
1Cherpen 4
Part 1
" Apa salah saya, kalian tidak bisa memperlakukan ku seperti ini " ucapku dengan marah dan bingung
" Anda boleh memberi penjelasan nanti di istana nanti. Pengawal bawa dka " ucap Sekerari dengan nada tegas dan langsung membawaku di ikuti para pelayan
" Nona " ucap embok Rara dengan khawatir
Mereka membawa ku ruangan interogasi di istana tempat meminta penjelasan.
" Sebaliknya kalian punya penjelasan bagus tentang hal ini " ucapku dengan nada Tegas
Sekertaris kerajaan baru akan menjawabku waktu ayah masuk mata nya menatap marah ke arah Sekertaris kerajaan
". Apa yang kalian lakukan pada putriku!. Dia itu calon permaisuri " Ucap ayah dengan nada tegas dan menatap marah.
' ayah ' Batin ku merasa khawatri dan sedu.
". Karena anda sudah disini saya tidak perlu menjelaskan lebih banyak lagi " Jelas Sekertaris tanpa menunjukan basa basi
Sekertaris kerajaan menyodorkan sebuah koran. Fotoku di peluk seorang pria mengisi halaman koran. Yang membuatku terkejut ia menjadi bahan yang sangat besar di koran itu.
' Cinta tersembunyi calon permaisuri ' batin ku terkaget akan hal ini.
" Nona Frenessa anda di tahan karena telah mengkhianati keluarga kerajaan. Seorang permaisuri berpelukan dan berdansa dengan pria lain selain pangeran. Berita ini tersebar di seluru penjuru kerajaan " ucap Sekertaris kerajaan dengan nada tegas
' mereka bercanda batinku dengan kesal dengan semua ini
". Tapi itu. Kan Noah. " Ucap ku dengan nada tegas dan menyela hal ini dan menyebut nama adikku
". Jadi anda mengakui mengenali nya " Ucap Sekertaris dengan kembali menatap ku serius
" Tunggu, tunggu, sekertaris kerajaan " ucap ayahku dengan menenangkan seketaris kerajaan
Noah itu keponakan saya, tentu saja Frenessa mengenalinya saya. Saya meminta nya membantu frenessa selama seleksi karena dia belum lama. Kepergaulan Kelan ats " Ucap ayahku dengan bantu menjelaskan kepada nya siapa Noah itu.
" Sepupu? " Ucap Seketaris kerajaan mulai bingung namun serius
Sekretaris kerajaan menatapku dengan pandangan menyelidik. Dia seperti sedang menilaiku apa itu benar
". Benar sekali. Noah hanya membantu saya untuk belajar dansa untuk Festa nanti. Ini mempermalukan tapi saya sama sekali tak bisa berdansa. " Ucapku menambahkan apa yang terjadi dan alasnya
' siapa yang memotret kami? ' Kenapa photonya bisa ada di koran
" Kalau pria itu sepupu anda. Nona bisa saja berhubungan lebih dari itu " Ucap Sekertaris dgn inggin memberitahumu tentang ini
" Omong kosong keponakan saya itu calon empu. Sejak lahir tanda itu sudah ada di wajahnya mana mungkin dia bisa menikah. " Jelas ayah ku dengan nada tegas dan menjelaskan profesi Noah itu.
Mendengar itu sekertaris kerajaan tampak ragu
" Calon empuk !! " Ucap sekertaris dengan sangat terkaget.
". Betul anda tau kan empu itu di pilih langsung oleh sang hyang. " Tambah ayahku dan sangat jelas dan tegas
' ternyata empu itu disini posisinya lebih tinggi yah ' pikirku melihat keterkejutan sekertaris itu aku dapat menyimpulkan posisinya dia lebih tinggi
Ruangan berubah menjadi hening. Ayah dan aku tegang menantikn jawaban dari seketaris kerajaan
' photo ini pasti serangan dari pihak lawan pihak odelia. Gimana photo ini bisa ada? Mreka benar benar serius. ' pikirku yang akan melakukan ini siapa tapi aku tak patut curiga.
" Maaf tapi... Siapa yang memotret ini semua " ucapku dengan. Sangat hati hati
" Para pengawal sedang mencari nya " ucap Seketaris kerajaan dgn serius.
" Foto ini di ambil dirumah. " Ucap ku dengan nada aga Menyelidik.
" Ini dilakukan oleh orang profesional " tambah mahapatih lagi menatap photo itu.
Sekretaris kerajaan melipat tangannya di meja. Matanya memandang tajam ke arahku.
