Record A Life Novel

Record A Life Novel
Bab 7 - 'Pesta Siswa Baru'


__ADS_3

Brady dengan cepat berjalan kearah kursi penumpang dan membuka pintu mobilnya untukku. Terasa seperti mimpi. Aku berjalan menuju kursi penumpang. Saat aku ingin memasuki mobil. Brady memegang kepalaku.


"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku sambil menengadah kepalaku untuk melihat wajahnya. Brady tersenyum, perasaanku sangat tidak enak karena dalam buku biasanya Brady selalu bersikap jahil.


"Kau merusak rambutku tau!" Kesalku. Setelah menebak apa kejahilan Brady. Namun, kekesalanku tak membuat Brady menurunkan tangannya.


"Sepertinya kau salah paham nona!" Kata Brady dengan senyum liciknya.


"Salah paham? Nona? Kau ini membuatku semakin kesal!" Aku kesal dan bingung. Padahal jiwa dan ragaku sudah senang sekali karena aku pertama kalinya akan menaikki mobil mahal dan mewah yang mungkin aku tidak akan pernah merasakkannya jika aku masih diduniaku.


"Aku memenggang kepala kamu karena atap mobil ini lebih rendah dari yang lain. Bodoh!" Jawab Brady dan menekan kata terakhirnya 'bodoh' dengan nada mengejek.


Tak terasa semburat merah sudah ada dipipiku karena malu. Sepertinya aku terlalu berpikiran dangkal. Untuk menutupi rasa malu sebaiknya aku memberi alasan.


"Aku tau, Jerapah bodoh!" Alasan dariku terucap untuk meredakkan rasa maluku. Dan tak lupa aku menambahkan kata yang sering Intan panggil untuk Brady. Jerapah.


"Sepertinya aku melihat tadi seorang datang dengan ekspresi norak melihat mobil barukku." Brady berucap sambil menatap mataku dengan smirknya.


Ya tuhan. Niat menutupi maluku pupus karena perbuatanku sendiri tadi. Apakah ekspresiku benar-benar norak. Seharusnya aku berlagak sedikit kaya. Maklum aku tidak tahu akan menjadi orang kaya seperti ini saat masuk dunia novel. Aku harus membeli buku cara menjadi orang kaya yang layak.


"H-hei! Tidak seperti itu ta–" sebelum kudapat menyelesaikkan kata-katakku.


"Masuk, kita akan telat!" Suruh Brady dengan senyumnya dan mendorongku masuk kedalam mobilnya. Benar seperti katanya bahwa mobilnya rendah yang membuatku harus menunduk.


Untungnya ada tangan Brady diatas kepalaku dan membuatku tak takut jika aku akan membentur atap mobilnya. Ternyata tak selamanya orang jahil tidak bersikap baik.


"Pakai!" Brady berkata tapi katanya hanya tunggal. Membuatku binggung, dia menyuruhku memakai. Akhirnya aku mematapnya dengan kepalaku miring. Seolah dia tahu kenapa aku memiringkan kepalanya. Brady menghela nafas.


"Hei! apa yang kau lakukan lagi?" Aku kaget saat tiba tiba Brady menunduk. Dan satu tangan kanannya menggapai sesuatu lalu tangan kirinya sedikit bersentuhan dengan pahaku yang membuatku merinding.


Napasku juga mengenai lehernya karena terlalu dekat. Detak jantungku berdegup tak beraturan karena ini pertama kalinya aku dekat dengan laki-laki di posisi yang mungkin banyak mengundang kesalah pahaman dan pertanyaan. Aku terlalu kaget dan tidak berfokus pada apa yang Brady Lakukan. Setelah terdengar bunyi sesuatu suara.


...Klek!...


Brady menjauhkan dirinya dariku. Aku akhirnya dapat menetralkan nafasku. Sungguh situasi memalukkan mungkin aku benar-benar seperti kepiting rebus. Lagi dan lagi menurut novel yang kubaca tentang kehidupan baruku ini. Bahwa Intan orang yang sedikit sensitif jika dia malu. Mukanya sampai telinganya akan merah.


"Aku hanya memakaikkan sabuk." Ucap Brady dari depan pintu dan menunduk agar pandangannya sejajar denganku. Aku melihat dia memasang senyum jahil.


"Wajahmu memerah. Apa yang kamu pikirkan?!" Tebak Brady dengan terkekeh.


"Ti-tidak ada yang kupikirkan!" Teriakku malu sambil menutupi wajahku dengan telapak tangan. Brady hanya terus terkekeh.


