
Sebuah cahaya berwarna hijau menjulur kelangit. cahaya itu tepat berada di sebuah Bukit.
Meika yang sedang mengetik nomor Polisi mendengar Ucapan Orang yang berbicara tadi dan menengok ke arah bukit.
"Cahaya Apa itu?" Ucap Meika.
"Lihat! sebuah Anak panah yang sangat besar tepat berada di sebelah Cahaya itu berada."
*CRACK* Suara Retakan
"Ada apa ini! Gempa Bumi! Semuanya Cepat lari dan berlindung!"
Semua orang yang berada di kota berlari menjauh dari guncangan gempa.
"Ada apa ini? Kenapa bisa menjadi begini? Padahal aku hanya ingin membeli sebuah tas, tetapi kenapa keadaannya menjadi seperti ini!"
Alarm Kota berbunyi! Mengingatkan agar warga kota mengungsi ketempat yang aman.
"Awas hati- hati! Jangan berada di dekat gedung yang tinggi!" Polisi menginstruksikan kepada warga kota.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Disuatu sekolah.
"Hei Kirino, Bisakah kau meminjamkanku Penghapusmu"
"Baik, ini silahkan."
Semua orang sedang sibuk dalam aktivitasnya. Ada yang sedang bermain bola di dalam kelas.
"Hei kalian! Bisakah bermain bola diluar! Jangan mengganggu Teman sekelas yang sedang belajar!"
Seseorang yang sedang memarahi itu adalah Ketua kelas, Hakishaba Yaki.
Kirino Duduk berada di sudut belakang tepat bersebelahan dengan jendela.
Alasan pasti Kirino duduk disitu adalah dapat menghirup udara yang segar, dan juga Pemandangan sebuah bukit di sore hari tempat tenggelamnya Matahari. Dari sini ia bisa melihat bagaimana Matahari tenggelam yang melewati sebuah bukit.
"Kirino, Bisakah kau membantuku mengatasi soal yang satu ini?!"
Kirino berbalik dan melihat soal yang diberikan Yaki- san.
"Untuk soal ini harus menjawabnya seperti ini. dan soal selanjutnya seperti ini"
Kirino menjelaskan materi yang diberikan Gurunya dan menerangkan kembali kepada teman sekelasnya yaitu Yaki- San. Tetapi satu hal yang tidak diketahui Kirino, Yaitu suatu bencana akan segera terjadi.
__ADS_1
"Lihat Apa itu!" Teman sekelas Laki-laki menunjuk kearah sebuah bukit.
"Wow, Cahaya yang sangat menyilaukan"
Dilain sisi.
Seseorang berlari melewati Koridor sekolah dengan tergesa- gesa. Ya, dia adalah Tio Sensei.
Tio Sensei membuka Pintu kelas dengan sangat keras, Bunyi pintu itu terdengar oleh Murid yang berada di kelas sehingga para Murid Menoleh ke sumber bunyi itu.
"Tio Sensei, sedang ada apa diluar, kenapa para murid dari kelas lain semuanya pada tergesa gesa." Yaki menanyai Tio Sensei.
Sebelum Tio Sensei datang, Yaki dan teman sekelas lainnya melihat kearah Luar jendela kelas, tepatnya Luar bawah jendela kelas. Para Murid berhamburan lari ke segala arah.
"Tidak ada waktu, Cepat Kalian semua segera turun kebawah."
"Tapi Sensei, apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Kirino.
"Sensei juga tidak tahu, Tapi-"
Sebuah getaran pada lantai kelas mulai terjadi, getaran kecil hingga menjadi besar/ sebut saja gempa.
"Ada apa ini? Gempa bumi!" Ucap salah satu murid laki- laki.
"Baik Tio Sensei, Semuanya Ayo cepat pergi ke tempat yang aman!" Ucap ketua kelas.
Para murid berlari Turun kebawah dan menuju Lapangan kosong yang berada di tengah sekolah.
para Murid dan Guru masih bingung dan tidak mengetahui sebenarnya apa yang telah terjadi.
Semuanya berkumpul di Lapangan dan menghindari bangunan yang tinggi yang dapat mengakibatkan bangunan itu runtuh.
Dari kerumunan, Kirino melihat seorang teman dari kelas sebelahnya, Yaitu Yui- Chan yang sedang bingung sendirian, sepertinya dia terpisah dari teman sekelasnya.
"Yui... Kesini- Sini!"
Yui yang mendengar suara Kirino segera berlari pergi ketempat Kirino berada.
Dari situ Kirino melihat Kepala sekolah sepertinya sedang mendapatkan panggilan telepon dari seseorang dengan Wajah yang cemas dan khawatir.
"Yui, apakah kau terpisah dari teman sekelasmu?"
"Iya, aku terpisah dari Fuko, sekarang aku tidak tahu dia ada dimana."
"Sebaiknya kau disini bersama kita, Nanti aku akan akan segera mencari Fuko dari antara banyak kerumunan ini." Ucap Yaki.
__ADS_1
"Ya, terimakasih"
8 Unit Bus berjalan dan berhenti di gerbang sekolah.
Kirino kembali menoleh melihat kepala sekolah yang sedang berbicara dengan para Guru.
"Semua Murid berbaris dan masuk kedalam Bus" Ucap Kepala sekolah mengintruksikan kepada para Murid agar segera menaiki Bus.
Para Murid segera berbaris dan satu per satu menaiki Bus, termasuk Kirino, Yui dan semua teman sekelasnya.
Disitu Kirino mendengar Ucapan Kepala sekolah yang sedang mengobrol dengan para Guru lainnya. Sepertinya Bus ini menuju menjauh dari tempat gempa ini. Menuju keluar Kota.
Mendengar Ucapan dari kepala sekolah itu, Kirino mengkhawatirkan Kakaknya yang sepertinya berada di Rumah.
"Yui,Yaki, kalian masuklah ke Bus terlebih dahulu."
"Kau bagaimana" Ucap Yui.
"Ya, bagaimana denganmu Kirino?" Ucap Yaki.
"Aku akan pergi sebentar, Nanti aku akan segera menyusul kalian, Jadi jangan mengkhawatirkan aku" Ucap Kirino dengan pergi mengendap- endap dan berlari melewati gerbang belakang sekolah.
"Hei Kau mau pergi kemana" Guru yang melihat salah satu Murid berlari meninggalkan barisan Berteriak kepada Murid itu.
"Aku akan pergi ke toilet sebentar" Ucap Kirino sambil berlari jauh meninggalkan barisan.
Ya, Sebenarnya Kirino bukanlah pergi ke toilet, melainkan Menuju Rumahnya tempat Kakaknya berada, Kirino mengkhawatirkan keadaan Kakak Laki-Lakinya.
{Kakak, semoga kau baik-baik saja, Tunggu aku}
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Kazuto Saat ini.
[95%]
[98%]
[99%]
[100%] [Sedang Mencocokkan]
[BERHASIL]
[Berhasil Memakai Karakter Tingkat Atas, PENGUASA DUNIA BAWAH; HADES]
__ADS_1