Record A Life Novel

Record A Life Novel
Bab 6 - 'Persiapan Pesta'


__ADS_3

Setelah aku memikirkannya beberapa menit. Akhirnya aku mengangkat tanganku untuk menerima. Karena aku berpikir aku mungkin tidak akan ada pasangan dan siapa yang mau datang bersama diriku.  Tapi saat tanganku akan terjalin menerima adik kelasku, sebuah tangan lebih dulu terjalin ditelapak tangan kosongku.


Aku melihat ke tangan kekar yang menggenggamku. Perlahan tapi pasti aku menatap orang yang memegang tanganku, dan saat mata kami bertemu. Sepertinya orang yang menggenggamku ini sedang tidak waras. Karena tangan orang yang terjalin pada tanganku ialah tangan Jason.


Aku menatap matanya bingung. Darimana datangnya Jason, seperti hantu saja . Benar-benar tak terduga sedikitpun. Mataku masih menatapnya dan dia membalas menatapku sekilas lalu beralih kearah adik kelasnya itu. Adik kelas yang tadi sangat antusias menawariku sekarang menatap Jason dengan tatapan dingin. Sungguh bingung, kenapa Jason disini. Mengganggu sebuah momen saja.


"Maaf mengganggu, sebagai ketua osis akan kuberitahu peraturannya. Saat mencari pasangan diharapkan para anak baru berpasangan bersama angkatanmu. Karena agar memperkuat angkatan kalian!" Kata Jason tanpa ekspresi. Aku memikirkan apa yang Jason katakan. Tidak masuk akal apa yang Jason katakan. Tapi sekali lagi aku harus ingat bahwa ini di dunia novel, jadi wajar untuk menemukan hal tabu seperti ini.


'Ah! Apakah memang sudah peraturan di novel ini? Kalau begitu sepertinya aku harus mencari pasangan angkatanku. Menurut bagian adegan yang aku ingat dari plot novel ini, memang mengadakan sebuah pesta siswa baru. Tapi sayangnya aku hanya membaca adegan bagian Jason dan Birdella' sesalku seketika.


' Jason dan Birdella menari bersama saat pesta dan itu sangat romantis, hingga aku melewatkan adegan pemeran yang lain, termasuk Intan. Menyesal, pasti!' Sedih hatiku merasakan penyesalan yang selalu ada di akhir.


Tanpa sadar aku mengerucutkan bibir. Dan langsung mengalihkan pandanganku kepada adik kelas yang mangajakku menjadi partner. Aku mengatakan maaf kepadanya dan dia hanya membalas senyum tulus seolah berkata tidak apa-apa. Bagi dia mungkin tidak apa-apa tapi bagiku sangat masalah.


Masalah karena mungkin aku akan sulit mencari partner untuk pergi ke pesta siswa baru. Malang sekali diriku.Saat anak itu pergi dari hadapanku dan Jason. Aku baru teringat bahwa Jason menggenggamku.


'Ada apa dia menggenggamku, aneh!' Aku yang terasadar dan bingungpun langsung melepaskan genggaman tangannya. Jason yang mungkin sudah merasakan tanganku terlepas masih memasang wajah yang datar.


"Terima kasih sudah mengingatkanku. Kalau begitu aku pamit!" Kataku. Sebelum langkahku dapat meninggalkan singgahku. Jason dengan cepat menceggat pergelangan tanganku.


"Ada apa?" Tanyaku bingung. Mata Jason jujur saja membuatku terpana tapi aku harus ingat bahwa dia adalah orang pertama yang harus kuhindari sebisa mungkin.


"Kau akan menjadi partnerku malam ini." Jason berucap. Ucapannya membuatku diam sebentar untuk mencerna perkataan yang tiba-tiba.


'Apa tadi dia berkata bahwa aku partnernya? Mungkin dia gila jika memintaku jadi partner pestanya!' batinku.


'Apa mungkin dia masih merasa bahwa hubungan ayahnya dengan ayahku akan berhenti jika aku tidak menjadi partnernya! Sepertinya dugaanku yang ini benar.' Monologku memikirkan apa yang harus ku jawab dari segala macam sisi.


"Hei! Tidak usah terlalu terbebani. Kita sudah putus jadi tidak apa-apa untuk kau mencari pasangan sendiri. Dan hubungan perusahaan ayah kita tidak akan berakhir hanya karena aku putusin kau!" Aku akhirnya dapat menjawabnya. Pasti dia lega, tenang saja aku bukan Intan yang kamu kenal dulu lagi.


