Red White Cinderella 1

Red White Cinderella 1
RED WHITE CINDERELLA 1 PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Cherpen 2


Part 1


" hai lama tak jumpa. " Ucap pria itu dengan nada tenang


" Hah-eh-kok " ucapku dengan aga bengong dan gugup.


" ... ? Kenapa bengong " ucap pria itu dengan heran. Aku bening


" Kamu " Ucapku dengan aga bingung dan sedu.


Reflek aku menjauhi pria itu dan


" Tuan Noah apa kabar " ucap Mbok Rara dengan nada senang dan santun


" Baik, Mbok Rara, kelihatanya mbok sehat-sehat selama aku pergi " ucap orang itu dengan nada ternyata Noah.


Lagi lagi aku terjebak di situasi yang janggal .


' kucing kurang ajar. Harusnya dia menjelaskan tentang hal ini " kesal ku dengan Bte di pikiranku.


" Noah " ucapku dengan memastikan


" Yah " ucap Noah padaku dengan santai


Aku menatap mbok Rara memastikn dia tidak salam manggil


Pria itu.


" Ada apa nona anda merasa tidak sehat ' ucap Mbok Rara dengan khawatir menatap rayuku.


" Kamu ini kaya engga kenal aku saja. Aku kan gak prgi selama itu sampai kamu lupakan sama aku. " Ucap Noah dengan aga marah dan


Menatapku.


Aku mengamati lekat lekat


matanya memang mirip Bahkan tanda lahir, aroma dan senyum nya persis.


" memang mirip, tapi lebih dewasa " Bingung ucapku dengan menatap pria itu yakin Noah tapi ada yang beda.


Lalu aku pun mengingat sesuatu.


Kring kring


Kamu harus menyatukan Panji merah penuh amarah.. Panji putih yang tengah ke butakan Kamu akan bertemu dengan adikmu.


Kring kring


' Jadi aku harus menyelesaikan misi ini supaya bisa bertemu adikku ' pikirku dengan memikirkan flash back tadi.


Aku mengamati lagi kali ini lebih seksama


' Sepuluh tahun lagi, Noahku pasti jadi seperti ini ' Gumang ku dgn membayangkan Noahku di masa ku.


Pria itu melambaikan mukanya ke mukaku


" Kamu benar benar tak mengenal sepupumu ? " Tanya Noah dgn bingung.


" Sepupu? sejak kapan kakak. jadi sepupu? " Ucapku bingung


" Sejak kapan aku harus memanggilmu Kaka " ucap Noah dengan aga sebal dan aneh.


Aku menyentuh pipinya tapi langsung di tepis


" Ii apaan sih " ucap Noah dgn muka aga merona dan malu


' oleh ini benar Noah ' batinku mengingat tingkah Noah yang sama dengan dimasaku


" Tuan Noah, nona Frenessa memang jadi aneh setelah ritual. "


Ucap Mbok Rara menjelaskan apa yg terjadi sebelumnya


Aku mengelilingi Noah mengamati dari atas sampai bawah


' adik kecilku memang sudah dewasa ' pikirku dengan senang akan hal ini


" Ok, mulai detik ini. Aku kakakmu. Jadi panggil aku Kakak. " Ucapku dengan nada senang


'" apa apa kamu " ucap Noah dgn heran tentang hal ini.


" kakak " ucapku dengan tegas dan senyum


" tapi kau " ucap Noah dengan aga enggan


" Kakak " ucapku kembali mengulangi kata kataku yang tadi.


" Umur kita cuma beda setahun " ucap Noah dengan aga malu


" Iya iya " ucapku dengan senyum dan mendekat lalu


Aku menepuk lembut puncak kepalanya, Noah menurut


" Coba panggil " ucapku dengan nada Tenang dan lembut.


" Ka..kak? " Ucap Noah dengan nada Gugup dan Rona merah


" anak baik. Kamu memang selalu baik * ucapku dengan senang akhirnya Noah menurut memanggil namaku.


" aneh ini aneh. Lupakan lupakan. Aku senang kamu baik baik saja. Aku kira kami benar benar hilang ingatan tadi " ucap Noah dengan nada Malu menanyakan keadaanku


Aku berpura pura mentertawakan Ucapanya sambil tersenyum.


" Bercanda. Tentu saja aku kangen padamu. " ucapku dengan nada ada senang


Sesuatu mengetuk pintu untuknya mengalihkan kecurigaan mereka padaku.


' fyuh untung saja ' batin ku merasa lega dgn ada yang mengetok pintu


" Nona Frenessa, Tuan Noah, Tuan besar sedang menunggu di ruang makan. Makan malam sudah siap " ucap pelayan ini dengan memberi tau situasinya


Dengan cepat kurangkul lengannya dan kutarik. Dia keluar kamar


" Ayo kita makan! Kakak mau dengar cerita-cerita soal pengalam an mu " ucapku dengan nada lembut.


