Red White Cinderella 1

Red White Cinderella 1
RED WHITE CINDERELLA 1 ' dia dalangnya '


__ADS_3

Cherpen 7


part 1


Selama ini otak di balik semuanya... Ayah odelia?!


Aku menekan emosiku. Sebisa mungkin tidak menunjukan rasa kagetku meski yakin sudah menemukan pelakunya. Aku tak bisa gegabah


" Seingat saya anda selalu membawa botol kecil itu kemana mana. Sepertinya itu penting sekali " ucap Ku dengan nada mengingat


" Botol ini? Ini obat untuk meredakan migran yang di resepkn dokter. Orang tua seperti saya, mulai membutuhkan yang begini. " Ucap Mentri candana dengan menjelaskan


' itu alasan aroma Kamboja. Tercium dari odelia waktu itu. Pria itu sempat memeluk odelia saat mengantarkan ke panti asuhan ' pikirku mengingat kejadian di panti


" Yah, kata Ayah. Anda memang punya migran. Apa itu minyak Kamboja " ucap ku dengan bertanya lagi


" Oh, anda tau bunga ini.? " ucap Mentri candana dengan kaget


" Luar biasa .pada bunga Kamboja termasuk langka di kerajaan ini " ucap Mentri candana dgn kagum


Rasanya mual melihatnya bertingkah sok ramah padaku.


" Benarkan padahal saya. Mengira Kamboja tanaman rakya. Sebab akhir akhir ini saya merasa di kelilingi aroma Kamboja. " ucapku dgn nada aga bingung.


" Sayangnya, tidak. Saya pun harus memesankan secara khusus. Apa anda tertarik dengan bunga kamboja. " Tanya Mentri candana padaku.


Aku cuma tersenyum. " Akhir akhir ini yah. Saya senang ada obat yg bisa membantu migran anda. Tuan Mentri." ucapku dengan nada senang


Para supir menghentikan mobilnya di depanku. Mbok Rara keluar membukakan pintu. Aku membungkuk sedikit badanku.


" Sudah waktunya saya permisi. Tuan Mentri " pamit ku dengan nada lembut.


" Sampai jumpa lagi. Nona Frenessa " ucap Mentri candana dengan ramah


' tentu saja pak, tua! Aku akan menangkap mu. ' pikirku dengan nada tenang.


Bagi itu kami menikmati teh bawang hangat sesuai sarapan.


Sejak perjalanan ke desa berapa hari lalu. Buat pagi ini aku baru bisa bertemu ayah dan menceritakan soal ayah odelia


" Maksudmu dalang dari semua ini adalah Mentri candana " ucap Mahapatih ku dengan nada nahan amarah


" Iyah yah, aku yakin kertas surat itu miliknya aromanya pun sama " ucap ku dengan nada yakin


Ayah memperhatikan para pengawal yang sedang berlatih dari jendela


" Frenessa apa kamu bisa memper tanggung jawabkan informasi ini.? " Ucap mahapati dengan tegas


Ia berjalan dengan gusar ke arah ku. Lalu memegang kedua bahuku.


" Informasi sepeti ini bisa menimbulkan perang antar kubu. " Ucap Mahapati mulai sedu dan khawatir


" Aku mengerti yah... Ayah sudah lihat penciumanku. Kemarin kan. " Ucapku. Dengan nada sedu.


' .... ' Pikir Mahapatih diam


" Kita harus segera menemui paduka raja. Yah. Kita laporkan semuanya! " Ucapku dengan nada harap


Ayah menghelang nafas penuh penyesalan. Ekspresinya yang di tampilan bukan favoritku.


" Tidak bisa nak Kita tidak boleh menggunakan penciuman mu sebagai salah satu bukti " ucap Mahapati dengan dengan nada khawatir


' ayah benar ini terlalu sederhana. Buat jadi bukti. ' pikir ku dengan mengiyakan apa yg di ucapkan ayah ku.


" Tatap saja. Aku inggin aku inggin membersihkan namaku. " Ucap ku dengan nada sedu.


" Nak. Ayah tau apa yang kau rasakan tapi. Ini bukan sesederhana itu. " Ucap Mahapatih dengan nada Sedu.


" Ayah tidak inggin. Menyeretmu. Kedalam politik kerajaan tapi sekarang sudah tidak bisa. " Ucap Ayah dengan nada khawatir


" Mentri candana bukan orang yang pengaruh nya bisa di remehkan penduduk nya tidak akan tinggal diam " kali ini ucapan ayahku nahan kesal


" tapi itu kan tidak bisa dia lolos terus Setidaknya aku bisa membuktikan penciuman ku ini padanya sekalipun " tegas ku kali ini


" Tidak bisa!. " Ucap Mentri dengan nada tegas


Ayah berlutut di hadapan ku kemudian menyentuh pipiku.


' kemampuan ini tidak biasa. Frenessa dan disini. Sesuatu yg tidak bisa seperti itu akan di anggap sihir " ucap mahapati dgn menjelaskan


" Ayah tidak bisa mengambil resiko ayah odelia menyerang balik dgn tuduhan kamu adalah penyihir hitam " jelas ayah semakin khawatir


" Tapi yah- " Ucapan ku terpotong ketika mahapatih berbicara


" Kamu adalah prioritas ayah. Tenang saja bukan berati kita melepaskannya. Ayah akan memerintah pengawal mengawasi nya. " Ucap Ayah dengan memberi solusi


Melihat cara ayah menatap ku rasanya hatiku teriris


' sayangnya aku bukan putri aslinya. Dia sangat menyayangi putrinya. Tapi aku membohongi nya


' batinku merasakan sakit


" Meski terkadang kamu seperti bukan putri ku ayah senang. Dgn perubahan mu " ucap Mahapatih kali ini kagum


' harus aku jujur yah? ' ucapku dgn nada sedu.


Sebelum aku menjawabnya ayah menepuk puncak kepalaku dgn lembut.


' aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai putri ku..' ucap Mahapatih dengan nada tegas..


