Red White Cinderella 1

Red White Cinderella 1
RED WHITE CINDERELLA 1 TENTANG AROMA KAMBOJA


__ADS_3

Cerpen 5


part 1


" Nona anda harus segara pulang! " Ucap pengawal dengan nada pelan padaku


" Ada apa? " Ucapku dengan sedu


" Orang yang memotret anda dan tuan Noah sudah tertangkap anda harus pulang sekarang " ucap pengawal itu mengabari ku


Begitu sampai rumah, aku dah ayah cepat cepat menemui si fotografer


Pria itu tampak pasrah Seperi sudah mempersiapkan diri akan di tangkap


" Sejak awal. Perkerjaan ini sudah mustahil " sesal Fotografer dengan hal ini


" Siapa kamu " ucapku dengan nada amarah


" Saya cuma fotografer bisa nona " ucap Fotografer itu biasa


" Katakan, siapa yang membayar mu! Ucap " ucap dengan nada tegas


dia memilih bungkam. Kamu berusaha mengorek keterangan. Tapi dia bersikeras diam


" kau bisa menyelesaikan ini dengan cara mudah atau cara sulit


Siapa yang nyuruh mengambil foto ku dan Noah? Ucapku dengan nada tegas


" Percuma. Saya engga tau apa apa " Ucapnya dengan nada Bisa saja


" kamu pikir kami percaya!. Kalau kamu engga pernah bertemu orang nya. Gimana kmu dpt perintah? p.mereka pasti menghubungi mu " Ucap ku dengan tegas karena dia berkeras kepala


" Saya hanya menerima perintah lewat surat. Hal seperti itu biasa perintah-perintah dari orang yang ngga mau ketahuan identitasnya " jelas fotografer itu semala ia bekerja


Pengawal menyerahkan tumpukan barang sitaan dari si fotografer


Sambil beberapa lembar uang ada tiga lembar surat.


" Dengar anak muda kamu sebenar nya. Siapa yang mengirim surat ini


" Ucap Mahapatih dengan nada Biasa


" Sungguh cuma itu yang saya punya " ucap fotografer itu dgn sorot mata menyakinkan


' engga ada pengiriman atau jejak apapun. Pengirim serius ingin menyembunyikan identitasnya tapi , aroma ini... ' pikirku mengecek surat ini tapi aku menangkap aroma yang kukenal


Aku mencium kertas-kertas surat itu. Semua aroma sama.


" rasanya aroma ini familiar... Ini wangi Kamboja kaya yang dipakai waktu praktik membuat lilin dulu. " Batinku kaget dengan nada mengingat


' Tapi kenapa kertasnya bisa bau Kamboja ' pikirku bingung kenapa surat ini ada wangi kamboja


" Kita tidak bisa dapat apapun dari orang ini. Pengawal bawa dia ke istana " ucap Mahapatih dengan menyuruh pengawal membawa dia ke istana


" Para pengawal beriring ya keluar. Tidak banyak informasi yg bisa kita dapat


" Ayah percaya dia engga tau apa apa " ucapku dengan nada cemas


".masih terlalu awal menyimpulkan nak. Biarkan pihak istana mengurus nya. Kamu tenang saja. Kita akan tetap mencari pengirim surat itu. " ucap Mahapatih dengan sangat serius. Dan mencari jalan lain


" Yah bagaimana kalau itu ulah odelia. Kalau aku dikualifikasikan dia kan langsung jadi ratu." Ucap ku dengan aga bingung


" Itu mungkin saja, tapi sejauh ini kita belum punya bukti. " Ucap Mahapati dengan nada Biasa


" Tadi si pesta dansa dia mengancam. Yah katanya ini semua baru permulaan " Ucapku dengan memberitahu kejadian di pesta


Ayah tertegu mendengar ceritaku sebagai kepala keluarga dan maha Patih. Kerajaan ini. Banyak faktor harus dia pertimbangan


" Kamu benar odelia dalangnya. Kerajaan tidak akan tinggal diam. Dia pasti diskualifikasi " ucap Mahapatih aga kesal


" Tapi sampai kita punya bukti kita harus hati hati. Bisa jadi pemainan keluarga ningrat lain " ucap maha Patih dengan nada biasa


' ayah benar. Dengan situasi sekarang semua bisa terjadi. Banyak ningrat khawatir keluarga kami akan semakin kuat. bisa saja mereka berkerja sama menjatuhkan kami.' pikirku sebelum mengambil tindakan


Istirahat nak hari ini kamu melalui banyak hal " ucap mahapati menyarankan aku istirahat


" Hari ini banyak hal yang terjadi aku engga yakin bisa tidur yah. " Ucapku dengan nada lembut


Meski bilang begitu aku menurut dan menuju ke kamar malam ini pasti melelahkan juga untuk ayah.


Beberapa menit kemudian aku sampai di kamarku.


' aku harus ganti baju. Aktifitas hati ini membuatku keringetan ' pikirku dengan melihat bajuku


Aku memilih baju aksen lokal merah karena lumayan indah. Sesuai prediksi sampai di kamar aku belum tidur.


Aku memilih membaca dokumen lama karena untuk mengisi waktu. Tapi pikiranku sulit fokus.


Sejak berjam-jam lalu. Yang kupikirkan cuma surat miliki si fotografer


' siapa pengirim surat itu.? Odelia tapi engga ada buktinya ' pikirku dan. Bertanya tanya


" Frenessa!


" Atau orang suruhan! " Lamunku mengigat hal ini


" frenessa!


' apa ada orang lain yang merencanakan nya : lamunanku laci


Frenessa! " Ucap Mahapatih dgn berteriak


" Hah? Eh? ayah, sejak kapan ada disini. Kok aku engga dengar suara pintu " ucapku dengan heran sejak kapan mahapati ada disini


" Kamu melamun terus sejak tadi ayah sudah sejak tadi di sini . Waktu ayah masuk kamar lampu kamarku belum mati. " Jelas Mahapatih padaku.


" Sebenarnya kamu sedang memikirkan apa " Ucap Mahapatih dengan sedu


* Maaf yah, aku Cuma sempat kepikiran kejadian tadi. " Ucapku dengan nada minta maaf


Aku membereskan dokumen -dokumen di depan ku. Tidak ada gunanya aku memaksa diri malam ini


" Kupikir ayah sudah tidur " ucap ku dengan nada menatap lembut.


