Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya

Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya
02. Necklace of Java


__ADS_3

Meskipun Hiro tidak berniat menceritakan keseluruhan keadaan keluarganya tetapi dia hanya menceritakan sebagian garis besarnya saja.


Sambil menunggu masakan yang disebut nasi goreng dihidangkan di depan mejanya.


Dia sesekali menghirup aroma nasi goreng dan merasa bahwa itu mungkin enak. Dan bergegas mengambil satu suapan, mulai merasakannya.


Tetapi dia benar-benar tidak menyangka bahwa masakan ini sesuai seleranya atau mungkin itu karena dia kelaparan sedari siang karena belum makan. Dia tidak memikirkan lagi Pak Hiroto yang berada disampingnya dan mulai melahap makanan gratis di hadapannya.


Ya, makanan gratis. Sedangkan si mandor Hiroto? Dia hanya bisa diam-diam mengutuk anak ******** tak tahu terimakasih disampingnya.


"oy, oy, oy, oy , ini seriusan ? Chibisuke, bukankah kau begitu tak beradab, apa kau tak menawari orang tua ini makan? oy, setidaknya, biasakan berdoa dulu sebelum makan!" alisnya berkedut-kedut.


'Mungkin ini memang takdir aku bertemu dengannya?' gumamnya.


Waktu berlalu dan Hiro sudah mulai merasakan kekenyangan, mereka keluar dari kedai dan akhirnya mereka berpisah di pertigaan jalan raya, mulai menyusuri jalan menuju rumah masing-masing.


Dia perlahan berjalan menuju kompleks perumahan kecil di sekitarnya dan berbelok ke gang sempit diantaranya. Dan akhirnya sampailah dia dirumah lusuh kecil di belakang perumahan itu. Inilah rumahnya, rumah yang membesarkan seorang genius kampung yang miskin. Dia bersumpah untuk menjadi kaya dan membangun sebuah rumah idealnya sendiri.


"Baiklah mulai hari ini kita akan menjadi kaya."


Kemudian bergegas memasuki rumahnya.


"Hiro, kamu sudah pulang? Apakah kau sudah makan? Ibu menyiapkan makan malam untukmu."


"Aku baru saja pulang dan ditraktir makan oleh mandorku, ibu bisa memakannya bersama Nagisa. Aku akan mandi dulu dan segera tidur untuk bekerja lagi besok. Oh, dan ini uang hari ini aku akan mendapatkan lebih banyak besok dan menabung untuk menjadi kaya. Doakan aku bu."


Kemudian dia dengan menahan tetesan air matanya jatuh segera berpaling dari pandangan ibunya dengan tersenyum. Dia segera bergegas ke kamarnya dan segera mandi. Kemudian menatap komputer di meja belajarnya. Dia sedikit penasaran dengan negara kampung halaman Hiroto. Kemudian dia segera mengetik papan keyboardnya dan mencari tahu apa itu Indonesia.


Sekilas dia mendapatkan pengertian tentang Indonesia, tapi jika Hiroto ada disini, dia akan mengepak kepala bocah nakal ini ke dinding dan berkata,


"Chibisuke, apa yang kau mengerti? kau hanya berkeliaran di internet dan melihat wanita berbikini dipulau dewata, Bali. Meski begitu, kau berani mengatakan bahwa kau mengerti Indonesia? Dasar bocah hentai!"


Yups, mungkin itulah yang akan dikatakan Hiroto Samsudin padanya. Tapi, apakah Hiro memperhatikannya? Tentu saja tidak! Siapa Hiro? Dia adalah Genius yang lahir seabad sekali! Yah, setidaknya itulah yang dia fikirkan hingga saat ini.


Setelah berselancar ria di internet dia mulai mencari game yang menurutnya bagus dan akan booming di masa depan. Ingat, dia adalah jenius dalam memprediksi dan perhitungan.


Dia mulai mendownload berbagai game yang menurutnya bagus dan memilihnya salah satu. Dengan mengandalkan WiFi gratis di kompleks perumahan dia sangat enjoy menikmatinya.


Lalu dia menemukan game yang kemungkinan besar akan booming di masa depan. Game itu bernama Eternal Warlord. Game bertipe RPG di computer. Dengan grafis yang menawan dan desain normal dari game RPG.