Entah aku salah liat atau engga Noah seperti menahan malu namun tersenyum


Part 2


Sesampainya di ruang makan Mahapatih sudah menempati kursi di ujung meja makan sambil membaca koran


Begitu kami datang ia melipat koran yang tadi ia lihat


' untuk sementara aku harus pura pura-pura jadi Putri Mahapatih. Aku perlu mengumpulkan informasi ' pikirku dengan situasi dan keadaan di sini


" Lama tidak jumpah paman. " Ucap Noah pada Mahapatih dengan sopan


" Bagaimana pendidikan calon empu di kuli " ucap Mahapatih dgn serius dan tenang


" Sebentar lagi pendidikan ku selesai, paman. Mereka bilang tahun depan aku boleh memimpin ritual sederhana " jelas Noah tentang dirinya dan aku mengerti bahwa dia seorang empu.


Mahapatih mengalihkan perhatian nya padaku. Ia tersenyum puas


" sekarang penampilan mu baru seperti putri ningrat " Ucap mahapati dengan tatapan bangga


' padahal aku bukan putrinya, ' batin ku merasakan sesak karena di bangga olehnya


Makan malam.di sajikan. Selagi makan bercakap cakap soal situasi kerajaan. Aku fokus pada makannya


' sudah kuduga kualitas makan. ningrat memang beda " ucapku dgn menatap makanan yang ku makan


" Seprtinya hati paham tampaknya sedang bagus. Apa krna pangeran Claude menolong frenessa tadi. " Ucap Noah dg menatap Mahapatih dengan selidik


" Ya, ya seperti itu. Setelah itu. Bantu frenessa selama seleksi ratu


Kudengar belakangan putri keluarga Chandana seri berpergian ke " ucapan Mahapatih terpotong ketika aku


" Sebentar! Seleksi ratu? Maksud nya " Ucapku dengan tatapan heran dan bingung


Mahapati dan Noah tersentak menoleh ke padaku


" Apa lagi? Tentu saja soal pernikahan dengan salah satu pangeran. " Ucap Noah dengan santai menjelaskan


" pernikahan " ucapku dengan sangat terkaget


" Kamu lupa? Besok kan seleksi sudah di mulai. Sudah Tradisi kerajaan memilih ratu dan putri keluarga ningrat " ucap Noah dgn menjelaskan kembali


" Tidak bisa, aku Menolak. Aku belum siap menikah " ucapku dgn nada aga sedu dan membantah.


Mahapati mengelap mulutnya dengan serbet sebelum bicara


" Ini bukan negosiasi. Masalah seleksi sudah lama di putuskan. " Ucap Mahapatih dengan nada tegas dan


" Keikutsertaan ini sudah perintah, raja. Jika kita menolak. Artinya kita mati. " Ucap Mahapatih dgn nada sedu dan diam


Aku hanya bisa dengar perintah dari nada bicaranya. Noah menepuk pundak ku perlahan. Tapi saat ini aku sama sekali tidak butuh di tenangkan


' aku sudah di suruh berakting. Sekarang disuruh menikah ' gumang ku mulai kesal dan sedu.


" lagi dulu kamu senang-senang saja dengan ide ini. Kenapa tiba-tiba berubah pikiran " ucap Noah dengan heran


' masa Iyah aku harus pasrah begitu saja " inner Dengan nada he an Bingung


Aku bangun dri kursi & membungkuk hormat pada mahapati


" Mohon maaf ayah. Aku merasa tidak cukup layak menjadi calon ratu. " Ucapku dengan nada Harap


" Masih banyak gadis ningrat lain yang lebih cantik dan bertalenta dariku. Dengan sangat menyesal aku tetap menolak ikut seleksi " ucapku dengan nada Sedu dan Penuh minta maaf


Tatapan tajam mahapati seperti mau menembus jantungku. Sekali lagi. Aku ciut di depan ' ayah bruku ' itu.


" aku paham dengan situasi mu " ucap Mahapatih dgn aga tegas dan


Mahapatih meminta semua pelayan pergi. Setelah pintu ditutup. Dia kembali bicara.


" Frenessa, dengarkan ayah, keluarga kita sudah puluhan generasi mengabdikan pada kerajaan. " Ucap Mahapatih mulai serius dengan menatapku.


" Lalu apa hubungan itu dengan penikahanku " ucap Ku dengan nada heran dan pertanyaan


" Nak, para pria di keluarga kita berkerja di pemerintahan. Bersumpah jadi kesatria. Sebentar lagi sepupumu juga jadi empu. " Jelas Mahapatih dengan nada aga mulai pelan


' hmm. Makanya mereka bisa tinggal di rumah mewah seperti ini " pikirku dengan keadaan yang ku tempati sekarang. Aku paham.


" Berkat jasa leluhur kita saat menjalankan kerajaan. Dan bakti para keturunan. Posisi keluarga kita bisa sekuat sekarang. Tapi posisi ini tidak abadi .. " ucap Mahapatih dgn jelas dan akhirnya menjadi sedu


" Maksudnya " ucapku heran aku pun Teheran dgn kesedu an sang maha kasih


Mahapatih tnp mempertimbangkan sesuatu sebelum kembali berbicara


" Frenessa, sebelumnya kami tidak mau membuatmu khawatir. Sebentar lagi mungkin situasi politik kerajaan akan berubah. Dan faksi pangeran akan mulai saling serang " jelas ayah dengan aga mulai khawatir


' maksudnya mereka mau menjual ku demi kekuasaan?. Kalau di dunia ku sudah ku laporkan ke polisi " heran ku sembah keadaan dunia ini


" Kmu sudah sebenar soal keluarga Chandana? " tanya Mahapatih pada ku dan dgn tenang.