" Ada kabar dari istana. " Ucapnya Kemabli sedu


Dan ekspresinya aku bisa merasakan sesuatu yang buruk toh terjadi.


" Kabar apa sampai engga bisa nunggu besok sampai pagi? " Ucap Ku dengan nada khawatir


" Soal fotografer itu ada perkembangan buruk. Ada geromb olah misterius menyerang rombongan yang mengawal ke istana kita kehilangan dia. " Ucap Mahapati dengan serius


" Hilang.? Gimana bisa? Dia kan di kawal pegawai istana * ucapku dengan nada sedu


" Kita menyepelekan orang yang memfitnahmu. Rombongan pegawai itu kalah jumlah. " Ucap Mahapati dengan menjelaskan nya lagi.


' datangnya benar benar mau hilangkan jejak " sebal ku dengan tau akan hal ini


" Lalu bagaimana sekarang. Yah? Cemas ku kali ini


" Masih berjalan jangan khawatir. " Ucap ayah ku dengan menghiburku


" Ayah menepuk lembut bahuku sebelum kembali ke kamarnya.


Keesokan harinya.. hari masih pagi aku sudah harus siap menghadiri acara hari ini. Dan tiba tiba seseorang mengetok pintu ternyata. Noah


" Pagi kak. Siap bersinar hari ini. " Ucap Noah dengan nada serius.


" Ugh. Aku sudah tidur semalam kepalaku berat banget rasanya. " Ucapku dengan sambil memegang kepala ku


" Nona mau dibuatkan sesuatu supaya lebih nyaman " ucap Mbok Rara dengan khawatir dan nasehat


Aku Menolak tawaran mbok Rara.


" Seleksi baru dibuka. Tapi rasanya aku udah lelah sekali. " Ucap ku dengan nada Engga enak


" Jangan gitu. Kak. Hari ini acara amal di panti asuhan yang di adakan ratu. Ini kesempatan menarik perhatian sang ratu. * Ucap Noah dengan hati-hati dan strategi


Kata kata Noah mengingat kan aku masih harus menghadapi seleksi. Akhir-akhir ini masalah skandal menyita sebagian perhatian ku.


Noah mulai mengulangi soal bagaimana aku membawa diri salam acara nanti.


" Aku tau. Aku tau. Pokonya harus bersikap ramah, termasuk ke odelia nga boleh menusuknya dengan garpu..meski itu ide yang menarik " ucap ku dengan nada menjahili


" Aku setuju itu menarik. Tapi nggak nggak boleh terus bagaimana kamu akan menyapa paduka ratu * ucap Noah dengan bertanya


" Tentu saja terang abadi bagi rembulan Pertiwi " ucapku dengan menjawab


" Okeh kakak sudah siap aku engga perlu khawatri. Siapa sangka kamu engga tau apa-apa bisa kaya sekarang kak. " Ucap Noah dengan nada mengejek


" Jangan remehkan aku " ucapku dengan percaya diri.


Noah tertawa dengan tingkah sombongku


" Kadang kadang aku heran kenapa kamu berubah drastis gini. " Ucap Noah dengan bingung tapi senang


" Kamu kata orang yg berbeda " ucap Noah kaya orang yg curiga.


' kenapa tebakkanya tetap sekali. ' inner ku dengan curiga an Noah


" Yah, Tapi itu bagus aku senang kamu serius. Kak " Ucap Noah dengan nada bangga


"Hahaha... Tentu saja.


Angin musim kemarau terasa dingin aku baru turun dari mobil. Waktu odelia datang dengan ayah nya


Masih sempat kulihat mereka berpelukan sebelum Seketaris kerajaan menjemput nya


" Nona Frenessa, cepat masuk kita masih harus ada wawancara dulu dgn wartawan " ucap Sekertaris dgn menatap kami


" Selamat pagi tuan Seketaris ini. Masih pagi tapi anda sudah sibuk. " Ucap ku menyapanya


"Sekertaris kerajaan menghelang napas sambil memasang tampang lelah


" Karena cuacanya bagus ratu tiba tiba ingin acaranya di pindahkan di luar. Saya jadi harus menyusun ulang semua penjagaan keamanan nya " ucap Seketaris kerajaan dengan jelas


Krik krik


" Ah, kenapa malah mengeluh sebab nona disini " Ucap Seketaris setelah menyadari reaksinya.


" Nona pergilah menemui ratu sebentar lagi acaranya mau dimulai " ucap Seketaris kerajaan dengan nada menyuruhku menemui ratu


Saat aku mendekati rombongan kerajaan aku mendengar pangeran Claude dan Lee menyapa ratu


" Ibu sehat ? Ucap Lee menanyakan ibunya


" Sehat. Ibu senang sekali seleksinya di mulai kau lebih sering ada di ibu kota " ucap Ratu dgn nada senang


" Kamu terlalu menghabiskan. Waktu di perbatasan. Nak. * Ucap ratu dengan sedu.


Claude membungukkan badannya dia hadapan ratu.


Terang abadi bagi rembulan Pertiwi ibunda ratu " Ucap Claude dgn ramah


' Mereka berdua terlihat kaku satu sama lain ' pikirku melihat tingkah mereka ini


" Claude, bagaimana keadaan mu akhir akhir ini " ucap Ratu dengan nada lembut


" Semua baik ibunda ratu. Terima kasih atas perhatiannya anda. " Ucap Claude dengan nada Lembut


" Cuaca sedang berubah. Seringlah ke kamar supaya kena sinar mata hari. " Ucap ratu dengan lembut.


' kupikir mereka saling benci. Tapi ratu cukup perhatian sepertinya cukup perhatian pada Claude. ' pikirku melihat ratu perhatian lebih pada Claude


Tiba giliran ku menyapa ratu


Aku tidak membuat kesalahan sama sekali..semua berkat pelajaran dari Noah..


Setelah pidato pembukaan ratu. Kami berbaur dengan anak-anak panti.


