
Hmm... Sepertinya aku tahu siapa dalang di balik ini, sudah pasti dan sudah jelas ini perbuatan Yoshida. Apakah dia pikir dengan membayar preman dari kelas lain untuk mencari masalah denganku akan membuatnya terlihat senang, dia sepertinya ingin bermain- main denganku.
"Hei.....!"
Orang ini sangat berisik sekali, itu mengganggu pendengaran ku, air liurnya juga muncrat mengenai seragamku.
"Bisakah mulutmu diam! Apakah aku perlu menutup mulutmu agar tetap diam!."
"Apa kau bilang?!"
"Sudah... Sudah... Jangan meladeni ocehan dia, langsung hajar saja!."
salah satu dari ketiga orang itu berbicara kepada teman lainnya.
Bahkan seorang siswa dari kelas lain sudah berani merendahkan ku, Dunia ini sepertinya harus segara kuperbaiki.
"Nak! salahkan dirimu karena sudah berani macam- macam dengan tuan muda keluarga Hikigawa!"
Note: Hikigawa adalah keluarga Yoshida, nama lengkapnya Hikigawa Yoshida.
Orang itu mulai memukulku dengan tangannya, tapi aku menahannya dengan satu jariku.
"Kau....! trik licik apa yang kau gunakan?"
"Hei... kemari dan cepat bantu aku!."
Salah satu orang itu mulai memanggil kedua teman lainnya untuk segara membantunya mengalahkan diriku.
Kedua orang itu memukulku secara bersamaan, aku segera menghindari kedua serangan itu.
"Kau....! bagaimana bisa?."
__ADS_1
"Hmm...! untuk seukuran preman kalian boleh juga."
"Apakah hanya ini kemampuan kalian bertiga? Kalau begitu, sekarang adalah giliran ku."
Akan ku tunjukan kepada idiot otak otot seperti kalian apa itu kekuatan yang sesungguhnya.
Aku menggunakan halusinasi kepada Ketiga orang itu, seketika sosok bayangan Asgard Emperor King Muncul di pikiran mereka, dengan auranya yang sangat besar itu, membuat mereka bertiga menggigil ketakutan.
"Si-si-si-Siapa ka-u sebenarnya?"
Mereka bertiga berlutut secara paksa, tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, seketika salah satu diantara mereka ada yang mengompol.
"Siapa aku kau tidak pantas mengetahui itu!"
"Yang paling penting! Jika kalian berani menggangguku lagi, kalian akan menanggung akibatnya!"
"B-b-ba-Baik!"
Ketiga orang itu melarikan diri terbirit - birit meninggalkan Kazuto yang berada di tangga.
"Sungguh merepotkan saja"
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Aku memasuki kelas untuk mengetahui bahwa setidaknya setengah dari siswa sedang bergosip.
Semua orang sudah membuat atau bergabung dengan grup sehingga tidak ada seorang pun diantara mereka yang berbicara denganku kecuali Rinon - san
Aku duduk ditempat bangku ku, yang berada di belakang Rinon-san.
Tepat ketika aku duduk, Rinon yang duduk di depanku, membalikan punggungnya dan berkata.
__ADS_1
"Ah, Kazuto- kun selamat pagi."
"Selamat pagi, Rinon- san"
"Duh..... Jangan memanggilku dengan sebutan "san" kita sudah saling mengenal selama 3 tahun, sebut saja dengan namaku"
"Jadi aku harus memanggilmu dengan apa?"
"Panggil saja dengan nama depanku "Rinon"."
Nama depan? Bukannya itu harus mengakrabkan diri sebelum memanggil dengan nama panggilan? Hmm... Setelah dipikir pikir benar juga perkataan Rinon, kami sudah saling kenal selama 3 tahun lebih, jadi kami sudah lama mengakrabkan diri.
"Baiklah, Rinon kan?"
"Ya, itu lebih bagus"
"Oke... "
Aku melirik sudut pojok sampingku tempat berkumpulnya grup Yoshida, dia sepertinya menggumamkan kata seperti "Tch" dengan ekspresi yang kecewa, sepertinya dia berfikir aku akan dihajar oleh para preman- preman itu, terus dia kembali tersenyum jahat kepadaku.
"Kazuto- kun... Kau mendengarkan ku tidak? Hei...."
Aku kembali menghadap melihat Rinon yang daritadi berbicara kepadaku.
"Ya aku mendengarkan, tentang organisasi ter0ris, kan?."
" Ya, Aku khawatir mereka akan datang ke sekolah ini."
"Sepertinya itu tidak mungkin terjadi, banyak tempat lain yang lebih menarik dari sekolah ini, mungkin mereka tidak akan datang kemari."
"Ya, semoga saja begitu."
__ADS_1