" Putri mereka akan melawan mu nanti. Dia populer sekali di pergaulan kelas atas. Banyak nya ningrat memujanya. Apa mungkin kamu khawatir gara-gara dia? " Ucap Noah mulai bertanya dgn engga enak


" Tidak, tentu saja tidak aku betul betul... " Ucapku dengan nada aga Sedu.


" nak keluarga mereka tidak akan melepaskan kita. Begitu anaknya menjadi ratu. Kepala keluarga mereka terlalu berambisi untuk balas dendam.. mereka pasti akan menghabisi kita " jelas Mahapatih dgn nada sedu dan Pelan


Seorang pengawal masuk dan berbisik ke Mahapatih. Aku mengidik ngeri melihat tombak yg di bawa.


Meski masih keberatan dengan pernikahan ini. Tapi aku tidak berani lagi berpendapat


' ' salah salah aku bisa di jebloskan ke penjara. Tapi aku juga engga bisa seperti ini ' batin ku mulai ketakutan ketika mendengar penjelasan ini dan menyakinkan diriku.


Aku bangkit dari kursi. Aku membungkuk pada Mahapatih


" Aku akan kembali ke kamar, ayah permisi " ucapku dengan nada tenang dan menatap ke Mahapatih


Noah bangkit mau menyusuiku. Tapi aku memberinya tanda supaya tetap tinggal


" Ah biar aku temani " ucap Noah dengan mengusulkan untuk menemaniku.


" Aku perlu waktu sendiri " ucapku dengan lembut dan penuh Hati hati dan pergi


Part 3


Begitu keluar ruang makan aku cepat cepat menyelinap mencari pintu keluar.


' daripada menikah lebih baik aku pergi urusan nanti gimana nanti. Aku bertahan hidup ' ucapku memikirkan untuk kabur dan


Dan pelayan sedang bercakap cakap. Aku sengaja mengambil arah lain.


" Nona Frenessa, " ucap pelayan itu memanggilku dari jauh


" gawat..! " gerutu ku kesal gagal kabur kali ini.


Seorang pelayan menghampiri dan memberikanku sesuatu.


" ini jubah pangeran Lee sudah kami cuci " ucap melayani itu sambil menyodorkan jubh tersebut itu.


" Eh... Iyah .. terima kasih." Ucapku dgn senang dan mengambil jubah itu


' Kupikir aku susah ketahuan.. " ucapku dgn pelan kirain aku benar sudah kena


Aku kemudian segara prgi meninggalkan mereka sembari membawa jubah milik Lee. Ku percepat langkah ku menyusuri koridor


' kenapa rumah ini besar sekali. Sebaiknya lebih baik aku sembunyi dulu.


' kalau engga salah tadi sore aku melihat taman waktu di bawa ke kamar


Sampai ujung koridor aku mendengar namaku di panggil dari suara aku yakin salah satunya adalah mbok Rara.


' atau . Ini ruangan apa yah? Ah yang penting cepat sajalah! " Pikirku mulai sempit dan aku pun


Aku cepat masuk ruang itu


" Untung saja " ucapku dengan mengekang napas dan tenang saja

__ADS_1


Pintunya perlahan kututup menyelinap di rumah ini ternyata cukup menghabiskan nafas padahal baru koridornya


" Lagian kenapa jubah ini berat sekali sih " ucapku dengan nada Sebal membawa jubah ini


" Nanti kalo kamu jadi ratu bakal pakai jubah berat itu " ucap seseorang dengan tenang dan ketika aku berbalik


" L-lee ?! " Ucapku dengan terkaget dan


Tenyata Lee sudah duduk di salah satu Kursi dengan menikmati minuman secangkir teh.


Lee meletakan tehnya lalu meng hampiriku


' ... ' pikir Lee dengan hanya diam


' aduh... gimana Caranya menyapannya seorang pangeran


Abdi... Apa tadi? Pikirku bingung untuk menyapa pangeran Lee.


" Te-tenang abadi bagi- " ucapku berhenti menyapa ketika menyadari kesalahan


" tenang abdi. Jangan membunuhku sembarangan " ucap Lee dengan emosi sambil menekan kata Tenang abdi.


" Kamu masih saja kesulitan mengucap selamat salam itu. " Ucap Lee dengan nada aga Entang


Lee melihatku dengan tatapan mengejek. Satu sudut bibirnya naik


' salahkan... Aku pasti terlihat bodoh sekali ' pikirku mulai engga enak dgn kesalahanku ini


Krik krik


" Jubahku mau kau pegang sampai kapan? Katanya berat? " Ucap Lee dengan menawarkan jubahnya yg ada padaku.


Aku langsung memberikan jubah itu pada Lee. Ia lalu menerima jubah itu.