" Ayah... " Ucapku dengan terharu


' orang tua kandungku. Aja engga pernah begini. Aku inggin terus merasakan sayang nya ini boleh kah ' batinku merasa harapan besar


Ku urungkan niatku untuk menceritakan identitas ku. Yang sebenernya


' sejujurnya aku sudah mulai nyaman dengan dunia ini. Mungkin ini saat nya aku melupakan masa lalu ku. ' Pikirku dengan nada penuh senang


" Frenessa untuk sementara hati-hati dan hindari ayah odelia " ucap Mahapati dengan memperingati kan ku dengan harap


Noah tergesa gesa menghampiri ayah. Dia membungkuk lalu berbisik


" Kau yakin? " Ucap ayah dengan sedu


" Yakin paman barusan aku melihat nya sendiri " ucap Noah dengan nada khawatir


" Ada apa? Apa yang terjadi ? " Ucap ku dengan khawatir


" Frenessa, ayah harus ke istana. Sejumlah ningrat mengajukan petisi supaya pangeran Lee di keluarkan dari seleksi. Seprtinya ini soal rencana kenaikan pajak bagi ningrat" jelas ayah ku dengan nada serius


" Petisi? Seberapa bahayanya. Apa Lee akan baik baik saja " ucap Ku dengan nada sedu


" Entahlah kak yang jelas posisi sebagai calon raja sedang terancam " ucap Noah dgn khawatir


" Jika pangeran Lee di keluarkan pangeran Claude akan resmi jadi raja ' tambah dengan apa yg di katakan mahapati


" Lalu lee? " ucap ku dengan bimbang


' masalah ini juga akan mengubah pada seleksi. Walau pun ini cuma permainan selama seleksi. Tetapi ini sudah keterlaluan! " Inner ku mulai murka dengan ini


" Bagaimana pun juga Lee termasuk calon suamiku. Lalu.. misiku menyatukan bawang merah bawang putih ' pikiranku mulai khawatir dan cemas


" Ayah aku juga ikut ke istana aku juga perlu tau apa yang terjadi pada pangeran Lee " ucap ku dengan meminta izin ikut


" Baiklah. Nak. Ayo kita berangkat!! " Ucap ayahku dengan kata segera untuk pergi


" Sebentar yah aku ganti baju. " Ucap ku dengan nada Aga Menunggu


Aku pun Menganti pakaianku meningkatkan kasual merah menyala


Perjalanan singkat ke istana dengan mobil membawa kami ke istana. Sejak tadi aku masih mengecek Handphone ku


📩 To Lee


From Nessa


Lee kamu dimana?


Belum di balas juga " ucapku sedu.


" Siapa kak " ucap Noah dgn penasaran


" Lee aku inggin menemuinya " ucap ku dengan nada khawatir


" Frenessa, Noah aku menemui paduka raja sekarang. Kalian akan baik baik saja? " Ucap Mahapati sebelum pamit pergi


" Ayah tenang saja setelah bertemu Lee aku langsung pulang " ucap ku dengan nada tenang


Setelah ayah pergi aku dan Noah berniat menunggu balasan Lee di ruangan duduk.


Dari ujung koridor Claude muncul dengan tiba tiba dan gesa gesa


" Kenapa kau terburu buru. Claude? " Ucap ku dengan menyapanya


" Aku perlu menemui berapa seseorang. Situasi istana sedang tidak baik. " Ucap Claude dengan nada Sedu


" Karena petisi itu. " Ucap Ku dengan nada khawatir


" Begitulah ningrat ningrat itu bergerak dengan sangat cepat " ucap claude dengan nada geram


Wajah Claude tanpak lelah. Terlihat jelas dari lingkar mata yang mengelap.


" Apa kamu cukup tidur akhir akhir ini. Sejak kunjungan desa kemarin kamu belum ngobrol lagi " tanyaku dengan cemas


" Maaf aku membuatmu khawatir yah? Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Kamu tentang saja. " Ucap Claude dengan nada senang


" Ada beberapa me bijak baru yang sedang kususun untuk memperbaiki situasi di desa? " Ucap claude dengan wajah lebih berseri meskipun lelah


' benarkah syukurlah! " Ucap ku dgn senang dapat kabar ini


" Semua ini berkat bantuan mu " ucap Claude dengan memuji ku


Claude masih sempat basa basi menanyakan situasi di kuli pada Noah


" Claude aku belum berterima kasih informasi bunga Kamboja yang kamu berikan sangat membantu.." ucap ku dengan nada berseri


" Sungguh. " Ucap Claude dgn nada tertegu


" Iya, kertas yang diterima fotografi itu punya aroma Kamboja. Dan sekarang kami sudah tau siapa


yang pernah membeli bunga itu


Informasi dari mu mempermudah kami semua " jelas ku dengan senang. Dan sangat berterima kasih


" Aku ikut senang kuharap orangnya bisa segera tertangkap.Ah, aku harus prgi. Sekarang tamuku sudah menunggu " ucap Claude dengan nada Senang


Aku dan Noah membungkuk badan dan mengantar keprgia Claude


" Kita menunggu di ruangan duduk saja kak?. Aku jadi bosan " ucap claude dengan nada menyarankan


' okeh aku juga masih menunggu balasan Lee " ucapku dengan nada senang


Kami berbalik menuju ruang duduk


"..." Mentri candana ekspresinya seperti marah


Part 2


Kamu meminta salah seorang pelayan memberitau kedatangan ku pada Lee


Setelah itu kami memanfaaatkan waktu dan menikmati keindahan istana.


' kak kamu sudah tau cara menyelesaikan tugas dari raja " ucap Noah dengan bertanya


" Menjual bawang Bombay itu. Hmm sejujurnya aku belum punya ide. " Ucapku dengan berpikir


" Ku tebak. Odelia pasti mengunakan koneksi ayahnya, sebagai Mentri perdagangan " ucap Noah dgn sedu


" Pergaulan mereka terkenal luas sekali. Hingga kerajaan kerajaan sebrang samudra " jelas Noah padaku.


