REBIRTH STRONGEST GOD LORD EMPEROR

REBIRTH STRONGEST GOD LORD EMPEROR
Volume 1: PROLOG


__ADS_3

[][][] ALAM GOXIFOLTERIA (Alam para Dewa)


Alam GoXiFolteria adalah alam para Dewa dari tingkat Rendah sampai tingkat Tinggi. Dengan pemandangan alam yang indah bagaikan bunga yang bermekaran dan bunyi dari siulan burung vidbird yang sangat merdu, sehingga enak didengar oleh para Dewa dan Dewi yang hidup disana.


Alam GoXifolteria alam yang tidak terikat oleh dunia dan alam lainnya. Tidak terdapat perubahan waktu di alam GoXifolteria. Yang artinya jika seseorang melintasi masa lalu atau masa depan tetapi di alam tersebut waktu tidak akan berubah dan akan tetap sama berjalan seperti biasanya.


Di alam GoXifolteria terdapat tiga sosok yang memimpin negeri tersebut.


 


Disuatu hari, hiduplah seorang pemuda yang pemberani tidak mengenal apa itu ketakutan. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana caranya agar kembali kedunia tempat seharusnya dirinya berada....


Yahhh- dirinya terjebak didalam sebuah kastil dan tidak sadarkan diri. hanya tertidur didalam kamarnya akibat diberi obat bius oleh pemilik dari kediaman tersebut.


------ ISTANA XENFOLTERIA.


Ada seorang wanita berjalan melewati koridor istana dan berjalan menuju ruang kamar. Dengan perasaan yang gelisah, dirinya mengkhawatirkan seseorang yang berada dalam pikirannya.


"Apakah tidak akan terjadi masalah jika aku mengurungnya didalam kamar?."


Orang itu bernama Maura, salah satu pemilik kediaman tersebut. Dirinya sedang memikirkan pria yang dia kurung didalam sebuah kamar. Maura merasa khawatir dengan keadaan pria tersebut.


Ketika Maura sedang berjalan di lorong koridor, muncul sosok wanita berparas cantik dan bergaun hitam keluar dari sebuah ruangan tempat dimana banyak orang sedang berkumpul.


~ Lalu, wanita bergaun hitam itu mendengar ucapan yang tadi Maura gumamkan dan melambaikan tangannya. Wanita itu berjalan dan menghampiri dirinya.


"Tenang saja tidak akan terjadi masalah."


Maura berhenti melangkahkan kakinya, menengok ke arah belakang. Wanita bergaun hitam itu ternyata adalah kakaknya. Maura terkejut lalu menyapanya.

__ADS_1


"Asura ~Oneesan."


Perasaan Maura sekarang sedang bercampur aduk antara senang melihat kakaknya dan merasa gelisah memikirkan orang yang dia kurung yang berada dalam sebuah kamar....


Maura melihat ke arah kedua tangan kakaknya yang sedang memegang sebuah dokumen penting yang bertuliskan (FIVE DEMON) di sampulnya. Dirinya kepikiran dengan rapat yang dilakukan kakaknya.


Bukankah rapatnya masih berlangsung? kenapa kakaknya keluar ruangan di tengah- tengah acara berlangsung?.


"Apa yang dilakukan Asura ~Oneesan berada disini, bagaimana dengan rapatnya?."


"Tidak ada masalah, rapatnya sudah kuserahkan kepada Victoria"


"....Daripada itu, bagaimana dengan orang itu? apakah sudah kau ikatkan benang merah pernikahan kepadanya?."


Kakaknya sedang membicarakan orang yang Maura kurung didalam sebuah kamar. Maura memang masih merasa bimbang antara kasihan dengan pria itu, tapi dilain sisi dia harus mengikuti dari perkataan kakaknya.


"Sudah kulakukan ~Oneesan. Aku sudah mengikatnya di pergelangan tangannya"


"...Tapi, apakah tidak apa-apa jika kita melakukannya dengan cara seperti ini."


Wajah Asura berubah. Yang tadi mula mulanya terlihat tersenyum, sekarang berubah menjadi cemberut dengan perkataan apa yang maura ucapkan.


"Apa maksud dari perkataanmu Maura!?."


Maura terlihat ketakutan dengan perubahan raut wajah kakaknya, seperti orang yang berbeda.


Maura tau jika kakaknya marah kepadanya karena kata kata yang tadi diucapkannya. Tetapi kata kata Maura sudah terlanjur diucapkan dan tidak bisa ditarik kembali.


Dengan mengumpulkan tekad yang kuat dan keberanian, Maura mencoba memberanikan diri sekali lagi mengenai pendapatnya kepada kakaknya.

__ADS_1


"Emm.. Eto'o ne... Apakah nanti kak Asgard tidak marah jika kita melakukan itu dengan memaksanya?."


Ya- yang dimaksud dari perkataan Maura adalah benang merah yang dia ikatkan di salah satu pergelangan tangan lelaki itu.


Maura merasa melakukan hal seperti (Memaksa) seseorang, sangat tidak baik dan berbeda jauh dari sifat dan perilaku dirinya.


sementara itu. Asura tersenyum dengan perkataan dari adiknya, dan menghembuskan nafasnya.


"Fwuhh...."


"Dengar ya Maura, sebenarnya Oneechan tidak ingin melakukan cara yang seperti ini kepada dia. Tetapi, ini cara satu- satunya untuk menaklukan hati dia. ini semua demi masa depan darah keluarga kita. Kita sebagai anggota keluarga yang tersisa harus menemukan pasangan yang cocok untuk meneruskan darah bangsawan keluarga kita"


"...Ingat baik-baik itu Maura!."


Ternyata itu tujuan dari kakaknya. Memang perkataan kakaknya tidaklah salah. tetapi mengambil kesempatan dari ketidak sadaran orang itu dan menggunakan item yang bisa merubah tingkat kesukaan kepada kakak dan dirinya. tetap saja seperti memaksa seseorang untuk mencintai kakak dan dirinya.


itu sangatlah tidak baik.


Walaupun begitu, Maura hanya bisa mematuhi perkataan kakaknya dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"B-baikk Oneechan."


"Bagus Maura, sekarang kita pergi ketempat dimana orang itu berada"


"...Silahkan kau berjalan saja duluan di depan dan aku akan mengikutimu dari belakang."


Asura melebarkan tangannya, dan menyuruh adiknya berjalan duluan di depannya.


Maura mengerti apa yang dimaksud kakaknya dan memulai melangkah kedepan menuju tempat dimana lelaki itu berada.

__ADS_1


Asura berjalan mengikuti adiknya dari belakang dan membuat senyuman yang sangat mengerikan.


{kau seperti biasa Maura, Bocah yang sangat polos sekali. itulah yang aku suka dari dirimu.}


__ADS_2