" Keadaan mu bagaimana? " Ucap Lee dengan bertanya keadaanku


" Oh. Aku sudah engga apa apa maaf merepotkan tadi " ucap ku dengan senyuman lembut


" Lain kali jangan ceroboh " Ucap Lee seperti menghawatirkan ku


" terima kasih " ucapku dengan nada Gugup dan Malu


Krik krik


' .... ' Lee diam saja


' Awkward. Ini terlalu Awkward ' Batin ku mulai engga suka dengan situasi ini


Kami masih diam dalam kehilangan untuk beberapa lama. Aku bingung bagaimana memulai percakapan. Aku tidak tau apapun tentang pangeran Lee.


" ada beberapa hal yang perlu ku bicarakan soal tadi siang. Kamu " ucapan Lee pun terpotong saat aku


" Tunggu, tunggu! Nanti lagi tanya tanya nya. Para pelayan mencari ku jadi... " tahanku sebelum Lee memulai pertanyaan


Aku mendengar suara pelayan memanggil nama Nama ku. Aku memberi tanda supaya Lee diam. Ke tempat telingaku ke pintu.


" Bukannya kamu terlalu tua untuk main petak umpet " ucap Lee dgn mengejek ku


Aku mengabaikan sindiran Lee karena terlalu panik. Suara para pelayan semakin mendekat


' aku engga boleh ketauan sekarang. ? ' pikirku sedang mencari akal


' .... ' Lee pun hanya diam saja. Tak bersuara


' apa aku minta bantuan saja Lee untuk mengalihkan perhatian. ' pikirku dengan mencari solusi.


" Bantu aku tolong lah " ucapku dgn mohon dan


Aku menarik ujung baju Lee. Lee tampak memikirkn permintaanku


" Aku tak mengerti apa yang terjadi " ucap lee dengan bingung akan hak ini.


Tanpa mengatakan apapun Lee keluar ruangan tamu. Aku tidak tau apa yang dia pikirkan soal aku. .


" Dia ngadu. Matilah aku " ucapku mulai ketakutan


" Harusnya tadi aku langsung kabur " ucapku dengan nada kesal


Tak lama, aku mendengar beberapa


Pelayan menyapa Lee. Aku juga mendengar mbok Rara


" Terang abadi bagi titisan dewa, sang bawang merah " salam mbok Rara pada pangeran Lee.


' aku sampai lupa soal bawang merah dan bawang putih ' batinku dgn nada lupa soal tugas itu.


' dia benaran bawang merah " batin ku dengang aga heran.


Di dongeng ketahui. Bawang merah di gambarkan judes dan jahat. Dia selalu menyiksa bawang putih yang pemaaf dan lembut.


" Yah, dua pangeran itu memang kelihatan engga akur " pikirku mengingat tingkat mereka


Aku pokus menguping situasi di luar


" Maaf kelancangan kami, yang mulia tapi apa yang mulia melihat nona Frenessa? " Tanya Mbok Rara dengan sopan menanyakan keadaan ku saat ini.


' please, diam saja. Atau usir aja ' harapku agar Lee tak mengadu dan melakukan sesuatu


" Sejak tadi saya sendiri diruang duduk. Jika kalian bertemu. Dengan nya beritau supaya menemuiku " ucap Lee dengan nada biasa saja


" Baik, yang mulia pangeran. Kami permisi " ucap Mbok Rara dgn undur diri. Dan


Stelah yakin keadaan aman aku keluar dari persembunyiannya ku. Lee bersandar di dinding koridor sambil melipat tangan


' .... ' Lee kembali terdiam menatap ku


" Terima kasih sudah membantuku lagi " ucap Ku dengan nada lembut


Lee malah menarik tangan ku dan menuju kearah ujung koridor


" Hey, aku mau dibawa kemana ? Lepas! Jangan laporkan aku! Aku engga mau kembali " Ucapku. Sambil aga takut dengan kejadian ini


Lee cuek saja. Pegang nya justru semakin kencang


" Aw! Sakit " ringisku menahan sakit di tanganku


Dia menghentikan langkahnya dan menoleh padaku.


" Tadi katanya mau sembunyi. Pelankan suara. Nanti ketahuan " ucap Lee dengan nada aga kesal


' Kenapa engga ngomong dari tadi


Memang kamu bakal mati kalau banyak bicara ? ' batinku dengan aga sebal karena dia diam.saja


Part 3


Beberapa saat kemudian Lee mengajakku menyusuri taman belakang kediaman Mahapatih


" lagi lagi terima kasih sudah membantuku " ucap ku dengan lembut


" Bukan apa apa, " ucap Lee dgn nada aga sedikit lega


" Kenapa kamu datang kesini sendirian ? " Tanya ku dengan heran biasanya dia dengan pengawal .


" Sudah lama kita nggak ke sini. Tidak banyak berubah sejak dari waktu pertama kita ketemu. " Ucap Lee sebuah mengingat ke masa lalu


Karena tidak tau itu atau tidak, aku cuma tersenyum


" Kenapa mereka mengejar mu " tanya Lee dengan nada Penasaran


" Oh!... Itu... Err Kalau aku bilang mau kabur apa kamu akn langsung melaporkan " Ucapku dengan enggan menjawab pertanyaan ku


Lee menatapku seperti tidak percaya


" Kamu serius " ucap Lee dengan nada aga terkejut


" bagaimana kalau ia " ucapku dgn menjawab aga sedikit susah.


