
Cherpen 10
Ending Lee
" Yang berhasil membawa selendang suci... Keduanya pangeran Claude dan pangeran Lee " ucap empu agung dengan nada tegas
' bukanya selendang adalah tanda restu sang hyang kepada calon raja terpilih kalau keduanya di berikan selendang apa artinya ' pikirku dgn bingung dan pusing
Disaksikan, semua jadi kacau orang orang berbisik satu sama lain menghawatirkan masa depan kerajaan ini
" Semua tetap tenang! " ucap raja dengan nada Aga tegas
Sebagian tidak memperhatikan perkataan raja. Aku bisa melihat kepanikan menyebar saat itu
' Aku harus menghimbau semuanya untuk diam. Pikirku harus melakukan sesuatu
" Tolong, hentikan semuanya, kita biarkan empu agung selesai menjelaskan " Ucapku dengan nada setengah tegas
Suaraku seperti di telan ombak laut begitu saja
" Diam kalian semua " Ucap Lee dgn marah
Bentakan Lee berhasil mengendali kan situasi.
Empu agung menunggu hingga situasi benar-benar terkendali sebelum melanjutkan penjelasan nya.
" Sepanjang sejara Pertiwi ini, pertama kalinya terjadi sang hyang merestui kedua calon yang kita ajukan. Keduanya berhasil membuktikan mereka layak memimpin, hingga sang hyang pun tidak bisa memutuskan " Jelas empu agung pada semua yg hadir
" Dengan hasil ini, maka keputusan akhir seleksi kerajaan di kembalikan pada Kerajaan Tutur Empu agung untuk membiarkan kerajaan yg memutus kan
* Bagaimana ini bisa-bisa Pertiwi terbelah dua nanti
* Kalau perang pecah kita gimana?
' semua menghawatirkan hal yg sama ' batinku dengan khawatir
" Bagaimanapun, ini keputusan sang hyang maha agung. Tapi aku menjamin seleksi ini tidak akan membawakan perpecahan pada pertiwi ucap raja dengan jelas dsn
" Masa depan pertiwi bukan bergantung pada kedua pangeran, tapi seluru rakyat Pertiwi " lanjut paduka raja dengan jelas lagi
" Paduka raja benar, raja bisa terus berganti, tapi selama rakyat bersatu Pertiwi akan tetap kuat. Yang terpenting... " ucap ratu dengan mengantung kan perkataanya dan
Paduka ratu memberi isyarat supaya aku mendekatinya
" Kita sudah mendapatkan calon ratu yg di andalkan " Ucap Ratu dgn tersenyum padaku
Kalimat ratu membuat ku otomatis membungukkan badan
" sebuah kehormatan bagi saya bisa melayani kerajaan pertiwi Paduka " Hormatku pada sang Ratu dan raja tentunya pada rakyat Pertiwi
" Atas kuasa yang diberikan sang hyang yang maha agung dengan resmi ku umumkan. Frenessa Yudistira. Putri mahapati Yudistira, akan menjadi ratu Pertiwi berikut nya " ucap Sang Raja mengumum kan Tentang aku sebagai ratu..
Ratu memelukku. Sementara paduka raja menepuk bahuku untuk menguatkan ku
Aku menatap kedua calon suamiku meski dgn ekspresi lelah mereka masih tersenyum padaku
Di kepala ku pernyataan odelia terngiang
' antara Lee dan Claude siapa yang akan jadi raja & mendampingi ku? ' pikirku teringat kata itu
Diiringi sorak kegembiraan rakyat dan jutaan kekhawatiran di dadaku... Seleksi pun berakhir
Pagi hari setelah seleksi akhir di telaga banyung aku menikmati sarapan dengan tenang bersama Noah
" Akhirnya sarapan yang tenang tanpa harus di kejar oleh seleksi " Ucapku dengan senang.
" Aku mulai terbiasa dengan rutinitas seleksi tapi bersantai Sprti ini nggak buruk juga " Ucap ku dgn nada ceria
" Aku juga kangen sarapan bersama tanpa ngobrolin para ningrat atau seleksi. " ucap Noah juga dgn senang
" Sebentar lagi kakak akan sibuk
Mengikuti pelajaran ratu " Ucap Noah kembali murung lagi.
' Aku...jadi ratu? Rasanya masih engga bisa di percaya ' ucapku masih terasa seperti mimpi
Noah menyeka mulutnya dgn serbet, lalu bangkit dari kursinya.
" aku duluan yah kak, ucap Noah setelah selesai makan
" Mau kemana kamu " Tanya ku dengan menatap Noah
" Aku harus ke kuil suci empu agung mencariku. Aku pergi dulu " Jelas Noah dia akan pergi kemana
' kadang-kadang aku lupa, Noah itu calon orang yang akan menempati posisi terhormat ' batinku tidak mengira Noah akan menjadi orang penting di desa ini
Nama Claude muncul di layar ponsel aku angkat ponsel itu.
🎥 Claude : Hei Frenessa, bagaimana tidur mu semalam
🎥 Frenessa : semua capek selama seleksi baru terasa. Aku langsung tertidur begitu menyentuh tempat tidur
🎥 Lee ; Apa nih? Pagi-pagi sudah telepon frenessa,
🎥 Frenessa : loh!? Lee? Kok kamu sama Claude ?
🎥 Lee : kenapa enggak suka
🎥 Claude : Hey, jangan nimbrung teleponan orang sembarangan
🎥 Frenessa; kalian sudah aku bangkit yah...
🎥 Claude : yah gimana lagi sebagai kakak aku harus menjaga adikku satu-satunya
🎥 Lee : cih!
🎥 Claude : oh sampai lupa! Selamat sudah terpilih Jadi calon Ratu
🎥 Lee : selamat meskipun awal nya meragukan, ternyata kemampuan mu lumayan juga
🎥 Claude : ucap selamat macam apa itu,
🎥 Frenessa : Hahaha... Biarkan saja aku Sudah terbiasa dengan sakralnya Lee
🎥 Claude ; Aku yakin kamu bisa jadi ratu yang di puja seluru negri Sampai di tulis di kitab empu
🎥 Frenessa : Hah, kamu berlebihan
🎥 Lee : sejak kapan frenessa peduli dengan yang begitu? Masa begitu aja kamu engga tau?
🎥 Claude : Hey, maksudku bukan begitu!
🎥 Lee : kalau begitu aja engga tau ? Gimana mau buat frenessa bahagia ?
🎥 Claude : Daripada kau? Dia basah kuyup aja, masih malah di interogasi. Kamu pikir frenessa suka punya suami seperti itu.
🎥 frenessa : Ih malah pada berantem! Yang kalian bicarakan itu aku loh
🎥 Claude : jangan kepedean Lee! Memang perempuan suka dengan sikap sok judes mu itu?
🎥 Lee : memangnya mereka suka dengan senyum Playboy mu?