"Kau jika terus tertawa, aku tak akan mau pergi!" Kesalku dan mengucapkan kata-kata mengancam.


"Yaudah jika kamu tak mau pergi!" Dia berkata dengan tidak sesuai prediksi.


Bukankah ini novel roman kenapa jadi seperti novel kejam. Dari semua novel yang kubaca kataku yang mengancam tadi membuat para lelaki akan tergerak dengan berkata 'Baiklah maafkan aku!' Tapi apa ini! Ada apa dengan karakter satu ini sungguh menyebalkan.


"Jahat! Karena kau mengatakan itu, aku akan pergi ke pesta." Kesalku dan menyilangkan tangan.


"Pffft-hahahaha!" Tawa Brady meledak. Membuatku kesal, baru dua hari saja buatku kesal. Apakah sebelum aku kedunia ini Intan memang diperlakukan seperti itu. Sangat kuat sekali dia.


Dengan dongkol hati aku beranjak dari kursi mobil dan berniat membatalkan ikut pesta. Karena rasa malu dan kesalku sudah diambang. Aku mendorong Brady dari hadapanku lalu berjalan menuju rumah.


"Hei! Bodoh. Aku bercanda." Teriak Brady dan aku masih saja berjalan dengan wajah cemberut.


'Maaf pesta sepertinya aku tidak akan merasakkannya.' Batinku menangis.


"Uwaaah– apa lagi rencana kamu? Cepat turunkan aku!" Tadi saat aku sedang melamun Brady datang dari kananku dan mengangkat aku degan ringannya dan memposisikan aku seperti dia membawa karung beras. Perutku benar-benar ada dipundaknya.


Aku meronta agar aku dituruni tapi Brady seakan tuli akan apa yang kukatakan. Aku akhirnya berhenti meronta dan melihat ke bawah. Sepertinya ku baru tahu kenapa Brady dipanggil jerapah oleh Intan. Karena aku digendong seperti karung beras. Aku melihat seberapa jauhnya perbedaan kakikku dari tanah. Memang benar bahwa tubuh Intan pendek tapi tak sependek ini juga.


Brady dengan perlahan menaruhku dikursi dengan lembut seperti dia sangat berhati-hati pada seorang bayi. Dan tiba-tiba Brady mengelus kepalaku. Aku menatapnya dengan tatapan kesal yang sudah sebagian hilang.

__ADS_1


"Maafkan aku!" Sesal Brady. Aku menghela nafas panjang dan menganggukkan kepala. Akhirnya Brady kembali ke tempat pengemudinya.


...•••...


Setelah melewati banyaknya lampu-lampu kota menuju tempat aula sekolah. Terpampanglah mobil-mobil mahal berantri untuk masuk ke area parkir depan aula sekolah. Tapi dari banyaknya mobil aku akui sepertinya yang baru membawa Lamborghini di satu sekolah ini hanya 2 saja.


Lamborghini Neon dan hitam pekat. Mobil Lamborghini itu dengan kebetulan ada di depan mabil Brady. Entah itu punya siapa, tapi jika kuperhatikan warna mobil Brady paling menyala sendiri. Sangat bagus mobilnya bahkan sepanjang jalan aku hanya mengaggumi keindahan mobil Brady.


Saat akhirnya kami dapat parkiran yang sangat trategis. Aku gugup. Mungkin karena aku pertama kali melakukan sebuah pesta dengan pasangan. Kulihat Brady dia dengan cepat membuka pintunya dan berlari ke arah pintuku.


"Silahkan Tuan putri!" Uluran tangan Brady tepat didepan mataku dan seperti biasa juga satu tangannya ada dikepalaku.


"Jangan panggil aku Tuan putri!" Tegurku dan menerima uluran Brady. Brady hanya menjawab dengan senyum jahilnya seperti biasa.


Aku keluar dari mobil dan Brady menuntunku memegang otot bisepnya yang kokoh. Aku hanya menatapnya dengan bingung , Tetapi aku tetap melakukannya. Karena jangan menyiakan sesuatu itulah yang ada dipikiranku sekarang.


"Oh Birdella!" Sapa Brady dengan tatapan yang berbinar. Aku menoleh ke arah sebelah yang dimana berdirilah Jason dan Birdella di mobil Lamborghini hitam pekat.


"Oh, Hai Brady! Hai juga Intan!" Sapa Birdella dengan senyum anggun yang menawan dan melambaikkan tanganya ke arah kami. Aku membalasnya memberikan senyum dan lambaian kecil.