" Meski Noah sepupu anda. Tapi rumor sudah mengacaukan seleksi. Fakta yang selama kini menentang
Aya anda pasti akan mengajukan banyak pertanyaan anda Diskualifikasi. Bukan begitu..maha Patih " ucap sekertaris kerajaan kali ini pada Mahapatih pertanyaannya kali ini
Ayah tidak langsung menjawab hanya mengenggam tanganku. Sorot matanya seperti berkata maaf
Dia lalu beralih menghadapi seketaris kerajaan
" Tuan sekertaris kerajaan, jelas sedang ada yang berusaha menyabotase Frenessa. Bukannya jelas siapa yg menuai keuntungan ini? " Ucap Mahapatih dengan nada Tegas
' apa odelia di balik semua ini .jelas dia yang sangat di untungkan di diskualifikasi." ucapku dengan nada bingung.
Sekertaris kerajaan mengibas tangannya mulai kehabiskan kata kata.
" Mahapatih tanpa bukti apa pun itu cuma asumsi " ucap Seketaris itu dengan nada bingung
" Karena itu, justru kalian yang harus mencari pelakunya bukanya menangkap putriku " Ucap Mahapatih dengan nada tegas kesal dengan melakukan hal ini.
" Aku harus berbicara untuk menghentikan perdebatan ini. Maafkan saya karena telah menimbulkan keributan. " Ucapku dengan meminta maaf untuk menyela
" Tapi. Tuan Sekertaris dengan segala hormat menurut saya terlalu gegabah menangani masalah ini. Menangkap putri Mahapatih penyelidikan Yang cukup hanya demi mencegah kekacauan seleksi. Tanpa mempertimbangkan keluarga kami yang di sabotase? " Jelas ku dengan cepat dan cekatan
' Di situasi begini aku harus tunjukan kalau aku kuat ' pikirku dengan mengamati situasi
" Mereka boleh petisi. Tapi anda pikir pendukung saya akan diam saja. " ucap ku. Dengan nada bertanya lagi dan serius.
Sebetulnya aku pura pura kuat kuharap Seketaris kerajaan merasa nada mengancam dariku. Tapi sekertaris kerajaan justru mengejek
" Mohon maaf, tapi saya harus bilang anda terlalu percaya diri soal popularitas anda. padahal sampai seminggu kemarin pun anda belum pernah muncul ke publik. " Ucap Sekertaris kerajaan dgn menyela
' putri Mahapatih itu. Kalau saja dia mau lebih bergaul selama hidup pasti takkan seperti ini " sebel aku dengan keadaan ini
" tetapi saya juga punya. Nenek moyang saya berjasa membangun Pertiwi. Selama ini kami mengabdi setia. istana tidak mungkin melepaskan itu kan " ucapku dgn nada biasa saja.
" Sekertaris kerajaan berbalik dan menelpon bawahannya supaya pemimpin koran itu di tahan
' menyebalkan aku sampai harus pakai pengaruh keluarga ku. Tapi yah setianya ini dapat mengukur waktu. ' sebal ku dengan diriku sendiri gunakan nama ini tapi apa boleh buat.
" Kita harus mencari siapa pelaku itu." Ucap Mahapatih dengan sanggahan
" Tetap aja. Itu makan waktu. Saya tidak bisa ambil resiko Setiadi kerajaan ini jadi ricuh " ucap Seketaris kerajaan kaki ini yang bingung
" Bagaimana jika kami menutup gosip itu. " Usul ku dengan yakin
" Maksud anda.? " Ucap Seketaris kerajaan dengan kaget
" Kamu punya rencana, nak " ucap Mahapatih dengan menatap ku penuh tanya
' pertama aku harus susun rencana yang aku jalani ' pikirku sebelum menjawab
" Akan kutunjukan pada mereka bawa aku tak bersalah. Serahkan padaku, yah kita tunjukan kemampuan keluarga Yudistira " ucap ku dengan yakin dan mantap
Aku mengeluarkan handphone dan mengubungi Noah
Part 2
Hari pesta yg di tunggu pun tiba... Sangat menginjakan kaki butik. Ternyata odelia sudah datang lebih dulu.
" Nona Frenessa saya tak menyangka anda datang kesini juga " Ucap odelia dengan ramah.
" Kelihatanya anda sudah sibuk memilih sejak tadi. " Ucap ku dengan menatap odelia memilih pakaian kebaya nanti
" Saya memang datang aga awal Anda tau kan susah mencari gaun yang cocok untuk nanti malam? Ucap odelia dgn Menjelaskan
" Sebagai calon permaisuri jika penampilan kita buruk. Wartawan akan berkeritik habis habisan. " Cemas odelia dengan nada gusar
" Ah, tapi anda tenang saja masih ada gaun kebaya yang bagus " ucap odelia dgn mengatakan ku kabar baik
Odelia meninggalkan menuju ruang ganti.
