
Cherpen 3
Part 1
Pelukan odelia terasa Dinggin. Jelas. Aksi odelia ini menyedot perhatian. Bisik-bisik penasaran langsung memenuhi ruangan
" Selamat siang, Nona odelia. Seperti biasa anda terlihat bersinar di pagi hari ini. " Ucap nona Sastro dgn menyapa odelia
" Anda terlalu memuji saya, nonya Sastro " Ucap odelia dgn ramah
' hebat sikapnya berbuah 180Β° ' batinku melihat tingkah Odelia ini
" Bagaimana kabar ibu anda? Beliau sudah kembali dari luar ibu kota.." ucap Tuan Wira dgn bertanya tentang ibu odelia
" Sayangnya belum. Tuan, namun beliau mengirim salam untuk anda berdua " jawab odelia kembali
Selanjutnya. Mereka bertiga larut dalam percakapan yang tidak ku pahami. Sedikit canggung aku meminum minuman yg di sediakan pelayan tadi
' ngga ada satupun ku kenal di ruangan ini. Ayah juga kelihatanya sibuk ' pikirku melihat situasi yang saat ini aku hadapi.
Banyak mata yang mengamatiku sebagai tersembunyi dibalik kibasan pelan kipas-kipas. Sebagai bahan terang terangan
" Dimana sopan santun kita. Nona odelia siapakah gadis yang datang bersama anda " Ucap Tuan Wira dgn mempertanyakan yang di datang dgn odelia tentu saja aku.
" Apa dia saudara nona dari luar kota? Wajahnya tampak asing " Ucap Nona Sastro dgn mengamati ku.
Mereka memperhatikanku, tampak berusaha keras untuk Mengingat
Odelia akhirnya berbalik. Lalu berjalan di sampingku.
" Tuan dan Nyonya tidak mengenal nya. Dia Nona Frenessa, putri tunggal dari Mahapatih " ucap Odelia dengan memperkenalkan diri ku
Begitu menyebut nama ayahku. Kedua ningrat itu pun terkejut.
" Oh...? ' Ucap tuan Wira dgn aga Sedikit menyindir
' orang-orang ini pasti sedang menilai ku. Noah bilang acara ini kesempatan membuat kesan pertama. Saatnya aku pakai taktik senyum ku ' batin ku penuh percaya diri.
Aku meluruskan punggung ku dan memasang senyum.
" Senang bertemu anda. " Ucapku dgn memberi salam
Kedua nya sedikit membungkuk badan ke arahku.
" Senang sekali akhirnya mengenal anda " Ucap Nonya Sastro dgn ramah dan senyum
" Tentu, tentu, anda sangat misterius " ucap Tuan Wira dgn senyum juga menyapaku
' mereka bilang Senang tapi omongannya engga bisa di percaya ' pikirku melihat kelakukan para ningrat ini.
" Siapa sangka anda memiliki senyum yang sangat manis. Nona? " Ucap Tuan Wira dgn melihat ku
Ramah
" Harusnya gadis muda seperti anda lebih banyak datang ke pesta pesta " bujuk Nonya Sastro padaku
" . Betul sekali bagaimana jika saya mengundang anda ke pesta kami akhir pekan " tawar Tuan Wira mengundang ku.
Aku bisa melihat odelia tersenyum kecil melihat interaksi ku.
" Kalau di ingat-ingat. Sebetulnya ini bukan memunculkan pertama Nona Frenessa di depan publik kan anda ingat Tuan Wira, ? Ritual sedekah bumi terakhir? " timbang Nonya Sastro mengingat ngingat. Dan akhirnya mengingatnya
" Ah! Tentu saja! Bagaimana saya bisa lupa. Anda betul menyedot perhatian hari itu." ucap Tuan Wira dengan nada Bisa saja.
Dari senyum mereka. Aku bisa menangkap mereka mengejekku
' nggak salah sih, hari itu memang konyol ' inner ku malu mengingat kejadian itu.
" Benar juga. Nona Frenessa hari itu membuat semua orang kawatir pada mu anda tiba tiba muncul di dalam air " Ucap Odelia dgn sedu tapi aku yakin ini hanya tipuan
Kedua ningrat itu bersuara keras menyembunyikan tawa mereka
" Siapa sangka keluarga Yudistira yg terkenal hati-hati dan tenang. Memiliki orang semenarik anda. Nona Frenessa " Ucap Nona Sastro dgn kembali melihat diriku.
' Odelia diam diam pasti puas krna aku di permalukan. Aku harus menyelamatkan mukaku. ' pikirku dgn cepat untuk menjawab
" Saya masih sangat muda dan kemarin adalah ritual pertama saya
Saya bersemangat sekali sampai sulit tidur malam sebelumnya. Saya harap kalian bisa memakluminya " Ucapku dengan nada minta maaf dan mohon harap.
" Anda tidak perlu minta maaf, kami senang anda baik baik saja. Untung saja pangeran Claude membantu anda saat itu " Ucap Odelia dgn nada bersyukur tapi aga mengejek
" Siapa yang beruntung karena aku " ucap Pangeran Claude dri kejauhan
Suara sehangat Mentari itu pun menyelamatkan dari sindiran 2x ningrat itu. Pangeran Claude mendekati kami. Serentak kami menunduk badan dan memberinya salam
" Kalian sedang membicarakan apa " tanya claude pada kami semua
" Tidak, aku hanya memperkenal kan nona Frenessa pada beberapa orang. Aku tau kadang-kadang pergaulan Kelas atas bisa terasa mengancam saat pertama " ucap Odelia dgn jelas. Cih padahal aku sudah melaluinya.
Claude menatap senyum padaku.
" Sepertinya kau bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Aku senang kamu kelihatanya baik-baik saja " Ucap Claude dgn senyum nya padaku.
Aku mengangkat sedikit bagian gaunku. Dan menubruk ke arahnya
" Ini semua berkat bantuan anda , pangeran " Ucapku dgn nada sopan
" Lagi lagi kamu terlalu formal padaku. Aku sudah meminta mu santai saja kan " Ucap Claude dgn nada aga sedikit menegaskan untuk santai padaku
Kata kata Claude jelas mengejutkan para ningrat. Mereka mungkin tidak menduga kedekatan kami.
