Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya

Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya
07. Trading forex atau Saham ?


__ADS_3

Hiro segera bergegas mengisi semua data kelengkapan akun gamenya. dan perjanjian digital lainnya yang menyebutkan bahwa dia tidak akan mencoba meng-klaim kembali akun tersebut.


Hiro mengisinya dengan bahagia,


"30 juta, 30 juta, 30 juta. hehehe, kaya anji n g akhirnya aku kaya. hahahaha."


Tidak terlintas sedikitpun untuk meng akuisisi ulang karakter game tersebut karena dia sudah bosan dengannya.


Namun dia tak tahu, bahwa dalam 1 tahun ke depan dia akan terus menangis karena menjual akun gamenya dengan harga 30 juta.


Padahal dia bisa mendapatkan lebih.


Tapi baginya, penyesalan memang selalu datang belakangan, menangisinya juga tidak berguna.


Meskipun dia berpikiran seperti itu, air matanya tetap mengalir turun seperti air terjun.


Yah, apapun itu dia sudah mendapatkan uang disaat-saat krusial dalam hidupnya.


Setelah mengisi data, dia segera turun kebawah untuk memyiapkan apa yang harus dimasak.


Selain makanan ringan untuk camilan sehari-hari yang belum sampai, sisanya cukup untuk mengolah masakan makan malam hari ini.


Hiro mencuci bahan-bahannya dan menyalakan kompor dengan hati senang.


Bagaiamanapun 30 juta sudah sampai direkeningnya, terserah dia mau dia proses kapan uangnya.


Setelah memikirkannya lagi, dia tiba-tiba berubah pikiran.


'Dengan 30 juta, mengapa aku harus masak sendiri? Aish, tololnya aku, langsung ke resto mewah bukannya lebih enak gak ribet ? Hahaha, Hadeh. ***** nya Hiro karena uang. ckxkkx'


Hiro mengumpat dirinya sendiri.


Hiro memutuskan untuk mengambil uang ke ATM terdekat. kemudian dia berangkat membeli Smartphone Android untuk keluarganya.


Smartphone yang dibelinya adalah jenis kelas menengah kebawah, tapi itu cukup untuk sementara waktu berhubungan dengan keluarganya. Hiro total menghabiskan sekitar 2.500.000 chips.


Kemudian dia belanja baju untuk adiknya dan ibunya. Dia sangat hafal dengan ukuran baju mereka berdua.


Lagipula Dia harus merawat keluarganya.


Selesai membeli baju, dia melakukan reservasi di restoran tingkat menengah terdekat dari rumahnya.


Akhirnya dia selesai melakukan semuanya.


Semuanya menghabiskan waktu.


Sampai dirumah, dia merasa sangat lelah karena terlalu banyak berjalan.


Tetapi semua itu dia tahan untuk kebahagiaan keluarganya nanti.


Melihat rumah mininya dia kembali menghela nafas kecewa.


'Jika harga rumah semurah mie pangsit, aku pasti akan memborong semuanya, hahahah.'


'Sigh, tapi itu hanyalah omong kosong gila. '


Raut wajahnya yang tertawa berubah menjadi murung secara tiba-tiba.


"Lupakan! Mari kita memberi mereka kejutan. "


Hiro bersemangat memasuki rumahnya. Disana terlihat sekardus besar barang-barang pesanan Hiro.

__ADS_1


Tetap santuy karena tidak akan pernah ada yang akan mengambilnya.


Hiro memasukkan barangnya dan mengisi ulang suplai lemari pendingin.


Doc*P adalah minuman favoritnya.


Hiro kemudian menunggu dengan santai kepulangan keluarganya. Hari ini khusu dia tidak akan menunggu dikamar, tetapi meletakkan semua belanjaan pakaiannya di meja makan. Karena hanya ada satu meja dirumah itu.


Pertama orang yang pulang adalah Nagisa.


"Aku pulang..."


"Selamat datang adik kecilku..."


"Wih kak, ada angin apa kau menungguku?"


Hiro dengan santai mengambil sesuatu dari tas belanjaannya.


Itu adalah smartphone !


"Itu... kak, itu untukku?"


"Tentu, untuk siapa lagi kalau bukan adik kecil kaka?"


"Kyaaaaaaaa~"


Nagisa tiba-tiba menjerit bahagia dan melupakan untuk melepas sepatunya dan langsung naik ke tatami untuk memeluk Hiro dari belakang.


"Kak, terimakasih, aku mencintaimu!"


*Kyuuuun


Suara ciuman di pipinya menggoncang telinga Hiro,


Kemudian Hiro menyerahkan Smartphone tersebut pada Nagisa, kemudian mengajarinya sekilas tentang fungsi menu-menunya.


"Kak, kau pikir aku anak kecil? asal kau tahu saja, aku pernah mengotak-atik smartphone temanku, kau tak perlu mengajariku sedetail itu?"


Nagisa mengoceh dengan memasang wajah cemberut. Kemudian hiro gemes melihatnya dan mencubit pipinya dan memainkannya.