.... Anak pendiam


Seorang anak menarik narik baju ku sejak tadi dia terus mengikutiku


" Hey kamu bawa apa itu? Layang layang. Mau main itu dengan ku? Ucapku dengan nada mengajak


Dia cuma menjawab sekali mengangguk


' dia pendiam yah... Masalahnya aku cuma pernah nonton orang main layang layang aku. Coba dulu saja ' pikirku dengan memulainya


" Aku mengajak.anak itu kelapangan terbuka dan meminta nya melepaskan layang layang


Tidak jauh dariku. Lee di temani odelia sudah lebih dulu bermain


" Sedikit lagi pangeran Lee. Cuaca hari ini cukup bagus. " usul odelia pada Lee


' sejak kapan odelia dekat dengan Lee ' pikirku melihat interaksi mrka


" Ovalia butuh bantuan? " Ucap Lee dengan menatap ku sendiri


Lee memanggilku sambil matanya masih pokus pada layang layang nya.


' engga kok aku bisa " usulku dgn setengah berteriak


Aku memberi isyarat supaya anak yg bersamaku mundur mundur. Begitu layang layang nya dilepaskan aku menyekat sedikit layang layang itu naik. sampai ujung. Tapi benda itu malah menukik sempurna ke tanah.


' ternyata sudah juga ' pikirku rumit


* lihat Kakak itu nerbangi layang layang engga bisa " ucap anak panti itu


* Hust nanti dia dengar " Ucap anak itu dengan menghentikan ejekan anak yang satu


' duh. Malunya. Aku sampai di ketawain anak anak ' inner ku dgn muka merah


Terdengar tawa lain terbahak bahak aku berbalik. Ternyata itu suara Claude


" Bagus, sekarang di ketawain di depan calon suamiku. " Inner ku dengan aga canggung


" Kamu engga pernah main layang layang waktu kecil ? Aku aja bisa" ucap Claude dgn nada senyum.


" Ohh... Pangeran serba bisa coba terbangkan " Sindirku dengan bercanda


Claude mengambil gulungan benang dari tanganku dia menyuruh anak itu melepaskan layang-layang tapi


" Kamu tunggu arah angin. Lihat yah


Layang layang kami sukses mengudara dan meliuk liuk di tiup angin. Aku dan si anak pendiam meloncat loncat kegirangan


" Kamu benar benar serba bisa!


" ada banyak keterampilan yang dibutuhkan jadi pangeran


" aku baru tau pendidikan pangeran ternyata ada cara menerbangkan layang layang


" Pengasuh ku dan Lee yang mengajari kami diam-diam tentu nya


Membayangkan Claude dan Lee kecil diam diam bermain layang layang di usia masih kecil membuat ku Tertawa-tawa kecil


" hei! Ucapku dengan nada bingung


Layang-layang Lee mendekat dan menyerang milik kami


"..." Lee hanya tersenyum jahit


" caranya kekanak Kanakan sekali bagaimana kalau kutunjukan cara nya bermain " Ucap Claude dengan nada senyum


Claude menyentakkan benangnya balas menyerang Lee dgn agresif


Segera permainan layang-layang yang sangat berubah jadi pertarungan sengit


" Kenapa jadi begini " geleng geleng ku melihat kelakukan mereka


Aku menoleh ke odelia yang sepertinya juga bingung dgn perubahan situasi


" Santai dikit Lee. Kau ini selalu tegang makanya. Makanya kamu salah paham, ku dengar kau marah marah lagi waktu rapat kemarin " Ucap Claude dengan menyindir sikap Lee


" bukan urusanmu aku hanya mendisiplinkan orang-orang ku " Ucap Lee dengan nada judes


" jangan terlalu kaku melunaklah sedikit " Ucap Claude menyuruh Lee untuk santai


Lee menyentakkan benangnya layang-layang Lee menikuk dan menyerang milik Claude


" Aku cuma berusaha mengendalikan layanan layang ku sendiri. Bukan sepertimu yang membiarkan layang layang di terbangkan orang lain " Ucap Lee dengan nada menyindir


' kenapa engga ada yang menghampiri mereka? Inner ku mulai bingung


" seorang raja tidak bisa berkerja sendiri. Kamu ini memusuhi para ningrat-ningrat mreka juga berjasa mendirikan kerajaan " Ucap Claude dengan mulai Tegas


" kamu yakin mereka semua yang mengitari mu dapat di percaya? Dasar naif " Ucap Lee dengan nada Kesal


" kau egois, ningrat membencimu rakyat takut padamu " ucap Claude tak kalah kesal dengan Lee

__ADS_1


" Sudah sudah kalian berdua henti kan " ucap odelia mulai khawatir dgn. Pertengkaran dua pangeran itu


Kedua saling bertatapan penuh kebencian. Tangan mereka masih sibuk menarik ukur benang


" Rambut putih " ejek Lee pada Claude


" Mata iblis " Balas Ejek Claude pada Lee


" Apa! " ucap lee Dengan nahan emosi


" Pangeran claude pangeran Lee kajian engga malu di lihatin orang " Ucap ku dengan menatap mereka kesal


Aku berlari ke antara Claude dan Lee.


" kalian harusnya cari contoh yang baik anak ini " Ucap ku dengan mereka tajam


" Hentikan kalian berdua " hardik Ratu dgn marah


Hardik ratu akhirnya berhasil menyudahi sesi pertengkaran mereka. Ratu menatap tajam pangeran Lee


" kupikir masuk militer membuatmu lebih dewasa. pangeran Lee aku kecewa Ucap ratu dengan nada marah dan menatap Lee


Paduka ratu beralih pada Claude


" pangeran claude, ku harap kau berhati hati dgn ucapanmu. Sayang sekali kamu. Kalau kata tidak menyeleksi yang membantumu naik tahta " Lanjut ratu kali ini pada Claude dengan nada


Suasana jadi canggung. Tidak ada satu pun yang berani buka mulut


" Maaf kami, paduka ratu kami malah membuat keributan. " Ucap Odelia dengan menunduk sedikit tubuh nya


" Sejujurnya saya iri dengan kedua. Pangeran karena bersaudara mreka bisa saling mengerti " Ucap odelia dengan nada lembut


" Saya dan nona Frenessa yang anak tunggal. Tidak pernah bisa merasakan itu. Bukan begitu. Nona? " ucap Odelia lalu bertanya padaku


" Betul sekali. Justru kerena dekat bisa saling mengkritik bukan? " Ucapku dengan Setuju


' ternyata kami bisa bisa juga berkerja sama seperti ini ' Innerku senang kita bisa seprti ini


Odelia menyelipkan tangannya ke lenganku. Begitu jarak kami menipis aku bisa mencium aroma Kamboja dari Odelia persis yg kucium dari kertas surat itu.