" Saya hanya berusaha menjaga sopan-santun karena ini kesempatan yg formal " jelas ku dgn berusaha untuk tampil lebih baik
" Untuk seorang yang baru pertama masuk ke pergaulan Kelas atas. Sopan-santun mu nyaris sempurna " Ucap Claude dgn nada memuji
" Terima kasih banyak, yang mulia pangeran " Ucapku dgn kembali menghormatinya dgn membungkuk
Meskipun sedikit aku bisa melihat senyuman odelia terlihat masam.
" Hmm.. yang lebih penting saat ini keberhasilan anda mencegah perang dengan Kerajaan Asoka pangeran. Saya sangat senang saat pertama mendengarnya dari ayah " jelas odelia dengan laginya membahas hal lain.
" Dia bahkan berhasil mencegah peperangan? " Batinku kaget dgn hal ini
" Ini semua berkat melihatnya anda dalam bernegosiasi yang mulia ' Ucap Nonya Sastro dgn memuji.
" betul sekali. Saya yakin kita tidak perlu mengkhawatirkan masa depan kerajaan di tangan pangeran Claude " ucap Tuan Wira dgn. Sama memuji.
Kupikir dia cuma Pangeran kutu buku. Ternyata masih banyak sisi tentangnya yang belum aku tahu.
" Selamat atas keberhasilan anda rakya pasti bangga pada anda " pujiku dengan senyuman tulus.
" Terima kasih nona Frenessa " ucap Claude dengan senyuman lembut.
" Pangeran Claude haruskah kita merayakan keberhasilan ini.? Ini adalah kabar bahagia untuk seluru rakyat Pertiwi. " Tanya odelia dgn nada mengajukan sesuatu.
Claude pun hanya diam saja. Dan tersenyum tipis kemudian. Kulihat dia tidak terlalu nyaman keberhasilan nya di besar besarkan
" Terima kasih untuk perhatian nya. Nona odelia. Tapi sebaiknya ini tidak di lebih lebihkan " Ucap claude dgn sedu "
Membuatku. Penasaran. Dgn tingkah nya ini
" Kita masih tidak boleh lengah karena mereka masih belum mendatangani perjanjian. " Ucap Claude kali ini lebih tegas.
" Masih bisa membatalkan nego itu " tanyaku dengan sedu.
" Itu yang ku khawatir " ucap Claude dengan sedu. Juga.
Penolakan Claude membuat para ningrat kecewa. Odelia berusaha memperbaiki situasi.
" Kita hanya bisa berdoa semoga sang hyang melindungi kita " Ucap Odelia dengan nada berharap
Suara terompet tiba-tiba terdengar sekertaris kerajaan mengumumkan kehadiran Raja dan ratu. Ayah muncul dan meletakan tanganku lengannya..
" Sudah waktunya nak. " Ucap Ayah dengan peringatan
Kami menuju kearah Singgasana
" Selamat datang , semuanya " ucap sang ratu pada, semua nya.
" Loh. Itu ratu.? Kok beda dengan yang ada di lukisan rumah. Claude.
" Batinku dengan nada terkejut
Aku berdiri bersisir dengan odelia dari claude.
" Apa pangeran Lee belum sampai?
Ucap Raja pada Salah satu sekertaris nya
" Belum, paduka raja " Ucap Sekertaris
' benar juga dari tadi aku tidak melihat Lee di mana pun ' pikirku bertanya tanya dimana pangeran Lee saat ini.
Ruangan di penuhi bisikan pada Ningrat
* Berani sekali pangeran Lee terlambat di saat seperti ini
* Memalukan sekali. Mana mungkin calon raja seenaknya begitu.
Paduka apa perlu kita menunda proses Pembukaan " Ucap Sekertaris mengajukan Dirinya
Baru saja sekertaris selesai Bertnya pangeran Lee masuk di ikuti para kesatria bersenjata dan beberapa petinggi militer. Orang orang trbelah seperti lautan merah. Memberi mrka jalan.
" Hormat kepada ayahanda paduka raja, maafkan keterlambatan kami." Ucap Lee memberikan hormat dan salam pada ayahnya
Raja memberi tanda supaya rombongan Lee bangun. Para ningrat masih menatap Lee dgn kesal.
" Akhirnya kamu kembali. Selamat atas kesuksesan kalian membasmi pemberontak di pembatas.utara " ucap Raja memberikan Selamat pada Lee
" Kerja bagus, Laporkan perkembangan lengkap setelah acara ini " Ucap paduka raja pada para menteri yg lain termasuk Lee.
' oh.. makanya kemarin di cariin pada Prajurit ' pikirku kemari Lee di cariin para prajurit
Mendengar Perkataan raja orang orang langsung bergumang satu sama lain. Rombongan lee bubar lee langsung mengambil tempat di sebelah ku.
' dua pangeran ini benar benar engga saling sapa ' pikirku melihat interaksi mereka tadi
Lee memekarkan mulutnya lalu berbisik
" Kupikir kamu jadi kabur " Ucap Lee dengan berbisik
" Yah seseorang menyadarkan ku. Kalau itu langkah yang bodoh. " Ucap ku dengan Bisikku
" Padahal sepanjang jalan tadi aku memperhatikan siapa tau aku melihatmu di antara pepohon." Ucap Lee dengan jelas dan masih berbisik
" Kau ini. Khawatir padaku yah " ucapku sambil mengoda ya masih dgn berbisik.
" Kata siapa aku cuma " Ucap Lee dengan aga malu dan masih berbisik
" Ssh acara mau di mulai " ucap Claude dengan menyuruh kami berdua diam
Lee tersenyum mengejekku Lee mengalihkan pandanganya pada sekertaris
Sekertaris membungkuk hormat pada Raja dan ratu. Ia lantas mngumumkan peraturan-peraturan
Selama seleksi
" Sebagai tradisi. Seleksi ini diadakn untuk memilih Raja dan ratu yang akan memimpin kerajaan Pertiwi. Siapa yang menerima restu raja, ratu. Tentunya sang hyang. Merelakan yg akan memimpin kerajaan ini untuk itu. Kerajaan di harapkan semua calon bisa menaati aturan. " Ucap Sekertaris Mulai mengumumkan nya
Ia pun membuka gulungan kertas itu.
" Pertama tidak boleh ada kekerasan dlm seleksi berlangsung
Segila bentuk kecurangan akan mengugurkan hak seseorang mengikuti seleksi " ucap Sekertaris memberikan peraturan yang 1
" Bagus, jadi kompetisi ini akan jujur dan adil " pikirku dengan nada Senang.