🎥 Frenessa : ya udah terserah kalian saja
🎥 Claude : Frenessa, nanti aku meneleponmu sendiri yah? Aku harus mengurus adik kurang ajar ku ini!
🎥 Lee : Hei, frenessa jaga kesehatan mu
Setelah menutup telepon itu aku hanya bisa menghelang napas
" Apa Aan sih orang itu. Kadang kadang aku engga percaya mereka pangeran " Ucapku dengan mengeleng geleng kepala dan aku pun menuju kamar
Sesampai di kamar aku pun terdiam dan
' salah satunya akan jadi suamiku ' innerku dengan detak jantung ku tak bisa berhenti berdebar
" Duh frenessa, bukan saatnya memikirkan itu " ucapku dengan megelengkan kepala
Stelah itu Mbok Rara masuk keruangan dan
" Nona, ada undangan " Ucap mbok Rara memberikanku sesuatu
" Dari siapa mbok " Tanyaku lembut
Aku mengamati amplop yang diantaranya mbok Rara. Amplop itu di segel menggunakan sampel kerajaan
Segera ku bukan amplop itu
" Undangan minum teh dari paduka raja? " ucapku dengan aga kaget
Aku membaca ulang isi surat itu.
" Kenapa cuma yang di undang, Mbok, bantu aku siap-siap yah, aku harus ke istana sekarang " ucap ku meminta bantuan pada mbok Rara
Aku pun mengunakan gaun warna Aksen biru local bisa dan
" Baiklah, saatnya aku mencari tau kenapa raja mencariku minum teh
" Ucapku dgn optimis dan aku pun langsung pergi menuju mobil
Mobil berhenti tepat di depan masuk istana. Sebelum masuk tiba-tiba aku inggin mengamati tempat tinggi para titisan dewa ini .
" Nggak terasa yah, mbok rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki ke istana. " ucapku dgn senyum
" Kenangan saat aku terpukau melihat patung tinggi di depan istana dan keribetan memakai pakaian busana dunia ini, kini terulang kembali
' kalau sekarang, seprtinya aku merasa terlahir di sini " batinku dgn merasa senang
Nostalgia ku harus di tunda karena segerombolan wartawan menghampiriku. Kupasan senyum ku yg paling berwibawa. Sambil menahan kilatan Blitz kamera.
* Calon ratu kita mendatangi istana
* ucap Seorang wartawan ramah padaku
" Selamat pagi teman-teman wartawan. " Sapa ku dengan lembut
" Apa paduka raja memanggil anda Nona. Apa ini berkaitan pemilihan kerajaan " tanya wartawan dgn
ramah
Mikrofon mikrofon di sodorkan kedepan mulutku.
" Aku hanya mengunjungi Paduka raja dan ratu untuk mengucapkan salam " Ucap ku dengan singkat
" Nona, dengan status baru anda sebagai calon ratu. Apa anda siap memikul tanggung jawab ini " Tanya wartawan dengan ramah
" Apa aku siap? Aku butuh banyak waktu mempelajarinya banyak hal baru yang aku belum bisa menjanjikan apapun. Beritau aku waktu untuk mempelajari semua nya " Jelas ku dengan senang
" Semoga anda beradaptasi nona, " Ucap wartawan itu dgn senang.
Mereka masih mengambil Fotoku Sebelum masuk istana, aku ke istana di sambut odelia dgn menyambut ku
" Selamat siang nona, Frenessa " Ucap odelia dgn ramah
" Odelia ! Kamu di undang minum teh juga " Ucapku dengan heran dia
disini
" Minum teh? Aku disini mengantar makan siang ayahku. Seorang mengundang mu minum teh " Ucap odelia dengan bertanya Padaku
" Pagi ini aku menerima undangan dari paduka raja " Ucap Ku dengan menjelaskan kenapa aku di sini
" Mungkin soal penentuan raja, ? " tebak odelia padaku.
Aku mengangkat bahu ku. Cuma paduka raja yg tau. Kenapa dia inggin menemuiku.
" Bagaimana kabar ayahmu * Tanya ku menayangkan menteri candana
" Semalam begitu sampai kerumah dia mengurung diri di ruang kerja tadi pagi dia bahkan tidak menyentuh sarapannya & langsung ke istana " ucap odelia dgn sedu
" Seprtinya ini pukulan berat bagi arahku, " Ucap ku dgn prihatin
Odelia menghelang napas. Kepala nya tertunduk dia terlihat sangat lelah
" Anehnya barusan aku sudah mengantar makan siang. Dia tiba-tiba tersenyum sambil membelai kepalaku " ucap odelia dgn pirasat buruk
" Bukanya itu bagus, mungkin akhirnya hubungan kalian membaik " Ucapku dgn senyum
" Entahlah ini terlalu tiba-tiba. " bingung odelia padaku.
" Mungkin kamu benar aku hanya terlalu khawatir. " Ucap odelia dgn menyangkal hal buruk itu
" Hei frenessa, karena ayahku sudah menyerah mauhkah kau melupakan masalah yg kemarin " ucap Odelia dgn mengatakan nya malu-malu
Odelia tidak berani menatap ku. Aku tau semua ini tidak mudah untuk ya. Dia harus menahan gengsi, demi meminta bantuan ku, lawaknnya,
" Kelihatanya aku bisa mempercayai Puteri candana dan putrinya. Kamu akan putri idaman " Ucapku dengan lembut
" Kamu ngomong apa sih " Ucap odelia dengan rona merah
" Aku serius, orang tua mana yg engga mau punya anak seperti mu?
" ucapku dengan nada Percaya diri
Odelia tersenyum lembut.
" Terima kasih. Aku engga tau bagaimana harus membalas " Ucap odelia Padaku
" ah, aku harus prgi " Ucap ku dgn kaget aku harus segera menemui paduka raja
" Sampai ketemu lagi, Frenessa. Semoga kami menemukan kebahagiaanmu bersama dengan salah-satunya Pangeran " Ucap odelia dengan lembut
' kebahagiannya apa aku bisa bahagia dengan orang ku cintai ' innerku sambil berjalan
Aku segara mengusik pikiran ku itu, lalu menuju tempat Paduka raja menunggu
Seorang pelayan mengantarku ke tempat istana. Paduka raja sudah menungguku
" Terima kasih sudah menerima undangan ku nona, frenessa " Ucap sang raja dgn nada tenang
" terang abadi bagi mentari pertiwi, paduka raja Chandra " Salamku dengan membujuk hormat.
Raja mempersilahkan aku duduk di depannya. Para pelayan langsung menghindarkan teh dan cemilan
" Kau tau kenapa aku mengundangmu siang ini? " Ucap raja dengan nada bertanya
" Saya rasa bukan hanya untuk minum teh, paduka raja, " Ucap Ku dengan nada menebak
" Kamu memang cerdas seprti yg di katakan istriku " Puji raja dengan ramah padaku
" aku inggin membicarakan hal ini dgn mu. " Kanya kembali berbicara dengan serius
Raja memandangi semak mawar yg sedang bermekaran
" Leluhur mendirikan kerajaan ini dengan keringat dan darah. Merka membuat sistem seleksi dengan memastikan Pertiwi selalu di pimpin orang-orang terbaik " tak Jelas raja dengan lembut dan serius.