Waktu menunjukkan jam 21.00 satu jam lagi dia harus tidur. Ini adalah jam tidur teraturnya. Karena menurutnya otak membutuhkan waktu minimal istirahat 8 jam.


Dia segera membuat karakter gamenya dan dia menggunakan nama Silent_Hell. Entah apa maksudnya dia pasti sudah tidak betah hidup seperti di neraka ini karena nasib sialnya.


Mengambil Job seorang warrior dia mulai menjelajahi dunia game ini.


•••


Keesokan paginya, dia bangun seperti biasa. Melihat jam, istirahat mengumpulkan tenaga dan bergegas mencuci mukanya.


Kemudian dia menuju ruang makan dan tentu saja makanannya sudah dihidangkan oleh ibunya serta adiknya tercinta.


"Apa kau yakin sama sekali tidak mau melanjutkan sekolahmu?" tegur ibunya.


Hiro dengan santai menarik kursi meja makan dan duduk diam.


Melihat sikap Hiro, ibunya hanya bisa menghela nafas khawatir.

__ADS_1


"Bu, tenanglah. Anakmu ini Genius, yakinlah aku akan menjadikan keluarga kita orang terkaya di Jepang, tidak , di seluruh dunia! Yakinlah pada anakmu ini!" ucapnya dengan rasa percaya diri.


"Kemarin aku mendapatkan bos yang baik hati, sekarang aku akan berangkat kerja dulu. Daa "


" Yah, hati-hati dengan pekerjaanmu." jawab ibunya khawatir.


"Jangan khawatir Bu, aku akan menjadi kaya."


Kemudian, Hiro bergegas meninggalkan rumah.


"Apakah kakak diet lagi?" tanya Nagisa dengan suara polosnya.


Ibunya melihat tempat piring Hiro dan hanya bisa meneteskan air mata berliannya.


'Maafkan ibu anakku, ibu membebani kalian berdua. ibu benar-benar tidak berguna', tangis wanita itu dalam hati.


"Nagisa, dengarkan nak, terkadang kakakmu memang sulit dimengerti, tetapi yakinlah, dia berusaha yang terbaik untuk keluarga kita.


"Iya Bu, Nagisa selalu ingin kakak melanjutkan sekolah, seperti Nagisa. Bu, apakah sekolahku menjadi beban kalian ? Aku juga bisa berhenti sekolah dan bekerja membantu kakak! Agar dia tidak menjadikan Nagisa bebannya."


"Nagisa, dengarkan. hanya ada 2 pilihan dalam hidup. menjadi pecundang atau menjadi pemenang. Ibumu hanya mempunyai kalian berdua, dan sekarang kakakmu memilih untuk menjadi pecundang dalam hidup ini dengan mengorbankan sekolahnya. Dia hanya berharap bahwa kamu, adiknya. Akan bisa memilih sebagai pemenang dalam hidup ini. Jadi, jangan sia-siakan pengorbanan kakakmu, karena dia rela memilih menjadi pecundang untuk keluarganya."


'Ya, bukan sekedar pecundang. Tetapi pecundang yang memiliki ambisi berapi-api. Sial, jika aku tidak terjebak dalam tubuh fana ini, aku akan membongkar Hukum didunia ini dan menjadikannya milikku! Hm ... Sayang, Hukum Reinkarnasi masih belum begitu sempurna. Sigh.' desahnya dalam hati.


"Sekarang, waktunya berangkat sekolah. Jangan terlambat. "


"Baik, Bu. Nagisa berangkat dulu, daaa."


"Aishh... anak-anakku yang malang. Di dunia ini pengetahuanku dari dunia sebelumnya tidak ada artinya. Di sini aku hanya sampah fana, sialan!"


•••


"Yah, lanjutkan kerja . Ingat jangan ketiduran atau kau tidak dapat gaji."


"Yes, sir!" sahut Hiro dengan penuh semangat dan segera menghampiri pekerja lainnya dan segera membantu.


Waktu berlalu dalam sekejap dan proyek konstruksi akan mencapai puncaknya.