' Kamboja? Perempuan ini ' Innerku dengan kaget


" Semoga suatu hari kita bisa seprti ini nona Frenessa " Ucap odelia dengan senyum lembut namun ambisi kuat


" Seperi biasa odelia memasang senyum termanis. Belum sempat aku bertanya apapun. Paduka ratu sudah mengajak kami ketempat makan siang


Odelia melepaskan tanganku lalu berlari menuju samping yang mulia


' aku yakin aku mencium bau Kamboja dari odelia. Jadi dia.. ' Innerku dengan mengingat bau itu


" Ayo kembali " ajak Claude


Ajakan Claude berhasil membuyarkan lamunan ku


" Nanti saja ku urus itu sekarang aku harus pokus ke acara ini.. ' inner ku memilih pokus pada acara yang di hadapanku


Aku berjalan bersama Lee menyusul rombongan ratu. Claude tidak berkata apapun hal itu membuatku canggung


" Maaf tadi kau kena marah " Ucap ku dengan nada sedu


" Bukan salahmu aku yang kontrol terbawa emosi " Ucap Claude dgn senang


" Kamu punya masalah sama Lee dan Claudes " Tanya ku pada Claude


Seketika Claude berubah murung


" Masalah yah aku engga tau apa itu di sebut masalah " Ucap Claude dengan nada sebal


Langkah Claude sedikit melambat cepat. Aku berusaha mengimbanginya.


" padahal kelihatanya mereka baik terutama, paduka ratu. " ucap Ku dengan nada bingung


" Cuma urusan masa lalu " balas Lee dengan nada serius


Claude mengalihkan pembicaraan topik kami.


" Bagaimana penyelidikan mu apa ada perkembangan " Ucap Claude dengan ekspresi khawatir


" Setelah kehilangan photografer Itu penyidikan harus dimulai dari nol Ucapku dengan nada sedu


" Sayang sekali kuharap ada yang bisa di bantu " Ucap Claude dengan menyesal


" Ah, tapi kamu punya petunjuk ketiga surat yang di terima dari fotografer punya bau yang sama bau Kamboja " Ucap ku dengan nada nada senang


Claude menghentikan langkahnya dan menghadapi ku


" Iyah kenapa aku engga yakin itu petunjuk besar " ucapku aga ragu apa itu petunjuk besar


" Tentu saja itu besar! Kamboja itu langka disini. Harganya mahal! Seingat ku cuma satu toko yang menjual " Ucap Claude dengan Menjelaskan


" Benarkah! " ucap ku dengan nada kaget


' Kalau begitu aroma yang ada di odelia bukanlah kebetulan ' innerku mengingat kembali


Part 2


Tiba tiba aku merasa ujung rokku di Tarik seseorang


Anak pendiam ....


' kenapa dia kelihatanya ketakutan ' innerku menatap anak ini seprti ketakutan


Anak ini terus menarikku dan menunjuk ke satu arah


" ada apa dik " Tanya ku dengan lembut


Dia tidak menjawab cuma terus menarikku


" Claude maaf aku harus ikut adik ini. Adik ini sepertinya butuh sesuatu " Ucapku dengan ada minta maaf


Aku berusaha menenangkan anak itu karena dia semakin tergesa gesa


" Aku ikut saja. Siapa tau ada bahaya " Ucap Claude dengan nada mengajak


" Jangan! Paduka ratu sedang marah lebih baik kau cepat ke sana " Ucapku dengan menyangkalnya dan menyuruhnya menemui paduka


Claude menyerah dan membiarkanku prgi bersama anak pendiam itu


Anak itu membawaku kesalah satu pohon lalu sibuk menunjuk nunjuk


Keatas


" astaga kenapa kamu bisa di situ " Ucapku dengan terkaget


Seorang anak tersangkut disalah satu di tahan sambil menggenggam. Layang-layang tangis ketakutan membuatku sedikit panik


" Gak bisa turun.... Tolong. huaaa " Ucap anak itu dengan panik


' dia pasti seumuran Noah, adikku kenapa dia bisa ada disitu. Aku harus apa? Engga ada siapapun di dekat sini " Ucapku dengan nada bingung dan panik


" kak... Tolong kak " Ucap anak itu memohon


Kelamaan. Nanti anak ini keburu jatuh. Aku harus menolongnya


Aku mengangkat ujung gaun ku. Lalu memanjat pohon


" Tahan dik, kakak bantu lepasin bajumu yang tersangkut " Ucap ku dengan menyarankan anak itu untuk diam


Setelah bersusah paya aku berhasil


" Nah, sudah lepas sekarang kamu turun pelan pelan yah " Ucap ku dengan nada lega dan menyuruh anak itu turun perlahan


Sambil menangis anak itu pelan pelan berhasil kembali ke tanah


' fyuh syukurlah ' Innerku dengan senang


" makasih kak " Ucap anak itu dgn nada Bahagia


" ok, sama sama " Ucapku dengan senyum


Krik krik


" .... " Aku malah terdiam


" Kak, kok engga turun " Ucap anak itu bingung menatapku masih di atas pohon


Aku melihat kebawah seketika kepalaku pusing


' tinggi sekali. Sekarang gimana caranya aku turun. Frenessa bodoh kamu engga pernah manjat pohon innerku dengan mengutuk diriku


" Kakak, mau turun tapi.. " Ucapku dengan nada Gugup


Melihat kebawah membuatku gemetar keringat dingin membanjiri tubuhku.