' sementara Putri Mahapatih malah engga punya koneksi kemanapun ' bimbang ku dgn sebagai putri mahapati ini


' jangankan kerajaan lain ningrat saja engga ada yang mengenaliku sebelumya ' jengkel ku mengingat hari itu


" Aku sebetulnya bingung... Kenapa Bombay engga laku.Semua bawang saudaranya di gemari banyak orang kenapa dia tak di sukai " tanyaku dgn nada bingung + pusing


" Hmm... Gimana aku bilangnya yah? Bawang Bombay itu kurang disukai orang sedikit. Pedas dan nggak jelas kegunaannya. " ucap Noah dengan nada menjelaskan


" Nggak kaya bawang merah yang selain dikonsumsi juga dibuat gas air mata. Atau bawang putih yang dibuat obat. " jelas Noah dengan perbedaan nya juga


" Kalau begitu. Masalah nya bukan cuma nyari pembeli. " Ucapku dgn nada aga berpikir


" Orang orang ini nggak bisa mengolah bawang Bombay... padahal di dunia ku ada.. pikirku dengan kesana kemari


Tring


" Onion ring? " Ucapku dengan nada menemukan ide


" Hah? Apa? O-oni .... Ring? " Ucap Noah heran


" Hah masa kamu lupa padahal dulu Kaka sering bikinin buat mu " ucapamu dgn nada meningkat


" Hah? Kapan? Memangnya kamu bisa masak? Ucap noah heran dan kaget


Krik krik


' eh Iyah kan Noah kecil ' pikirku ku lupa dengan ini


" Di mimpimu, hehehe... " Candaan ku dengan senyum


" Silahkan menunggu disini empu agung " ucap seorang pelayan masuk di ruang tunggu dan menyuruh empu agung menunggu


Empu agung masuk, diantara seorang pelayan. Aku dan Noah cepat cepat berdiri dan menghorma pada nya


" Nona Frenessa tampaknya anda sibuk akhir ini ini. Namu anda sepertinya sudah menyesuaikan diri " ucap empuk Angung dengan nada bertanya


Empu agung tersenyum penuh arti


" Saya cuma melakukan yang terbaik empuk agung " ucapku dgn sopan


" Saat ini dukungan seluru kerajaan masih terbelah. Artinya. Calon permaisuri sana sama hebat. " Ucap Empuk agung dengan nada tenang


Empu agung menumpukan tangannya di atas kepalaku


" Semoga sang hyang memberkati Pertiwi ratu yang terbaik. " Ucap empu agung dengan doa


" Terima kasih. Empuk agung " dengan hormat


Empu agung dan Noah bercakap cakap soal urusan di kuil. Aku tidak terlalu memperhatikan dunia mereka.


Ku periksa handphone ku tapi Lee bahkan tak menjawab pesanku.


' aku engga bisa menunggu lama ' batin ku mulai merasa gusar.


Ku hentikan pelayan yg masuk mengantarkan minuman


" Apa nona butuh sesuatu " tanya pelayan itu dgn sopan


" apa kamu tau dimana pangeran Lee sekarang " tanya ku pada pelayan itu dgn nada lembut


" setau saya pangeran Lee sedang berlatih memanah di area panahan nona. Sudah sejak tadi pagi. " Ucap Jelas pelayan itu


" Terima kasih " ucap ku dengan lembut setelah mendapatkan menjawab


' aku harus memenuhinya


Stelah berpamitan aku meninggalkan ruang duduk


' Dia berlatih sejak pagi? Apa dia sudah gila? Jarinya bisa terluka. ' pikirku mulai cemas


Aku bergegas menyusuri koridor menuju area' panahan di bagian istana


Sebelum berbelok salah satu koridor aku mendengar percakapan berberapa ningrat


' sepertinya aku mendengar nama Lee dan Claude. Mreka membicarakan apa? ' pikirku Ketika mendengar nama ucapan di telinga mereka


Aku memperhentikan langkahku dan merapatkan punggungku ke dinding kutajamkan pendengaran ku

__ADS_1


" Kita harus menghancurkan pangeran Lee. Anak selir itu mulai mempengaruhi pangeran Claude


Aku juga mengkhawatirkan r itu


Kudengar pangeran Claude nyindir keras bupati kemarin. Dia belum pernah seperti ini sebelumnya


' wah kejadian di desa kemarin sudah tersebar luas yah. '


Kalau anak selir itu naik tahtah dan bundanya pasti akan menyingkirkan kita. Kita tidak bisa membiarkannya


Suara mereka semakin mendekat aku cepat cepat berlari kearah sebaliknya dan bersembuyi di balik koridor


Para ningrat itu berlalu tanpa menyadari kehadiran Ku


' untung saja hmmm.. kelihatanya posisi Lee benar benar sulit saat ini ' sedu ku dengan memikirkan Lee


Stelah meninggalkan para ningrat tadi. Aku menuju area' panahan Lee berulang kali menambahkan anak panah ke papan sasaran


Di belakangnya pasukan pasukanya berkumpul menonton. Tidak ada satupun yang berani bicara


" Selamat siang Nona, frenessa " ucap Pengawal dgn sopan dan membungkuk menghormati


" Sudah berapa lama dia seperti itu " ucapku dengan sedu.


Aku melihat Lee yang tak menyadari kehadiran ku


" Sejak pagi nona, pangeran terus saja berlatih tanpa henti. Kami berusaha menghentikan tapi. " Ucap pengawal aga gugup menjelaskan nya


' dia tak akan di ajak bicara dengan jerni sekarang. Aku harus menghentikannya ' ucapku dengan nada Sedu


Perlahan aku mendekati Lee dan berdiri di sampingnya


" Lee? Ucap ku dengan memanggil nya


Lee mengabaikan ku


" Lee ? Ujarku kali ini dengan nada tegas


Krik krik aku masih saja di abaikan


Pelan pelan aku menyentuh bahunya. Lee Terlonjar kaget menyadari kehadiran ku


" Kenapa kamu ada disini " ucap Lee dengan nada aga kaget


" Sejak tadi aku disini kamu tidak menyadarinya " Ucapku dengan biasa


Lee cuma tersenyum tipis lalu kembali menarik busurnya


" Lee sudah waktunya berhenti kamu bisa terluka nanti. Melukai diri sendiri engga akan bisa menyelesaikan apapun " Jelas ku berusaha menghentikan dirinya yg saat ini


" Pergilah, Frenessa. Aku lagi engga inggin bicara " Ucap Lee dengan masih kembali mau menarik panah


' dasar kepala batu ' Inner ku dgn kesal sikap Lee yg seperti ini


" Ya sudah, kalau kamu mau terus bersikap bodoh, teruskan saja. " Ucap ku dengan nada aga marah


Aku Helang napas dan


" Tapi jangan lupa, kesehatan mu, tubuhmu, itu bukan milikmu sendiri " Ucapku dengan nada yang mulai tenang


Dengan hati kesal, aku berbalik pergi. Tapi, Lee menahan tanganku.


