
Semua aspek nilai game ini pada dasarnya berada di tingkat terbawah penilaian. Tetapi Hiro masih bertahan dengan pilihannya. Tetapi dia tidak ingin membuang waktunya yang berharga disini.
Hari ini, Hiro memutuskan untuk mengundurkan diri dari progam beta test kali ini dan melakukan hal lainnya seperti trading forex yang masih menunggu untuk dimainkan.
Waktu tepat jam 7 pagi. Hiro bangun kemudian bersiap-siap untuk mengajukan pengunduran dirinya.
Mencuci muka kemudian dia turun ke bawah menuju lantai HRD perusahaan Zenia corporation inc,
'Ada apa dengan banyaknya orang jam segini?'
Namun setelah sampai dilantai bawah, akhirnya dia mengetahui alasannya.
Hampir 70% Beta Tester mengajukan pengunduran diri dalam game ini !
'Ya, lagipula tidak heran jika game burik kualitas sangat jelek dibandingkan anime sekarang ditolak oleh mereka.'
Mereka yang mewakili para investor dibelakang mereka, pada akhirnya telah sepakat untuk menarik modal dari perusahaan ini.
"Nona, harga yang ditawarkan oleh pihak Zenia lebih rendah 40% dari penawaran sebelumnya. Tetapi nilai itu, kita telah meraup untung sekitar 20 % dari total nilai investasi. Bagaimana menurut anda?"
Wanita cantik itu hanya terdiam sesaat. Namun meskipun sedikit terdiam, wajahnya tetap memancarkan kecantikan wanita khas jepang dengan kulit halus dan wajah oval.
Hm... Dia kelihatannya bukan murni berdarah jepang karena bibir kecilnya dan hidung mancungnya berbeda dengan kecantikan wanita jepang pada umumnya. Namun kecantikan itu juga yang mampu membuat 1 juta pria desa bertekuk lutut dihadapan kecantikannya.
"Tidak masalah, dari laporan yang aku baca, kelihatannya game ini tidak memiliki masa depan. Sampaikan pada mereka untuk menjual semuanya."
"Ya, laksanakan Nona. Hm, tapi kemarin aku mendengar bahwa pihak perusahaan akan berbagi teknologi kapsul gear dengan perusahaan yang membayar tinggi mereka. Apakah Nona ingin bergabung ?"
"Oh, apakah ada hal seperti itu?Hm... Selidiki perusahaan mana saja itu, kemudian beli sebagian saham mereka."
"Baik, Nona."
Pria paruh baya itu pergi meninggalkan kecantikan 20 tahun itu sendirian di VIP ROOM tersebut.
"Aku tidak mengerti apa yang akan dilakukan si ba s t r d Zero itu di perusahaan kecil ini."
Ya, kenyataannya Wanita itu juga dari kalangan bangsawan tingkat atas dari perusahaan dibalik layar.
Dia telah mengikuti secara diam-diam pergerakan dari Zero setelah memutuskan untuk mengambil alih proyek game Virtual Reality.
Namun, tantangan para tetua perusahaan adalah tidak mengizinkan pihak perusahaan utama membantu dalam hal pengembangan game tersebut.
Meskipun Zero sangat marah mengetahui hal tersebut, tetapi dia tetap bersabar. Selama dia berhasil membawa teknologi tersebut kebawah sayapnya, maka posisinya di perusahaan tidak diragukan lagi akan menjadi lebih kuat.
__ADS_1
Namun, untuk mencegah menguatnya pihak Zero maka pihak oposisi mengirim mata-mata ke perusahaan-perusahaan atas nama Zero.
Namun yang tidak mereka duga adalah Zero mendirikan sebuah perusahaan baru dan mendaftarnya ke bursa saham!
Jadi disinilah peri kecil itu berada untuk memantau perusahaan Zero.
Lagipula, semua investor yang tertinggal di belakang tersebut adalah kaki tangannya.
Ya, semuanya kecuali satu orang yaitu Hiro.
"Menarik... apakah pria ini juga akan menjual sahamnya?"
Peri Kecil itu menatap laporan latar belakang Hiro yang diatasnya ada foto Hiro dan keluarganya yang sekarang berada di atas meja.
Kemudian ia berdiri dan keluar dari sweet room tersebut, menuju kabin dan menatap langit malam yang berbintang.
