
[Berhasil Memakai Karakter Tingkat Atas, PENGUASA DUNIA BAWAH: HADES]
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Sebuah mahkota berwarna hitam dengan jubah hitam dipakainya, dengan membawa sebuah Pedang berwarna hitam keunguan garis- garis berwarna merah di ujung pedangnya, Mata berwarna hitam dengan pupil merah di tengahnya, itulah ciri khas HADES, Dewa dunia bawah...
[SELAMAT: Mendapatkan Skill baru]
[ Hellfire eyes] [ Summoning of the Troops of Hell] [ Underworld Ghost Summon] [ Hell Gate openevuer]
"Jadi begitu! Sekarang aku mengerti datangnya rasa percaya diri darimu"
"kalau Onii- san sebenarnya bukan makhluk dari dunia ini, aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan"
"Apa itu sebutkanlah?"
"Apa tujuan Onii- san datang ke planet ini? setahuku planet ini tidak mempunyai sumber daya yang cukup kuat.."
"Dan juga, Planet ini berada di bawah kendaliku, apakah Onii- san ingin melanggar perjanjian para Dewa?"
"Aku bisa saja melaporkan kejadian ini kepada dewa lain dan segera menangkap Onii- san"
"Kau tahu Hukumannya Onii- san jika kau berani melanggar perjanjian yang telah para Dewa seperti kita buat?."
"Tidak..! Bukan... Hukum kalian hanya berlaku bagi kalian dan itu tidak ada hubungannya denganku"
"Aku bisa bertindak semauku dan kau tidak akan bisa menghalangiku!."
"Jika kau berani menghalangiku Rubah kecil, kematian akan cepat menghampirimu!"
" Siapapun yang berani menghalangiku! MATI!! Walaupun itu Dewa sekalipun!!"
"Sepertinya kau mengancamku Onii- san, mari kita lihat busurku yang lebih kuat atau pedangmu."
"Mari kita mulai!!"
[Thunder Cloud Shot]
Sebuah Anak panah dengan dilapisi awan dan petir mengarah menuju ku.
[Tuan Host dalam kondisi yang berbahaya, Skill
Automatic Magic protection; Secara otomatis Diaktifkan]
"Hmmm... Mainan anak- anak."
"APA!?" Senko dengan wajah terkejut dan bingung.
"Anak panahku bahkan tidak bisa menembus pertahanan nya!."
"Tentu saja kau tidak akan bisa menyentuhku"
"Item Class Soul item ingin menembus pertahanan ku, dalam mimpimu!."
"Kau! Kau! Arghh....! Membuatku kesal saja! Serangan kali ini pasti akan mengenaimu!"
Sebuah anak panah ditembakkan sekali lagi kepadaku.
"Apakah Rubah sepertimu tidak pernah belajar dari kesalahan? sudah kubilang serangan yang sama tidak akan mempan terhadapku!"
*Menyebar*
ini? Ada apa ini....!?
Tiba- Tiba kabut putih menyebar di sekitarku.
"Ha ha ha ha... Sepertinya Onii- san yang tidak belajar dari kesalahan, Kali ini berbeda dari serangan ku yang sebelumnya, Nah untuk sekarang, Bermimpi lah dengan indah!"
Arghh... Kepalaku! Apa yang sebenarnya Rubah itu lakukan kepadaku!
"...."
"..."
"Kazu"
"Kazu- Kun."
"Apa ini? Tiba- Tiba ada seseorang yang berteriak memanggil namaku."
"...."
"Kazu- Kun"
"Sadarlah Kazu- Kun"
.....................
"Ini dimana? Siapa aku?"
"Moo... Sepertinya kau sudah bangun Kazu- Kun!"
"Jangan tertidur saat jam pelajaran Kazu- Kun, jika tidak Sensei akan memarahimu!"
*Ha ha ha ha* Murid lain sedang mentertawakan ku.
"ketua kelas, Maaf aku habis bermimpi buruk tadi."
"Ahh..." Ketua kelas dengan memegang kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah jangan diulangi lagi!"
Ketua kelas pergi meninggalkan tempat/ Meja ku.
Sepertinya dia sudah pergi....
Kepalaku sesaat merasa sakit.
Dan juga mimpi itu.. Seperti sebuah kenyataan.
*Bel istirahat berbunyi*
Sudah waktunya jam istirahat...
"Baiklah anak- anak, jangan lupa mengerjakan PR yang telah bapak berikan, Minggu depan dikumpulkan."
*Baik* Semua murid kompak mengucapkannya bersamaan
"Mungkin aku akan menyendiri di atap gedung sekolah lagi."
sekelompok orang menghampiriku.
"Yoo... Kazuto! Bagaimana kabarmu? Apakah kau sehat- sehat saja?" Dengan tatapan sinis.
Dia adalah Saeki dan kelompoknya
"Hei kalian semua! Cepat pegang tangannya! Bawa dia keatas atap!"
"Baik"
"Hei kalian apa yang kalian lakukan! Lepaskan aku!."
"Menyerahlah! Lebih baik kau mengikuti kemauan Bos Saeki."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Pada Hari pertama masuk sekolah.
Ruang kelas IX B.
"Hei kau yang disana! Aku haus cepat belikan aku Minuman!."
Dia menunjuk kearah ku.
apakah dia menunjuk aku?
"Aku?"