" Dan khususnya untuk Calon ratu sebagai calon ratu. Anda berdua adalah calon ibu kerajaan ini. Kalian di larang memiliki hubungan romantis dengan siapapun selain pangeran. Jika ditemuka maka arti nya kalian telah mengkhianati kerajaan. Dan di hukum mati " Ucap Sekerari kerajaan dengan menatap ku dan odelia dengan tegas
Aku hanya menegung ludah mendengar Kalimat akhir tadi dah hanya bisa diam
Sekretaris kerajaan memberi Izin pada ratu untuk memberikan kesempatan pada ratu untuk bicara
" kalian adalah tumpuan kerajaan harapan ini " ucap ratu dengan nada lembut.
' kalau dia ratu lalu. Di lukisan itu siapa. Akan ku tanyakan pada Noah " pikirku memutusakan untuk menanyakan pada Noah.
" Ku harap seleksi ini bisa membawa kerajaan bagi Pertiwi di masa depan. Bukan cuma memperkuat kekuasaan politik atau atau suatu kelompok " Ucap sang ratu dengan lembut namun serius.
Kalimat ratu seketika membekukan Seisi Ballroom. Sekilas aku bisa melihat tatapan tidak suka beberapa ningrat pada ratu.
" Semoga sang hyang memberkati kita " Ucap sang ratu dengan berdoa
* Semoga sang hyang memberkati kita.
Setelah selesai kedua pangeran bergabung dengan raja. Di tengah upaya ayah memperkenalkanku pada beberapa ningrat. Aku masih menangkap interaksi ratu dan Claude.
' jangankan menyapa mereka bahkan tidak saling tatap ' pikir Ku dengan melihat itu. .
' apa nak? " Tanya Mahapatih pada ku dengan heran..
" Eh-tidak yah. " ucapku dengan gugup.
Setelah itu masih banyak orang orang di perkenalkan ayah. Aku berusaha keras menghapal nama ningrat ningrat itu.
* Tuan putri anda cantik sekali * ucap seorang dengan nada pujian
Sontak mendengar semua itu. Kamu pun berbalik.yang menyapa tadi di samping odelia mereka menunduk pada kami.
" Puri anda pun. Odelia sangat mengagumkan " ucap Mahapatih dgn memuji namun siaga
" Senang akhirnya bertemu anda " ucap Mentri candana padaku.
" Mohon bimbingannya untuk putri ku dia masih banyak kekurangan " ucap Mentri candana dengan sopan
" Anda tidak perlu khawatri. Odelia sangat pintar membawakan diri. " Ucap Mahapatih agar Mentri candana tak perlu khawatri
" Kita tadi sudah sepakat untuk menjadi saudara bukan kah menyenangkan saling membantu. " ucap odelia dengan senyum
Perkataan odelia di sambut tawa ayahnya dia menepuk bahu odelia
" Terkadang saya khawatri karena odelia ini masih lugu. Jika memang begitu. Acara seleksi ini akan membosankan. Bukan begitu nona Frenessa " ucap Mentri candana dengan nada Senang
" Anda terlalu rendah, tuan pada hal odelia sangat mengagumkan " ucap ku dengan nada lembut.
Kedua pria itu pun tertawa mendengar ucapan ku.
" Sepertinya anda benar. Saya cuma terlalu khawatri tapi ini kan yang di lakukan seorang ayah.? " Ucap Mentri candana dengan nada senang.
Lantas mereka pun melanjutkan pembicaraan tentang urusan kerajaan. Aku memilih pamit ke toilet
' semua basa basi Kelas atas ini sungguh melelahkan pipiku sampai sakit karena terpaksa tersenyum setiap waktu. ' pikirku dengan merasakan sakit pipiku.
" Selamat siang, empu agung. " Ucap Sang ningrat dgn anggun
" .... " Orang itu hanya diam dan langsung berjalan
' siapa dia? Bahkan para ningrat hormat padanya. " Pikirku penasaran melihat pria muda itu.
Bahkan para ningrat membungkuk ketika ia lewat. tutur kata mereka tewas sopan. Aku berpas pasan pria itu tersenyum padaku aku tak yakin bagaimana harus harus bersikap.
" Selamat siang. empu agung " ucapku dengan ramah ku ikuti saja ucapan mrka tadi.
" Nona terlihat sehat. " Ucap pria itu dengan senyum menatap ku.
' Apa aku mengenalnya ' pikirku mengingat apa aku mengenali pria itu.
" Apa saya mengenal anda " Ucap ku dengan hati-hati.
" Bagaimana? Nona susah menemukan cara memenuhi permintaan saya " ucap pria itu dgn nada Serius
" Permintaan maksud anda? " Ucapku semakin tak paham dgn omongan nya
" Ah, kamu belum paham sepenuh nya yah, sepertinya aku harus bersandar " ucap pria itu menyadari tindakan tak paham ku.
" Apa saya pernah menjanjikan sesuatu pada anda.? " Ucap ku dgn nada aga bingung
Kring kring
" Biar ku ganti pertanyaan ku. Bagaimana menyatukan Panji merah dan Panji putih. Seperti permintaanku? " Ucap pria Dengan nada Misterius .
" Panji kamu. Kucing & Empu agung " Ucap ku dengan Nada Terkejut
" Hah ternyata anda sudah mengenali saya " Ucap pria itu dgn tersenyum
" Yah sepeti yang saya perkirakan anda cukup pintar mungkin dgn kecerdasan itu. Anda bisa membantu saya " Ucap Empu agung dengan nada Misterius lagi
" Hmm.. says Mulai paham apa yg anda maksud tapi... " ucapku terpotong ketika pria itu sudah hilang entah kemana.