" Tunggu! Maafkan aku. " Ucap Lee dengan nada minta maaf dan menahanku


Lee mencampakkan nya begitu saja ke tanah. Lalu ia duduk,


" Duduklah. " Ucap Lee dengan nada memelas menawarkan ku duduk


' tadi ngusir sekarang nyuruh duduk dimana sih, kuturuti saja kan aku mau menghiburnya ' sebal ku dengan Lee. Tapi aku tepis itu semua


Setelah melipat ujung gaunku duduk di samping Lee memandangi awan yg berarah di langit


Kemudian tanpa aba aba dia menjatuhkan kepalanya ke pangkuan ku.


" He-hei! Nga-ngapain! " Ucapku dengan nada bingung dan


Aku reflek hendak bangkit, tapi Lee menahanku


" Sebentar saja, biar seperti ini. " Ucap Lee dengan nada sedu dan menahan ku


Aku membiarkan Lee mengunakan pahaku sebagai bantal. Matanya terpejam ku gunakan tanganku untuk menghalangi sorot matahari


" Aku menyesal, kenapa kenaikan pajak Ningrat itu harus bocor sebelum seleksi selesai?. " Ucap Lee dengan nada sedu dan nada


" Aku cuma mau mereka membayarnya untuk setiap barang mewah yang mereka pakai " lanjutnya lagi dengan nada makin tertekan


" Lalu mengunakan Uangnya untuk Kesejahteraan rakyat kecil. Apa itu salah? " Tanya Lee bertanya padaku apa dia salah


' tenyata Lee selalu kelihatan kuat, bisa serapuh ini ' Sedu ku melihat orang angkuh ini bisa rapuh


" Frenessa, apa pendapatmu? " ucap Lee dengan menatapku tanya


" Selama ini kamu selalu bisa mengerti jalan Pikiranku. Kamu juga banyak memberikan ku masukan. " Lanjut Lee dengan menatap ku dengan serius


Lee membuka mata menungguku bicara


" Lee, aku tau maksudmu baik. Kebijakan mu pun Engga salah. Tapi... bagaimana yah mengatakannya?. Menurutku kamu terlalu gegabah " Ucapku dengan nada tenang dan mulai aga gugup


Wajah lee menjadi mendung


aku terlalu kasar padanya ucapku bahkan seorang seperti Lee bisa terpuruk dgn penuh penyesalan


Aku menepuk bahu Lee. Supaya dia bangkit dari pahaku


" Bangunlah! jangan sedih-sedih terus! " Ucap ku dengan nada tenang dan lekat memberinya keyakinan


" Kamu gagal, yah coba lagi. Mengasihani diri sendri Begini engga mengubah apapun. " Lanjutku berusaha menyemangati dirinya


Lee bangkit dan duduk di hadapan ku


" Kebijakan mu engga salah, Lee. Ucapku ku lagi dengan nada tenang dan


" Sayangnya Ningrat lain nggak berpikir begitu. Sekaran, hampir nggak mungkin kebijakan ini lolos. " Ucap Lee dengan merasa sebel dengan ningrat itu


" Disitu letak kesalahanmu. " Ucap ku dengan nada tentang


" Kesalahan.? " Bingung Lee dengan kata ku tadi


" Kamu terlalu gegabah. Kenapa engga menunggu sampai seleksi selesai dan Raja baru ditetapkan. " Ucapku lagi dengan nada Biasa dan lalu menghelang napas


" Dengan begitu, kamu gak akan mengancam posisimu Seperti sekarang. " Lanjut ku lagi dengan nada tenang dan juga biasa


" Lagi pula menyejahterakan rakyat bukan dengan coba menaikan pajak kok. " Ucapku kini dengan nada Serius dan menatapnya Tegas


Lee tampak tertarik dengan perkataanku. Dia memajukan sedikit memperhatikanku


" Daripada menaikan pajak. Kenapa tidak membuat rakyat biasa menyejahterakan diri mereka sendiri.? " Ucap ku dengan memberikan nya sebuah solusi


" Maksudmu? " Tanya Lee Dengan kurang paham


Dari lirik mataku. Aku bahkan bisa melihat bukan cuma Lee yang tertarik. Para pasukan pun mulai memperhatikan


" Kamu bisa menaikan harga jual beli hasil panen. dengan begitu, rakyat bisa lebih sejahtera. " Ucapku dengan nada tenang dan merasa bisa menyesalinya. Ini tapi


Lee tak berucap sepatah katapun matanya lurus memandang ku. Terdengar kasar kasur pasukan Lee arah belakang


" Lee? Aku salah ngomong yah? " Ucapku dengan nada aga sedu dan takut


"' Kamu engga salah, aku memang bodoh. Kalau soal harga panen, Ningrat-ningrat itu. Nggak bisa banyak Protes " ucap Lee dengan nada tenang dan senang


" Kamu hebat, Frenessa. " Lanjut Lee dengan memujiku penuh arti


Rasanya ada kehangatan yg menjalar ke hatiku. Aku senang Lee bisa memahami maksudku.


" Aku senang kamu sudah lebih semangat. " Ucapku dengan nada senang dan senyum lembut


" Aku yang terlalu gegabah. Sepertinya, kalau soal rakyat, aku juga masih naif. " Ucap Lee dengan akhirnya mengakui kecerobohan nya


Lee semakin mendekat ke arahku matanya yg tajam seperti tidak mau melepaskan.