Seseorang mendekatiku iya ikut dua pelayan yang membawa dua gaun kebaya dengan desain dinamis.
" Seperti yang kata orang orang anda cantik sekali nona " ucap desainer itu memuji diriku dan
" Tubuh anda sangat ideal pasti sangat mudah untuk mencari ke kebaya gaun untuk pesta nanti " Terang desaine menuju Penampilan ku dan
' semua pedang pasti akan bilang begitu ke calon pelanggan nya tapi yah kebaya itu memang indah sekali ' inner ku mengetahui taktik penjual mereka dan melihat kebaya yg ia bawa sungguh menawan
" Saya punya kebaya putih dengan aksen biru yang akan menonjol kan warna rambut nona. Dan atau tampilan berani dengan kebaya merah jika anda inggin lebih.... menonjolkan " ucap desainer dgn menjelaskan deskripsi pakaian itu
" Keduanya sudah di rancang agar serasi dengan pakaian yang mulia pangeran Claude dan pangeran Lee
" Terang desainer itu menawarkan ku pakai yang serasi antara Lee dan Claude
' kenapa pakaian ini membuat perempuan sulit bergerak sih " inner ku sebal dengan pakaian ini
" Maaf ada pilihan lain " ucap ku dengan nada bertanya
" Ada saya punya kebaya dari koleksi sebelumnya.silahkan nona Pilih pilih dulu. Saya harus membantu pelanggan lain sebentar " ucap desainer itu dengan menawarkan juga dan ia pun sekaligus pamit dengan akan melanggengkan pembeli yg lain.
Aku membayangkan ketika kebaya itu. Membayangkan perjalanan dgn dua kebaya pertama sudah sulit. Apalagi yang ke dua
" Nona jangan lupa semua ningrat sudah menunggu penampilan anda di pesta dansa nanti. "* Ucap Mbok Rara dengan menasehati ku.
' mereka pasti meremehkan kalau aku pakai pakaian yg sederhana. Baiklah mari tentukan penampilan ku malam ini. " Ucapku dengan berpikir harus mengunakan pakaian mana
Yang kupilih pun adalah pakaian biru terang yang menurutku warna yang sesuai dgn pakaian Lee . yaitu ' Dewi api
Setelah aku keluar mengunakan gaun itu
' aga ribet tapi aku memakai gaun yang ini terangk ku dengan mengunakan gaun itu .
" tenang saja nona. Berkorbanan ngga apa-apa. Asilnya Nona keliatan anggun dengan kebaya itu Puji mbok Rara padaku saat mengenakan gaun yg sangat serasi dengan Lee
" luar biasa nona Frenessa anda terlihat seperti dewi yg di turunkan sang hyang. Pangeran pasti akan berebut berdansa dengan anda " Puji pelayan itu melihat pakaian yang ku pilih
Stelah rambut dan make-up ku selesai kami berangkat ke istana
Malam ini ayah menemuiku di depan pintu ball room
" kamu baik baik saja nak.? Khawatir ayahku melihat wajahku
" Sebetulnya aku... Aku aku tujukan pada mereka nggak bisa sembaran Ngan dengan keluarga kita " Aku menjawab dengan sangat yakin
" Baik, nak kita selesaikan permain mereka yang mulai " batin maha Patih dengan nada senang
' tapi dia kemana sih sampai sekarang belum datang ' inner ku mencari keberadaan Noah
Aku memperhatikan orang orang yg datang memcari dia.
" Bersiaplah. Frenessa wartawan akan memburu kita. Hati hati dgn jawabammu " peringatan ayahku dengan baik
Pintu ballroom terbuka dan pengawal menyerukan nama odelia dan ayahnya. Setelah itu giliran ku.
" Aku sudah biasa menghadapi wartawan. Tapi baru kali ini punya skandal " ucapku dengan mengingat ngingat
' tuhan bantu aku ' bantu aku meminta bantuan
" Aku Merasakan seseorang mengambil tanganku & meletakan di lengannya
' akhirnya kamu datang juga " ucapku akhirnya orang yang kurang datang juga
" Maaf maaf pekerjaanku baru selesai " ucap Noah dengan minta maaf
" Topeng itu terlihat bagus di kamu dik. " Ucapku dengan memuji nya
__ADS_1
" Duh kakak jangab godain aku di saat seperti ini dong " ucap Noah dgn aga menasehati aku.
Baru saja kami selesai bicara pengawal sudah mengumumkan namaku dan Noah.