' hmm.. setidaknya aku sudah tau siapa dia itu ' Ucap ku dengan nada prgi dan setelah itu aku pun kembali ke ruangan ballroom kmbli
Setelah semua formalitas yang membosankan yang melelahkan akhirnya aku di perbolehkan pergi
Part 2
__ADS_1
aku menepuk nepuk pipiku berusaha menyemagati diri sendiri
Ku tepis semua pikiran buruk
' sepertinya tidak sederhana yang ku pikirkan. Setelah ini tampaknya hidupmu akan semakin rumit. Frenessa. ' ucapku menguatkan diriku
' Dari pada sedih lebih baik aku belajar lebih banyak tempat ini.' pikirku daripada sedih dan diam
Aku mengamati seisi kamar
' apa saja yg dilakukan putri Mahapatih lakukan sebenarnya di kamarnya bahkan tak ada buku satu pun ' sebal ku msa di kamar ini engga ada buku sih
' Noah masuk, ia tampak sudah tak sabar untuk mengintrogasi ku
" Apa calon suamimu tak menyenangkan ko murung begitu " ucap Noah dgn menatap ku jahil
" Aku cuma capek. Ternyata bertemu dengan banyak ningrat melelahkan yah " ucapku dengan nada biasa
" Kamu kan seorang empu agung berarti kamu tau dimana dia sekarang " Ucapku dengan bertanya
" Sayangnya engga empu agung sering berkeliling ke daerah daerah atau bertapa entah di mana..sejak masuk kuil saja aku baru melihat nya sekali
' buntu banget ' inner ku dgn sedu
" Tapi kenapa Kaka cari empu agung..apa kamu butuh sesuatu.? Tanya Noah padaku
" O-oh engga cuma penasaran " ucap ku sebisa mungkin engga nampak curiga
Noah mengalihkan pembicaraan ke pembukaan seleksi tadi dia meminta bercerita siapa saja yg kami bicarakan.
" Jadi bagaimana pendapatmu tentang nona odelia " tanya Noah dengan bertanya pendapat ku
" Yah, dia... Bukan lawan yg mudah " Ucapku dengan menjawab
Aku bersandar makin dalam pada kursiku bahuku mulai di hinggapi rasa lelah
" ayo semangat kak.ini kesempatan mu. Kamu bisa memukau para ningrat saat pesta dansa " ucap Noah dengan menyemagati ku.
' pe-pesta dansa ' inner ku bingung
" Tapi Noah, kakak,... Engga bisa dansa " ucapku malu mengucapkan kata itu
Noah menepuk bahu terlihat Putus asa
" Apa saja sih yg kamu siapkan buat seleksi " sebal Noah padaku
Noah menarik bangun tangannya langsung diletak di pinggulku.
" Biar ku ajari Kaka berdansa " ucap noah dgn yakin
Setelah berapa kali aku menginjak kaki Noah, dan menabrak Noah akhirnya aku bisa mengikuti langkah yg di ajarkan
" Kita istirahat dulu capek setelah latihan " ucapku dgn nada lelah
Kami menikmati es teh yah dibawa kan mbok Rara sambil menyegarkan diri.
" oh aku lupa ada yang mau ku tanyakan tempo hari di rumah Claude melihat lukisan perempuan dgn mahkota kupikir dia Paduka ratu tapi ratu yg kulihat di istana tadi berbeda bukan dia " Ucapku dgn penasaran kenapa wanita yg di ada di lukisan Claude beda dgn wanita yg kulihat tadi
Noah malah bergegas membekam mulut ku. Dia menempelkan telunjuk ke bibirku
" Kakak ini kita tidak boleh menceritakan ratu pertama " ucap Noah dgn sedu
' ratu pertama? ' bingung ku
" masa Kaka lupa ratu pertama sudah meninggal?. Ucap Noah dgn sedu
" Kalau begitu yg sekarang? " ucapku dengan nada tanya
" Tentu saja dia ibu pangeran Lee " jawab Noah lagi
.
' Jadi itu kenapa keduanya terlihat Dinggin
" Kalau cuma beda gara-gara beda ibu. Kenapa Lee dan Claude engga akur " Ucapku dengan bingung
" Aduh kamu jangan bertanya seperti itu di pergaulan Kelas atas ka" ucap Noah sebal
Noah mengomeliku panjang lebar soal topik yang boleh dan Tidak dalam pergaulan Kelas atas
" Tapi aku benar-benar penasaran kenapa mereka engga akur? " ucapku dengan nada pensaran
" Kakak engga pernah dengar? Ratu sekarang engga suka sama pangeran Claude dan kelompok pendukung nya " Ucap Noah dgn nada kaget
Yang ku tau waktu pertama wafat. Paduka ratu memecat penjabat pendukung ratu Sebelum nya " jelas Noah kembali bercerita
' kenapa paduka ratu bisa memecat mereka semua? ' Ucapku dgn penasaran
" Kedua pangeran itu sering berdebat " ucap Noah dengan jelas
Aku teringat soal Panji merah dan Panji putih yang harus disatukan
" Kau benar benar jadi aneh saat kau tenggelam " ucap Noah bingung
' duh, aku terlalu terus terang ' ucapku mulai panik
Ah aku cuma mengetes mu saja " . ucapku dengan biasa saja
Untungnya Noah tidak mencurigai ku lebih jauh. Aku bertekad harus mencari informasi lebih banyak dgn cara lain
Drtt drrrrt layar ponselku menampilkan gambar Lee
' ada apa? ' batinku dengan sedu menangkap pesan ini
" Telepon dari pangeran Lee " tebak Noah
" Sudah cepat angkat dia mungkin sudah kangen kak " Ucap Noah dgn senyum menatap jahil
" Apa sih dek.." Ucapku dengan sebal
" Aku prgi dulu kak silahkan mengobrol sepuasnya." Ucap noah langsung pamit dan keluar dari kamarku
Aku pun mengangkat ponselku
π₯ Lee
Frenessa, aku tadi mencari mu sehabis pembukaan seleksi
π₯ Frenessa : Ada apa
π₯Lee : Ah tidak, cuma minta maaf. Waktu dirumah harusnya aku yg mendengar kan mu. Tapi malah aku yang cerita.
π₯ Frenessa : Ngga masalah aku senang bisa mendengarkan mu. Lagi pula aku yg memaksa mu untuk menolong ku bersembuyi.
π₯ Lee : Kamu muncul di istana pagi ini udah berubah pikiran?
π₯ Frenessa : Ah, aku engga mau menyerah sebelum berjuang. Ini bukan aku
π₯ Lee : Baguslah engga sia-sia aku menghiburmu
π₯ Frenessa : Pede banget sih kamu..
π₯ Lee : Udah sana istirahat. Aku harus mengecek pasukan pasukan kan dulu. Sampai jumpah. Frenessa.