Lalu tak sengaja netra aku bertatap dengan mata tajam Jason. Sangat tampan dan menawan. Lihatlah hari ini penampilannya sangat luar biasa. Bahkan dia memakai sebuah jas yang tak terduga dari kepribadiannya.


'Jas bewarna pink tua yang jauh dari kata kepribadiannya , kemeja hijau tua yang kontras dengan kulitnya dan memperlihatkan sedikit belahan dadanya. Lihatlah rambutnya! Wow aku suka itu. Tatanan rambut yang beda dari biasanya membuatku tak bisa beralih darinya. Benar- benar cocok jadi mantu idaman. ' Batinku mengaggumi Jason. Mataku beralih pada tampilan Birdella. Tampilannya hari ini sangat berbeda dan tentunya Cantik sekali.


'Dandanan sederhana tapi menarik dan Sebuah dress bertema nude pink lalu percikan kerlap-kerlip di roknya. Memakai high heels yang tinggi dan menawan di kaki mulusnya. Dan tataan rambut yang membuat dia cantik dengan poni sampingnya. Sungguh sebuah ungkapan bidadari cocok untuknya' aku mendecak kekaguman dalam batin.



"Ayo kita masuk!" Brady memecahkan batinku dan membawaku mendekat ke arah mereka. Lalu ku melihat Brady melirik sekilas ke arah Jason dan langsung beralih ke arah Birdella.


Seperti apa yang dikatakan dalam novel bahwa hubungan Brady dan Jason sudah dari awal tidak baik. Mereka bersaing dalam segala bidang sekolah termasuk juga cinta. Tapi sedihnya Brady harus menerima kekalahan dalam sebuah hal cinta. Malangnya Bradyku.


'Kuharap kau tidak merasakkan sakit hati untuk kedua kalinya!' Sedihku dalam batin.


Saat aku jalan aku baru tahu bahwa aku memegang lengan Brady. Sedangkan Jason dan Birdella tidak saling bergandeng. Aku perlahan melepas peganganku yang mengundang tatapan Brady.


"Lihat yang lain tidak bergandengan sperti ini!" Ucapku berbisik. Brady hanya tersenyum acuh tak acuh lalu kembali meletakkan tanganku padanya. Dan berkata tidak apa-apa.


Aku hanya mengikuti yang Brady katakan. Karena repot jika Brady sudah mengajak berantem. Lebih baik aku diam. Dan ada satu lagi yang membuatku tidak nyaman, tapi sepertinya hanya perasaanku saja bahwa Jason menatapku terus dengan tatapan tajam. Aku memutuskan mengabaikannya. Hingga kami sudah sampai pada Aula perjamuan siswa baru.


...•••...


"Pasangan Brady dan Jason memasuki aula ruangan!" Teriak pengawal. Seperti cerita dalam dongeng kerajaan setiap ada sebuah pasangan akan diumumkan.


Namun, semua mata menatap kami. Bahkan para senior di Halcyon school menatap kami. Sebenarnya aku malu tapi mau bagaimana lagi. Kami menuruni tangga satu-satunya untuk menurun ke arah tempat para siswa berkumpul.


Semua mereka menawan, memakai baju indah dan perhiasan mahal yang berkilap. Bahkan laki dan perempuanpun tak kalah bersaing untuk menunjukkan kemolekkan tubuh mereka.


Beberpaa menit setelahnya semua pandangan akhirnya mereda dan semua kembali berbincang kepada temannya sampai pembawa acara pembuka pesta ini berbicara. Pandangan semuanya menunju pada panggung.


"Hai semua! Terima kasih sudah datang dipesta sambutan siswa baru. Semuanya hari ini sangat cantik dan menawan. Sesuai acaranya kalian berpestalah sesuka kalian. Dan akhir penghujung acara akan kita umumkan Ratu dan Raja terbaik di pesta penyambutan Halcyon school ini untuk musim gugur! Selamat menikmati" Ucap pembawa acara membuka acara pesta ini.


Semua para orang di aula ini mulai berpencar dan aku juga akan berpencar tentu saja untuk pergi mencari udara segar ataupun makan sesuatu yang enak hari ini.


"Brad! Aku ingin pergi kesana dulu." Ucapku Brady menjawab deheman karena kuyakin dia ingin berbicara dengan Birdella. Birdella sendiri karena Jason tiba-tiba dipanggil oleh guru untuk sesuatu.