Kutegak kan badanku supaya lebih percaya diri aku berusaha mengabaikan reaksi orang orang
* Dia masih berani menginjakan kaki di istana. Kupikir dia sudah di penjara
* Coba lihat! bukanya pria itu ada di photo juga.
Disisi lain para wartawan mencatat kedatangan kami
' woh rasanya aku dihakimi " inner ku mulai kesal dan aku pun hanya biasa saja
Tenang saja kak trsenyumlah..." Ucap Noah dengan menyemagati ku.
Rombongan wartawan langsung mengelilingi kami. Seseorang hampir membenturku dengan kamera nya.
" Aku sudah berlatih buat ini ' inner ku dengan sangat yakin
" Nona Frenessa pertanyaan singkat. Apa benar Anda berselingkuh dan mengkhianati yang mulia pangeran " tanya Wartawan itu dengan aga Hardi ku
" Saya lahir dan tumbuh dewasa dgn semua cinta dari rakyat kerajaan Pertiwi. Meski ke salah pahaman terjadi tapi aku membukti kan cinta saya pada Pertiwi
Saya berterima kasih kepada orang-orang yang mempercayai saya. Untuk sementara itu saja yang bisa saya sampaikan
" ucap ku dengan nada lembut Dan jelas
Para wartawan sibuk mencatat Noah mengiringiku meninggalkan mereka.
" Bagaimana menurutmu " ucap ku pada Noah .
" Jangan terlalu di pikirkan kak pertarungan sesungguhnya baru akan di mulai " ucap Noah dengan mempersiapkan diriku.
Seisi ruangan masih memperhatikan kami
Wartawan bukankah nona Frenessa cantik malam ini untuk bajunya luar biasa! Aku harus menulis artikel soal penampilannya " ucap wartawan dengan nada terkesan
' pengorbanan engga sia dia * ucap ku dengan nada senang dengan apa yg sudah ku korbankan cukup memuaskan hasilnya
Aku tersenyum puas apa yang di katakan oleh wartawan itu. Begitu kami lepas dari kerumunan mereka. Aku bisa melihat para wanita ningrat memperhatikan pakaian ku iri
* Nona ovalinya kebayanya indah sekali apa anda bisa memberitau siapa yg mendesainnya " ucap ningrat itu dengan kagum melihat pakaianku
" Tentu saja nyonya bagaimana kalau kita mengobrol setelah saya menyapa paduka raja dan ratu? " Ucapku menawarkan berbicara ria
Noah membantu menemui raja dan ratu aku bergagabung dengan kamu
" Terang abadi bagi matahari dan rembulan pertiwi. Paduka raja dan paduka ratu " salam mahapati pada paduka raja dan ratu
Terang abadi bagi titisan dewa, pangeran Claude dan Pangeran Lee
" salam Mahapati pada pangeran Lee dan Claude
" Mahapatih. Untuk pertama kalian
Kau tidak menghadiri pesta sendirian " Ucap paduka raja dgan Tenang
" Senang bertemu kalian " Ucap Raja kali ini padaku dan Noah
Aku membungkuk hormat pada paduka raja dan ratu
" Terang abadi bagi matahari dan rembulan pertiwi. Paduka raja dan paduka ratu " salamku pada paduka raja dan ratu
Terang abadi bagi titisan dewa, pangeran Claude dan Pangeran Lee
" salam Ku pada pangeran Lee dan Claude
' mungkin ini saat nya aku memberikan hadiah yang ku bawa ' pikirku sebelum memberikan hadia pada paduka ratu
Aku menyerahkan Lilin Buatanku pada raja dan ratu. Penasaran mereka menciumnya
" Benda apa ini Aku belum pernah melihatnya " Ucap ratu dengan nada bingung
Stelah itu ratu menghirupnya dan
" Wanginya begitu menyenangkan "puji ratu pada lilin Buatanku
" Ini adalah lilin yang dibuat wewangian paduka ratu. Saya membuatnya dengan bunga kesukaan paduka " Ucap ku dgn menjelaskan
" Lilin wewangian! Aku belum pernah melihatnya. Apa ini dari kerajaan sebrang " Heran paduka ratu padaku bagaimana aku bisa mengetahui bunga itu
" saya yang membuatnya paduka ratu Ucapku menjelaskan lagi
" Luar biasa kau bahkan tau bunga kesukaan ku " Ucap padaku ratu dengan nada terkesan
" Ini berkat bantuan pangeran Lee paduka " Ucapku menjelaskan bagaimana aku bisa tau
Aku melirik Lee dan bergumangkan kata terima kasih dia tersenyum
" Bagus sekalinya, harusnya kau menjualnya, nona Frenessa. Bukan begitu paduka raja " ucap Ratu pada ku dan meminta pendapat pada paduka raja.