' aku ajah engga yangka aku serius di seleksi ini. Udahlah aku istirahat dulu. ' pikirku dengan nada engga nyangka bakal serius
Beberapa hari setelahnya. Sejak Noah mencurigai ku. Aku sebisa mungkin tidak bertanya
Aku mencoba mencari informasi di perpustakaan rumah inu. Tapi tak banyak yg kudapat
" Mungkin di perpustakaan istana lebih lengkap " Ucapku dengan nada Berpikir Diana tempat yg tepat
' sebelum itu. Aku ganti baju dulu cuaca panas membuatku keringetan ' pikirku sebelah prgi aku ganti baju dulu
Aku memakai baju Casual biru dgn motif aksen lokal
" Kaya gini kan lebih nyaman. ' nyamanku setelah ganti baju
Sesampai di sana aku meminta mbok Rara menunggu di luar. Aku tidak mau usaha pencarian ku di curigai
' untunglah sebagai calon prmaisuri aku bisa bebas kesini. Aku harus cari tau soal Panji-panji itu dan hal yg berhubungan dgn keluarga kerajaan. Ini pasti kaitannya dgn misi empu agung ' inner ku dengan senang bisa leluasa cari informasi
Aku menelusuri daerah rak rak. Satu persatu Buku yang ada kaitannya kubuka.
' kitab empat pilar Pertiwi kitab dongeng masa lalu kitab epos raja-raja ' pikirku memilih buku yg dibaca
Ku ambil kita epos raja-raja lalu menuju salah satu meja segara saja aku tenggelam dalam isi buku itu.
' disini tertulis masing masing raja raja yang sekarang ini dia.. disebut kan setelah raja sekarang dewasa ia dinikahi dengan putri keluarga ningrat Demi memperkuat posisi raja yang kuat saat itu masih berstatus putra mahkota dari pernikahan itu lahirlah Claude ' pikirku mengingat semua yg di tulis di buku
Aku membalik halaman berikutnya
Lalu ku buka halaman berikutnya
Aku teringat percakapan ku dgn Lee di taman sedikit demi sedikit aku mulai mengerti memahami maksudnya.
Istirahatlah sebentar kamu sudah kelamaan membaca " ucap seorang pria dgn lembut padaku
Aku mengangkat wajahku dan menemukan Claude bersandar di salah satu rak buku di hadapan ku
" Hai Frenessa, " ucap Claude dgn menyapaku
' Sudah berapa lama dia disitu.? Inner ku dengan bingung
" Terang abadi bagi titisan dewa. Pangeran Claude. Maaf aku terlalu serius sampai tidak sadar kau datang " salam ku dan juga panik
Claude malah terkekeh melihat tingkah panikku. Dia menghampiri
" Tidak masalah, aku senang2x saja memperhatikan mu kok kau sedang baca buku apa " Ucap Claude dengan nada tenang
Dan bertanya
Claude melirik buku yang aku baca aku buru buru menutupnya
" ini... Aku sedang iseng membaca saja " Ucapku dengan nada bisa dan grogi
Claude tersenyum tipis
" apa aku engga boleh tau apa yang kamu baca? " Sindir Claude dengan jauh
Kutunjukan kepalaku tidak berani menatap wajah claude
" Aku... sebenarnya sedang belajar lebih banyak soal kerajaan. Stelah pembukaan kemarin, aku sadar. Aku masih tertinggal dari odelia " Ucapku malu dan aku pun jujur
Dan lanjutku lagi menjelaskan
Ragu-ragu aku mengintip reaksi Claude. Claude malah mengajakku duduk di sebelahnya
" Menurutku kamu tidak kalah kok darinya " Terang Claude pada ku
" Kamu cuma menghiburku. Jelas jelas semua ningrat memuja odelia " Ucapku dengan nada malu
Claude mengunci tatapan matanya jantungku mulai berdegup kencan .
" Kau gadis yang manis dan pintar meski banyak yang belum kamu tahu, tapi kamu berkerja keras mengejarnya " Terang lagi Claude padaku dan Dengan senyum
Deg deg kata katanya itu berhasil membuat jantungku berdebar dan terkejut
" Meskipun kelihatanya terbuka pada orang. Tapi kamu menyimpan banyak rahasia dalam hatimu " Ucapnya lagi dengan sorot mata lembut
' bagaimana dia bisa mengenali sedalam itu inner ku kagum dengannya
Claude tersenyum dan menepuk pucuk kepala rambut ku
" Semangat lah! Kamu bisa mencari ku kapan saja kalau butuh bantuan. Aku harus mengecek beberapa persiapan di sini " Sarannya dan menyemagitku dan Jelasnya lagi kenapa ia datang kemari
" Persiapan? Ada acara penting apa? " Tanya ku padanya
" hari ini utusan kerajaan sebrang datang, kami akan mengajaknya berkeliling istana " Ucap Claude dengan jelas apa acara nya itu
* Paduka ratu datang " Ucap pengawal
Ratu masuk kami membungkuk menghormatinya.
" Terang abadi bagi rembulan pertiwi, paduka ratu. " Salam ku pada sang ratu "
" kebetulan sekali aku sedang mengecek perpustakaan sebelum kedatangan utusan kerajaan sebrang nanti siang pangeran Claude apa semuanya ayah siap? Tanya ratu Dn Jelas sang ratu dengan lembut .
