aku menutup mataku dan mencoba fokus pada pernapasan. Aku mencoba mengingat petunjuk dari buku "Sejarah Aetheria" yang baru saja aku baca. Meditasi adalah kunci untuk menyatukan kepingan Aether yang tersebar di dalam tubuh dan membentuk inti yang kuat.
Saat aku merasakan ketenangan mengalir melalui tubuhku, aku membayangkan kepingan-kepingan Aether di dalam diriku saling berpadu. Tetapi sepertinya itu sangat sulit untuk dilakukan dengan waktu yang sangat cepat, pantas saja manusia biasa bangkit saat masa remaja karena semua kepingan itu akan terbentuk dengan sendirinya. Tetapi dengan bermeditasi aku bisa mempercepat menyatukan inti coreku.
Namun, setelah beberapa saat bermeditasi, aku terdengar suara langkah kaki mendekat ke kamarku. Aku buru-buru membuka mataku dan pura-pura sedang tertidur saat ibuku memasuki kamar. Aku berharap dia tidak curiga.
Ibuku menghampiriku dengan lembut dan menepuk-nepuk punggungku. "Tidurlah dengan nyenyak, nak. Besok pagi, ayahmu akan membawamu ke kota untuk pertama kalinya. Dia ingin kamu melihat bagaimana kehidupan di luar rumah," ujarnya dengan suara lembut.
Aku tersenyum padanya dan mengangguk, berpura-pura masih setengah terjaga. "Baik, ibu. Aku akan tidur lagi. Terima kasih, ibu," jawabku dengan lemah.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu saat aku dan keluargaku pergi menuju kota untuk belanja, aku yang baru pertama kali melihat kota di dunia ini cukup tercengang karena beberapa orang berjalan-jalan sambil membawa senjata. Apa di dunia ini tidak ada hukum?
Saat ibuku mulai mengenalkan beberapa barang dan artefak kepadaku aku hanya terfokus dengan sebuah toko senjata yang tak jauh dari tempat kami berada. Ayahku yang melihat aku memperhatikan toko senjata langsung tersenyum.
“Nah nak, jika kamu sangat menginginkan senjata nanti saat di rumah kita akan Latihan mengayunkan pedang.”
Ibu yang mendengar perkataan ayahku langsung membantah. “Sayang, anak kita baru saja berusia 3 tahun, bagaimana bisa kau mengajarkannya mengayunkan pedang.
Ayahku hanya tertawa kecil. Setelah kami sampai di rumah, ayah mengajakku kedepan halaman dan mengajarkanku dasar dalam berpedang.
"Baik, Arthur, pertama-tama, pegang lah pedangmu dengan kuat dan kokoh," kata ayahku sambil memberi contoh bagaimana memegang pedang dengan benar.
Aku menggenggam pedang kayu yang telah disiapkan oleh ayahku. Saat aku memegangnya, aku merasa sedikit canggung, namun aku berusaha meniru gerakan dan pegangan ayahku.
"Ingatlah, Arthur, sikap tubuhmu harus tegap dan stabil. Letakkan kaki kiri di depan, dan kaki kanan sedikit mundur. Ini akan memberikan keseimbangan yang lebih baik saat bergerak," lanjut ayahku memberikan petunjuk.
Aku tak percaya dia mengajarkan anak yang baru berusia 3 tahun untuk bisa mengikuti instruksinya yang apakah di mengerti atau tidak. Tetapi ku mencoba mengikuti instruksinya dengan seksama. Meskipun agak sulit pada awalnya, aku berusaha fokus untuk memahami gerakan dan posisi yang benar.
"Bagus, Arthur. Sekarang, kita akan mulai dengan gerakan dasar. Luruskan lenganmu dan fokuskan pandanganmu pada lawan. Tarik pedangmu ke belakang dan lakukan gerakan tajam ke depan," kata ayahku sambil menunjukkan gerakan mendasar.
Aku mencoba mengikuti gerakannya, menggerakkan pedangku dengan cermat. Meskipun belum terlalu lancar.
Ayahku memberi instruksi lebih lanjut tentang berbagai gerakan dan teknik berpedang. Kami berlatih berulang kali, dia mengoreksi posisi dan gerakan yang kurang tepat dengan sabar.
"Arahkan pandanganmu pada lawan, Arthur. Cobalah reaksikan setiap gerakan yang aku lakukan," ucap ayahku sambil tersenyum.
Aku mengikuti dengan serius, mencoba membaca gerakan ayahku dan meresponsnya dengan cepat. Semakin lama, aku merasa semakin nyaman dan terbiasa dengan pedang di tanganku.
"Kau melakukan dengan baik, Arthur. Kamu memiliki potensi yang besar untuk menjadi ahli Mystic Warrior"
Ibu yang melihatku sedang berlatih pedang langsung buru-buru menghampiri kami dan memukul kepala ayahku, karena memberikan pelatihan berbahaya kepadaku. Tetapi aku hanya tersenyum karena dengan adanya mereka, aku merasakan apa itu keluarga.
Kami terus berlatih berpedang setiap hari. Ayahku mengajarkan berbagai teknik, dan aku berusaha mengasah keterampilan itu dengan sebaik mungkin. Dana malamnya aku melakukan meditasi untuk membentuk inti core ku.
__ADS_1
...****************...