GREB


" Lee, Pasukanmu- " ucapku malu karena pasukanya melihat ku


Lee seolah tidak peduli. Pelukannya justru semakin erat


" Kamu menyadarkan ku dari kesalahanku. Terima kasih, Frenessa. " ucap Lee dengan nada aga malu padaku lalu


" Sejak kecil aku selalu sendiri. Tapi kamu selalu di sisiku. " Lanjut dia dengan nada senang dan bahagia


Aku membelai rambutnya dgn lembut. Sedikit demi sedikit tubuh Lee yg memeluk ku mulai rileks


Aku tidak menyangka bawang merah yg pemarah dan jutek... bisa menghadirkan kehangatan di hatiku


" Kuharap kamu akan selamanya di sisiku. " Ucap Lee lagi dengan lembut dan penuh arti


Sayangnya aku tidak bisa menjawab perkataan itu untuk saat ini


" Perjalanan kita masih panjang. " Ucapku dengan nada Tenang agar dia gak prgi terlalu jauh


" Aku tau. Makanya aku hanya bisa berharap. Untuk saat ini... " Ucap Lee dengan nada senang dan tenang


Untuk saat ini... Seprtinya tidak tidak apa-apa jika hanya sebuah harapan


* Terang abadi bagi titisan dewa Pangeran Claude * ucap prajurit menyapa dan membungkuk dgn hormat ketika Claude datang


Suara seorang pengawal mengambil kami pada kenyataan. Aku masih di istana.


Aku mengangkat kepalaku pandang anku bertemu dengan mata Claude


" Oh? Em-hm Claude? " Ucapku gunung


Aku dan Lee bangkit. Sementara Claude mendekat


"' maaf seprtinya aku menganggu kalian " Ucap Claude dengan nada sebal


" Ti-tidak, kok... iya kan, Lee? Ucapku dengan nada Bingung


Aku menoleh pada Lee. Tapi dia cuma bisa dan malah lari dari tatapanku


" kami cuma saling menghibur habisnya Lee terlihat sedih sekali " Ucapku dengan jelas dan


" eh, maksudku, aku yang menghibur nya. Bukan saling menghibur " ucap ku dengan gugup


Karena gugup aku engga bisa menjelaskan tapi. Penjelasan ku berputar putar


Claude dan Lee menatapku dgn aneh. Mereka seperti menahan geli menahan tingkahku yang panik


" Sudah sudah, engga perlu di jelaskan " Ucap claude dengan nada Aga seram


' Claude bilang begitu tapi mukanya terlihat cemburu ' inner ku dgn merasa panik


" Aku baru saja ketemu dengan kelompok administrasi. Aku meminta mereka membuat petisi tanding membela mu " Ucap claude dengan jelas


Lee menatap claude dengan tatapan dengan tatapan tidak percaya


" Engga usah menatapku begitu aku cuma melakukan hal yg harus ku lakukan " Ucap Claude mulai bingung


" Apakah kelompok administrasi bersedia? Setahu ku selama ini mrka engga ikut campur dengan masalah politik kerajaan " Pikirku Dengan seksama


" sudah saat nya mereka berhenti diam " Ucap claude dengan percaya diri


" mreka juga engga mau ningrat ningrat korup menggerogoti kerajaan " Jelas Claude dengan sebal


" Mreka engga mungkin bergerak begitu saja, pasti ini karena kau, kau engga perlu repot-repot " Sanggah Lee kali ini .


" Aku melakukanya Setuju karena kebijakan mu kok " Ucap claude dengan senang


Claude mengambil busur Lee. Lalu melekatkan satu anak panah. Setelah membidik beberapa saat anak panah itu melesat menuju papan sasaran


" kau benar, para ningrat di sekeliling ku mereka engga dapat di percaya, Angga saja ini permintaan maaf ku sebagai kakak. Aku engga pernah membela setiap kali mereka merendah kan mu " ucap Claude Dengan nada serius


' aku engga membayangkan kalau aku dan Noah bertengkar bertahun tahun ' batinku dgn tak berani mem bayangkan


" Kenapa sih, tiba-tiba kamu jadi begitu " Bingung Lee menatap kakaknya itu


" Jujur saja aku engga pernah meremehkan mu , bahkan menurutku , Pertiwi akan beruntung memiliki raja seperti mu " Ucap Claude dengan bangga


Lee mengalihkan wajahnya yg memerah


" Bagus kalau kau tau, jadi kami bisa waspada terhadap ku " Ucap Lee dengan nada aga malu


" Dasar pemalu! ". Hibur claude pada Lee


Claude merangkul Lee menariknya kedekatannya. Lalu Lee tampak kikuk di perlakukan seperti itu


" Ayolah jangan terlalu kaku Kitakan kakak adik " Ucap claude dengan berusaha Lee untuk santai


" Sana-sana apaan sih ? Risih Lee pada tingkah Claude


" Baru kali ini aku melihat kalian sedekat ini " Ucapku dengan senang


Lee berontak dan melepaskan diri dari rangkulan Claude. Claude mengulurkan tangannya ke arah Claude


" Aku menantikan permainan yg sengit kedepannya, adikku tersayang " Ucap Claude dengan nada Percaya diri


"Jangan menyesal yah kak aku serius " Ucap lee dengan nada tak kalah percaya diri dengan claude


" Tolong jangan panggil aku Kakak! " Ucap Claude dengan nada serem


" Panggil adik juga bikin aku geli " ucap Lee mulai merinding


" kalian ini baru aja salam-salaman " Ucapku dengan nada bahagia


' akhirnya kesalahpahaman di antara mereka selesai ' Batinku akhirnya bisa lega


Aku menarik napas dalam dalam memandang langit yang biru, dan mengembuskan rasa lega sekali.


' panji merah dan Panji putih kembali bersatu hei kucing apa artinya misiku selesai ' inner ku dengan senang dan bahagia


" Lee seprtinya kamu sudah baik baik saja, kalau begitu aku pamit dulu harus menyelesaikan tugas dari ayah kalian " Ucap ku sebelum pamit pada kedua Pangeran itu


Aku berpamitan pada kedua pangeran. Claude mengantar ku sampai ke mobil.