Ia berhenti sesaat nampak seperti berpikir keras
" hal yang pertama inggi ku diskusi kan adalah masa depan kerajaan Pertiwi. " Lanjutnya lagi menjelaskan
" saya tidak yakin saya orang yg tepat untuk mendiskusikan masa depan Pertiwi paduka " Ucap ku dengan heran dan bingung kenapa hal sepenting ini harus di jelaskan padaku.
" Justru karena kamu yang akan ikut memimpin kerajaan ini di masa depan, nona. Kedepannya tantangan yang akan kau hadapi dgn putraku hadapi makin sulit " Tutur kata padaku
" Keputusan sang hyang kemarin menciptakan desas-desus akan adanya perpecahan. Setelah itu terpilihnya kamu sebagai calon ratu juga menggoyahkan hubungan antara para ningrat " Ucap Raja dgn nada serius dan sedu
" Saya paham sebagian orang tidak suka saya karena posisi keluarga yg kuat saya perlu pokus Membuktikan pada mereka, saya bertanggung jawab menunjukan bahwa pilihan kerajaan itu tidak salah. Aksi bersuara lebih kerasa, dibandingkan kata-kata. Bukan begitu Paduka raja ? " Jelas ku dengan percaya diri
Raja tertawa puas mendengar jawabanku
" Ku rasa aku bisa sedikit bernafas lega, " ucap Raja dengan nada senang
Aku menimbang-nimbang apakah harus mengeluarkan pertanyaan yg kusimpan sejak kemarin. Raja kelihatanya menyadari hal itu.
" Apa ada yang Inggin kau tanyakan " Ucap raja dgn nada serius
" Paduka, sejujurnya... Saya tidak memahami maksud keputusan sang hyang memilih kedua pangeran. bukanya satu " Ucapku dengan cemas
" Nona, seringkali manusia tidak bisa memahami keputusan-nya kita harus menjalani dan penuh percaya
" Nasehat raja padaku
" Saya akan mengingat semua itu paduka " Ucapku dengan senang
Raja menarik napas dalam dalam seperti ada sesuatu beban berat di bahunya
" Karena itulah, nona Frenessa, aku dengan ratu sudah Bicara, kami sepakat hasil akhir seleksi akan di serahkan kepadamu siapa yang layak menjadi raja, pangeran Lee atau Claude " Ucap raja dengan menegaskan
" Saya?!. Mohon ampun paduka tapi ini masalah masa depan kerajaan Pertiwi. Saya rasa anda tidak bisa sembarangan menyerahkan keputusan sepenting ini. Apa lagi saya yang belum dinobatkan jadi ratu " Ucapku dengan nada serius
" Aku tau ini beban berat untuk mu tapi aku dan ratu sudah berdiskusi saat ini yg paling penting dibutuhkan adalah menyakinkan rakyat bahwa Pertiwi bisa damai " Ucap Raja dgn nada tegas
" Kami percaya cara terbaik menyakinkan rakyat adalah jika raja & ratu saling mencintai. " Lanjut raja dengan menatapku tulus
Raja meraih tanganku seperti seorang ayah pada anaknya dan tersenyum lembut
" Kuharap logikamu sejalan dgn perasan mu " Ucap raja dengan harap
' aku...memilih raja?! Pikirku hanya bisa diam dan kaget
" Jadi Antara kedua putraku siapa yg kamu pilih " ucap Raja dgn nada tenang
' Claude malaikat penjaga ku yg lembut? Atau Lee, kesatria pedang yg pemberani ' innerku dingung sekita aku meningat masa lalu
" Pangeran yang akan menjadi calon suami saya pengeran Lee yg saya cintai " Ucapku dengan nada aga malu dan jantung berdebar
" Pangeran Lee memang Dinggin dan kaku, tapi aku percaya dia akan memerintah dengan lebih adil bagi semua kalangan " Ucapku dengan senyum
Raja mengangguk ngangguk mendengar pilihanku.
.
" aku percaya kamu sudah memutuskan yang terbaik. Mari kita umumkan keputusan ini " Ucap raja dengan senang atas keputusan ku
Beberapa jam kemudian, rakyat berbondong bondong berkumpul di depan istana
' aku sudah memilih tidak ada kata mundur lagi ' inner ku dgn nada aga takut
Di gerombolan para penjabat akhir nya aku menemukan ayah, dia tersenyum menguatkan ku.
Rasa gugup menghampiriku begitu kedua pangeran datang, aku tidak tau harus memasang wajah apa di hadapan mereka
' setelah ini, apa aku akan kehilangan salah satu ' inner ku takut
" Frenessa jangan memasang wajah seperti itu. Semua akan baik saja " Ucap Claude menguatkan ku dan mengelus pipiku
Tangan Claude yg mengelus pipiku terasa hangat. Tiba tiba aku merasa tangan seseorang mendarat di puncak kepala ku. Aku berbalik
' Lee .... Lirisku
" Pada akhirnya, kamu memang harus memilih. Kami sepakat akan menerima apapun keputusan mu " Ucap Lee dengan nada tenang dan mengelus puncak rambutku.
__ADS_1
Aku mengigit bibirku. Sekuat hati agar air mataku tak jatuh.
" Yang mulia, nona Frenessa sudah waktunya " Ucap Sekertaris kerajaan dengan nada aku untuk pergi
Keduanya mengulurkan tangan mereka kepadaku. Aku meraih tangan mereka lalu kami bergabung dengan raja dan ratu.
" kemarin kita sudah menyaksikan kedua putraku berhasil membuktikan diri mereka layak menduduki tahta matahari Pertiwi. Baik Claude maupun Lee. Sudah menunjukan cinta bakti mereka pada kerajaan ini. Dengan restunya sang hyang memberikan pilihan ini kepada kita " Ucap raja dengan jelas
" rakyat pertiwi pilihan sudah lengkap. Beri hormat pada raja kalian yg baru, pangeran Lee chandra. Kuharap dimasa depan, Pertiwi menjadi tempat yang sejahtera untuk semuanya, tak ada yg kuat menginjak tanah lemah " Lanjut sang raja dan memutuskan siapa yg akan jadi raja
* Hidup pangeran Lee! Jaya bagi pertiwi! Jaga bagi matahari kecil kerajaan. Yang mulia Lee!
Aku mengirimkan senyuman cerah tercerahku pada Lee. Pria pilihanku
' lucu, dulu aku kesal dengan sikap jutekmu tapi aku sekarang bahkan mencintai sisi dingin mu itu ' inner ku dengan senyum geli
Claude jadi orang pertama yang menyalami Lee
" Selamat Lee kamu memang pantas menjadi raja, " selamat Claude pada Lee
" Kau baik-baik saja kan " Ucap Lee dengan nada cemas
Claude pura pura meninju lengan adiknya
" Tanpa di minta pun aku akan tetap melayani Pertiwi jika dibutuhkan " Ucap claude degan Percaya diri..