" Kenapa kabur? " Ucap Lee dgn nada sedu


" Kalau ku ceritakan yang sebenar nya juga kamu engga akn mengerti


" Ucap ku dengan aga ragu untuk menjelaskan


" Nona kecil, seprtinya kau meremehkan ku " ucap Lee dengan nada serius dan nahan amarah


Stelah berpikir sebentar. Aku menceritakan kecelakaan di lift sampai pindah ke dunia ini pada Lee.


Selama cerita Lee sema sekali tak menyelaku. Setelah itu aku betul betul tidak peduli. Apa dia bisa memahaminya aku cuma inggin bercerita pada seseorang


" Jadi itu kenapa aku kabur " ucapku dengan nada aga senang


" Aku engga ngerti apa yang kau maksud. " Sedu Lee dengan nada engga paham


' sudah kuduga dia malah makin bingung " sedu ku dengan melihat reaksi Lee


" itu cuma mimpi kok. Kabur gara gara mimpi buruk " ucapku. Dgn nada asal saja


" Memang kamu ini anak kecil " ujar Lee mereka terhibur dengan ucapan ku.


Kami sama sama diam Lee. Seperi


Menunggu ku cerita


" Ya, mungkin memang begitu. Boleh aku menolak itu seleksi itu. Makanya aku mau kabur." Ucapku dgn nada aga Bingung


Lee hanya memandang kunang 2x yang terbang mengitari taman ini. Dia tidak berkata satu pun.


' frenessa, saking putus asa, kamu sampai curhat ke salah satu calon suamimu yang kamu tolak. Aku membuatnya marah " batin ku dengan engga enak.


Aku pelan pelan mendahuluinya takut takut di marahi.


" Kamu serius engga mau ikut seleksi sampai mau kabur? " Ucap Lee dengan nada aga Serius.


" sebenarnya... Aku... Memang kamu engga Keberatan dengan perjodohan ini " ucapku dengan nada balik bertanya


" Sejujurnya aku tak memikirkan itu. Ini sudah tradisi. Sebagai pangeran aku dididik untuk mengutamakan kepentingan orang banyak " jelas lee dengan serius.


" tapi kamu sendiri, apa yang kamu inginkan? " Tanya ku dengan tenang pada Lee


' ... ' ekspresi Lee terlihat terkejut.


' kenapa dia menatapku seperti itu ' batinku heran melihat Lee menatap kearah ku aneh


" Apa aku salah bicara ? " Ucapku takut salah bicara lagi


" Ah-tidak tidak pernah ada yang menanyakan mauku sebelumya " ucap Lee dengan kaget karena hal ini pertama baginya.


" Kamu engga pikir bagaimana kalau kamu engga mencintai calon istrimu " ucap ku dengan nada aga penasaran


" Entahlah, apa itu penting? " Tanya Lee kaya enteng


" Tentu saja, itu penting! " Ucap ku dengan tegas tentu saja itu penting


Menurutku.


" Bagaimana kalian bahagia kalau kalian engga saling mencintai " ucap ku dengan nada lembut dan bingung.


Kami duduk di salah satu bangku. Lee menyandarkan punggungnya dan memandangi bulan .dia sepertinya menyimpan beban besar


" Pengalamanku. Cinta juga tidak menjamin kebahagian dia istana..


Justru ketangguhan lebih penting " ucap Lee dengan tegas


Lee tersenyum getir.


" Karena ketika aku jadi raja. Bukan berarti kehidupanku bisa lebih mudah. " Ucap Lee dengan aga nada sedu


" Kenapa engga? Banyak orang yg akan mempermudah kehidupan. " Ucap ku dengan nada Senang.


" Memangnya ada yang mau melayani anak selir seperti ku? Ucap Lee dengan kembali sedu lebih dari tadi sedu nya terasa menyakitkan


' anak selir, artinya, Claude dan Lee tidak satu ibu ' kaget ku mendengar akan hal ini


" Di kerajaan ini. Darah yang mengalir di tubuhmu lebih penting dari apapun. Selamanya para ningrat akan melihatku sebagai anak rakyat jelata yang di angkat jadi selir. " Jelas Lee menjelaskan tentang dirinya dan situasi di sini.


Di dunia ini semua di jalankan dgn cara berbeda. Di dunia adalah. Jasa dan prestasi bisa mengubah seseorang.


" frenessa. Meskipun kau tidak mau ikut seleksi, kabur tetap bukan pilihan yang pintar. Situasi diluar tidak seaman itu. * saran Lee dan sekaligus nasehat


Meski enggan. Aku hanya mengikuti kata kata Lee memang benar. Bertahan di dunia asing bukan semudah kaya di film film.


" Tapi " ucapku dengan mulai sedu dan terpotong ketika


tiba suara pelayan terdengar mendekat


" Mereka mulai mencari mu ke taman " ucap Lee dengan mulai sedikit cemas.


" Mereka engga boleh menemukan ku " tekad ku dan aku pun menutus kan hal yang tak pernah ku lakukan.


Lee membawa ku menyelinap ke salah satu celah dinding taman yg tersembunyi


" Kenapa aku harus jdi bersembuyi " ucap Lee sebal sejak tadi hanya sembunyi


Tampak sebelum sampai di taman


" Pst diam lah " ucapku mengintruksikan dia untuk diam


Kami berdiri dalam diam. Ruang yang sempit memaksa kami berdempetan cahaya bulan masuk melalui celah-celah batu.


