REBIRTH STRONGEST GOD LORD EMPEROR

REBIRTH STRONGEST GOD LORD EMPEROR
Volume 1 Chapter 4


__ADS_3

Langit biru begitu cerah, hingga nyaris menyakitkan untuk dilihat. Kazuto sedang berjalan menuju ke sekolah seperti biasa, dan merasakan sinar matahari yang sangat intens, membuat Kazuto merasa tidak nyaman.


Bagi seseorang otaku penyendiri yang selalu mengurung dirinya sendiri di dalam kamarnya, Kazuto merasa terganggu dengan adanya sinar matahari yang begitu terik dan terang yang menyinarinya.


Apakah mataharinya harus di lenyapkan saja yah? itulah pikirannya.


jika mataharinya lenyap pastinya dunia akan menjadi gelap, semua orang akan teriak. "apakah ini adalah Hari akhir" dan itu pasti akan menjadi masalah, lebih baik bersikap seperti biasanya.


sekolahnya memang tidak jauh dan berdekatan dengan rumahnya, jika bisa Kazuto akan menggunakan [Teleportasi] untuk sampai ke sekolahnya. Tapi itu takutnya akan kelihatan oleh orang- orang yang berada di sekitarnya.


waktu tidak lama lagi, tinggal 1 menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Ada seorang Satpam yang biasa berjaga di gerbang sekolahnya ingin menutup gerbang itu.


Kazuto segera Lari untuk cepat- cepat sampai memasuki gerbang sekolah.


" Kau terlambat!"


- Terlambat? Bukannya aku sudah melewati gerbangnya. masih tersisa waktu 10 detik lagi untuk bel berbunyi.


- Apakah paman ini sedang bercanda?


"Maaf Paman, tadi malam aku lupa mengaktifkan alarm ku, jadi aku bangun kesiangan dan terlambat ke sekolah."


-Apakah paman ini akan percaya dengan ucapanku.


"Baiklah aku percaya dengan mu, tidak seperti biasanya kamu terlambat seperti ini, tapi jangan di ulangi lagi!"


"Baik paman, apakah sekarang aku boleh masuk ke dalam?."


"Ohh, silahkan. Cepatlah pergi sebelum kelas dimulai."


"Baik, Terimakasih."

__ADS_1


Kazuto berjalan menuju ruang kelasnya.


Tadi malam dirinya mendapatkan WeChat dari temannya Rinon- san, bahwa kelasnya berada di lantai 3 atas.


Sekarang sudah memasuki Tahun ajaran pertama, jadi harus rajin dan giat untuk belajar. Jika ada saja Nilai mata pelajarannya berada di angka merah, pasti Orang tuanya akan memarahinya.


Kazuto memasuki ruang kelas tepat sebelum bel berbunyi, ada seseorang memanggil Nama dirinya.


"Kazuto- Kun... Kazuto- Kun..."


Kazuto menengok ke arah sumber suara, dan yang memanggil namanya ternyata adalah Rinon- san, Kazuto berjalan menuju tempat Rinon- san berada.


Terdapat kaki seseorang Pria yang menghalangi jalannya, Kazuto menengok ke arah pria itu. dia adalah si idiot Rio, orang bodoh yang selalu membuly 'nya. Kenapa dirinya bisa sekelas lagi dengan orang bodoh seperti dia, dan juga kenapa dia bisa sampai naik kelas? Apakah orang tuanya menyogok ke kepala sekolah dan wali kelasnya yang dulu?.


Wajahnya membuat ku kesal saja, aku ingin sekali menghajar dia, tetapi lebih baik aku tidak usah meladeni si idiot bodoh seperti dia.


-Kenapa si idiot ini malah tersenyum kepadaku?.


"Kazuto Kun apakah Rio melakukan hal yang tidak- tidak kepadamu?"


"Tidak mungkin Orang bodoh itu melakukan hal itu kepadaku, jika sampai dia melakukannya, akan kuhajar dia sampai aku merasa puas, baru aku akan melepaskannya."


"Jadi begitu... Kazuto Kun, aku sudah menyiapkan tempat duduk ini khusus untukmu, jadi kau duduk saja dibelakang ku"


"Untuk berjaga-jaga jika Rio berani menjahilimu lagi, aku akan menasehati dia dan memarahinya."


"Terimakasih."


Bel berbunyi, seorang Guru memasuki ruang kelas, Guru itu bernama Kazuki Sensei. Guru mata pelajaran olahraga di kelas sebelumnya, sekarang tidak menyangka akan menjadi wali kelasnya.


"Baiklah bel sudah berbunyi, Silahkan duduk di tempatnya masing masing!"

__ADS_1


Kazuto berjalan dan duduk di kursinya, yang berada di belakang Rinon- san.


"Untuk hari pertama sekolah kalian, Ibu ingin mengadakan pemilihan Ketua kelas dan Wakil ketua kelas dan juga bendahara. jadi untuk pembelajarannya akan di adakan di hari berikutnya."


Seorang murid mulai berdiri dan mengatakan kepada Bu Kazuki Sensei.


"Kazuki Sensei, aku menyarankan diriku untuk menjadi ketua kelas."


Orang yang berbicara itu adalah Takuma Hirotaka, sebut saja dengan Takuma. Dia menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah ini, aku menyebutnya Orang bodoh yang berpura-pura pintar. Lihat saja dengan penampilannya, memakai kacamata dan selalu bersikap sok benar. Aku tidak tahu kenapa murid cewek di kelas ini atau pun di kelas lain tergila-gila kepada dia, mungkin ada yang salah dengan isi kepalanya.


"Ada lagi yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua atau wakil ketua kelas?"


Seisi kelas terdiam, dan tidak ada yang berbicara, Takuma mulai berbicara lagi.


"Untuk itu Sensei, aku juga menyarankan Rinon- san sebagai Wakilnya"


sudah kuduga pasti itu adalah rencananya, mungkin dia ingin mendekati Rinon- san dengan menjadikannya sebagai Wakilnya.


"Apakah tidak ada yang keberatan jika Takuma dan Rinon menjadi Ketua dan wakil kelas?"


Seisi kelas sekali lagi terdiam.


"ibu anggap kalian semua setuju, kalau begitu Takuma akan menjadi ketua dan Rinon akan menjadi wakilnya."


Seluruh kelas bersorak beramai ramai setuju dengan keputusan yang Sensei ucapkan.


Bel istirahat mulai berbunyi, kelas pertama telah selesai. Waktu menunjukan pukul 11:00 , hari sudah siang.


"Baiklah untuk Kelas pertama telah selesai, untuk pemilihan Bendahara akan dilanjutkan setelah jam istirahat selesai. Yang membawa bekal silahkan dimakan, yang ingin pergi ke kantin cepat sebelum bel masuk berbunyi, Ibu akan kembali beristirahat di kantor Guru."


Sensei pergi meninggalkan kelas, dan kelas pertama telah selesai.

__ADS_1


__ADS_2