" mohon bantuannya kak, " Ucap Lee dengan nada santai
Keduanya kembali berjabat tangan
Melihat sorak-sorai rakyat yang semakin ramai. Merayakan terpilih Raja, dan berdamai ia Pertiwi
Claude menatap ke arahku, tanpa jelas dia berusaha santun. Langkah nya menghadapi ku. Kami berhadapan dengan canggung
Claude tidak lagi mengelus pipiku Seperti biasa, kali ini dia sudah membuat jarak di antara kami
" Claude aku tau ini mungkin jawaban yang inggin kamu dengar tapi aku cuma bersikap jujur sejak awal hanya Lee..." Ucap ku dengan engga enak.
Claude mengalihkan pandangannya dari ku
" ini memang bukan jawaban yg ku harapkan. tapi aku mengerti Ucap Claude dengan nada sedu namun berusaha kuat
" Benarkah " Ucapku dengan terpana
Ekspresinya terlihat hampa
" aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu " Ucap Claude dengan nada sedu dan hampa
" Claude terima kasih Sudah mau mengerti. Terima kasih sudah mau menghiburku dan membantuku selama ini " Ucap ku dgn nada menyesal
Lee muncul dan merangkul pinggangku. Ia lantas membawaku kembali menemui rakyat
" Terima kasih sudah memilihku frenessa, " ucap Lee dengan tulus
Kami melambai tangan pada rakyat
* Hidup pangeran Lee! hidup putri frenessa! Jaya bagi Pertiwi!
Usai pengumuman kami harus menemui sederetan penjabat dan ningrat yg mengantri untuk mengucapkan selamat. Setelah berjam jam penuh nafas bassi aku perlu udara segar
" akhirnya bisa istirahat juga.... Kapan aku terbiasa dengan pergaulan kelas atas ini! Ucapku dengan lelah dan aku pun terkejut ketika
Saat melewati pintu masuk area taman, aku menemukan Claude duduk berdua bersama paduka ratu. Dari ekpresi dan bahasa grak tubuh keduanya mereka sdng membahas sesuatu yg serius.
sedab
' kuharap mereka sedang menyelesaikan kesalah pahaman di antara mereka. Sebaiknya aku membantu mereka " Pikirku dengan senang
Setelah beberapa saat aku amati keduanya sama-sama terdiam saling menunggu siapa yg membuka topik duluan.
' kurasa mereka perlu sedikit dorongan. Kalau saja Claude tau selama ini ratu memerintahkan orang merawat mawar. Bunga kesukaan ibunya ' pikirku lagi
Aku menghampiri mereka
" waah... Bunga-bunga mawar yg masih mekar dengan indah sekali yah pasti dirawat dgn sangat baik " Ucapku dengan takjub menatap bunga mawar yang indah
Keduanya tampak terkejut tidak menyangka ada orang lain saat ini
" Padahal mawaar bukan bukan kesukaan bunga paduka ratu. Tapi anda sampai memerintahkan tukang kebun istana secara khusus merawat semak mawar " Ucap ku dgn dengan ada senang
" Benarkah itu? " Ucap claude terkejut dengan perkataan ku.
" Ah, aku Sudah di cari. Maaf sudah menganggu. Permisi " Ucapku setelah itu aku pun pergi
Aku pergi dengan cepat meninggalkan mereka
' seharusnya ini sudah cukup ' batin ku senang bisa bantu walau dikit
Sebelum pergi aku melihat ratu sebingkai photo pada claude. Claude Lantas memeluk ibu tirinya itu
Part 2
Tak terasa hari pernikahan ku dan Lee pun digelar besok
Pagi hari sebelum upacara penobatan dari pernikahanku. Mbok Rara dan para pelayan mendandani ku.
Aku mengunakan gaun pengantin dengan disain Indonesia yg indah dan saatnya mengikat janji suci
" Nona anda cantik sekali " Puji mbok Rara melihat penampilan ku
" Nona terlihat seperti dewi " Puji pelayan padaku
" Terimakasih ini berkat kalian *. Ucapku dengan nada lembut
Aku mematut diriku di cermin sedikit tidak percaya yg dipantulkan di kaca ini adalah bayanganku
' hari ini episode baruku dimulai ' innerku dengan bahagia. Setelah pernikahan aku akan mengenakan mahkota ratu innerku dengan senang
Lupakan masa lalu dan mulai hidup yang baru .ku singkirkan rasa sedihku dan tiba tiba
" Ayah boleh masuk " ucap Mahapatih dengan mengetuk pintu kamarku
" Tentu, yah " ucapku dengan mengijinkan ayah masuk dan
Ketika ayah masuk, Ayah tampak terpana melihat penampilan ku
" Kamu mirip dengan ibumu. Aku akan kehilangan putriku hari ini " Puji Mahapatih dengan tercengang
Aku memeluknya
" Ayah engga akan kehilangan aku selamanya, aku tetap putri ayah " Ucap Mahapatih dengan nada aga sedu
Ayah balas pelukanku. Pelukan tangannya terasa hangat di hatiku.
" Hai! Kak acaranya akan dimulai sebentar lagi " Ucap Noah dengan memberitau
Kemunculan Noah kembali membuat ku rindu dengan adik kecil ku dulu
" Sini, peluk aku " Ucap ku dengan lembut menyuruhnya memeluk ku
" Ini suatu kehormatan bagiku, tuan putri " ucap Noah dengan senyuman percaya diri.
Noah membungkuk badan nya. Meniru para ningrat ketika menyapa paduka ratu
" Dasar kau ini aku bahkan belum resmi berstatus putri mahkota " ucap Ku dengan nada aga Cengir
" Sebentar lagi kak. Penobatan putri mahkota, lalu pernikahan sorenya dan kamu jadi ratu. " Ucap Noah dengan senang namun
" Kurasa kami akan merindukan mu
Di rumah ini, bukan begitu, paman? " Lanjut Noah dengan sedu
Ayah hanya tersenyum.tipis
' setidaknya aku memiliki ayah dan Noah. Meski dalam bentuk lebih dua ' inner ku dengan senang
" Acara sudah mau dimulai kita harus segera ke ruangan singgasana " ucap Mahapatih dengan membuyarkan rasa haru
Setelah sampai di istana kami menyusuri lorong dan kami bertemu dengan empu agung
" Selamat pagi, empu agung " Ucap Mahapatih dengan hormat
" Boleh saya minta waktu bicara dgn Nona Frenessa, " Ucap Empu Agun pada Noah dan Mahapatih
Stelah ragu, sesaat deduanya meninggalkan ku bersama empu agung
' apa yang inggin dia bicaraka " Inner ku mulai bingung
Tak ku sangka empu agung tiba-tiba membungkuk badanya padaku
" Empu kenapa-" Ucap ku terkaget dengan tindakannya
" Aku harus berterima kasih. Berkat mu Pertiwi lolos dari Pertumpahan darah " Ucap Empu agung dengan rasa syukur
" Pertumpahan darah?! " ucapku aga tercengang
Dia tampak menciptakan sebuah ramalan yg dia lihat. Tentang Pertiwi yang jika odelia naik tahta dan berpecah Pertiwi menjadi dua dan peperangan tanpa henti
" Kalau begitu sekarang semua sudah aman? Aku bisa menikmati hasil kerja keras ku. " Ucap ku dengan bahagia
Empu agung tidak menjawab apapun sorot matanya penuh Misterius
" Aku tidak bisa menjamin tidak ada hal buruk yang akan terjadi " Ucap empu agung dengan suara misterius
" Maksudmu?! Bukanya aku sudah berhasil menyatukan kedua Panji?!