Deg Deg


Aku bisa mendengar detak jantung Lee. Tiba tiba hawa malam itu jadi merasa panas. Detak jantung mulai tidak mau dia ajak kerjasama


Deg deg


Aku takut Lee juga bisa mendengar nya. Saat itu yang ku dengar cuma suara pelayan dan dekat jantung Lee. Sialnya ruang yang Sempit semakin membuatku gugup.


Hugh


Aku malah cegukan.lee meletakan tangannya Di mulutku. aku sekuat tenaga menahan cegukan ku. Lee berbisik

__ADS_1


" Buat apa sembunyi kalau berisik " ucap Lee dengan sorot mata menatapku.


" Maaf aku engga bisa mengontrol nya. " Maaf ku pada Lee dgn aga gugup juga


" Kau berutang banyak padaku " ucap Lee kembali menatap kearah lain


Kami menunggu beberapa saat setelah beberapa pelayan pergi aku keluar dari persembunyiannya


" Buat apa kita sembunyi kalau kamu cegukan " ucap Lee dgn senyum menatap ke arahku.


" Maaf aku gugup sekali. Ternyata kamu bisa tertawa seperti itu juga. " Ucap ku dengan nada lembut


Lee langsung mengontrol ekspresi wajahnya..stelah itu kami masih berjalan jalan di taman sebentar, sebelum ia mengantar ke rumah


Di koridor kami berpas pasan dgn mahapati dah mbok Rara


" Terang abadi bagi titisan dewa, pangeran Lee " ucap Mahapatih memberi salam


" terang abadi bagi titisan dewa, Bawang marah ' ucap Mbok Rara memberi salam


" Selamat malam " ucap Lee dengan serius.


" Frenessa. kami mencari mu sejak tadi " ucap Mahapatih dengan nada khawatir


' dia mengkhawatirkan beda dgn ayahku yang dulu " batinku mengingat ayahku yang dulu.


" Tadi aku meminta nya mengujukn Yaman kediaman mu, Mahapatih. Cahaya bulan malam ini cukup indah. Sangat mengesankan " ucap Lee dengan nada memuji


" Anda terlalu memuji, yang mulia. Tentunya kediaman saya tidak bisa dibandingkan dgn keindahan kerajaan " ucap Mahapatih merendahkan hatinya


Seorang pengawal mendekati kami


" mohon maaf, pangeran sudah saat nya berangkat ke perbatasan" ucap pengawal sebab sopan dan tegap.


Part 4


Lee berpamitan Mahapatih mengintai ke luar..sebelum Itu Mahapatih masih sempat berkata padaku.


" tunggu ayah di kamar " ucap Mahapatih dengan lembut.


Aku duduk di pinggir ranjang berhadapan dengan Mahapatih


" Ayah Tau kamu masih keberatan oleh seleksi ratu. Sebelumya kamu menginginkan ini. Makanya aku berusaha mendapatkan kesempatn ini untukmu " jelas ayah menjelaskan alasan bagaimana aku inggin ikut seleksi itu


" Maaf, aku mengecewakan ayah. Aku betul betul tidak tertarik mengikuti seleksi. " Ucapku dgn. Penuh penyesalan


" nak. Selama ini ayah tidak pernah minta apapun darimu. Kamu tidak mau masuk kepergaulan ningrat. Ayah izinkan kamu menolak semua guru yang ayah kirimkan. Tidak sekalipun ayah marah " jelas ayah seakan minta permohonan.


' Apa aja yang dikerjakan putri Mahapatih yang asli Sebenernya ' batin ku penasaran apa yang terjadi ini sebelumnya


" Apapun hasilnya setelah itu ayahnya tidak akan mengusikkmu lagi. " Mohon mahapatih sekali lagi


Dan penuh harap


' senarnya sih dari pada kabur. Aku bisa saja ikut. Seleksi daripada aku kabur tanpa persiapan ' pikirku sekali lagi dan lagi pula buat apa kabut.


" baiklah aku bersedia. Ayahanda " jawabku dengan penuh keyakinan kali ini


" terimakasih nak " ucap Mahapatih dengan senyuman di Bibirnya muncul.


Mahapatih pun menariku ke pelukannya


Yang ku ingat soal ayah asliku cuma punggungnya. Penolakan dan eskpresi dingin nya. Dipeluk orang tua pengalaman baru bagiku.


' ayah asliku saja belum pernah melakukanya. Aku engga tau rasanya senyaman ini ' gumang ku dengan lelah menikmati kehangata ayahku yg sekarang.


" ayah " ucap ku dengan nada lembut.


Mahapatih menepuk kepalaku lembut. Mulai hari ini aku adalah putri Mahapatih. Mungkin di sini. Akhirnya aku bisa menikmati cinta orang tua.


Lalu hidup bahagia selamanya tidak apa kan


" Sejujurnya ayah juga tak inggin melepaskan mu ke istana. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu lagi. tapi... Situasinya sekarang mendesak " ucap Mahapatih masih dengan nada khawatir dan sedu.