" Ratu benar. maha patih mungkin mungkin putrimu bisa berkerja sama dgn kerajaan. Anda terlalu memuji putri saya paduka raja. Ucap paduka raja dgn terkesan
" Anda terlalu memuji putri saya paduka Raja, " Ucap Mahapatih berusaha merendah
Usai bicara dgn keluarga kerajaan. Aku dan Noah berbaur dengan para tamu.
Odelia dan beberapa ningrat menghampiri kami
" Nona Frenessa siapa pria yg datang bersama anda ini?. Seperti nya dia istimewa sekali untuk anda sampai2x kalian masuk bersama " ucap odelia bertanya sekaligus menyindiri
" Kita belum bertemu tuan... ? " Ucap odelia bingung memanggil Noah
' dia pasti menyingung hal itu mulutnya mungkin sudah gatal dari tadi ' ucap ku dengan nada Sebal
" Hah, pantas saja " ucap ningrat yang satunya lagi
" Wah kalian mesra sekali " ucap ningrat itu dgn menyindiri tegas kami
" Hah maaf Nona Frenessa. Saya tak bermaksud menyinggung masalah ini " sesak odelia dengan dibuat buat
' benar benar terkejut heh ' inner ku mulai sebal dengan akting ini
" Tidak apa apa nona, saya tak merasa tersinggung * ucapku dgn ini
Aku melihat para wartawan ke pasti kan mereka memperhatikanku kami.
' ini saat ku ' pikirku dengan mantap
" Noah silahkan perkenalkan dirimu " ucap ku pada Noah untuk memperkenalkan dirinya
Noah membungkuk bada dan membuka topengnya
" Perkenalan tuan dan nyonya. Saya Noah Yudistira keponakan dari Mahapati " ucap Noah dengan memperkenalkan diri.
Begitu melihat Noah tanpa topeng. Sontak semua orang menatapnya dengan segan
' aku tidak perlu banyak bicara karena tanda di Wajah Noah sudah menandakan nya
' ternyata di dunia ini. Tanda itu suci
Dan membuktikan orang itu akan menjadi empu. ' batinku dengan senang
" Tuan ini... calon empu? Ucap odelia kaget setelah melihat Noah membuka topengnya
' benar sekali odelia bagaimana kau nggak nyangka kan " batinku dgn puas atas hasil reaksi odelia
" saya minta maaf atas Keributan. Kami timbulkan. Saya tau. Saya belum berpengalaman ini mengikuti seleksi. Saya merasa harus membantunya " Ucapan Noah dengan nada sopan dan membenarkan ucapan odelia
" Saya tidak tega membiarkan ya berkerja keras sendirian demi menampilkan dansa terbaik malam ini. " Lanjut Noah menjelaskan antara hubungan aku sebenarnya
Untung ada Noah saya khawatri sekali akan mempermalukan para pangeran malam ini " Ucapku dengan nada Aga jelas
Sengaja ku kerjakan suara ku aku memasang ekspresi khawatir
" saya tau apa fakta bahwa sepupu saya calon empu terlewat segaja di tutupi. Pemberitahuan ini lalu petisi untuk mengkualifikasi saya. Aneh sekali semua ini muncul saat seleksi baru dimulai? Kira kira.. ucapku dengan nada jelas memberitau mereka
" Sejujurnya beberapa hari ini saya sangat kesulitan. Ayah pun khawatir. Bagaimana nona odelia bukanya ini aneh? Lanjutkan mulai sedu dan menatap odelia
" tentu saja semua ini benar benar aneh " Ucap odelia dengan nada aga cemas yg di buat
" Yang lebih aneh photo ini diambil dari kediaman kami. Bukankah itu artinya orang itu profesional bukan dia berhasil menembus penjaga di rumah kami. Bagaimana jika dia tidak hanya mengincar saya? Ucap ku dengan nada cemas dan sedu.
Bisik bisik khawatir memenuhi ruangan .perhatian seisi ruangan beralih ke keamanan kediaman masing masing.
" Anda juga harus berhati-hati nona odelia" Ucapku ku kembali sekaligus mengingatkan odelia
" terima kasih, telah memperingat kan saya nona frenessa " Ucap odelia dengan aga masam ramah
' setidaknya sekarang aku berhasil merendam gosip ' ucap ku dengan nada tenang
Kulihat raut ayah mengangguk angguk bangga. Disisi lain kedua pangeran terus puas melihatku.