" Anda tidak perlu khawatri paduka ratu Ucap Claude dgn nada tenang
" Tentu saja kau tidak akan buat kesalahan kan Ucap ratu aga raut wajah masam
Tatapan ratu pada Claude mulai tajam
" Tenyata hari ini utusan itu akan datang bagaimana sosok Claude saat menghadapi nanti yah " pikirku dengan penasarn
" nona Frenessa jika kau sanggup mungkin kau bisa ikut menyambut utusan kerajaan. Ini jadi pengalaman bagus untukmu sebagai calon ratu " Terang ratu padaku menawarkan untuk ikut dgn Claude
" Sebagai calon ratu kamu mau menemaniku menemui urusan kerajaan osaka " Sekarang Claude yg mau bertanya dgn ku
' aku mendampingi Claude sebagai calon ratu dengan senang hati ' inner ku dengan malu dan menjawab
Dua puluh menit kemudian aku sudah mendampingi Claude menyambut utusan kerajaan sebrang
" Bagaimana kalau aku melakukan sesuatu yg menyingung utusan kerajaan " Ucapku dengan cemas
" Tenang saja percaya sedikit para dirimu. Kamu siap? Ucap Claude berusaha menenangkan ku
Aku meletakan tanganku di lengan nya. Kami menyalami utusan kerajaan sebrang
" selamat datang. Tuan Ucap Claude dgn menyambutnya
" Selamat datang tuan Ucapku juga dengan menyambut nya
" terima kasih atas sambutanya yg mulia Ucap urusan kerajaan dgn senang
Suasana cair kembali serius begitu jamuan makan siang selesai
Negosiasi berlangsung alot. Syarat kerajaan seberapa upaya mau mendamai terlalu banyak dan makin memberatkan
" kami tidak bisa menerima syarat yg tuan ajukan " Ucap Claude dengan penuh penyesalan "
" Kalian orang Pertiwi kalot dan sulit di ajak bicara tidak ada pilihan lain. Masalah ini kita selesaikan di Medan perang " Ucap urusan kerajaan Dengan nada tegas
" Tuan tidak berpikir perang hanya akan menrugikan kedua pihak? Yg saya bicarakan bukan kita. Tapi rakyat " ucap Claude dgn tenang
' pantas saja para ningrat memuji nya benar benar lihai. Meski diskusi ini Alot dia masih tenang dan senyum ' pikirku melihat kelihaian Claude
" Apa ini keputusan bijak mengorban kan ratusan ribu rakyat " Ucap Claude dgn tenang
" Anda menghina kami.?! " Ucap urusan kerajaan dengan marah
Ketegangan semakin memuncak Claude meminta negosiasi di tunda
" Mari kita tenangkan dulu. Mari kita memainkan permainan kesukaan anda tuan " ucap Claude dgn menawarkan
Pelayan meletakan papan catur di atas meja
' wah catur ' inner ku dgn tak percaya
" Baiklah , saya peringatkan. Di kerajaan saya tak terkalahkan Ucap utusan kerajaan dgn sombong
" saya harap saya tidak membuat anda bosan " Ucap claude dengan nada ramah
Bidak demi bidak di luncurkan Claude menyusun pertahanan. Sementara utusan kerajaan main dgn agresif
' permainan Claude Ok juga. Kalau begini Claude masih punya kesempatan menang ' komenku dgn melihat Claude
Saat langkah-langkah semakin kilat dijalankan sebuah benturan menjatuhkan seluru bidak dan mengacaukan permainan
" Sayang sekali tuan bagaimana kalau kita ulang " Ucap Claude dgn nada sesal .
" tidak bisa saya hampir menang kita susun lagi seperti biasa " Ucap urusan kerajaan dgn nada Tegas
Bidak bidak disusun kembali sesuai posisi yg terakhir. .
' Bidak itu tempatnya bukan di situ tadi. Pria tua licik. Berani-beraninya menodai permainan catur yg suci aku harus membantu Claude
" Ku keluarkan sapu tanganku lalu cepat-cepat ku tulis serangkaian langkah untuk mengatasi kecurangan pria itu. Kutitip sapu tangan itu ke pelayan pribadi Claude.
Claude menyadari ada tulisan di sapu tangan itu dia tersenyum padaku.
' kuharap Claude bisa mengerti maksudku ' inner ku dgn harapan
Setelah beberapa langkah posisi berbalik. Claude jelas unggul sementara utusan kerajaan mulai panik .pertandingan pun berakhir di menangkan Claude seisi ruangan bertepuk tangan
' rasakan ' inner ku senang rencana berhasil
" Permainan anda hebat Sekali yg mulia Ucap urusan kerajaan memuji Claude
" maafkan saya tuan. Tapi pujian itu bukan milik saya Sanggah claude tak inggin Nerima pujian itu
" Maksud anda. " Ucap urusan kerjaan dengan bingung
Claude menunjukan sapu tangan dariku. Wajah utusan kerajaan merah padam
__ADS_1
" siapa pemilik sapu tangan ini Ucapnya dengan marah
Para pengawal dari kerajaan sebrang siap-siap dengan tombak mereka
' hebat aku pasti membuatnya tersinggung. ' inner dgn panik
Ragu-ragu aku mengangkat tangan ku seisi ruangan tegang
" Milk saya tuan " Ucap ku dgn sedu.
" Kau! " Ucap urusan kerajaan dgn. Marah
" Masa nyawaku berakhir di tangan kerjaan lain ' inner ku mulai ketakutan
Aku menunduk kepala menunggu reaksi. Lanjutnya utusan kerajaan
" HAHAHAHA! Hebat sekali, hebat sekali Ucap urusan kerajaan dengan tersenyum dan tertawa
" Hah gimana ' pikirku kaget
" Anda pasti menyadari kelakuan saya nona " ucap urusan kerajaan dgn senang
" Benar sekali tuan anda sengaja memanfaatkan bidak bidak yang jatuh " jelas ku dgn tenang
" Hebat sekali nona bisa main catur " tanya urusan kerajaan padaku.
Catur itu hobi saya " ucapku dgn senang
Utusan kerajaan mengangkat tangan tanda menyerah
" Baiklah baiklah ternyata kalian orang yang menarik. " Ucap urusan kerajaan dgn senang dan puas
Seisi ruangan menarik napas lega kulihat ayah wajahnya terlihat bangga
" nona datanglah kekerajaan ku. Aku inggin memperkenalkan putra ku pada mu " Ucapnya dengan menawarkan ku untuk kerajaan nyav
Claude tiba tiba mencengkram lenganku lalu menarikku kebelakang
" Maaf tuan, tapi gadis ini calon ratu kerajaan Pertiwi " Ucap Claude dgn nada minta maaf dan tegas
Ekspresinya terlihat serius. Tangan nya mencengkram ku begitu kuat
Deg deg
" Em... yang mulia " capku dengan gugup.
" diam dulu. Jangan bilang kamu mau berkenalan dengan putranya " Ucap Claude dgn nada tegas
Aku memilih untuk diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun
Kehangatan terasa menjalar di punggung Claude
Butuh lama agar Utusan kerajaan dapat mencerna maksud claude
" Tenyata begitu sayang sekali nona. Tapi kalian berdua terlihat serasi " Ucap utusan kerajaan dgn nada menyesal dan mengoda kami
' ahh... Kenapa wajahku terasa panas ' inner ku malu dgn ini
Setelah ketegangan mencair negosiasi di lanjutkan kedua kerajaan akhirnya sepakat mendata tangani perjanjian
Usai melepas utusan kerajaan Claude mendekat
" Maaf kejadian tadi aku terbawa suasana " Ucap Claude dgn nada malu malu
" Tak masalah, aku mengerti " Ucapku juga sama malunya dgn Claude
Kami berdiri dgn canggung
" Terima kasih atas bantuan mu. " Ucap Claude dgn berterima kasih
" Membantu mu curang " Tanya ku lagi dengan nada menyindir
" Kamu yang berhasil membuat nya. Menandatangani perjanjian itu. Selamat " Ucap claude dgn nada bangga
" Omong kosong! Tentu saja itu berkat kerja kerasmu " Ucap ku dengan gugup dan berkata lain
Claude hanya tersenyum dan malah menyengelus ujung rambut ku
" Harusnya sekarang kamu engga minder lagi kan sama odelia? Nasehatnya padaku
Claude meninggalkan ku untuk menemui penjabat penjabat lain
" Benar aku engga perlu minder lagi ' ucapku dengan optimis
Part 4
Tinggal tiga hari lagi sampai pesta dansa rumah semakin sibuk.