" Ucap Ku dengan aga kaget dan tak paham
Ucap empu agung dengan nada peringatan
" Tapi aku sudah " Ucapku aga sedu dan menghentikan kata-kata ku
" Selamanya, takdir akan mengejar manusia. Suka atau tidak. Sampai bertemu lagi " Ucap empu agung dgn nada nasehat dan berpamitan
Setelah berpamitan dia meninggal kan ku dan menghilang begitu saja. Sebisa mungkin aku menghapus pirasat buruk
' kalau ada hal buruk yang terjadi di masa depan kami pasti bisa menghadapinya 'inner ku berusaha meyakinkan diriku sendiri
Aku mengabaikan kekhawatiran muncul, lalu bergegas menuju ruang singgasana
Ucapan pernobatan Lee Chandana sebagai raja kerajaan Pertiwi yg ke-35 dan aku sebagai putri mahkota. Sekertaris kerajaan mengumumkan acara pelantikan akan dimulai
" Frenessa ku " Ucap Lee dengan mengombali ku
Tatapan Lee tidak sedikitpun lepas dariku dia selalu meletakkan tanganku kelengangan
" Aku terlihat aneh " Ucap ku dengan aga gugup
" Engga, kok. Cocok " Ucap Lee dengan memujiku lagi
" Terima kasih " Ucap ku dengan aga malu.
Kami berjalan melewati karpet merah menuju hadapan padapan raja dan ratu. Kami berlutut didepan mereka selama ini wartawan sibuk merekam setiap gerak gerik kami
* Mereka serasi sekali yah? Tidak ku sangka pangeran Lee yg biasa nya dingin bisa berekspresi sehangat itu
* Aku juga merasa nona Frenessa, mengubah Pangeran ketika sedikit demi sedikit. Kita tidak perlu khawatri lagi
* Pst! Paduka raja dan ratu sudah mulai pidatonya
Paduka raja mendhem dan bangkit dari singga sana
" Saat yang kita tunggu akhirnya tiba. Sebuah kehormatan bagiku bisa melayani Pertiwi selama beberapa dekade terakhir. Selama ini Pertiwi telah mengalami jatuh bangun. Tapi berkat persatuan kita, kita bisa melalui bahkan saat tersulit " jelas paduka raja pada rakyatnya
" Sebagai raja aku mengucapkan terima kasih pada kalian. Dan sekarang aku menyerahkan tahta ini pada putra bungsu ku. Pangeran Lee. Dia adalah penerus terbaik yg sudah ku pilih dan di restui sang hyang. Tegas, pemberani dan mencintai rakyatnya tanpa balas Budi " lanjut paduka raja dgn memuji anaknya dan kami
" Lee, hari ini aku menyerahkan mahkota dan pedang kerajaan ini padamu, Pertiwi kini di tanganmu, putraku. " Ucap paduka raja dgn Menyerahkan tahtanya
Paduka raja memakaikan mahkota nya pada Lee, lantas menyerahkan pedang pusaka Pertiwi.
" Dengan restu sang hyang maha agung, aku akan memerintah dan melayani Pertiwi sebagai raja " sumpah Lee pada raja dan rakyat nya
Paduka ratu maju, kini giliranku.
" Nona Frenessa, kamu sudah membuktikan diri sebagai Putri terbaik kerajaan pertiwi kamu deras bijaksana, dan berani menghadapi tantangan. Setalah pernikahan nanti kau akan menerima mahkota ku " ucap ratu dengan senyum padaku
" Saat ini, ku nobatkan kau sebagai putri mahkota. Calon ibu dari kerjaan Pertiwi dan istri dari putraku " Ucap ratu dengan menjelaskan dan menobatkan ku
" Dengan Restu sang hyang maha agung, aku akan melayani ratu sebagai ratu " Sumpahku pada ratu dan rakyat yg hadir
" Pertiwi! Sambutlah pemimpin kalian yang baru! " ucap Raja pada para rakyatnya
* Terang abadi Bagi matahari pertiwi, terang abadi bagi putri mahkota
Kami membungkuk hormat pada raja dan ratu. Mereka menyambut kami dgn pelukan
Part 3
.usai acara penobatan, kita harus berpisah untuk mempersiapkan diri masing masing sebelum acara pernikahan.
Lee masuk ke keruangan tunggu ku, lalu meminta pelayan untuk meninggalkan kami berdua.
" Seprtinya aku harus terbiasa dgn formalitas para ningrat " Ucap Lee dengan nada menghelang napas
" Tenang saja, kau engga sendiri kok aku sendiri masih canggung " Ucapku dengan Aga Bingung
" Kamu bahkan terlihat lebih lihai Dariku." Ucap Lee dengan aga kaget dengan perkataan ku
" kedepannya mohon bantuannya istriku " Ucap Lee dengan Nada percaya diri
" Hey! Aku belum jadi istrimu! " ucapku dengan aga malu
" Hey frenessa, " Tanya Lee manggil ku
" Yah " jawabanku
" Mau keluar dari sini " Tawar Lee padaku
" Oh? Kemana? Ucapku dengan nada bingung
" Jalan-jalan seperti nya engga buruk, hari ini engga terlalu panas ' Ucap Lee dengan jelas
' semestinya kami engga boleh berduaan sebelum upacara pernikahan nanti ' inner ku dengan berpikir untuk memenuhi penawaran Lee .