"....." Jason hanya menatapku dengan tatapan datar seperti biasanya. Canggung sekali, saat mataku menghindarinya. Aku melihat Birdella yang sedang berjalan ke arah kami.


Seinget aku dalam cerita 'Love First Sight'. Birdella dan Jason dapat menjadi pasangan karena sang guru menyarankan mereka untuk berpasangan. Intanpun akhirnya cemburu dengan itu dan membuat rencana yang membahatakan Birdella, Namun karena Jason adalah pasangan terpilihnya Birdella. Jadi Jason melindungi Birdella dengan sangat romantis.


Ide di pikiranku akhirnya lewat tiba-tiba. Daripada aku menunggu sang guru memasangkan mereka. Mending aku saja, jadi aku tidak akan dianggap sebagai Intan perusak hubungan orang lain. Dan akan dinobatkan menjadi Malaikat kecil nan cantik yang menyelamatkan percintaan tokoh utama 'Love Firs Sight'.


"Birdella!" Teriakku. Birdella tersenyum berjalan ke arah kami. Jasonpun juga mengalihkan atensinya ke Birdella. Sudah kuduga, penobatan Malaikat kecil nan cantik akan segera datang kepadaku. Aku tersenyum cerah saat Birdella sudah ada didepanku.


"Birdella, apa kau sudah dapat pasangan untuk ke pesta besok?" Tanyaku bersemangat. Birdella menatapku dengan malu.


"Belum!" Cicit Birdella. Aku semakin melebarkan senyumku.


"Kebetulan sekali! Sepertinya Jason tidak punya pasangan. Mau tidak sama Jason?" Tanyaku meyakinkan. Aku melihat Jason yang menatapku dengan mengerut alisnya. Dan melihat Birdella dengan pipi semu merahnya.


"Bolehkah?" Birdella berkata pelan dan terlihat malu. Aku menatapnya dan mengangguk bersemangat.


"Tentu saja boleh! Aku sudah putus dengan Jason. Jadi kau boleh bersamanya." Aku gembira sangat.


"Apa maksudmu?" Tanya Jason datar dengan ekspresi dingin serta mata tajam yang menusuk.


'Sudah kuduga pasti dia sangat tertekan oleh ayahku. Tenang saja Jason Birdella aku akan menjadi Malaikat yang mendukung percintaan kalian.' Monologku dengan pikiran yang melayang.


"Tentu saja kalian berdua akan menjadi partner! Jangan terlalu berat hati Jason. Ini tidak akan merugikan kerja sama ayahmu dan ayahku. Baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu!" Senyumku masih tertata rapi di wajahku. Memasang wajah tulus agar mereka yakin. Aku membalikkan badanku dan akan kembali pergi.Namun saat pergi Birdella menahanku dengan kata-katanya.


"Lalu apakah kamu sudah ada partner?" Ucap Birdrlla yang membuatku merenung seketika. Benar saja bahwa aku tidak punya partner. Tapi aku ingat Brady pasti mau menjadi pertnerku.


"Tenang saja aku akan menemukannya!" Balasku balik sebentar dan memberikan senyum. Dan kembali jalan mencari Brady.


...•••...


Aku berjalan menyusuri sekolah untuk menemukan Brady. Berkeliling di hari pertama sungguh melelahkan, tapi ini adalah pengalaman baruku. Sehingga aku lebih tertarik dibandingkan dengan rasa lelah ini. Hingga saat aku berjalan melewati sebuah ruangan, aku mendengar suara yang kukenal, Brady. Kata-katanya yang keluar itu adalah makian.


'Apa terjadi sesuatu padanya?' Akupun segera memasukki pintu itu.


...Brak!...

__ADS_1


Dan kulihat Brady duduk dengan rapi sambil menulis sesuatu. Padahal tadi kudengar dia memaki-maki. Ada apa dengannya? Kenapa bisa berubah dalam sekejap.


"Ekhem! Pak guru saya sudah menulis 4 lembar penuh. Hehehe" Brady tertawa canggung dan kemudian mengangkat kepalanya.


'Malangnya kamu Brady!' Kasihan sekali. Ingin kubantu tapi apa daya diri ini.


Brady membesarkan matanya saat dia tahu bahwa aku bukan pak guru yang tadi menjewernya. Lalu tiba-tiba dia mengerucutkan bibirnya tiba-tiba, aneh.