Guru tatakrama bolak-balik memperhatikan pernampilanku tanpa celah. Noah terus menyempu rnkan langkah dansa ku dan berkaki kali menguji pengetahuan ku.
" Pertanyaan berikutnya..apa yang Kaka tau tentang keluarga baksoro? " Ucap Noah padaku...
" Mereka memiliki banyak kapal pelabuhan Utara aktif menjual hasil laut Jawabku dengan nada jelas dan siap.
" kau benar benar sudah siap nak Ucap Mahapati dengan bangga
" Apa kamu sudah siap menyiapkan hadiah Raja dan ratu
" Hadiah Bingung ku menjawab
Ayah melirik Noah tajam
" Noah jangan bilang kau belum memberi tahunya Kesal Mahapatih pada Noah
" m-maaf paman aku " Minta maaf Noah para mahapati
" Hadia apa yang kalian bicarakan Ucap ku dengan bingung
" Begini aku belum memberitahu soal hadiah untuk raja dan ratu. Biasanya calon prmaisuri memberikan akan menyiapkan itu sebagai bentuk bakti kepada raja dan ratu. Apa kakak tau mau memberikan apa? sial Ucap Noah dengan menjelaskan
' hadiah yah apa yang bisa kuberikan pada orang yg sudah punya semuanya " innerku bingung
" Oh seingat ku ratu suka dengan wewangian " Ucap Noah menjelaskan kesukaan sang ratu
Dan hal itu Sukes membuat ku dapat ide
" kalau, begitu bagaimana lilin aroma terapi " Ucapku dengan. Nada lembut dan
' aku pernah membuat nya di praktek sekolah dulu ' inner ku mengingat pelajaran dulu .
Ayah dan Noah tampak bingung mendengar ideku
" lilin apa, nak ? " Tanya Mahapatih pada ku heran
' seprtinya disini tidak ada yg namanya lilin aroma terapi disini . ' pikirku benar menunjukan bahwa mereka tak tau tentang lilin itu
" yah percaya saja padaku aku hanya perlu bahan bahan nanti di pasar " ucapku dengan penuh keyakinan .
stelah sore pun Aku dan Noah menyelinap di pasar dan melihat di antara orang yang hilir mudik orang yang berjualan
* Bukanya itu putri Mahapatih sedang apa dia disini
" Salam Nina cantik izinkan pedagang tengah seperti saya mengundang anda ke kios kecil saya tengah " Ucap penduduk dengan menawarkan makanan nya
" Saya punya bawang kualitas terbaik yang pasti tuan dan nona suka " Ucap pedagang itu mendekat & menawarkan bawang
Pedagang itu mengiring kami ke ketokonya tumpukan bawang putih dan bawang langsung menyambut kami
" wah betul betul kualitas nomor satu " Ucap Noah dengan kagum
" tentu saja tuan ini. Di seluruh bawang jualan saya yg terbaik pasar ini. Silahkan Nona cicipi " Ucap Penduduk itu dgn nada Senang
' mencicipi bawang mentah utuh. Tuhan lindungi aku ' innerku dengan aga sedikit Gugup
Aku pun mengigit Bawang merah itu sedikit demi sedikit. Memang rasanya aneh tapi manis
" enak " Ucap ku Dengan nada lembut dan terkesan
Dan aku pun menggigit bawang merah secara utuh dan enak juga Rasanya
" sedikit asam tapi segar! " Pujiku dengan nada lembut
" apa saya bilang nona, biarkan saya bungkukan untuk tuan dan nona ningrat yah, " Ucap sang penduduk dengan senang dan
" Punya bakat alami membuat ningrat mencintaimu " ucap Noah dgn senang
Sambil membungkus bawang untuk dibungkus pulang pedagang itu terus mengajak kami bercakap
" tapi kedua pangeran kita pun sesuai dgn julukan mereka yang satu begitu tampan dan manis seperti bawang putih dan yang lain sedikit asam tidak ramah " ucap sang pedagang itu .
" Maksud bapak? " Tanya ku bingung
" Hah bukan maksud saya. Ampun tuan nona jangan hukum saya " Ucap nya kelepasan bicara
Aku mengabaikan pedagang itu tapi kata-katanya membuatku kepikiran
' kejam maksudnya Lee? eran ku bingung
" kakak, kenapa diam saja, Ucap Noah dengan nada cemas
" ohh maaf aku masih kepikiran kata-kata pedagang tadi. Kenapa dia menyebut Lee kejam? Ucapku dengan mengatakan masih mengingat perkataan ibu tadi
Noah tampak menimbang bimbang sebelum menjawab
" ada cerita rakyat. Katanya. Pangeran Lee tidak segan menghabisi siapapun. Yang bersebrangan dengan nya" Ucap Noah dengan Nada bisik
" Menghabisi orang Lee. Pasti omong kosong " Batinku dengan m menyangkalnya
Noah hanya mengangkat bahu artinya tak tau
Konsentrasi terpaksa tertunda karena semakin banyak orang yg menyapa kami
Sikap ramah mereka begitu mengesankan disini bahkan bahkan bahkan orang suka membantu .
" Kamu mencari-cari apa sih kak" tanya Noah penasaran .
" ini daftar belanja " Ucapku pada Noah menunjukan daftar belanja padanya.