Sekretaris kerajaan mengangkat gelas nya sebagai tanda pujian
' satu Masalah selesai untuk malam ini " batinku merasa senang
Part 3
Hadirin sekalian sepatah dua patah kata dari paduka raja
Paduka raja memberikan wejangan pada kami. Khususnya kedua calon ratu yang baru di tetapkan
" Angkat gelas kalian untuk kedua calon ratu! Demi masa depan Pertiwi! " Ucap raja dengan senang.
Seisi ruangan kemudian bergerak ke pinggir membentuk lingkaran besar
Aku dan odelia menantikan para pangeran menjemput kami ke tengah lantai dansa
" Jangan khawatir kak ingat pelajaran yang ku berikan " ingat Noah buat memenangkan ku.
' Fyuh sejauh ini semua berjalan lancar
Disisi ruangan yang lain..odelia tersenyum padaku.aku menunggu siapa yang akan berdansa dengan ku
* Lihat bagaimana ini bisa terjadi
* Ini sangat memalukan
' kenapa keduanya mengajakku berdansa.?! " Kaget ku melihat mereka berlutut di hadapanku mengajakku berdansa.
Kedua pangeran membungkuk di depanku dgn tangan terulur
Seyuman odelia berubah masam
Aku meletakan tanganku di atas Lee
" aku menerima kesempatan kita berdansa, Nona Frenessa " Ucap Lee dengan nada senang ketika aku mengajaknya bercanda
Claude mundur dengan lapang dada lalu menjemput odelia. Sementara aku dan Lee langsung menuju lantai dansa.
Para pemain music memainkan nada-nada waltz yang lembut. Saat Lee meletakan satu tangan di pinggang ku
" Aku harus memperingatkamu, aku masih kaku. " Ucap ku dengan nada memberitahu dia
" Bergantunglah Ucap Lee dengan percaya diri
__ADS_1
Lee tidak tampil peduli aku mengunakan waktu ku. Untuk menyemangati Lee malam ini.
" Kau.. terlihat berbeda malam ini. Kau lebih rapi " Ucapku dengan Tenang memandang penampilan Lee kali ini
" Apa kamu pikir aku seprti perampok, aku engga selalu memakai baju militer ku. Ko, " Ucap Lee dengan memberi tau ku dengan aga tegas
' ngomong ngomong soal baju. Aku harus hati-hati supaya nggak kese rimpit ' inner ku dengan takut salah langkah
" Terima kasih sudah mengantarku mencari bunga kemarin " Ucap ku dengan berterima kasih karena mereka membantu ku
" Cuma begitu saja, bukan soal besar. kebetulan saja aku sedang lewat " ucap Lee dengan nada biasa saja
" Tapi aku terbantu sekali. Kapan-kapan, aku buatkan lilin wewangian untuk mu yah. Kamu itu orang yang baik " Ucap ku dengan nada senang dan lembut atas sikap nya dan kebaikannya
" Apaan sih? kenapa tiba-tiba kau begitu? " ucap Lee dengan aga terhenya dan muka merona tipis
" Hehehe... dasar pemalu aku bilang begitu karena kamu baik. Orang orang saja yang engga tau makanya mereka salah paham " Ucapku dengan aga mengejek dan lalu memujinya
" Hey, terima kasih. " Ucap Lee dengan menahan rona merah nya
Stelah Kalimat itu, kami berdansa dalam diam
Lee tidak mau melihatku & berpura pura fokus pada gerakan besar
Disisi lain. Claude berdansa dgn odelia. Namun, aku mendapatkan nya beberapa kali mencuri pandang an ke arahku
" Hei, cara mu membungkam para ningrat tadi oke juga, mereka sampai melupakan masalah mu " Ucap Lee dengan nada pelan memuji ku
" kalau dipikir-pikir, malah lucu mereka bisa percayai artikel murahan Seperti itu." ucap ku dengan nada Biasa saja dan terdengar lucu
" yah, meski Ningrat-ningrat, kamu engga bisa berharap banyak pada mereka. Terutama kalau soal otak mereka " Ucap Lee dengan nada aga mengejek para ningrat dgn bisikan
" Astaga. bagaimana kalau ada orang yang mendengar mu tadi " Ucap ku dengan menyarankan Lee tentu saja dengan senyum
Lee tiba-tiba mengamati wajahku perhatikan nya membuat salah tingkah
" Kenapa ngelihatin nys begitu? " ucap ku aga Gugup lee melihat ku dengan seksama
" Ini aneh, aku sudah lama mengenal mu, tapi kenapa baru, malam ini aku sadar " Ucap Lee dengan aga bingung dgn menatap penampilan ku
" Kamu ini lumayan cantik " Lanjut Lee dengan aga Menyembuyikn Rona merah tipis di pipinya
' lumayan? Dia memuji aku atau menghinaku ? " Sebal ku dan bingung
" Kasihan sekali, kamu baru menyadari ada berlian di depan mu " Ucap ku dengan nada percaya diri dan senang
Lee mempererat genggaman dia menarikku sedikit lebih dekat.