"Kelihatannya bintang-bintang baru akan bermunculan di negara ini."
________________
Hiro menatap pihak HRD perusahaan dan mengajukan pengunduran dirinya.
" Apakah akhirnya anda tertarik untuk menjual saham anda ?" wanita itu bertanya dengan nada menggoda.
Namun jawaban ketus Hiro membuatnya canggung.
Hiro berbalik setelah menyelesaikan aplikasi pengunduran dirinya.
Kemudian dia pergi menuju rumah sakit untuk menemani ibunya yang sesang sakit sebelum pulang ke rumah.
Wanita berpayudara besar di bagian HRD tersebut hanya bisa mengedutkan alisnya sambil memandang rendah kepergian Hiro.
'Nikmati saja rasa superior dan sombongmu bocah nakal. Setelah perusahaan ini bangkrut aku yakin kau akan menangis air mata darah!'
Karena dia adalah bawahan peri kecil. Menurutnya perusahaan ini tidak akan bertahan lama jika menghadapai gempuran Tuan Puterinya .
Namun yang tidak dia ketahui adalah Hiro memiliki talenta sebagai faktor X dalam setiap bisnis atau kejadian tertentu.
Hiro kembali dan mengunjungi rumah sakit tempat ibunya dirawat.
Kondisi ibunya akhir-akhir ini semakin memburuk.
Disana dia bisa melihat Nagisa sedang menyuapi ibunya.
__ADS_1
"Halo bu, bagaimana kabarmu hari ini ?"
Hiro bisa langsung bergegas masuk karena pintu ruangan itu sedikit terbuka dan tidak tertutup. Kemudian dia menanyakan kabar ibunya yang berbaring di bangsal rumah sakit.
Ibunya tersenyum dan menjawab,
"Tidak usah khawatir, ibumu baik-baik saja. Oh satu hal lagi, karena kalian ada disini ada yang harus ibu beritahukan. Ibu meninggalkan sebuah catatan di sini. Kamu bisa membukanya kelak kalau ibu sudah tiada. "
"Bu..."
"Bu..."
Keduanya memanggil nama ibunya secara bersamaan. Mereka merasa ibu mereka akan meninggalkan mereka.
Air mata Nagisa menetes perlahan membanjiri kedua pipinya. Hingga akhirnya diapun menangis sesenggukan di pelukan ibunya.
Sedangkan Hiro ? Meskipun dia mencoba tetap tegar tetapi hatinya merasa sakit. Tiba-tiba kenangan masa lalu saat aktivasi prasasti pertama kali itu muncul dalam pikirannya.
"Ya, Hidup dan mati adalah kewajiban. Jika maut telah menjemput tiada yang bisa menyelamatkannya karena ini adalah kehendak langit. Meskipun ilmunya melawan langit, tetapi jika langit menginginkannya maka ilmu itu akan menghilang semudah meniup asap, ini adalah yang pemilik langit bisa lakukan dan dialah yang kita sebut Tuhan."
Mendengar gumaman rendah Hiro, mata ibunya memancarkan sorot tajam sesaat namun segera menghilang.
'Hm... Kelihatannya meninggalkan catatan kecil itu pada anak ini akan bermanfaat. Lagipula proses penulisan mantra jantung reinkarnasi akan selesai. Kelihatannya aku perlu menambahkan sesuatu pada catatan itu. Tetapi pada siapa ?'
Mata ibunya melirik kearah kedua anaknya melihat siapa yang akan dipilihnya.
'Hm... mari kita serahkan pada takdir mereka berdua.'
'Aku berharap ini akan menjadi yang terbaik untuk mereka.'
Ibu Hiro seolah-olah menutup matanya dan tertidur untuk membuat mereka berdua pergi.
Hiro sadar saat melihat wajah ibunya yang tertidur.
Dia menarik Nagisa dan keluar untuk memberikan ibunya waktu istirahat.
"Kak, kita harus berbica dengan dokter untuk keselamatan ibu!"
Melihat raut wajah Nagisa yang putus asa, Hiro menyetujui permintaannya dan pergi ke ruangan dokter yang menangani ibu mereka.
______
next target 800 views. selamat berjuang
__ADS_1
regard,
mu-san