"Ya kau, kalau bukan kau siapa lagi?"
"Apa?"
"Tentu saja itu tidak mungkin, kau ngomong apa sih?."
*BRUUK* Jatuh kelantai.
"Ahh, ini sakit."
Apa ini? Darah...
Apa? Orang yang tidak aku kenal tiba tiba menyuruhku seperti babu dan aku menolaknya, hasilnya dia malah memukulku.
Ini tidak bisa ku terima!
"Hei Kau bangun! Sudahlah sekarang aku lagi di Mood yang bagus, cepat pergilah brengsek!"
"Kau! Beraninya kau memukulku!!" Aku dengan bangkit dan langsung menghajar balik.
*BRUUK*
Ahh... Sepertinya dia pingsan.
Setelah kejadian itu, Aku menjadi target pembullyan Saeki.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Kembali kemasa sekarang.
"Hei kalian semua teman sekelas, tolong bantu aku! Iya... Ketua kelas Tolong lakukan lah sesuatu kepada Saeki.
*KETAKUTAN* *KEBENCIAN*
Ahh... Sepertinya Ketua kelas dan teman sekelas yang lainnya mengabaikan ku.
Sepertinya mereka semua pada memihak Saeki. Pada akhirnya mereka semua terlibat juga dalam pembullyan.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Gedung Atap Sekolah.
"Hei Kalian! Lepaskan aku! Aku tidak bisa melihat, tolong lepaskan kain yang mengikat dan menutupi mataku."
*BRAAKK* Suara lemparan.
Argh, ini sakit!
"Cepat Lepaskan kainnya!."
"Baik Boss!"
__ADS_1
Bisa melihat, akhirnya aku bisa melihat.
*Melihat*
ini! Sepertinya aku berada di atap Gedung Sekolah.
"Pegang kedua tangannya!"
"Apa! Argh sakit! Jangan menekan kedua lenganku! Itu sakit!!"
"Baiklah untuk sekarang, apa yang harus kulakukan kepadamu yah..?"
"Ahh... Bagaimana kalau begini." Saeki dengan merogoh celananya dan menunjukan benda yang berkilau, itu adalah pisau Cutter.
"Apa yang kau lakukan Saeki, Kenapa kau membawa benda berbahaya itu kesekolah!"
"Kau berisik sekali! DIAM!!."
"Baiklah, Baiklah aku diam."
"Bagaimana jika aku Memotong lehermu dengan benda ini? mungkin itu menyenangkan."
"Ehh... Apa Boss? Kau serius?" yang berbicara itu Salah satu kelompok Saeki yaitu Tiada.
"Tentu aku serius, Jika tidak bagaimana jika kita melemparkan dia dari atas gedung ini?."
"Apa?! Apakah kau bercanda? Tolong lepaskan aku, aku tidak mau mati dalam keadaan seperti ini!."
"Berisik! DIAM KAU!!."
"Tapi Boss, Jika Polisi mengetahui kejadian itu..."
"Tenang saja, aku akan meminta Ayahku untuk mengurusnya."
[Mengaktifkan System']
Suara apa itu?
"Jangan Bercanda!! Cepat lepaskan aku!"
"Kau berisik sekali Kazuya, Hei kalian! Cepat lemparkan dia dari atap ini!."
"Ini..." Dengan perasan ragu.
"Hei Cepat..."
*Baik* Bicara bersamaan dengan kompak.
"Kau bercandakan Saeki?! Tidak tidak Tidak, aku tidak mau mati! Aku akan menuruti semua kemauanmu, aku bersedia jadi sapi dan kudamu, untuk itu biarkan aku hidup!."
"Sudah terlambat, Hei kalian cepat Angkat dia dan langsung lemparkan!"
"Kalian! Tidak! Turunkan aku! Aku tidak mau Mati!"
"Kalian bercanda kan?! Gedung ini setinggi 20 Meter! Kau tahu!."
"Cepat lemparkan!."
*Baik* Dengan Kompak dan bersamaan.
"Selamat tinggal Kazuya."
"Ahhhhh.... Ahhhh........"
Ah.. Tidak! Dia melemparku, apakah aku akan Mati? [ Dengan perasaan sedih dan menangis]
Mungkin ini yang terakhir kalinya... Tapi setidaknya, aku ingin melihat wajah adik ku dimasa - masa terakhirku. Ahhh... Kirino.... Maafkan kakakmu ini, Kali ini aku tidak bisa menepati janji yang telah kita buat.
[Mengaktifkan System']
Ahh... Suara itu lagi. Sepertinya aku sudah menjadi gila disaat- saat terkhirku.
Ahh.. Sepertinya daratan hanya beberapa meter lagi.
Selamat Tinggal Ayah, Ibu, Kirino, Akihara san, Selamat Tinggal Semuanya.
*BRUUKK* Suara dentuman.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ruang Guru.
"Heii Suara apa itu?"
"Ya aku mendengarnya, sepertinya dari bawah."
*Melihat kearah bawah jendela*
"Semuanya lihat itu, ada seseorang yang sudah melakukan bunuh diri."
"Astaga! Cepat panggil ambulans! Cepat!"
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Apa ini? Dimana aku?
*Suara Sirine Ambulans*
Berisik sekali.
__ADS_1
Jawab aku System'!
[ Mengaktifkan System', Selamat atas kembalinya Tuan Host]