" Dik, boleh gantian bantuin kakak


Panggil pengawal. Kakak engga bisa turun " Tolong ku minta pada anak itu


Kedua adik itu berpandangan bingung


" Kakak bisa naik nggak bisa turun " Ucap anak itu dengan nada mengejek


' Anak itu sudah di tolongin juga ' innerku dengan kesal


" Dik, cepat tolong dong! " Mohon ku pada anak itu


" Ok! Kak tunggu " Ucap anak itu dengan nada untuk aku menunggu dulu


Mereka meninggalkan ku mencari pertolongan. Stelah beberapa lama mereka kembali membawa seseorang


" Kamu ngapain di atas pohon? " Ucap Lee dengan kaget menatap ku di atas pohon


" Menurutmu?! " Ucap ku dengan sebal apa dia tak mengerti situasi


" Calon istriku punya hobi yang unik yah " Ucap Lee dengan nada aga jahil dengan mengunakan kata Calon istri


" Nanti ajah bercandanya! sekarang ceritakan tangga buat aku turun! " Ucap ku dengan nada aga panik agar Lee berhenti bicara


Lee malah mengangkat kedua tangannya dan mengarahkan kedua tangannya kepadaku


" Lama, nanti kau keburu jatuh. Lompat saja nanti aku akan menangkap mu " Ucap Lee dengan nada aga biasa saja dan naksir dan menyuruh ku untuk lompat


' lompat dia akan menangkapku ' Pikirku dengan bingung namun aku pun yakin dan percaya pada Lee dan,


" Ok, tapi beneran di tangkap yah? Awas kamu kalau bohong? " Ucap ku dengan nada senyum yakin


Lee menunggu dengan tangan terbuka di udara. Aku memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam... Lalu... Melompat


Lee dengan sigap menangkap ku, kedua tangannya melingkar di pinggang ku. Seketika semuanya semua keraguanku sebelumnya Sirna


Detik itu juga aku merasa bisa mempercayai diriku padanya. Karena dia takkan membiarkan ku jatuh


" Sudah kubilang kan aku akan menangkap mu " Ucap Lee dengan lembut mengatakan dia sudah janji menangkap ku


" Iyah.. Ucap ku dengan nada liris dan aga Melamun


Pelan pelan Lee menurunkanku sampai kakiku betul betul menginjak tanah. Tangannya masih juga tak di lepaskan dari pinggang ku


" Kenapa kamu ngeliatin nya begitu? " Ucap Lee dgn menatap ku aneh karena aku menatapnya terus


" Apa, gimana? "'Tanyaku dengan heran ketika bebas dari lamunan ku


" Kayak terpesona " Ucap Lee dengan nada naksir sambil menatap ku jahil


" Aku, eh, kau sudah bisa melepaskan ku. " Ucap ku Dengan mengalihkan pembicaraan


Lee pun kemudian melepaskan pegangannya di pinggangku dan


" Terima kasih. " Ucapku dengan nada Gugup sambil berusaha mengatur detak jantung ku


Lee mengusap rambutku dengan lembut


" Ada daun di sini. " ucap Lee dengan nada biasa sambil mengambil daun di rambut ku


GREB


Salah tingkah, aku menepis tangannya dan bergerak mundur. Tapi dia justru menahan tanganku


" Eh-kenapa? " Ucap ku dengan gugup tiba-tiba Lee menahan gerakan ku


" Aku cuma mau mengecek apa ada yang luka. Kenapa tanganmu gemetar " Ucap Lee dengan nada aga merasa Cemas dgn menatap tangan ku yang gemetar


" Aku cuma masih takut. Sampai di atas pohon, aku baru sadar aku engga bisa naik pohon. Aku bingung gimana caranya turun " Ucap ku dengan nada aga sedikit takut dan berusaha merilekskan diri ku


Lee tersenyum padaku dengan cengir


" dasar Gadis konyol " Ucap Lee dengan nada aga mengejek ku namun aku pun hanya bisa diam saja


Aku baru sadar dua anak panti tadi sejak Tadi memandangi kami dgn tatapan berbinar-binar


* Waaaa.... Pangeran keren sekali!


* Kakak kayak di dongeng


' anak-anak ini ' innerku dengan nada sebal dan juga malu


" Makanya, lain kali kalau mau menolong orang, pikir dulu, " Ucap Lee dengan nada menasehati ku dan aga mengejek


" Aku mikir kok, kan aku mikir kamu akan datang nolong aku, " Ucap ku dengan nada biasa dan Juga tersenyum lembut


" Apa sih?!! " ucap Lee dengan aga kaget tapi buru dia tutupi dengan memaling ke arah lain.


Aku yang melihat respon Lee pun tersenyum dan juga ada geli


Setelah itu kami sama-sama ke panti


Sepanjang jalan Lee mengandeng tanganku, tangan ku baru di lepasnya ketika begitu para pengawal sudah dilihatnya


" Kamu duluan saja ke panti asuhan aku ganti baju dulu. " ucapku pada Lee dengan nada tenang


Setelah insiden itu aku pun berganti pakaian dan..


' Ok, aku siap kembali " ucap ku dengan senang


begitu aku kembali semua mata langsung tertuju padaku


" Akhirnya kau kembali " ucap ratu dengan menatapku masam


" Nona kemana saja padahal kami sudah menunggu mu. " Ucap odelia dengan senang


" Maaf atas keterlambatan saya, yang mulia, " ucapku dengan nada minta maaf


Anak pendiam itu bangkit dan menghampiriku. Takut-takut dia mengintip dari balik tubuhku.