Hiro masih dengan rutinitas biasanya. Namun hari ini adalah hari spesial, karena ini adalah progam spesial perusahaan yaitu bagi-bagi bonus untuk para pekerjanya.


Ada bonus, artinya ada uang tambahan gratis dan itu artinya si genius miskin akan bersemangat untuk bekerja demi mendapatkan bonus ini.


Dan waktu Akhirnya tiba.


"Shirai !" teriak mandor Hiroto.


seorang pria paruh baya maju untuk mendapatkan gajinya.


"Ini gajimu dan ini bonusmu." Hiroto menyerahkan dua amplop yang satu coklat dan yang satu amplop merah bonus.


"Hey, lihat. amplop bonus kita. hahahha. mandor kali ini benar-benar baik hati."


"Yah benar, kuharap kita akan bertemu mandor sepertinya lagi. Sigh."


"Ya, lagipula kita masih bisa mendapatkan lebih ... "


"Lebih ? "

__ADS_1


Mata pria itu mengarah pada tubuh Hiro.


"Hahaha, ya lebih. Hahaha."


Akhirnya giliran orang terakhir.


"Hiro !"


"Yes, sir !"


Tubuh gontai bersemangat segera meluncur kedepan.


"Ini bagianmu!"


Hiro dengan senang hati menerima amplop gaji dan bonusnya.


Tetapi suasananya tiba-tiba berubah berat.


Ketika dia membungkuk untuk mengambil amplopnya, tangannya tiba-tiba terhenti sebelum berhasil memasukkan amplop kedalam sakunya.


Senyum diwajahnya tiba-tiba segera menghilang dan digantikan rasa kewaspadaan seorang binatang buas.


"Pak, ini. Apa maksudnya?"


"Hahaha, tenanglah Chibisuke ... Aku hanya ingin mengingatkan bahwa ini waktunya kau mengganti uangku untuk mentraktirmu makan selama ini, bukankah kau ingat untuk menggantinya?"


"Yah, aku ingat untuk menggantinya pak, tapi apa hubungannya dengan tangan bapak ini?" sambil melirik tangan Hiroto.


"Oh ini, kurasa amplop merah ini akan cukup untuk mengganti uangku selama ini."


Dalam sekejap amplop merah sudah berpindah tangan, dan sorot mata kejam melintas dari Hiroto saat memandang buruh lainnya.


Mereka langsung paham dan segera memukuli Hiro sampai babak belur.


"Aku berubah pikiran, mandor ini benar-benar bermain Piggys. Sigh, kelihatannya anak ini benar-benar jatuh diperangkap mandor licik ini."


"Mandor setan ini benar-benar kejam pada anak kecil ini."


"Yah, benar-benar mengeksploitasi tenaga kerja!"


"Bisakah kita melaporkannya pada aparat hukum?"


"Sigh, apa menurutmu kau bisa menang dengan perusahaan? mungkin amplop merah kita juga sudah dikurangi oleh mandor iblis ini."


"Ssshhhtttt... apa kalian juga ingin dipukuli?"


Seketika lingkungan langsung menjadi diam.


"Tinggalkan dia dengan gajinya, oh aku lupa satu hal. "


Hiroto meraih saku celananya dan mengambil sebuah liontin dengan simbol aneh tercetak diatas batu persegi hitam itu dan melemparkannya pada tubuh Hiro.


Tentu saja Hiro tidak menyangka akan dipukuli sampai sekarat seperti ini hanya gara-gara amplop merah. Kalau dia tahu begini akibatnya dia akan dengan senang hati menyerahkannya. Namun dia mengira pria busuk ini hanya bercanda.


Sekali lagi, suara pria bejat ini terdengar di telinganya,


"Aku selalu melakukan hal-hal dengan sepadan, dan kurasa bonusmu cukup untuk membeli liontin itu. Anggap itu keberuntunganmu! "

__ADS_1


"Dan untuk kalian semua, jangan ada yang mengatakan apapun tentang kejadian satu ini kalau tak ingin nyawa kalian melayang. aku mengawasi kalian 24 jam setiap hari dengan satelit. Ingat itu baik-baik! Sekarang, BUBAR!!!"


Para pekerja itu segera meninggalkan lokasi konstruksi meninggalkan Hiro yang sekarat sendirian.


__ADS_2