Stelah itu ayah membiarkanku istirahat. Namun sesaat kemudian tiba tiba Mbok Rara datang dengan membawa secangkir minuman untuk ku


" Nona ini jahenya " Ucap mbok Rara dengan nada Santun


" Rasanya aku engga minta di bawa kan air jahe ' ucapku mengingat ngingat apa aku pernah meminta jahe.


" Pangeran Claude yang berpesan pada saya tadi supaya membawa nyakan air jahe sebelum tidur. Katanya supaya nona tidak sakit " jelas mbok Rara memberitau siapa yg berpesan membuat ini untukku.


Mbok Rara tersenyum kecil sebelum meletakan nampan di samping tempat tidur.


" sepertinya pangeran Claude menghawatirkan anda. Kalau cuma sopan santun. Dia tidak akan sampai memerintahkan saya secara khusus loh. Nona Frenessa


" Ucap Mbok Rara dengan sedikit aga menggoda ku


" Terima kasih, mbok. nanti ku minum " ucapku dengan gugup dan salting juga sih.


stelah itu Mbok Rara prgi. Sebuah pesan masuk pun muncul aku melihatnya


📩 Claude : sudah tidur ?


📩 frenessa : Belum. Mbok Rara baru saja mengantarkan air jahe darimu.


📩 Claude : selamat menikmati air jahenya


📩 Claude : istirahatlah


Stelah itu aku masih memikirkan semua kejadian ini entah kapan aku jauh tertidur.


Hari ini akhirnya aku akan ke istana untuk mengikuti penjelasan soal seleksi


" Buat kesan pertama sebaiknya aku pakai baju mana yah? " Ucapku dengan nada bingung lalu aku pun memilih baju Sea of Java Blue. Baju aksen lokal se biru lautan Jawa


Aku Sedang menunggu Mbok Rara bersiap-siap akan ke istana


Tiba tiba pesan masuk dalam ponsel ku dan aku pun membukanya


📩 Noah : udah berangkat


📩 frenessa : belum. Mbok lagi ambil barang yang ketinggalan


📩 Noah : jangan terlalu gugup, ini pertama kalinya pergaulan atas kerajaan melihatmu.


📩 Noah : kamu pasti jadi pusat perhatian. Berikan kesan pertama yang baik.


📩 Frenessa : terima kasih


Aku pun menutup ponsel ku setelah membalas pesan dan menghelang napas.


' coba Noah tau aku merencanakan suatu yang besar " gumang ku dgn memikirkan akan hal.ini


Karena bosan, aku berjalan ke ujung koridor. Dua pelayan asik bergosip. Mereka tak menyadari kehadiranku.


" Kemarin malam lihat pangeran Lee tampan sekali yah... " Ucap pelayan 1 dengan kagum


" ah, pangeran Claude lebih berkarisma. Rambut perak dan senyum nya itu loh. " Ucap pelayan 1 dengan kagum dengan yang hal lain.


Keduanya terkikik geli, aku berhati hati. Supaya mereka tidak myadari kehadiranku.


" Pangeran Lee pasti akan jadi raja yang berwibawa " ucap pelayan 1 dengan nada tenang


" Ya, ampun kamu engga tau gosip nya? Pangeran Lee terkenal nggak segan-segan menyiksa rakyat " ucap Pelayan 2 dengan nada menyela


' Lee menyiksa rakyat? Masa Iyah dia setega itu ' gumangku dgn berpikir tapi menurut ku tidak


" Ah, kata siapa itu bohong " ucap pelayan 1 dengan menyangkal


" benaran lagian pangeran Lee mana mungkin jadi raja. Ibunya kan dulu cuma penari biasa. " Ucap Pelayan 2 dgn menyangkal lagi


' apa salahnya sih jadi penari. Orang orang ? ' inner ku dengan nada kesal


" Tapi aku lebih menghawatirkan majikan kita " ucap pelayan 2 dgn nada aga sedu.


" Iyah. Dia kan bodoh " ucap pelayan 1 dengan berpendapat sama.


" Hust mulutmu.! Ucap pelayan 2 dengan menutup mulut Pelayan dua.


Benar ko, udah beberapa guru yang merah mengajari majikan kita" ucap


Pelayan 1 dengan membenarkan


' sebodoh apa sih. Putri Mahapatih sampai-sampai di gosipkan begitu ' inner ku dengar kesal dan penasarn


Setelah itu datang mbok Rara dgn tatapan marah pada pelayan itu.


" Kalian ternyata punya waktu untuk bergosip yah?! " Ucap Mbok Rara menegur pelayan yang tadi bergosip itu.


Dua pelayan itu terkejut dan membungkuk ketakutan.


" cepat bersihkan kamar nona!? " Ucap Mbok Rara dengan nada tegas dan


" Ba-baik " ucap pelayan dua


" Maafkan kami " ucap Pelayan 1 l


Mereka pun langsung pergi dan melaksanakan tugasnya.