Sebelum masuk mobil claude menahanku. Dia mengenggam pergelangan tanganku semburan merah perlahan tampak di pipinya


" Kau dan Lee tenyata aku engga bisa berhenti memikirkannya ucap Claude dengan nada malu


" Frenessa, kumohon jangan pancing kecemburuan ku " Sebel Claude padaku dengan nada penekanan


" Claude, aku... " Ucapku dengan gugup


' jantung ku tenanglah! Aku engga bisa berpikir jerni ' inner ku berusaha menenangkan jantung ku


Claude mempersilahkan aku masuk ke mobil sementara aku tak bisa berkata apa-apa


" Kamu sudah merasa nyaman " ucap Claude dengan khawatir


Aku cuma bisa mengangguk


" Hati-hati di jalan " Ucap claude dengan senang


Hari berikutnya aku sibuk mempersiapkan penjualan bawang bombay. Seharian aku berada di dapur bertanya sana sini.


Setelah melalui rangkaian percobaan, akhirnya aku berhasil, Hari ini, aku ke istana memenuhi undangan minum.teh raja dan ratu


Part 3


" Aku senang bisa minum teh bersama kalian seperti ini " Ucap raja dengan senang


" Iyah kami inggin mengenal calon calon menantu kami " Ucap ratu menyetuji pendapat raja


Claude datang saat pelayan baru menuangkan teh


" Selamat siang ayah, paduka ratu, " Ucap Claude dengan Membungkuk hormat


' Claude masih bingung kepada ratu Kupikir mereka sudah baikan " Ucapku dengan engga enak akan ini

__ADS_1


Kami menikmati teh kembali bercakap-cakap. Raja dan ratu banyak menanyakan soal kehidupanku dan odelia


Lee dan Claude sesekali ikut dalam percakapan. Tapi Claude tidak sekalipun memandang paduka ratu


" Oh. Putri frenessa, putri odelia aku harap kalian sudah mengerti bahwa menjadi raja dan ratu tanggung jawab besar. " Ucap raja dgn tegas


" tentu saja, paduka raja. Percayalah saya mengganggap ini sebagai pekerjan serius. " Ucap odelia dengan percaya diri


" Katakanlah! Menurut kalian. Apa nilai rakyat bagi seseorang raja dan sebuah kerajaan? Tanya raja tentang pendapat rakyat bagi kami


" Rakyat adalah suatu yg berharga paduka yang harus di jaga dan dilindungi oleh raja dan ratu Ucap odelia dengan jelas dan baik


" Benar sekali nona odelia sebab mereka sudah menggantungkan harapan nya pada pemimpin " ucap ratu dengan membenarkan kata odelia


" kalau nona Frenessa apa jawaban mu " Tanya yang mulia kali ini padaku


Semua mata kini tertuju padaku


" Bagiku rakyat adalah kekuatan kerajaan saya pernah membaca sebuah kerajaan dan memiliki karakter berkat rakyat rakyatnya.


Apakah kerajaan itu maju. Tertinggal bisa sejahtera atau sengsara bergantung pada mana rakyat nya " jelas ku dengan nada yakin


Karena itu Seorang pemimpin perlu mendidik dan mengarahkan rakyat nya " ucapku dengan nada lembut


" Hening sesaat hanya Claude dan Lee tersenyum padaku


Bagus sekali pola pikir itu akan menjadikanmu pemimpin yang baik " ucap Raja dgn mengagumi ku


" Apa kalian sudah menyelesaikan tugas dariku. " Ucap Raja kembali bertanya


" Begitu paduka menugaskan saya menjual bawang Bombay saya langsung mengontak koneksi yang luar yang keluar saya miliki " ucap odelia dgn matang .


" Ada beberapa calon pembeli dari kerajaan lain yang tertarik. Meski mereka meminta harga yang lebih rendah. Tapi setidaknya kami bisa menjual sebelum mengusuk di gudang . Ucap odelia dgn memberi kabar baik


" Apa yang dikatakan para calon pembeli itu sampai sampai mereka mau! " Inner ku dengan heran


" Kalau soal koneksi keluarga memang bisa di andalkan. Tidak salah menunjuk ayah mu sebagai Mentri perdagangan. " Ucap Raja dgn nada santai


" Suatu kehormatan bagi keluarga kami paduka " hormat odelia dgn lembut


" Saya juga sudah menyelesaikan nya paduka. " Ucap ku dengan nada matang


* Frenessa kemana kami menjual itu " ucap Paduka raja Penasaran


Aku memberi tanda pada mbok Rara supaya membawa kotak yg ku bawa. Mbok Rara meletakan di atas meja


" Saya belum menjual nya paduka. " Ucapku dengan nada tenang


Artinya kamu gagal menjalankan tugas" ucap ratu dengan kaget


" Daya memang belum menjualnya namun saya punya cara untuk menjualnya lebih mahal." Ucapku dengan percaya diri


" Ku buka simpul mengikat kotak itu segara saja mereka tertarik melihat kotak itu.


" Apa ini " ucap raja dengan heran


" Ini bawang Bombay " ucap ratu yg heran kaki ini


" Ini kreasi saya paduka, silahkan di cicipi " ucap saya dengan mempersilahkan mencicip onion itu.


" Sebelum paduka raja dan ratu mencicipinya seorang pelayan mengigit oni ring itu untuk memastikan keamanan


* Puji sang hyang ini! enak sekali! Ucap pelayan dengan kagum


Detik berikutnya pelayan itu langsung menyadari kelancangan nya


" Ma-maaf kan saya, paduka raja saya lupa menahan diri " sesal pelayan itu dgn menunduk


Ekspresi semua orang Seketika berubah jadi penasaran


Meskipun ragu masing masing mengambil onion ring itu dan langsung mengigit nya.