" Hati-hati frenessa, aku ini pria egois. kalau saja kecantikan ini bisa kusimpan hanya untukku " Ucap Lee dengan nada seperti pernyataan dan aga kesal
" Ah-hm-te-terima kasih. " Ucap ku dengan gugup dan Rona merah setelah Lee mengatakan itu
Lee melepaskan pelukannya aku berputar menjauhinya. Namun aku tersandung ekor kebaya dan kehilangan keseimbangan Lee dgn sigap menarikku
" kau baik baik saja " Ucap Lee dengan menatapku lembut dan sambil menggenggam tangan ku dan tangan kirinya menggenggam pinggangku agar aku tak jatuh.
Aku cuma bisa mengangguk. Saat ini. Lidahku rasanya Kelu. Tangan Lee menahan punggung ku lalu mengayunkanku. Kejadian ini Sprti bagian dari dansa
Seruan kagum para tamu hampir kalah oleh debar jantungku.
" Terima kasih berkat mu aku engga jadi bahan ejekan " Ucap ku dengan nada Tenang dan lembut berusaha untuk menutupi kegugupan ku
Dari jarak sedekat ini aku bisa mencium wangi parfum nya yg maskulin. Rambut hitam memantulkan cahaya dari chandlier
Aku tidak bisa mengalihkan tatapan ku.lee membantu ku berdiri ball room dipenuhi tepuk tangan semua orang
" kadang kadang kamu bisa sangat ceroboh yah " Ucap Lee dengan nada Aga mengejek ku
Aku hanya bisa diam dan memaling kan muka saja dan
" Permisi. Kurasa sekarang giliran ku berdansa dengan 'Frenessa' " ucap Claude yang tiba tiba datang dan menanyakan Dengan menekan namaku
' kukira kami saling memangil nama hanya ketika sedang berdua? Kenapa tiba tiba...? Batinku aga bingung dan baru sadar ternyata aku masih ada di istana
Aku dan Lee saling membungkuk hormat. Lalu kami bertukar pasangan
Aku meletakan tanganku di bahu Claude
" Kelihatanya sepupu mu itu guru yang hebat. Dansa mu dan Lee hebat sekali tadi. " Ucap Claude dengan tenang memuji ku
' dia segaja tau aja tadi itu nggak di segaja ' inner ku aga sebal
" Sepertinya aku masih belum pantas buat menerima Pujian " Ucap ku dengan nada Lembut
" bagaimana keadaanmu? Apa kamu cukup istirahat akhir-akhir ini? " Ucap Claude dengan aga khawatri menatap ku
" Untungnya aku bisa mengulur waktu sampai pelakunya ketemu nanti " Ucap ku dengan nada tenang
" Syukurlah, aku sempat khawatir. " ucap Claude dengan nada yang lega dan
" Siapapun yang menyebarkan berita itu pengecut " lanjut Claude sebal ketika menyebut tentang hak itu
" Aku setuju, semoga dia segera tertangkap " Ucap Ku dengan menyetujui pendapatnya
" yang luar biasa itu kamu, frenessa " ucap Claude dengan nada memuji ku dan senang
Jari Claude mengangkat baguku dia tersenyum
" Aku sangat menantikan pertunjukan mu selanjutnya " Ucap Claude dengan nada lembut dan senyum nya
Part 4
Setelah beranda aku merasa peluh menyegarkan diriku. Dan mengambil napas.