Stelah itu Mbok Rara menatapku dengan tatapan sedu


" Nona, maaf saya lama semua nya sudah siap Nona. " Ucap


Aku menguatkan hatiku. Stelah ini percaturan ku di istana dimulai


" Setelah dilihat dari dekat, benar benar megah " batinku dengan mengagumi arsitektur istana itu


Nuansa keraton Jawa tersisa sekali di atapnya. Mobilku berhenti di depan patung. Yang tinggal mungkin dua kali tinggiku. Keluar dari mobil. Kain gaunku sedikit terangkat


' Kapan sih aku terbiasa dgn baju ini ' inner ku dengan sebal pada pakaian ku


Aku diam sebentar mengamati istana


' Tempat ini benar cocok jadi titisan dewa. Lihat ukiran emas itu ' batinku melihat kembali pesona istana itu


Tiba-tiba Mbok Rara mendongkrak hormat pada seseorang


" selamat pagi , nona odelia " ucap Mbok Rara Dengan membungkuk pada Nona itu


' odelia " ucapku dengan heran dan


Cepat-cepat aku berbalik


" Indah sekali. Waktu pertama melihatnya juga saya berpikir begitu " ucap seorang gadis dia adalah odelia


" Odelia? Kenapa kau bisa ada di sini. Kamu kecelakaan juga setelah pertandingan catur? " Ucapku dgn asal tanya karena heran kok dia ada disini


" Maaf, saya tidak mengerti " Ucap odelia dengan santun dan ramah


' Akhirnya orang yang kukenal. ' ucapku merasa senang ada orang yang ku kenal selain Noah.


" Catur! Catur! Kemarin kamu mengalahkan ku. " Ucap ku dengan berusaha membuat odelia ingat


" Seprtinya anda salah nona Frenessa. * Ucap odelia dengan nada sedu.


" salah bagaimana jelas jelas kita kemarin " ucapku dengan terpotong oleh ucapan odelia


" Saya tidak bisa memainkan permainan laki-laki seperti catur. Apa anda bisa main catur,? Wah, saya harap catur tidak ada di seleksi nanti " ucap odelia dengan nada aga kaget dengan Kata catur


' aku tidak percaya. Kemarin Noah, sekarang Odelia.? Kenapa engga di bawa semua kesini. " Ucapku dgn aga heran dan jengkel


" Maaf lupa akan saja kata saya " ucap ku dengan nada sopan


Kami beriringan memasuki menuju ballroom tempat pertemuan pertama seleleksi di gelar. Diam diam aku mengamati odelia


' odelia disini anggun sekali.... Cocok sekali jadi ratu ... "Ucap ku dengan mengamati keanggunan odelia.


" apa Anda baik baik saja setelah kemarin " tanya odelia dengan sopan


' maksudnya aku tenggelam di telaga yah ' pikirku sebelum menjawab


" Yah, saya baik baik saja " ucapku dengan nada senyum


" Untung saja ada pangeran Claude saat itu. Dia memang baik. Anda tau? Suatu hari kami pergi bersama dia minta rombongan berhenti demi menolong seekor anjing " ucap Odelia dgn menjelaskan lagi dia dengan Claude


Aku cuma tersenyum mendengarkan ucapan odelia dan kami pun sampai di pintu Ballroom. Pintu ballroom terbuka. Aku masuk bersama odelia. Beberapa ningrat sudah berkumpul membentuk grup kecil.


" semua ini buang buang waktu.? Kita sudah tau siapa yang terpilih."


Ucap Ningrat 1 dengan bergosip


" Tentu saja, putri Mahapatih masuk karena koneksi ayahnya. Mana bisa bersaing dengan putri menteri perdagangan yang pintar dan anggun " ucap Ningrat dua dgn memperjelas


" Kudengar putri menteri bahkan sudah menguasai pelajaran tentang ratu " ucap Ningrat 3 dengan jelas


Hatiku terbakar mendengar ucapan mereka..dari tadi orang orang menggosipkan kebodohan putri Mahapatih. Odelia tiba-tiba mendekat ke telingaku


" Harusnya sekarang kamu sudah tau diri posisimu " ucap odelia dgn nada tenang dan senang remeh


Aku tidak percaya mendengar kata kata yg di bisikan odelia. Odelia kini tersenyum meremehkan


" Menyerah lah kau buang waktu. " Ucap Odelia dengan remeh.


' senyuman itu, ternyata kehidupan manapun dia sama saja ' inner ku mengingat tingkah Odelia saat ini


" nona odelia, kamu lupa? Posisi keluarga ku lebih tinggi dari keluarga mu. " Ucapku dengan nada serius dan tajam


" Sikapmu barusan bahkan tidak mencerminkan sebagai kualifikasi seorang ratu " ucapku dengan menyindir


" ... " Odelia hanya tercengang


Odelia tercengang menerima Serangan ku.


" Rasanya! Pasti, kamu engga menyangka aku akan membalas nya kan " batinku mereka bangga tapi


Sekelompok ningrat mendekati kami. Odelia tampak diduga malah memelukku


" Saya senang sekali bertemu dgn anda. Semoga kerajaan mendapatkan ratu trbaik " ucap odelia dengan kembali ramah


' akting yang menjijikan. Lupakan hidup yang nyaman ' pikiranku mulai berubah dan

__ADS_1


' aku pasti akan mengalahkan dia dan menjadi ratu.! ' ucapku dengan penuh tekad


To be continuede


__ADS_2