
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Bel pulang sekolah berbunyi, yang artinya para siswa akan segera pulang ke rumahnya masing masing.
Saya berada di meja tempatku berada, aku sedang membereskan buku ku dan bersiap- siap untuk pulang ke rumah.
"Kazuto- Kun...... Bolehkan minta waktumu sebentar"
" Ya ada apa Rinon? Katakan saja, jangan sungkan terhadapku."
" Anu... Sebenarnya aku tidak mengerti tentang soal- soal ini, jadi bisakah nanti pulang sekolah aku mampir ke rumahmu untuk belajar bareng?"
Aku mulai melihat buku soal yang di tunjukan oleh Rinon.
Ohh... Matematika yah... Ternyata soal yang ini...
Tetapi sepertinya aku harus mengutamakan tujuan awalku yaitu mencari item itu.
"Maaf Rinon, sepertinya aku tidak bisa untuk sekarang, bagaimana kalau besok?"
"Besok yah..." Rinon dengan ekspresi wajah yang kecewa.
"Yasudah kalau begitu.... Janji yah....?"
"Oke aku berjanji."
"Baiklah.. Sampai jumpa besok Kazuto- Kun" Rinon berlari meninggalkan ruang kelas dengan melambaikan tangannya kepadaku.
Baiklah sepertinya masalah yang itu telah terselesaikan, dan sekarang tinggal masalah yang ini.
Ya.... Grup Yoshida berjalan dan sekarang berdiri di sampingku.
Yoshida berjalan sendirian ke depan menuju ke arahku.
"Hei kau! Kenapa kau bisa selamat dari preman- preman itu?! Kenapa kau tidak babak belur saja!" Yoshida memegang pundak ku. Tangan kotornya menyentuh pundak ku, sekarang aku sangat marah sekali!.
" Aku sudah menduganya, Jadi kau yang mengirim semut semut itu ke hadapan Dewa ini!"
" Apa Dewa...? Dewa katanya teman teman...? Yoshida menengok ke belakang dan berbicara kepada temannya.
__ADS_1
"Hahahahaha ...... Hahahahaha..." Teman- Teman Yoshida dan termasuk dirinya menertawai ku.
"Apakah kau bercanda? Kau menyebut dirimu sebagai Dewa? Hahahahaha......
Mungkin kau kebanyakan Nonton anime dan manga isekai Fantasy...."
" Aduh... Perutku sakit mendengar lawakanmu. Mungkin sepertinya kau harus dibawa ke psikolog."
" Kau manusia yang Hina! Lepaskan tangan kotormu dariku!"
"Memangnya kenapa? Suka- suka ku dong, tangan tanganku kenapa kau yang repot!"
"Orang Miskin sepertimu, tidak layak berada di sekolah ini! sekarang aku akan memberimu dua pilihan! Keluar dari sekolah ini atau kau akan kehilangan kedua tanganmu!."
"Jadi kau mengancam ku!?"
"Memang iya, Nieh ku berikan uang 25.000 Yen dan sekarang kau bisa pergi dari sini!" Yoshida melemparkan uangnya ke wajahku dan terjatuh ke lantai.
"Ohh.... Jadi kau pikir uang bisa mengubah segalanya."
"Iya lah, Uang adalah segalanya, Tidak ada uang tidak bisa hidup, orang miskin seperti kau mungkin sedang membutuhkan uang, jadi ku berikan uang ini gratis untukmu, jadi enyahlah dari hadapanku!."
"Eh kau apa yang kau lakukan....!" Rio yang mencoba menghalangi.
Aku memegang tangan Yoshida dengan erat, dan mematahkannya.
"Ahhh... lepaskan tanganku Ahh.... Sakitt.... Sakitt... Tanganku patah... Ahhh...."
"Kau yang mencoba menghalangiku..... MATI!"
*Crack*
Tiba- Tiba Rio terjatuh ke lantai dalam keadaan yang tidak bernyawa....
"Hei kau kenapa" Teman- temannya berbicara kepada Rio yang telah tergeletak di lantai.
salah satu temannya berjalan ke arah Rio yang dari tadi sudah tergeletak di lantai dan mencoba membalikan badannya.
" Heii.. Kau kenapa... Bangun woi... " Temannya mencoba mengetes nafasnya dengan jari tangannya, Dia terkejut dan Syok terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Hiiii.....Hiii...." Rasa takut mengelilingi dirinya.
"Hei kau kenapa? Cepat katakan Rio kenapa...!" Yoshida berbicara kepada temannya.
"Dia.... Dia.... Dia........ Dia m*ti" Seketika teman teman yang lainnya merasa ketakutan mendengar ucapannya.
" Apa...! M*ti katamu? Jangan bercanda! Cepat bangunkan dia..!"
"Aku benar dia telah M*ti...... Dia.. Kau... Kau.... Kau yang membunuhnya! Kau pembunuh! Dasar Pembunuh!" Dia menunjuk ke arahku/ Kazuto.
" Yare- Yare... sepertinya kau memang butuh pelajaran yah... Yoshida.... Sekarang adalah giliran mu."
Aku mematahkan Kaki kirinya...
"Ahhh.....! Kakiku....! Sakitt...! Sakitt...! Sakit...! Lepaskan, lepaskan....!"
"Dan sekarang untuk tangan sebelah kananmu! Sekarang kau tidak membutuhkan tangan itu...!"
Aku mulai mematahkan tangan sebelah kanannya...
"Ahhh.... Sakitt.... Sakitttt.... Tolong Lepaskan aku... Kumohon...."
Aku melepaskan Yoshida dan melemparnya ke lantai.
"Tch... Aku akan melepaskanmu, sekarang enyahlah kalian dari hadapanku!."
" Baik... Baik...."
Yoshida dan teman- temannya pergi meninggalkan ruang kelas dengan membawa mayat Rio....
Untuk sekarang aku akan melepaskanmu, tetapi Aku tidak mungkin semudah itu untuk melepaskan mu begitu saja. Aku akan menghancurkanmu sedikit demi sedikit dan apa yang lebih buruk dari kematian.
jangan Lupa Like dan Coment.. Karena Apa? karena Dukungan Kalian adalah Semangat Author untuk Menulis Cerita Kelanjutannya.
PEMBERITAHUAN!
Mungkin Cerita ini agak lama Updatenya dikarenakan Author sedang membuat 2 Cerita yang pertama Rebirth Strongets God Lord Emperor dan yang kedua, Pacarku adalah seorang Yandere.
Jika ada yang mengusulkan Up akan segera ku kerjakan untuk bagian Chapter selanjutnya.
__ADS_1