Noah membacanya satu persatu dia lantas mengusulkan berpencar dan kembali bertemu dalam 1 jam aku menelusuri pasar sesuai arahan Noah
Aku menelusuri pasaran sesuai arahan Noah
" Tapi apa aroma kesukaan paduka ratu " Ucapku dengan nada bingung
* Lihat itu kasihan sekali anak itu
Orang orang berkerumunan membangkitkan penasaranku aku berusaha menembus kerumunan itu
* Pencuri kecil! Rasakan hukumanmu! " Ucap ningrat itu kesal
* ampun tuan, ampun... Ucap anak itu dengan ketakutan
' Ningrat itu memukul anak kecil apa yg dipikirkan nya. Orang orang disini juga malah menyorakinya ' Kesal ku dalam hati
Aku berlari kearah bocah itu
" cukup hentikan apa kamu tidak malu menyiksa anak kecil Ucapku dengan nada marah
* Minggir nona jangan ikut campur. Pencuri ini sudah berani mencuri milik orang lain * Ucap ningrat itu lagi dengan nada marah
Aku bisa merasakan tubuh anak kecil itu penuh dgn ketakutan
* Jika dia mencuri bisa saja di bawa ke polisi bukan begini caranya * Ucap ku lagi dengan masih menahan emosi
* nona saya cuma memberi sedikit pelajaran pada anak pelayan itum nona prgi saja lanjutkan aktifitas nona * Ucap ningrat itu dengan sedikit menyindirku. .
Nadanya terkesan merendahkan ku
" Ada apa ini? " Ucap seorang ternyata Lee bertanya tentang apa yg terjadi
" Serahkan masalah ini, Aku yang akan menghukum anak ini " ucap Lee dengan sambil membawa anak itu pergi
Ningrat itu pun tersenyum senang bahwa dia menang
" Tunggu dulu! Tidak bisa dia sudah cukup di pukuli. Hei " Ucapku dengan nada cemas Lee mau bawa anak itu kemana
dengan sambil cepat mengejar anak itu dan dan
" Tunggu! Lepaskan anak itu! " Ucap ku cemas dan menyuruh lee melepaskan anak itu
" Ini koin, belilah makanan untuk mu " Ucap Lee dengan memberi anak itu koin dan dengan lembut
" terima kasih pangeran " Ucap anak itu dgn senang
.... Lee terdiam di pikirannya
" Maafkan aku "'Ucapku dengan nada malu malu karena salah sangka
' tadi itu memalukan sekali apa dia marah ' Inner ku menahan rasa bersalah
" Apa yang kau lakukan di pasar " Tanya Lee padaku kenapa aku ada di pasar
" Aku sedang mencari hadiah untuk raja dan ratu, " ucapku ku dengan memberi tau tujuanku kemari
" Apa kamu tau wangi kesukaan paduka ratu? " tanyaku pada Lee mengenai wangi bunga kesukaan ratu apa
" Ada satu bunga yang selalu ada di Sisi tempat tidur ibuku. " Ucap Lee dengan memberitahuku
" Benarkah? Apa nama nya? " Ucapku dengan senang dan bertanya antusias
" Mariposa Maiden's Ocuthiavasa, jenis Quercusan Nicholausius patronusula " Jelas Lee memberitau bunga itu
" A-apa?, Apa ibumu engga bisa menyukai bunga lain dengan nama yang sederhana " Ucapku dengan nada bingung Dan masih engga paham dgn ucapan Lee
" kenapa? ini ada hubungannya dengan hadiahku? " Tanya Lee angga khawatir
" Aku berniat memberikan wewangian kesukaan paduka ratu " Jelas ku dengan nada Baik dan pelan
Setelah mendengar Ucapan ku Lee pun mengenggam lenganku dan membawaku pergi
" Kamu mau kemana? " Heran ku dengan nada bingung dan tiba tiba di tarik
" Sudah lah, ayo " Ucap Lee dengan nada ajakan
" Ayo kemana? " Ucapku dengan nada bingung
" katanya cari bunga. Kamu butuh bunga itu kan? Tokonya di ujung sana " Sebal Lee karena aku banyak nanya terus
Setelah itu pun aku hanya bisa menatap Lee heran yang sambil mengenggam tanganku dan ia pun mengajak ku ke toko tersebut setelah itu kami pun kembali ke tempat yang tadi
" Terima kasih sudah menemaniku " Ucapku dengan nada bersyukur
' bagaimana bisa orang ini tega menghabisi orang yang melawan nya ' pikirku dengan nada menimbang
" sebenarnya aku banyak mendengar kalau kau ini kejam dan engga ragu menghabisi siapapun Tapi aku yakin mereka Salah, " Jelasku dengan terang terangan dan menatapnya lembut
" Tenyata kamu orang yang lembut " Lanjutku dengan nada kagum
"..." Muka Lee hanya merona saja
' kenapa dia engga bilang apa-apa ' Inner ku bingung dengan tindakan Lee
" Apa... aku salah bicara " Tanya ku dengan Cemas takut salah bicara
" Oh-oh-tidak! " Jawab Lee dengan cepat Dan masih muka merona
" Kamu pulang sendiri?Tanya Lee aku pulang ditemani / sendiri setelah berhasil mengendalikan wajahnya kembali sadar
" Nggak. Noah menungguku di dekat air mancur " Ucap ku dengan nada senang
" Ka-kalau begitu, aku duluan. masih banyak pekerjaan. " Ucap Lee dengan duluan dan mukanya masih merona
Stelah membuat hasil bunga lilin aroma terapi aku pun terkagum dengan hasil ku
" Hasilnya tidak memalukan juga, ternyata pelajaran sekolah ada gunanya juga " Ucapku dengan. Bangga dan harapku ratu menyukainya
Aku tidak menyangka akan berusaha keras membuat mereka terkesan. Padahal aku menggap semua ini hanya omong kosong.
Tiba tiba datang seorang prajurit datang kediaman Mahapatih.
" Tuan, tunggu kalian tidak bisa masuk. begitu saja " Ucap Mbok Rara dengan nada Tegas dan sedu
" Minggir " Ucap Prajiri itu dengan nada kasar sambil mendorong mbok Rara
' ada apa ini? " Pikirku melihat ke keributan ini.
Sekretaris muncul di ikuti dengan sejumlah pengawal kerajaan. Telunjuk nya langsung mengarah ke arahku.
" Tangkap dia " Ucap Sekerari dengan nada Nada tegas memerintah pengawal
Seketika para para pengawal itu langsung meyergapku.
" Tunggu! Ada apa ini? " ucapku dgn. Bingung tiba tiba di perlakukan seperti ini
Nona " ucap Mbok Rara dgn. Khawatri. Padaku.
__ADS_1
Nona Frenessa anda di tahan atas tuduhan penghianat kerajaan " ucap Sekertaris kerajaan Dengan tegas
To be continued