" Kakak, ini tadi menolong temanku temanku tadi mau jatuh " jawab ana itu menjelaskan kenapa aku terlambat


" benar begitu , frenessa? " Tanya ratu lagi padaku


" itu benar ibu, frenessa tadi membantu anak itu turun dari pohon " Ucap Lee membenarkan Ucapan anak itu


Ratu terdiam aku masih menunduk kepala. Takut kena omel


" aksimu itu hebat sekali. Kamu menolong anak itu tampak memikirkan diri sendiri " ucap ratu dgn tepuk tangan " puji ratu senang sambil bertepuk tangan


" Sngs terlalu memuji saya paduka ratu ucapku dengan nada senang dan malu '


' Syukurlah ratu engga marah ' inner ku dengan senang


Part 3


Sesaat kemudian aku sudah duduk di hadapan Odelia mendampingi ratu makan siang


" Saat waktu. Wartawan pernah memotret ktika aku membersihkan hidung. Besoknya photoku dipajang di halaman depan dan membuat heboh seluruh kerajaan " Ucap ratu dengan nada mengajak bercanda


' tadi aku pikir ratu menyeramkan ternyata selera humornya bagus juga ' pikirku juga dengan nada Kaget


" Tapi yang menjadi seorang ratu bukanlah tugas mudah " Ucap Ratu dengan memberitahu ku dan odelia dengan serius


" Tapi paduka ratu sepertinya menjalankan tugas itu dgn mudah " Ucap ku dengan nada menyangkal


" Saya khawatri apa saya dan nona Frenessa bisa mengikuti contoh paduka ratu " Ucap odelia dengan nada khawatir


Aku teringat aroma Kamboja yg tercium di baju odelia


" Kalau benar kau yang mengirim surat itu. Kupastikan kamu engga bisa manis lagi Sekarang nikmati saja dulu " innerku dengan pikiran jahil


" Betul saya sendiri merasa masih banyak harus di pelajari " Ucap ku dengan nada lembut


" Tentu saja. Kalian berdua cantik, pintar dan masih sangat muda. Siapapun nanti yang akan menjadi ratu aku yakin kerjaan Pertiwi akan ada di tangan yg tepat " jelas ratu dengan memuji kami


" Menurut kalian tugas utama apa yg di miliki ratu " Ucap ratu dengan bertanya

__ADS_1


' tugas utama ratu ' Pikirku sebelum menjawab


" Mendampingi paduka raja dalam kondisi apapun dan menjadi ibu bagi rakyatnya " Ucap odelia dgn menjawab duluan


" Bagus sekali bagaimana menurut mu nona Frenessa " Ucap Ratu kali ini Bertnya padaku


" Yang terpenting adalah. Membantu raja memimpin negeri tidak hanya diam di samping paduka. Tapi menyemangati di kala sulit dan mengingatkannya ketika salah. Seorang ratu berperan sebagai kompas paduka raja " Jelas ku dengan nada senang dan serius


Ratu mengangguk ngangguk kepala mendengar jawaban ku.


" Jawaban bagus " Ucap ratu dengan nada senang


" Terima kasih " Ucapku dengan lembut


" Memimpi raja bukanlah persoalan Enteng. Sering kali akan dihadapkn pada tantangan sulit. tapi, kesetiaan mu pads kerajaan dan rakyat harus jadi panutan mu " Ucap ratu dengan menjelaskan lagi


" Betul sekali ' Ucap odelia lembut


saya setuju " Ucap ku dengan ada mengangguk


" Seorang raja dan ratu memikul nasib rakyatnya. Ingatlah dan selalu tenang supaya rakyat juga tidak panik. Tapi masih lama sebelum menghadapi itu. " Ucap ratu dengan nada senang dan nasehati


" Sekarang aku sedang bisa duduk bersama dan mengenal kalian terutama kau Nona Frenessa " Ucap ratu kini menatapku dengan senang


" Aku sudah mencoba lilin yang kau hadiah kan. Benar-benar luar biasa tidurku jadi lebih nyenyak, dan keesokan paginya aku merasa lebih segar " Ucap Ratu dengan nada lembut


" Saya senang hadiah saya bisa berguna bagi anda. Paduka ratu " Ucap ucap ku dengan nada lembut


" Apa kau tidak berencana memproduksi nya. Kerajaan bisa mempromosikan nya " Ucap Ratu pada ku lagi


" Sungguh kehormatan bagi saya paduka ratu. Saya akan bicarakan dgn ayah saya " Ucap ku dengan nada senang


" Ah, saya jadi penasaran sekali dengan lilin ini. Kalau Lilin itu dijual saya harus membelinya " Ucap odelia dengan nada ingin kan


Tiba tiba aku merapatkan ide mengunakan lilin aroma terapi untuk mengetes odelia


" Bagiamana kalau aku mengirim lilin Kamboja untuknya. Anggap saja aku mengirim pesan. Kalau aku sudah tau perbuatanya " innerku dengan mendapatkan ide


" Kalau, nona mau saya bisa membuatnya untuk anda " Ucap ku pada odelia


Odelia tampak terkejut dgn tawaran ku. Tapi karena itu odelia segera saja bisa mengontrol dirinya..


" Saya sangat menantikan nya. Ngomong-ngomong apa aku boleh memanggilmu frenessa. Rasanya aneh kalau kita masih terlalu formal " Ucap odelia bertanya padaku


' Tiba-tiba dia mau akrab dengan ku ' Innerku dengan sebal


" Tentu saja, kalau begitu... Saya akan memanggilmu. Odelia. " ucapku dengan nada lembut


" Senang sekali rasanya aku punya mendapatkan sahabat baru " Ucap odelia dengan gembira


" Senang sekali aku melihat kalian bisa akrab andal para pangeran itu bisa meniru kalian " Ucap ratu dgn nada senang dan kemudian menyindir Claude & Lee


Ratu melirik Claude dan Lee keduanya tidak ada yang berkomentar


Setelah itu kami berbicara berbagai topik lainya sambil menikmati makanan penutup


Dan setelah beberapa saat kemudian makanan penutup selesai tiba tiba. Ratu mulai menjadi bosan begitu pula pare Ningrat dan anak-anak yg hadir


" Hah ratu Bagaimana jika saya


memainkan siter untuk memeriahkan suasana " usul odelia pada ratu


" Tentu saja, sudah lama aku tak mendengar permainan mu " ucap ratu dengan senang


Odelia menuju ketengah ruangan seorang pelayan membawa Kanya siter. Segera saja jemari lincahnya memetik nada nada yang ceria membuat semua terpukau.


" Bagus sekali permainan mu mengingatkanku saat masih muda dan masih sering menari. " Ucap ratu dengan senang


' harus kuakui dia memang hebat ' inner ku melihat hal ini


Odelia lalu membisikan sesuatu pada ratu. Dan mereka berdua tertawa.


Odelia kemudian menghampiri ku lalu menaikkanku dengan lembut ke tengah


' eh dia mau apa sih? " Sebal ku dgn hal ini.