Aku menyingkir untuk mengambil cemilan
" Silahkan Nona cemilan mamah yg anda inginkan " Ucap pelayan itu padaku menawan kan cemilan
' semuanya bawang. Ya udah lah gimana lagi orang orang sini tergila gila dengan bawang ' inner ku masih pusing dengan Bawang ini
Aku memilih Sandwich bawang merah. Ragu-ragu aku mengigit nya setelah menyisihkan bawang bawang untuk kepingiran piring
' seadanya mereka bisa mencincang nya dulu ' innerku aku jiji
" Enak sekali! Apa namanya makanan ini! " ucapku dengan nada senang
" Ucap pelayan itu dengan nada senang dan
" Ini hidangan baru yang di ciptakan Koki baru khusus untuk pesta malam ini nona " lanjut pelayan itu menjelas nya dengan sopan
Aku mengambil satu gigitan lagi. Kali ini tanpa menyingkirkan bawang-bawang nya
" Ternyata rasanya semakin enak dengan ditambahkan bawang. Koki istana pasti sudah berkerja keras. Tolong sampaikan rasa terimakasih ku. " ucapku dengan nada lembut dan memintanya menyampaikan terima kasihku
" Saya akan memastikan koki koki istana mengetahui pujian anda. Nona " Ucap Pelayan itu dgn senang
Sedang asik menikmati cemilan odelia mendekati ku
" Aku ikut prihatin atas masalah kemarin " Ucap odelia dengan nada sedu
" Jangan bercanda. Akan ku tujukan padamu kekuatan keluarga Yudistira " Ucap ku dengan menyuruh nya untuk tak berpura pura
' untung saja posisi kami sangat jauh dari para tamu aku bisa menghentikan aktingnya yg menyebalkan ' syukurku saat ini aku jauh dari kamera
" Baiklah, aku akan terang terangan meski entah siapa yang penyebabnya. Tapi aku semangat karena skandal ini bisa jadi peringatan bagimu. Jangan terlalu sombong ini baru awalnya " Ucap odelia dengan nada sombong
" Kenapa kau harus merasa terintimidasi oleh ku ? " Tanya ku dengan sindir
" Terintimidasi? Aku " Ucap odelia menahan emosi
Kring kring
Aku tidak memperhatikan kata odelia selanjutnya karena sosok empu agung menyita perhatian ku
KUCING!! Kali ini dia engga boleh lolos ' Inner ku melihat sosok pria itu lagi
" Hei nona Frenessa " Ucap Odelia dengan bingung menatap ku lari
Aku buru buru berlari mengejar empu agung
" Tunggu " Ucapku dengan berteriak
Empu agung cuma menatapku lurus. Tidak ada kata apapun
" Kamu berhutang banyak penjelasan. Penipu kamu bilang sekarang mana noahnya " Ucap ku dengan nada amarah
" Bukanya anda sudah bertemu tuan Noah ? " tanya empu agung padaku
" Bukan Noah yang itu. Jangan pura pura lagi. Adikku dia gak punya orang lain lagi selain aku. Apa dia baik baik aja Selma ini dia selalu bergantung padamu " Sebal ku dan dengan nada sedih
Empu agung tersenyum kecil .
" Tenanglah, tidak udah khawatir adikmu baik baik saja. Sejak kepergian mu orang tua kalian mulai sadar & memperhatikan nya " Ucap Empu agung padaku dengan menenangkan
" Benarkah? Papa dan mama? " ucapku dengan nada kaget
Membayangkan orang tuaku sontak membuat air mataku turun. Tapi aku bisa merasakan kehangatan memenuhi hatiku
" Syukurlah.... Setidaknya Noah tumbuh dewasa dgn kasih sayang mereka " syukurku ku dengan nada senang
Empu agung menepuk bahuku ku lembut
" Nona. Aku harap kamu tidak lagi terkait pada kenangan kehidupan lama. Kamu kini mengambil takdirmu baru " Ucap Empu agung dengan berharap untuk aku menjalani Takdir Baru ku
" Jika kamu berhasil mempersatukn panji merah dan Panji putih. Kamu akan menerima berkat sang hyang " ucap empu agung dengan nasehat
" Dan mungkin... Akhirnya ... Aku bisa bahagia di kehidupan ini ? " ucap ku dengan nada mulai stabil
" Kamu sendiri yg menentukan " Ucap empu agung dengan menasehatiku
Empu melepaskan selendang ke bahu sampai bertemu lagi
" Tunggu dulu! " Ucap ku dengan nada menahan ya untuk tak prgi
Meski perkenalan kita engga di awali dengan baik. Tapi
" Terima kasih sudah menyelamatkan Ku ' Ucapku dengan ada syukur
Empu cuma tersenyum dan lalu pergi. Aku menghapus air mataku dan bersiap kembali ke ballroom
' apa kata mereka kalau aku kembali dgn mata sembap? ' innerku dengan menghapus air mataku
Namun. Tiba tiba seorang pengawal datang dengan tergesa gesa di ke hadapanku.
" Nona anda harus segara pulang! " Ucap pengawal dengan nada pelan padaku " Ucap pengawal itu dgn nada tergesa-gesa
Pengawal yg menghampiri ku terlihat cemas
" Ada apa?. Ucapku dengan sedu
Ku pikir makam ini sudah cukup Batinku dengan sedu & frustasi
" Orang yg memotret anda dan tuan Noah sudah tertangkap anda harus pulang sekarang " ucap pengawal itu mengabari ku
' Sudah di tangkap inner! ku dengan nada kaget saat ini ' innerku dengan kaget
To be continued
__ADS_1