"Aku marah padamu! Keluar." Kesal Brady yang kekanakkan. Sepertinya dia benar-benar marah padaku. Sebenarnya ini salahku juga, karena aku mencari alasan tadi pagi membuat kami bertengkar dan memperlihatkan aib Brady yang asli ke guru. Aku harus minta maaf.


"Baiklah maaf, aku akan keluar!" Tulusku mengatakan itu dengan mengerucutkan bibir. Aku membalikkan badanku dan keluar dari ruangan itu.


Dan sekarang permasalahannya adalah aku tidak bisa meminta pertolongan Brady untuk datang ke pesta dan merusak pertemanan Intan dan Brady lebih cepat dari plot ceritanya. Aku benar-benar mengacaukannya.


"Bodoh!" Teriakan terdengar di lorong yang kosong ini. Aku menoleh ke sumber teriakkan itu dan bertemu dengan Brady yang menatapku kesal.


'Apa dia berbicara padaku? Dan ada apa dengannya!' Monologku saat melihat Brady berjalan dengan kesal sambil menghentakkan kakinya.


"Bodoh!" Ulangnya lagi saat dia sudah ada dihadapanku.


"Siapa?Aku?" Tunjukku pada diri sendiri. Wajah Brady semakin kesal. Dan dia tiba-tiba merangkulku seperti mencengkram leherku dengan sikunya. Namun kekuatannya tidak terlalu kuat.


"Hei! Lepaskan." Kesalku memukul tangan yang mencengkramku. Namun, Brady tidak mendengar dan malah mengacak rambutku. Akupun menatapnya dengan sengit.


"Memang tak ada yang aneh ternyata. Kau memang bodoh! Sangat Bodoh!" Maki Brady. Aku kesal dan menggigit tangannya.


"Awww— hei! Kau." Brady menunjukku dan aku hanya menyilangkan tanganku.


"Kau juga Bodoh!" Marahku.


"Kau lebih bodoh!" Brady berkata balik.


"Kau lebih lebih bodoh!" Aku tidak mau kalah dengan katanya.


"Kau bahkan lebih bodoh daripada kudanil!"


"Kau bodoh sangat. Bahkan tikus memiliki iq yang lebih tinggi darimu!"


"Kau!" Teriakku kesal.


"Apa yang kalian lakukan lagi?" Teriak guru yang tadi pagi melihat kami berantem dan sekarang dia melihat kami lagi. Entah dari mana itu guru datangnya . Menyeramkan sekali.


"Kalian berdua aku hukum!" Teriak guru itu kesal dan membawa kami ke ruangan Brady yang tadi kumasukki.


Akhirnya aku mendapat sebuah tugas yang sama seperti Brady menulis kesalahanku, Tapi untungnya aku hanya dua lembar dan Brady yang sisanya 5 jadi 7 sekarang.


Dan kami mengakhiri hari pertama dengan hukuman bersama dan aku juga sudah mengatakan tolong kepada Brady. Untuk menjadi partner pesta siswa baru.


...•••...


Keesokan harinya aku bangun kesiangan karena tidak ada jam pelajaran pagi. Adanya para siswa akan datang saat matahari terbenam dan sekarang aku sedang makan di kamarku. Memikirkan baju apa yang akan kugunakan karena aku sangat tertarik. Di duniaku tidak ada yang namanya pesta penyambutan siswa baru.


...Tok!tok!tok!...


Pintu kamarku diketuk dan membuatku secara alami menoleh ka arah pintu.


"Masuk!" Suruhku. Dan masuklah kepala pelayan membawa dua buah kotak hadiah besar.


"Apa itu?" Aku memiringkan kepalaku dan mengerutkan kening yang berarti aku penasaran. Kepala pelayan mendekatiku dan mulai menaruh duah buah kotak itu dikasurku.


"Hadiah dari putra tunggal Howard. Tuan Brady memberikan ini dan menitipkan pesan bahwa anda harus memakai apa yang dia berikan!" Ucap kepala pelayan.


'Apa yang dia kirim sehingga harus kupakai? Apa dia membalas dendam?' Selalu saja aku sangat waspada dengan apa yang aku lakukan ataupun terima di dalam dunia novel ini.


"Silahkan buka nona!" Kepala pelayan berujar dan membuatku lekas membuka apa yang ada di dalam sebuah kotak.