" Rasanya tidak adil bagaimana kalau frenessa juga menunjukan bakatnya. " Ucap odelia dengan senyum licik


' senyun licik itu dia pasti segaja mau mempermalukanku. Aku bahkan engga tau bakat apa yang di miliki tubuhku. " inner ku dengan kesal dengan senyumnya itu


" Silahkan ovalia hibur kami " ucap ratu dengan membujukku.


' ayo putar otak aku harus ngapain ' Ucapku dengan. Berpikir dan


Tring ' oh mendongeng aku bisa mendongeng


Ku tarik napas ku untuk menenangkan diri semua orang menungguku.


" Saya akan menceritakan sebuah kisah. Kisah tentang Bawang merah dan bawang putih dgn Bondowoso.


Kalian pernah mendengar cerita ini tidak " ucapku dengan nada imut pada anak anak dan anak anak pun langsung mengeleng dan


" Baiklah pada suatu hari Bawang putih dan bawang merah menemani Bondowoso melamar seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang " Ucapku dengan nada Yang sangat ceria


" Sayangnya Roro Jonggrang menolak untuk menerima lamarannya asal mereka sanggup memenuhi impianya " ucap ku dengan nada aga dibuat sedih


" Wahai Bondowoso aku mau jadi istrimu kalau kalau kau bisa membuat ku seribu candi dalam semalam. " Ucapku dengan nada Kuubah jadi karekteristik gadis itu


Semua pun langsung terdiam anak anak semakin penasaran. Dan anak anak semakin menyukai ceritaku. Sempat melihat paduka ratu menikmati ceritaku.


Sesekali aku melihat Lee dan Claude ikut tersenyum.


" Bandung Bondowoso yang marah mengutuk Roro jonggrang menjadi batu. " Ucapku dengan akhir kisah yang aga sedih..tapi


Beruntung penampilanku. Berakhir dgn tepuk tangan dan tawa dari anak anak


" Fyuh syukurlah mereka menyukai nya. ' pikirku dengan menatap senang.


" Sangat menghibur frenessa. Terima kasih. Sudah membahagia kan kami dengan ceritamu " ucap ratu dengan memuji ku.


Aku melirik odelia dengan tersenyum puas


' kesalkan aku engga jadi di permalukan ' inner ku dgn kemenangan


Kami masih menyerahkan bantuan dan menemani ratu berkeliling panti asuhan sebelum acara hari ini.


Begitu ratu dan para pangeran pergi. Odelia pun langsung pulang


" Tapi odelia kelihatanya tenang tenang saja waktu kusinggung see photography. Kupikir dia akan panik apa aktingnya bagus sekali " pikirku


" Tetap saja aroma Kamboja itu langka. Bisa jadi kertas itu surat miliki odelia " pikirku kemudian.


Mobil jemputan berhenti persis di depanku. Mbok Rara keluar dari pintu.


" Nona mari kita pulang. Oh mobilnya sudah siap yah . Sebelum pulang aku teringat rencana mu mengetes odelia. Mbok Rara dengan sopan


mobilnya sudah siap yah . Sebelum pulang aku teringat rencana mu mengetes odelia.


Mbok boleh aku minta tolong.? "


Tentu saja nona butuh apa


.


Tolong mbok mampir ke toko bunga beli aku bunga Kamboja "


Mbok Rara menyengit dahinya dgn mendengar permintaanku. Namun ia tidak berkomentar apapun.


Part 4


Setelah pesta amal kesibukanku sebagai ratu seakan tak ada habisnya kecuali hari ini


' aku menikmati teh bersama odelia, Claude dan Lee. Di taman istana


" Ngomong apa yah dari tadi diam diam aja " inner ku dengan bingung


' Claude akhi akhir ini aku jarang melihatmu. Seperti Nya kamu sibuk yah. " Tanya odelia


" Yah banyak rapat anggaran belakangan waktu ku habis untuk dapat.


" Rapat anggaran? " Bingung ku


" Betul kami membahas apa yang mau dilakukan kerajaan di masa mendatang.


" Tenyata engga jauh beda dengan di duniaku ' inner ku mengingat yang dulu .


" Apa semua lancar kalian tampak kelelahan " ucap odelia Cemas.


Odelia memandang Lee dan claude Lee cuma tenang sambil meneguk tehnya. Meskipun Singkat aku masih bisa menangkap lirik jengkel Claude ke Lee


' kenapa lagi dua pangeran itu. ' bingung kuk cemas


" Rapat-rapat begini memang engga mudah banyak perdebatan sana sini. Makanya minum teh lumayan banget juga untuk melepas ketegangan " sebal Claude


Aku menahan tawa melihat Claude mengeluhkan pekerjaannya


Ah, ada yang aneh nona Frenessa " Tanya claude dgn bingung


" Maaf maaf cuma kali ini aku melihatmu. Kupikir kamu mencintai pekerjaanmu " ucapku dengan minta maaf


" Maaf. Mengecewakan mu tuan putri. Ternyata seorang pangeran juga manusia " ucap Claude merasa terhibur


Odelia menyeka mulutnya sebelum berbicara lagi


" Ada masalah apa Tahun ini. Mungkin aku dan Frenessa bisa bantu. tanya odelia


' maksudmu bersaing siapa yang bisa ngasih solusi ' inner ku dengan sangat tertantang


" Aku ikut memperhatikan cerita Claude


Aku inggin membangun lebih banyak sekolah " ucap claude dgn nada senang.


" Lalu masalah nya " ucapku dengan bingung


" ucap Claude dengan nada Kesal menatap lee


Lee menyandarkan punggungnya ke kursi


" Kata siapa engga setuju? Aku cuma bilang pembangunan sekola bisa di tunda?