" Ayolah sejak pemilih kemarin kita engga punya berdua " bujuk Lee kali ini padaku
' Jalan jalan ketaman bersama Lee ' pikirku sebelum menjawab dan
Akhirnya aku Pun setuju dengan usulan Lee
Aku dan Lee menyelinap keluar kemudian menyusuri koridor menuju taman istana Kami mendengar suara orang di taman. Aku menatapnya dengan ragu
Tapi Lee segera membawaku menelusuri semak mawar jauh, memasuki area taman istana semakin dalam
Anggin membawa aroma mawar yg manis. Sejak tadi dia sama sekali tidak melepaskan tanganku
" Tenang Saja, Lee. Aku nggak akan kemana-mana " Ucap ku dengan nada tenang agar dia tak khawatir
" Aku masih khawatir kamu akan berubah pikiran " Ucap Lee masih risau aku akan pergi
" Kenapa kamu berpikir aku bisa berubah pikiran? " Ucapku dengan heran
" Aku tau aku bukan orang yang menyenangkan. Aku engga seperti Claude yang selalu ramah, dan... Lembut " Ngaku Lee dengan nada aga malu dan bingung
Aku mengedipkan mataku untuk menggodanya
" Mungkin aku engga mecari pria yang ramah dan lembut. " Ucapku senyum senang dan seringai
' Begitu? ' gumang Lee dengan sangat kecil
Kami lanjut berjalan sambil menikmati bunga-bunga yang bermekaran
" Apa yang sedang kamu Pikirkan " Ucap ku dengan Penuh tanya
" Kehidupan setelah ini. Aku berdoa supaya selalu diberi keberanian untuk memimpin kerajaan ini, lebih baik dari yang sudah dilakukan ayah ku. " Jawab Lee dgn menjelaskan apa yah di pikirkan
" Aku percaya kemampuan mu. Kau pasti bisa memerintah pertiwi lebih baik dari ayahmu. " Ucapku dengan percaya dan ucap ku dengan penuh keyakinan
" Lalu mewujudkan cita-citamu untuk pertiwi. Kerajaan ini beruntung di pimpin oleh mu " Lanjut ku lagi dengan memberinya penyemangat
" Oleh kita. " Ucap Lee dengan senyum dan senang
" Nggak ada pemimpim yang sempurna, Tapi aku percaya kamu akan jadi raja yang hebat." Ucap ku lagi dengan nada penuh keyakinan
" Terimakasih sudah percaya padaku." Ucap Lee lagi dengan sangat senang
Lee menariku ke dekapan nya. Tiba tiba dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya
" Lee. " Ucapku tiba-tiba kaget
Aku melihat ke leherku terlihat kalung yang indah dengan permata Merah yang indah dengan bingkai daun warna Perak. Indah sekali
Dengan lembut dia menyingkirkan rambut ku yang tergerai, lalu memasangkan kalung itu ke leher ku.
" Aku nggak terlalu paham model yang disukai perempuan. Tapi pengerajin itu bilang kau akan menyukainya. " Ucap Lee dengan nada malu dan juga gugup
" Kalau kau tidak suka- " Lanjut Lee dengan sedu namu
Ke tempelkan telunjuk ku di bibir nya supaya rajaku itu berhenti bicara
" Aku suka kok. " Ucapku dengan nada senang
" Aku juga menyukainya Ucap Lee dgn senyum hangat padaku
" Suka? Cuma suka? " Tanyaku ku lagi dg mengodainya
Dia mempererat pelukannya.
" Aku mencintaimu sejak awal kamu Frenessa. Aku akan selalu memilih mu. " Ucap Lee nyatakan perasaan nya
" Di kehidupan ini, kehidupan lain. Atau dunia manapun kita berada Lanjut Lee penuh dengan kelembutan
DEG
" Gombal! " Gerutuku dengan Menyembuyikn rona merah
Pipiku pasti sudah merah sekarang, perkataan Lee membuatku salah tingkah.
Aku menutup kupingku, menghindari tatapan Lee & bersenandung asal untuk mengusir kecanggungan ini
Lee tertawa kecil melihat tingkah ku lalu mencondongkan tubuhnya ke arah ku. Kemudian, kami berciuman
Sentuhan bibir Lee sekali lagi menghanyutkan dalam euforia
Dia mengecup brulang kali. Sbelum akhirnya tidak melepaskan ku lagi
Kali ini ciumannya tidak mengangget kan seperti saat di telaga. Aku balas menciumnya pertama kali dengan lembut
Lalu seolah mencari sesuatu yang lebih, aku menarik nya lebih dekat
Ku tahan nafas ku, berusaha menahan sebar jantung kul
__ADS_1
Sebelum aku sadar terhanyut dalam ciuman nya,
pertahanan ku runtuh pada perasaan yang penuh Misterius in
" Sayangnya kita harus menunggu " ucap Lee dengan nada senang dan tenang
Kami memutuskan duduk di salah satu kursi, Lee merangkul bahuku,
" Apa rencana pertamamu sebagai raja? " Tanyaku pada nya dengan rencana
" Kupikir aku akan meninjau lagi posisi penjabat istana. Kita butuh tim yang handal untuk membantu kita. Bagaimana pendapatmu? " Jawab Lee dengan serius dan tenang
" Aku berpikir sebaiknya kita pakai recana mu. kita harus segera membuang penyakit yg mengerogo ti dari dalam " Ucap ku dengan nada senang dan juga serius
Lee tersenyum puas dan mengecup puncak hidung ku
" Aku tau aku bisa menandalkan mu " Ucap Lee dengan penuh senang dan tenang
Kami mendengar suara orang memanggil kami
" Kita harus kembali. Aku engga boleh di tuduh menculik pegantin ku sendiri " Ucap Lee dengan nada mengajak dan pecaya diri
Setelah semua hal yang terjadi saatnya untuk upacara pernikahan yang di tunggu tunggu
Part 4
Setelah semua hal yang terjadi saatnya untuk upacara pernikahan yang di tunggu tunggu.
Aku berdiri seorang diri di ballroom menunggu waktunya aku masuk
" Kau melupakan buketmu, nak...." ucap Mahapatih dgn tenang
" Ayah " ucapku dengan senang.
Ayah menyerahkan sebuket bunga putih dan lalu berdiri di sampingku
Para tamu undangan sudah memenuhi ballroom. Permainan musik sudah bersiap di posisi nya tiba rasa gugup menghampiriku
' kumohon tuhan jangan. Biarkan aku tersandung dgn gaun ini ' inner ku dengan memohon
" Kamu baik-baik saja, " Ucap Mahapatih dengan nada Bingung
" Aku cuma gugup yah * Jawabku dengan malu
Ayah meraih tanganku lalu meletakkan nya di lengannya
" Terima kasih sudah menyelamat kan keluarga kita " Ucap Mahapatih dengan bangga
" Awalnya ayah merasa bersalah kamu harus melakukan semua ini tapi kuharap ini. Setelah ini kamu mendapatkan kebahagiaan mu ayah bangga padamu " jelas maha Patih dgn senyum tulus
" Ayah selamanya aku putrimu " Ucapku dgn lembut. Lalu mengha mbuk kepelukanya
" Nak... " Ucap Mahapatih dgn terkejut atas tindakanku
Setelah berapa saat terdiam. Ayah menepuk punggungku
" Aku sayang ayah " Ucapku dgn lembut
" Ayah juga menyayangimu * Ucap Mahapatih dgn aga malu-malu
" Sudah waktunya " Ucap ayah mengatakan Ku untuk bersiap.
Ayah menyodorkan lengannya aku menyambut dengan meletakan tanganku.