Aku berjalan menuju area makanan dan mengambil sedikit makanan untuk kubawa ke area balkon aula ini. Untung aku mengetahui jika gorden aula tertutup berarti sudah ada pengunjung didalamnya seperti itu kata novel. Dan akhirnya aku kearah balkon satu yang tak tertutup.


...Srek!...


Aku menutup gordennya dan saat aku ingin menoleh ke arah sofa. Aku kaget melihat Jason duduk dan menatapku juga. Kami sama-sama kaget dan untungnya aku tak punya kebiasaan menjatuhkan sesuatu saat kaget. Jadi makananku aman.


"Maaf. aku tak tahu kalau kau disini!" Ucapku dan mencoba kembali keluar dari balkon. Namun suara interupsi membuat kakikku berhenti.

__ADS_1


"Tidak apa. Kamu bisa memakainya juga!" Kata Jason datar.


"Mengapa?" Reflekku bertanya.


" Ada yang ingin ku bicarakan padamu!" Kata selanjutnya membuatku mengangguk mengerti dan berjalan ke arah Jason.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanyaku mendesak.


"Tentang alasan!" Seru Jason.


"Hah?" Tanyaku tak mengerti.


"Alasan mengapa kau putus denganku?" Tanya Jason yang membuatku tak mengerti. Namun segera aku mengetahui alasan apa yang memungkinkan Jasonberkata seperti itu.


"Tenang saja! Sudah kubilang bukan. Hubungan bisnis Ayahmu dan Ayahku tak akan hancur hanya karena kita putus." Jawabku meyakinkan. Jason hanya menatapky dengan intens dan berdiam lama sebelum akhirnya dia membuka mulutnya.


"Bukan itu maksudku. Aku bertanya kenapa kau ingin putus?" Peetanyaan Jason selanjutnya membuatku bingung dan mengerutkan kening.


"Mungkin karena aku merasa bahwa kamu adalah Laki yang baik. Jadi tak pantas padaku yang jahat. Dan juga mungkin karena hubungan bisnis keluarga kita. Jadi hari ini aku minta maaf atas sikap egoismu dan aku menerima jika kau benci aku!" Ucapku menjawab asal. Karena alasan yang sebenarnya aku tak mungkin memberitahunya bahwa aku bukanlah Intan yang asli.


"Aku tak pernah bilang aku membencimu!" Kalimat Jason selanjutnya membuatku terkejut.


"Maaf?" Tanyaku agar apa yang kudengar tidak salah.


"Kubilang ku tak membencimu!" Jawab Jason dengan penekanan kata yang mendesak.


"Oh tentu saja! Jika begitu, Terima kasih" Respon yang dapat kuberikan hanya itu.


"Jadi jangan menganggap dirimu jahat!" Nasehat Jason dengan acuh tak acuh. Aku hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya.


"Ba-baiklah!" Gugupku.


Tak terasa situasi hening setelah itu dan hanya terdengar aku memakan kue kering coklat yang melumer. Sungguh enak sekali kuenya hingga aku bahkan tak mau membagi pada Jason. Namun setelah itu terdengar suara musik dari dalam.Musik melodi indah yang membuatku tertarik apa yang terjadi.


"Waktunya berdansa!" Kata Jason seolah mengetahui penasaranku. Aku menoleh kapdanya dan menatapnya.


Namun, Jason tiba-tiba berdiri dan berlutu didepanku. Aku sangat panik dan kaget secara bersamaan. Lalu uluran tangan tersodor kedepanku.


"Jadilah partner dansaku disini!" Ajak Jason. Jantungku mulai berdebar dengan cepat. Tidak percaya apa yang terjadi, tapi aku merasa tak enak jika menolak pria karakter favoritku. Tanpa sadar tanganku terulur dan menganggukan kepala menyutujuinya seperti orang bodoh.


Kami berdua memasang posisi dansa. Tangan kiri Jason merengkuh pinggang ramping Intan dan tangan satunya berganggam pada tanganku. Kamipun berdansa dengan langit malam dan alunan musik sebagai pengiring.


...°°°...


...*Believe ur self!*...


Bersambung...


.......


.......


.......


.......


.......


^^^int4n18feb^^^


^^^10 Oktober 2020^^^


^^^𝓡𝓮𝓬𝓸𝓻𝓭 𝓪 𝓛𝓲𝓯𝓮 𝓝𝓸𝓿𝓮𝓵^^^

__ADS_1


__ADS_2