" Wah makanan apa ini aku belum pernah merasakan rasa ini sebelumnya " ucap Claude dgn kagum


" Enak sekali padahal bentuknya sederhana. " Ucap Lee dengan nada senang


" Makanan apa ini apa benar ini terbuat dari bawang Bombay " tanya raja minta penjelasan


" Benar sekali paduka. Ini adalah bawang Bombay yang diiris kemudian dilumuri tepung dan di goreng. " Ucapku cara membuatnya bagaimana


" Saat menerima tugas saya berpikir mengapa hanya bawang Bombay yg tidak disukai. Lalu saya menemukan ternyata kita memang belum tau cara mengolahnya." Ucapku dengan nada bingung dan


" Saya lantas memodifikasi beberapa resep. Dan jadilah cemilan ini " ucapku dgn jelas menjelaskan sebelum aku mulai membuatnya


" Luar biasa saya yakin ini bahkan bisa jadi teman minum teh. " Puji ratu dgn makanan yang ku buat


" Kira bisa mengajarkan rakyat membuat ini. Lalu menjualnya di kerajaan lain " ucapku dengan memberi usul untuk kerajaan dan penjual juga


Paduka raja dan ratu tertawa puas mendengar ideku. Aku melirik odelia, tersenyum masam


" Hebat sekali selalu ada ide baru di kepalamu. Sayang sekali Mahapati tidak memperkenalkan mu ke publik sejak lama " ucap raja menyayangkan tak mengenalku lama


Odelia pastii kesal sekarang


" Harus kuakui ini enak " ucap odelia menahan tatapan tak suka.


" Jika kalian bisa berkerja sama odelia bisa membantu frenessa menjual makanan ini. Bukankah itu bagus? " Usul padaku raja memberi kan idenya


" Saya senang sekali. " Ucapku dgn senang


Acara minum teh kami diakhir Dengan senyum masam odelia.


' mana mungkin dia mau kerja sama dengan ku ' inner ku dengan nada jutek


Aku sudah lama bangkit dari kursi tapi paduka ratu meminta waktu ku.


" Frenessa bisa bicara sebentar " ucap ratu padaku meminta waktu


" Tentu saja paduka ratu " ucap ku dengan senang hati.


Claude .Lee dan odelia mengantar paduka raja sebelum pergi odelia sempat menatap curiga ke arah kami.


' Kenapa ratu tiba tiba inggin bicara denganku. Pikirku dengan bingung


" Maaf kalau aku membuatmu kaget aku hanya inggin berterima kasih padamu " ucap paduka raja dgn menatap lembut padaku


" Berterima kasih, paduka? Ada apa? " Bingung ku kali ini


" Ku dengar kau yang menghibur Lee kemarin. Aku sangat khawatri masalah petisi menganggunya. " Ucap ratu dengan nada senang


" Itu bukan apa-apa, paduka saya hanya cuma mendengar kan cerita nya " ucap ku dgn agar tidak di permasalahkan


" Tidak hanya Lee kudengar kau membantu Claude. Aku senang akhirnya Claude punya seorang yang baik di dekatnya " ucap ratu dgn sangat bahagia


Ekspresi ratu melembut seperti kasih sayang seorang ibu pada anaknya


' kupikir ratu engga suka pada Claude karena dia anak tirinya ' Pikirku dgn bingung


" Paduka maaf atas kelancangan saya apa anda membenci pangeran Claude. Saya menyadari anda dan Claude kaku ' ucap ku dengan sedu. Dan hati-hati


Ratu tertegu mendengar pertanyaan ku untungnya hanya ada kami berdua. Aku segara membungkuk padanya


" Maaf saya sudah lancang paduka ratu " ucapku dgn penuh penyesalan


" Kamu tidak salah. Aku hanya... Bingung bagaimana menjawab nya Claude selalu berpikir keluarga ku merebut kebahagiaan Ibunya. Hingga ibunya jatuh sakit dan wafat


" Ucap ratu dengan sedih


' ah, yah, paduka raja jatuh cinta pada ratu yg sekarang dulunya penari ' pikirku mengingat tentang ini


Ratu meremas jariyah sulit kesulitan mengungkapkan cerita yang mungkin selama ini ia tutupi


" Saat masuk istana semua merendahkan ku karena aku seorang penari. Aku juga bukan orang kerajaan Pertiwi " ucap ratu dgn geram


Saat ratu wafat para ningrat mengu nakanya untuk membojokkan ku mereka menyebarkan berita bahwa aku mengunakan ilmu hitam hingga sakit " ucap Ratu dengan kesal


' tega sekali ' ucapku dengan nada sedu


" Dan Claude mempercayai nya " ucap ku dengan sedu


" Dia masih kecil saat itu. Kehilangan ibu. & dikelilingi orang orang yang inggin memanfaatkan nya " jelas ratu mengingat kejadian itu.


" Di ranjang sekarat nya ratu menitipkan Claude padaku. Dia memintaku menjaganya Makanya aku tidak punya pilihan lain selain berusaha menjauhkan Claude dasi orang orang itu. " Ucap Ratu dengan kisah bagaimana akhir hayat ibunya Claude


" Paduka ratu dan ratu terdahulu...? Ucapku dengan kaget


Ratu menatap semak semak mawar rapi di taman kuncupnya sudah mekar menjadi merah cerah


" Bunga mawar selalu mengingat ku padanya. Mawar adalah kesukaan nya dia perempuan baik yang sangat ku hormati.dia selalu membantu dan menjagaku dimasa masa awal masuk istana. Bisa kau bayangkan usia ku 17 tahun? Saat masuk istana " ucap ratu dgn sedu mengingat kenangan itu.


' Luka sedalam.apa yg disembuhkan wajah cantik paduka ratu aku engga bisa membayangkn ada di posisinya ' batinku merasa sakit


Ratu menghapus air matanya yang muncul di ujung matanya dia meraih tanganku .


" Aku senang Claude memiliki mu sekarang. Entah sebagai kawan atau kawan hidup di hatinya. Terima kasih Frenessa " ucap ratu dgn menatap lembut padaku.