Saat musik mulai dimainkan. Kami melangkah ke ballroom yg dipenuhi para ningrat. aku melihat Noah di antaranya
" kak- " Ucap Noah dengan sedu
Noah seperti mau bilang sesuatu tapi aku tidak bisa mendengar nya
' kelihatanya dia berat melepaskan ku menikah innerku memikirkan noah kayanya tak inggin melepaskan ku
" Semua mohon berdiri " Ucap empu agung untuk semua orang yg hadir bediri
Odelia menganggu hormat padaku di antara para tamu. Aku tidak melihat Mentri candana bersama nya
" Selamat bahagia " Ucap odelia dengan tersenyum tulus
' mentri candana belum bisa menerima semua ini yah ucapku dengan nada sedu.
Saat aku mencapai tengah ballroom ayah dengan lembut melepaskan tanganku. Dia membungkuk padaku dan menuju kembali ke tempatnya.
Tempat di ujung altar di hadapan empu agung rajaku sudah menunggu ku
Aku menatap Lee dan mengedipkan mataku. Dia tersenyum mengejek kemudian menjemputku
" aku pria paling beruntung sedunia. Ucap Lee dengan senyum lembut
" Lee ucapku dgn. Senyum menatap Lee
Pemain musik waltz memainkan dgn lembut. Lee menariku mendekat, dan kami mulai berdansa
Seiring jarak menipis. Dia antara kami aku berdoa dalam hati..
" Aku tidak inggin semua ini berakhir doaku dgn lembut
Udah berdansa. Semua bertepuk tangan. Lee membimbingku menju hadapan empu agung. Seisi kerajaan terdiam begitu empu agung menumpahkan tangannya ke atas kepada kami.
Disampingnya aku melihat mahkota ratu ' aku pasti perempuan bahagia di dunia ini " innerku dgn senang dan rasa syukur
" kita semua berkumpul hari ini. Untuk menyaksikan kedua insan bertukar janji. Di pertiwi kita menyakinkan pernikahan sebuah ikatan suci. Ucap empu agung dengan nada senang
" Iklar masing masing bahwa akan terus mencintai dan terus setia satu sama lain. Hingga maut memisahkan " Ucap empu agung menjelaskan maknanya
Lee begitu serius mendengarkan perkataan empu agung. Aku yakin kami masing-masing mengimani perkataan empu agung
" Sekarang silahkan kalian bertukar janji " Ucap empu agung pada kami berdua
Lee meremas tanganku kebahagiaan terpancar jelas ketika dia menatapku
" frenessa, sejak awal aku bukan pria sempurna. Aku tidak pandai bicara Lembut. Bersikap romantis. atau memanja kan mu Ucap Lee dengan nada biasa namun syarat akan makna
" Tapi sejak awal kau menerima ku
Apa adanya, dan melihat sisi lain dari diriku. Yg tidak pernah dilihat orang lain. Terima kasih untuk selalu mencintaiku apa adanya.. Lanjut Lee Dengan biasa namun miliki ketulusan dalam
" Aku berjanji akan mencintaimu, melindungimu, dan menjadi pria yg lebih baik untuk mu. Entah apa yg terjadi di masa depan, Kita akan selalu bersama " sumpah Lee dgn nada sungguh sungguh namun lembut
" Nona Frenessa, giliranmu " Ucap empu agung kini menatapku.
Aku teringat ingat momen yang ku habiskan bersama Lee. Aku mempererat genggaman ku pada Lee dengan lembut
" Lee, kamu belahan jiwaku, aku selalu menggangumu kebaikan hati mu, rasa cinta mu pada rakyat Ucapku dengan nada senang dan lembut
" tap yang membuat ku jatuh cinta adalah... Ucapku dengan nada tulus namun terpotong ketika
Belum selesai aku mengucapkan janji, tiba-tiba segerombolan orang bertopeng hitam menyerbu masuk ke ballroom
Mereka yang menyerang prajurit istana yang berjaga
* KERAJAAN DISERANG!!
* LARI! AAAAH !
Para tamu yang panik berlari menyelamatkan diri. Sementara gerombolan orang itu menjadikan aku targetnya Lee dengan sikap, mengeluarkan pedang dari sarungnya
Claude juga mengeluarkan pedangnya dan melompat ke depan kami membantu menghadapi gerombolan itu.
" Frenessa, berlindung di belakang ku! " teriak Lee sambil menyuruhku ke arah mereka
" Semua Fokus lindungi raja dan ratu! " ucap Lee dengan memerintahkan pasukannya
Aku melihat bendera hitam. Bergambar bawang terikat di lengan orang-orang misterius itu, entah dari mana. Tiba-tiba saja mengerti candana muncul dan menyeruak ke depan
" Sekarang! Saatnya kita mengakhiri kekuasaan tirani ini! " ucap Candana dengan nada marah dan menyerang pencurinya
Sekelilingku kacau
" Claude! Lee! " ucapku dengan panik melihat Lee dan Claude bertarung
Kedua Pangeran itu menghindari serangan orang-orang itu. Dan menebas mereka satu per satu
Aku berbalik dan Mentri candana berlari ke arahku, dengan keris di arahkan padaku.
Jarak kami tak sampai semeter aku tidak bisa menghindar.
" MATI KAU! " Teriak Candana dgn mengarahkan keris ke arah ku
' Ini akhir dari hidupku ' batinku dgn panik
" Frenessa, teriak Lee padaku dari jauh
" Frenessa! Teriak Claude padaku kali ini
KRING KRING suara lonceng pun terdengar
' aku dimana ' pikirku bingung dgn kepala berkunang Kunang
Langit langit ruangan terasa asing
Untuk sesaat aku tidak bisa bergerak. Tapi air mata mengalir turun di pipiku
' Kenapa aku menangis ? Kenapa rasanya ada sesuatu yg ku lupakan ' Ucapku dgn bingung yg tiba tiba menangis
" KAKAK! " ucap Noah kecil dgn nada kaget
" Noah?! " ucapku dengan sama kagetnya
Entah kenapa rasanya aku merindukan adik kecilku
" Aku harus kasih tau dokter! " ucap Noah dengan akan pergi tapi
Sebelum Noah berlari aku menahan dan langsung menarik kedalam pelukanku. Aku mendekatinya erat erat sekali. Rasanya aku lepas. Aku kehilangan dia
" Aku senang akhirnya kakak sadar " Ucap Noah dengan sedih
" Noah, kakak kangen sekali " ucap ku dengan nada haru.