" Kenapa harus di tunda? Tanya odelia


Claude dan Lee saling berpandang penuh amarah


' nggak akurnya mereka ternyata juga sampai soal pengurusan kerajaan. Kalau gitu misiku engga gampang " ucapku dengan pusing lagi


" Menurutku menaikan kesejahteraan prajurit lebih mendesak sekarang kita engga tau serangan datang kapan aja. Maka nya prajurit kita harus kuat " ucap Lee dengan pendapatnya


" Mereka melawan pemberontak. Memberantas kriminal,.... Tapi gaji mereka engga cukup untuk memenuhi keluarganya * ucap Lee dengan nada amarah


* Intinya mereka engga mungkin mengabdi kalau masih mementing kan urusan perut " Ucapku dgn nada menebak


" Betul itu maksudku. " Ucap lee dengan nada senang


" Memangnya sekolah yang ada jumlahnya masih kurang? " Tanya ku dengan bingung


" Bukanya engga cukup tapi banyak yang jaraknya engga jauh. Kalau di tambah rakyat nggak perlu susah lagi kesekola kan? " Ucap claude dengan nada bertanya


" Pendidikan itu penting supaya mereka engga jadi pencuri atau penipu. Tapi ada yang bilang itu perubahan baik " jelas Lee


" tapi apa bener pendidikan benar bisa menekan angka kesejahteraan Pikirku memikirkan masalah ini


' Lee membalas perkataan Claude dgn ketua.


" Kau ini berlebihan engga perlu memusingkan pendapatku " ucap Lee dengan marah


" Toh. Pasti para ningrat pasti mendukung apapun kamu lakukan " ucap Lee dengan menyindir


" Tapi menurutku Claude benar Rakyat perlu pendidikan supaya tidak jahat. Kalau kamu bagaimana frenessa, " ucap odelia Dan langsung bertanya padaku


Keduanya menatapku seolah menunggu kalimar apa yg ku keluarkan. Odelia diam.diam tersenyum licik


" Kalau menurutku lebih penting sekarang. Keduanya penting. Kita butuh sekolah untuk mendidik rakyat. Kita butuh prajurit untuk melindungi. Keduanya sama sama di perlukan untuk masa depan. " Ucapku dengan nada Lembut dan berpikir


Ketiganya larut dalam pikiran mereka mencoba memahami kata kataku.


" Menurutku keinginan Claude tidak salah tapi. Pendidikan saja engga akan mengubah apapun. " Ucap ku dengan nada lembut


" Akhirnya kupikir engga ada yang paham masalah sebenarnya." Ucap Lee lega akhirnya ada yg paham dengan jalannya


" Maksudmu Frenessa? " Ucap Claude dengan kaget


Suaranya hampir seperti menuduhku.


" Menurutku orang orang mencuri karena engga tau kalau mencuri itu jahat? " Ucapku dengan nada Sedu


Claude terdiam mendengarkan pernyataan ku


" Coba bayangkan kamu benar benar lapar..kamu engga punya uang atau pekerjaan. Tapi ada orang yang kau cintai bergantung padamu.


" Kalau engga punya apapun untuk dimakan. Dan kami bahkan engga bisa tidur karena suara perutnya "


Jelasku menceritakan situasinya dengan tatapan sedih.


" Tapi di kerajaan ini engga lagi orang yang kelaparan sepeti itu.


Kita selalu mem Eri makan. Bahkan para pengangguran


.


Nada suara Claude mulai terdengar gusar


" Ini karena kau terlalu percaya pada laporan ningrat-ningratmu itu


" Claude aku melihatnya sendiri seorang anak di pukul ningrat di pasar karena mencuri sepotong roti apa kalian engga merasa ada yg salah si kerajaan ini


" Maksudmu? Ucap odelia mulai marah


" Disini yang kuat menginjak yang kuat menginjak yang lemah. Pada hal seharusnya kita yg melindungi mereka. " Ucapku dengan nada sedu


" Hati-hati Ucapamu kamu bisa di tuduh pemberontak kalau bicara begitu. Maksudmu paduka ratu dan raja semena mena dengan rakyat nya " marah odelia


" Kalau semua yang beda itu memberontak penjara bisa penuh tiap habis rapat " sindir Lee kali ini


" Odelia menyebut seorang pemberontak bukanlah cara sehat untuk mengakhiri perdebatan * nasehat ku padanya


" Kalian " ucap odelia mulai geram aku menghelang napas dan


menegakan punggung ku


" Jangan salah paham! Aku percaya Lee dan Claude sama sama inggin yang terbaik untuk kerajaan. Cuma kalian punya caranya sendiri.hanya


Kalian berkerja sama " jelasku pada mereka berdua


" Kalian punya kelebihan masing masing harusnya saling membantu


Para prajurit bisa berkerja memasti kan anak anak tenang bersekolah. Mereka engga perlu takut kalau ada perang " ucapku dengan nada senang.


" Aku meraih tangan keduanya namun mereka langsung menarik tangan menarik tahan masing masing


Claude menatapku tanpa kata apapun.


Tiba tiba aku merasakan tangan hangat menepuk lembut kepalaku tenyata Lee.


" Maaf aku terbawa emosi. " Ucap odelia minta maaf membuat situasi jadi canggung


Odelia mengulurkan tangannya yg ramping padaku.


" Nona Frenessa swpeinya selama ini aku terlalu meremehkan mu " ucap odelia dengan kagum aku pun senyum saja


Kami membahas topik lain untuk merendam ketegangan sebelumya aku teringat rencana ku menetes odelia aku sudah membuat lilin aroma Kamboja.


' harusnya dia mengenali aroma ini ' ucapku dengan meyakinkan


" Odelia aku sampai lupa aku membuat kamu lilin aroma. " Ucap ku dengan lembut sambil dan menyerahkan kotak yang ku bawa odelia menerimanya lalu membuka nya


" Terima kasih nona Frenessa. " Ucap nya dgn lembut dan ia pun menghirup lilin itu dan mengerutkan kening.


' lilin Kamboja sama dengan bau kertas surat mu ' ucapku dengan nada selidik.


Ukh.. " odelia meringis kesakitan


Claude menghampiri " odelia kamu kenapa " ucap Claude dengan nada cemas.


" Odelia ! " Cemas Lee melihat reaksi kesakitan odelia


" Aku... Tidak bisa bernapas " ucap odelia dgn terserang.


Tanpa kusangka odelia justru langsung mulai begitu menghirup itu. Dia buru-buru menutup mulut.


Para pelayan langsung membantu odelia sementara Lee mengambil lilin yang ku berikan

__ADS_1


' Kenapa kamboja malah membuat odelia mual? ' Bingung ku dengan ini


To be continued


__ADS_2