Setelah ratu prgi aku masih termenung di tempatku. Membayangkan kisah cinta antara raja dan kedua ratunya


" Engga seperti di dongeng di sini ibu tiri engga pernah membenci bawang putih.


" Kalau saja bawang putih tau


Tiba tiba pesan muncul membuyarkan lamunan ku


To Noah


From frenessa


Kak cepat pulang aku punya informasi penting


Setelah itu aku menutup ponselku dan


' ada apa yah? Pikirku dengan cemas


Part 4


Aku segara mencari mbok Rara dan mengajaknya pulang. Berulang kali ku coba menelepon Noah. Tapi tidak di jawab


Aku baru akan menuju mobil tapi jauh melihat odelia dan ayahnya


Mereka tampak sedang bertengkar naluri mendorongku. Untuk bersembunyi mbok Rara mengikuti ku.


' tuhan maaf aku karena menguping ' Ucapku dengan nada sedu. Dan harap


Aku masih bisa mendengar suara mereka dengan jelas


Kenapa kamu selalu kalah dari Frenessa? Sampai bulan lalu bahkan tidak ada yang melihatnya semua bilang dia gadis bodoh. Tapi kamu kalah darinya " ucap Mentri candana marah pada anak nya


" Aku sudah berusaha yah, tapi dia memang engga sebodoh itu " ucap odelia dengan nada Sedih


' kau ini pada akhirnya aku selalu harus turun tangan " ucap Mentri candana dengan nada geram


Sekilas aku melihat tangan odelia yg bergemetar seperti menahan tangis


" Aku engga pernah minta ayah ikut campur,! Ayah ikut campur karena keinginan ayah sendri. " Bentak odelia dengan nada pilu


Yang ayah pedulikan cuma kekuasaan 2× bagaimana mengalahkan Mahapatih " harrdik odelia kali ini lebih berani


' tentu saja kalian haus kekuasaan sampai rela memfitnahku. " Remeh ku dalam.hati.


" Ayah tidak pernah peduli pada aku dan Rindu. Kami rindu ayah " marah odelia sambil mengungkapkan kan perasan nya


" Aku inggin... Ayah memelukku seperti dulu. Aku anak ayah bukan alat kekuasaan" ucap Odelia dengan nada pilu


' odelia ayahmu engga jauh beda dengan orang tua ku dulu ' Batinku Ku dengan nada pilu


" Buang pikirkan semua tidak berguna itu. Aku sudah mengurus semuanya. Kau harus jadi ratu." Ucap Mentri candana dengan nada kesal


Ayah odelia meninggalkan putrinya sendiri. Odelia masih sempat menatap punggung ayahnya. Namun pria itu tak satupun berbalik


Selah memastikan tidak ada siapa pun. Odelia mengikuti jejak ayah nya


' tenyata odelia sama seperti dengan ku dulu. Aku masih beruntung karena punya Noah ' lamunanku tentang hal dulu itu


Mbok Rara membangun kan ku dari lamunan. Aku teringat pesan Noah.


' aku harus pulang sekarang ' pikirku lagi dan aku pun segera berangkat


Aku terus memandangi jalan tapi pikiranku mulai melayang pada percakapan odelia dan ayahnya


' seprtinya hubungan odelia dan ayahnya engga baik. Kalau begitu odelia engga tau tentang skandal itu. ' pikirku mengingat kejadian pertengkaran itu


Aku mengambil handphone ku for mengirim pesan pada ayah.


Ayah. Sudah ada bukti baru tentang ayah odelia


Sampai sekarang belum nak, seprtinya dia tau sedang di awasi.


Yah...


Ada apa?


Kalau kita bisa membuktikan ayah odelia mencurangi Kita. Bagaimana dengan odelia


Apa dia akan di diskualifikasi


Mencurangi pemilihan ratu itu skandal besar nak.


Ini bisa menghancurkan keluarga nya


' odelia gimana dia engga tau apa apa.


Memasuki area hutan mobil tiba tiba melaju semakin kencang.


" Ada apa pak " cemas ku tanya pada pa sopir


Pak sopir berulang kali melihat ke belakang lewat spion tengah.


" nona untuk sekarang tolong dengarkan saya, sejak memasuki hutan mobil para pengawal Nona hilang " ucap pak sopir dengan jelas


Aku reflek menoleh ke arah hutan


' benar juga ini aneh ' ucapku mulai khawatir dengan situasi ini


" Awww " ringisku karena mobil mendadak berhenti.


Mobil berhenti mendadak akibatnya kepala ku terbentur. Kursi dan handphone ku tergelincir ke bawa kursi


" Kenapa berhenti pak " ucapku dgn cemas


Dua orang berpakaian hitam dgn wajah tertutup topeng menghadang mobilku masing2x mengenggam Kris. Pak sopir mengambil sebilah keris dari samping kursinya


Nona tetap disini! Jika terjadi sesuatu pada saya, nona segera lari ke pelabuhan sisi hutan. " Jelas supir itu dengan tegas


Pak sopir langsung menghadapi orang orang misterius itu. Keris mreka langsung beradu dengan sengit


" aku harus minta bantuan " pikirku melihat situasi ini


" Jatuh kemana sih handphone ku?


Ucapku dengan nada bingung


" NONA! LARI! " Teriak pak supir memperingatkan ku


Entah sejak kapan pak supir semakin terdesak. Meski begitu sekuat tenaga ia mengulur waktu.


" Tuhan lindungi aku " harapku berdoa semoga di lindungi


Karena begitu takut aku mulai lari membabi-buta melewati semak semak dan pepohonan. Ku ikuti arah yang tadi di tunjukan pak supir tak sekalipun aku menengok ke belakang.


' apa pak supir baik baik saja kumohon lindungi dia " harap ku agar pak supir baik baik saja


' aku harus memberi pertolongan " pikirku dengan cepat


Tiba tiba seseorang berpakaian hitam menghadang ku


Belum sempat aku berlari ke arah lain aku merasa sesuatu menghantam kepalaku begitu keras

__ADS_1


Hal akhir yang ku ingat rasa sakit dan dengung liar bisa di kepalaku. Setelah itu semua jadi gelap


To be continued


__ADS_2