" Aku juga kak, udah hampir setahun kakak koma, papa mama hampir nyerah " Ucap Noah dgn nada sedu
" Setahun koma! Maksud kamu " Kaget ku dengan perkataan Noah
Belum sempat aku menyelesaikan pertanyaan itu sakit kepala hebat menyerang ku
Ingatan Pertiwi menghantam seperti ombak besar, akhirnya aku ingat apa yang sejak tadi terasa hilang
' Claude .... Lee ... Pikirku sedu dan
Kilas-kilas kedatanganku ketelaga pertemuan pertama dgn bawang putih dan bawang merah, odelia.. Noah dewasa, ayahku hingga ratu semua jadi jelas
" Kakak harus kembali ke Pertiwi! Noah, kakak harus menyelamatkan mereka! " ucap ku dengan panik
" Pertiwi apa, kak ? " Bingung noah dgn menatap ku cemas
Aku berusaha menjelaskan semua tentang kerajaan Pertiwi. Namun Noah justru terlihat semakin khawatri
" Kak, jangan maksain diri, aku panggil dokter dulu. " ucap Noah dgn menasehati ku
' apa aku benar-benar sudah kembali ke kehidupan lama ku
Atau...Pertiwi, seleksi, dan kedua pangeran itu cuma mimpi termasuk Lee dan Claude " pikiranku Terus terngiang-ngiang hal itu
Ke esokan harinya. Setelah bangun orang tuaku datang, dokter langsung memerika dan melakukan sebuah tes
" Kak , harus banyak istirahat " Ucap Noah dengan lembut
Noah adik kecilku itu menyelimuti ku dengan lembut. Ku usap kepala nya dan ku Cubi pelan-pelan
" Kakak baik baik saja kok " Ucap ku dengan senyum
" Tapi dari kemarin kakak sering menangis dan sekarang juga " Ucap Noah dengan khawatir
' nangis? ' batinku bingung dan ku usap pipiku yg sudah di basahi air mata
" Lee... Claude...kalau cuma mimpi kenapa rasanya dadaku sakit sekali kalian siapa sampai aku begini " Ucapku dengan nada sedu dan penyesalan
" Kak jangan sedih lagi " Mohon Noah agar aku tak menangis
Malam itu aku menangis di pelukan Noah
Satu Minggu kemudian
" Pelan pelan Noah bantu kakak ke tempat tidur " Ucap ku pada Noah yg menemaniku
Satu Minggu setelah aku sadar dokter menyarankan terus latihan bergerak. Saat ini aku sedang di temani Noah di lorong rumah sakit
' yah aku engga bisa terus begini saja di tempat tidur hidupku harus melanjutkan " Batinku dengan optimis
Anggin menghembus dari jendela yang terbuka, aku baru sadar. Langit hari ini begitu cerah
" Akankah hariku secerah langit itu? ' inner ku dengan berandai
Tanpa bisa dikendalikan airmata ku mulai kembali menetes.
" Hari ini untuk terakhir kalinya aku menangis " Ucapku Dengan nada bimbang
" Kak " Ucap Noah mulai sedu
" Maaf meninggalkan kalian, maaf kan aku .... Aku tidak bisa menemui kalian lagi " Ucapku dgn tangis penuh penyesalan
Air mataku mengalir semakin deras dadaku Terasa sesak. Aku inggin. Menumpahkan Semuanya
' tapi kalau mimpi kenapa aku engga bisa berhenti menangis ingatan apa ini ' batin ku mulai sakit rasanya
" Kak " Ucap Noah mulai sedu
" Maaf meninggalkan kalian, maaf kan aku .... Aku tidak bisa menemui kalian lagi " Ucapku dgn tangis penuh penyesalan yang sesedu nya
" Siapa yang engga bisa ketemu siapa " Ucap Lee yg mengangetkan ku
" Kami sudah lama menunggu mu * Ucap Claude kali ini dengan menatapku dengan
" Claude!? Lee?! Ucapku Dengan heran dan kaget
Melihat mereka di depan pintu. Aku reflek meninggalkan tempat tidur inggin memeluk keduanya. Tapi kaki ku kehilangan tenaga...
" Hati-hati jangan memaksakan diri " Nasehat claude padaku
Claude menopang ku, sekali lagi bisa melihat kilau rambut perak dari dekat
' Claude malaikatku " gumangku Senyum
Lee melewati kami lalu kembali membawa selimut
" Badanmu masih lemah jangan sembarangan " Nasehat Lee padaku Dengan nada aga sedu
" Lee, yg selalu menjagaku diam diam " gumangku Senyum
Keduanya kembali membawaku ke tempat tidur
" Kak claude, kak Lee, terima kasih " Ucap Noah senang
" Kamu kenal mereka Noah " ucap ku dengan heran bagaimana Noah tau Lee dan claude
" Kami kenalan waktu kakak koma, mereka kesini dan membantuku menjaga kakak. " ucap Noah dgn jelas dan senang
Aku mengamati dua pria yang sekarang duduk di samping ku. Masih tidak percaya mereka ada di sini
" Tapi gimana ceritanya kalian bisa ada disini " Bingungku
" Sudah kubilang kan kemanapun kamu prgi. Aku akan menemukan mu " Ucap Lee dgn nada biasanya
Claude mengelus pipiku
" Kami menjemputmu, tuan putri, aku engga akan pernah melepaskan mu lagi Ucap Claude dgn senyum lembut
" Di manapun " Ucap Lee dgn senyum
" Dan kapanpun ... " Ucap Claude dgan nada senang.
Aku kehabisan kata-kata segera saja ku peluk keduanya. Dari pelukan itu aku menemukan kehangatan yg ku rindukan
" Claude... Lee... Di pertiwi dan dimana pun terima kasih karena selalu menjagaku " Ucapku dgn Senyum dan tangis haru
" Kau membuka mataku dan membawa ku ke Petualangan tak berujung " Quate claude
" Aku pria penuh amarah tapi keberadaan mu menyejukkan ku "
Quate Lee
" Selama aku percaya dan terus melangkah... Aku akan mendapat kan akhir bahagia dari ceritaku Quate Frenessa
The end
Epilog
Takdir sudah mempertemukan ku dengan mereka ....
Walau sempat memisahkan kami. Ia membawa mereka kembali padaku .....
Takdir memberi hal hal yang tidak ku minta dan Tidak akan aku mengerti .....
Hanya untuk mengajarkan seolah keindahan di ujung perjalanan nanti...
Saat itu entah permainan apalagi yg disiapkan takdir Untuk kita .....
Pengumuman
terima kasih semuanya yah yang sudah membaca bukunya dan...
jangan sampai kelewatan Ceritanya Red White Cinderella lain nya makin banyak hal menyenangkan dan mengegangkan.
gak percaya?
silahkan kalau Gak percaya Download Aplikasinya Memories Interactive Di Play Store
Pasti enggak bakal mau berhenti
terima kasih atas dukungan Tanpa kalian mungkin Saya takkan berani untuk mengunggah cherpen, untuk Author menulis untuk game ini saya sangat berterima kasih banyak
dan Untuk semua Tim Mangatoon maupun Author lain semangat jangan berhenti buat orang bisa Berprestasi
untuk Para pembaca yang sudah like atau berkomentar terima kasih atas sarannya
gambar Para Tokoh
1. Lee Chandra
2. Claude Chandra
__ADS_1