__ADS_1


Dan terpampanglah satu set baju di kotak yang hitam pertama. Baju overall pendek sepaha dan model turtle neck. Sabuk dengan pernik mengkilau yang mahal dan menawan. Serta Blazer unik yang menyala. Jangan lupakan ada sebuah sepasang anting cantik dan kalung mutiara. Mereka semua benar-benar indah dan menawan.


Lalu kulanjut buka kotak hitam yang kedua. Terlihat sepasang sepatu boot dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Serta pernak bersinar di warna gelapnya itu. Cukup mengaggumkan bahwa Brady memiliki style fashion yang tinggi.


Aku tiba-tiba terkilas ingatan saat diduniaku. Selain aku suka membaca novel aku juga suka menggambar sketsa baju. Walaupun sketsa baju yang kugambar masih sangat amatir.


"Nona! Haruskah kita mulai persiapan dari sekarang?" Tanya kepala pelayan dengan semangat. Aku yang pergi ke pesta tapi kepala pelayan yang sangat gembira.


Aku melihat jarum jam bahwa sekarang sudah menunjukkan pukul 2 siang. Bukankah tetlalu dini untuk melakukan persiapan. Tapi saat aku akan memberikan pendapat, mata kepala pelayan menunjukkan rasa kasih sayang seorang ibu yang sangat ingin melihat anaknya tampil sempurna dalam pesta.


"Baiklah!" Aku mengalah karena aku tidak mungkin menolak ketulusan seorang wanita paruh baya.


Saat sudah jam 17.30 tinggal setengah jam lagi Brady akan menjemputku. Dan aku masih bersiap-siap. Sekarang aku mengerti mengapa aku harus benar-benar melakukannya dari jam 2, karena sudah menjadi ritual keluarga ini bahwa anak perempuan harus berdandan dengan lama. Dari mulai spa, maskeran, perawatan komedo, merawat kuku, menata rambut, berdandan, dan terakhir berpakaian.


Sekarang aku lagi berpakaian rapih serta membetulkan riasanku. Setelah sempurna aku langsung menatap ke cermin. Sangat cantik. Lihatlah diriku benar-benar indah memakai baju ini. Luar biasa.



"Nona anda sangat cantik!" Seru kepala pelayan dan diikuti pelayan yang lain mengangguk semangat.


"Benarkah?!" Maluku. Aku baru pertama kali dipuji dengan banyak orang yang lebih dari dua. Jadi aku Malu.


"Benar nona. Pasti mata para lelaki tak akan bisa mengalihkan dari nona!" Semangat pelayan yang entah kuketahui namanya.


"Terima kasih! Tapi itu cukup berlebihan." Aku tertawa canggung. Tapi sebenernya aku menyukai pujian itu. Sangat menyukai.


"Nona maaf masuk tanpa mengetuk, karena sepertinya Tuan Brady sudah ada di area parkir rumah nona!" Ucap seorang supir yang datang memberitahuku. Aku hanya menoleh dan mengangguk.


"Selamat menikmati pestanya nona!" Kata para pelayan serempak dan aku memberikan senyuman yang tulus. Aky berjalan membawa sebuah dompet dan memasukkannya kedalam saku blazer.


Aku berjalan hingga aku melihat didepan pintu rumah mobil Lamborghini bewarna neon terpakir dan terpampanglah Brady. Sungguh menawan, tak kupikir bahwa dia bisa semenawan ini.



Memakai baju fit tubuh yang menampilkan otot tubuhnya serta lekukannya. Dan kakinya yang kuat nan jenjang. Kenapa dia saat sekolah tak bisa terlihat seperti ini. Benar-benar beda 180°.


Rambutnya yang tak biasa dari biasanya juga membuatku terkagum. Lihatlah bajunya ternyata aku baru sadar. Bahwa dia memberikan baju yang senada denganku dan mobil Lamborghininya.


'Tunggu apa itu mobil Lamborghini?! Aku akan menaikinya!' Senangku dalam batin.


Brady menatapku dengan intens dan aku juga membalas tatapannya. Sungguh aku suka sekali dunia novel. Mau menangis.


"Hai cepatlah kita bisa telat!" Panggil Brady yang membuatku mengangguk dan mendekat ke arahnya.


...°°°...


...*hey u! don't give up, ok?*...


Bersambung...


.......


.......


.......


.......


.......


^^^int4n18feb^^^


^^^07 Oktober 2020^^^


^^^𝓡𝓮𝓬𝓸𝓻𝓭 𝓪 𝓛𝓲𝓯𝓮 𝓝𝓸𝓿𝓮𝓵^^^

__ADS_1


__ADS_2