Adiknya memang super duper cantik!


Tiba-tiba pintu berderat dan seorang wanita paruh baya datang dengan senyuman diwajahnya.


"Ibu pulang, Eee ada apa kalian begitu akur hari ini? Han itu, HP siapa itu Na,?


Nagisa segera berlari menghampiri ibunya.


"Ini untuk ibu juga ada," Ujarnya manja.


"Ibu juga dapat? Yakin, ini untuk ibu?"


Ibu Hiro merasa tak percaya.


Bagaimanapun Smartphone adalah barang mewah bagi keluarga mereka yang miskin.


"Iya dong, kakak ganteng yang membelikannya." nadanya merayu.


"Kakak ganteng? Apakah kamu punya pacar? Dan siapa itu kakak ganteng, kenapa ibu tidak pernah mendengarnya darimu?"


Hiro merasa situasinya menjadi lebih aneh, sehingga dia mulai mengambil inisiatif untuk menyudahi omong kosong Nagisa.

__ADS_1


"Ehem..." Sela Hiro,


Mendengar selaan Hiro, Nagisa malah tertawa lepas.


Hiro terdiam mendengar suara tawa Nagisa yang murni, Bahkan ibunya juga heran. Bagaimanapun kehidupan mereka sebelumnya sangat penuh dengan tekanan, dan melihat adiknya, Nagisa bisa begitu bahagia dalam tawanya mereka merasakan makna yang mendalam.


Hiro kemudian merasakan tatapan iba dan sayang dari sudut mata ibunya.


Kemudian dia mendatangi ibunya memeluknya dengan lembut.


"Itu benar bu, Hiro yang membelikan kalian Smartphone ini, ada juga baju disana. Silahkan dicoba. Dan satu hal lagi mulai besok ibu tidak perlu bekerja lagi, cukup istirahat dirumah. Aku akan mendapatkan uang untuk keluarga kita. " ujar Hiro dengan nada yang penuh kasih sayang.


"Tapi nak, hutang kita pada mereka cukup banyak. Kemarin ibu tanyakan pada mereka dan hutang beserta bunganya sudah mencapai 100 juta. Jika kita tak mampu membayarnya, maka kalian berdua..."


Ibunya tak perlu melanjutkan karena dia sudah tahu apa kelanjutannya.


Awalnya hutang itu hanya senilai 1 juta chips, kemudian karena manipulasi kontrak, keluarga mereka tertipu hingga 100 juta.


'Monyet-monyet itu sungguh menggemaskan!'ujarnya dengan penuh amarah, bahkan ibunya bisa merasakan kemarahan Hiro.


Ini adalah sistem penipuan yang umum. Mungkin karena masyarakatnya yang bodoh, karena mengambil pinjaman bunga tinggi ketika mereka butuh tanpa memeriksa isi kontrak. Saat mereka menyadari sesuatu yang salah, semuanya sudah terlambat.


"Tenang bu, masa cicilan kita hanya 5 tahun dan dan aku memiliki 10 juta chips bersamaku. beaok aku akan memberikannya untuk mengkompensasi kerja ibu selama setengah tahun. " pinta Hiro dengan nada memohon.


Namun martabatnya sebagai seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya menanggung beban sendirian. Mungkin dia akan beristirahat seminggu untuk memenuhi keinginan anaknya, baru kemudian dia akan bekerja lagi.


"Kalau begitu, biarkan ibu yang sampaikan uangnya pada mereka besok, kita lupakan mereka. Sekarang, apakah kalian sudah makan? " tanya ibu mereka.


"Belum Bu,"Jawab Hiro


"Aku berencana mengajak kalian mekan di restoran yang sudah kupesan, Silahkan ganti baju dengan ini dan mari kita berangkat. ". Hiro mengambil tas belanjaannya dan menyerahkannya pada ibunya.


"Yay, baju baru..."Nagisa kembali berulah.


"Cukup, ayo segera ganti baju, dan makan."


"Oke-oke."


Setelah mereka berdua menghilang, Hiro kembali ke kamarnya dan memutuskan sesuatu.


"Kelihatannya aku perlu mempercepat proses penggandaan uangku. Hmm. dari 33 juta total uangku, 3 juta untuk belanja dan makan, 10 juta untuk rentenir bas t a r d itu. Hm... 20 juta? Sudah kuputuskan, aku akan berinvestasi dalam keduanya, 5 juta di trading Forex, dan 15 juta untuk saham. Tapi kita harus melakukan survei dahulu kalau masalah saham. "


Hiro tidak sadar bahwa dia telah berada di kamar terlalu lama karena memikirkannya.


"Kak, ayo berangkat."


"Oke-oke, tunggu sebentar. Aku akan turun. "


"Ayo kita makan."Lanjutnya saat dia turun.


Kemudian mereka keluar rumah dan berjalan menuju restoran yang telah di reservasi oleh Hiro.


____________________________________________


Halo, saya senang klaian menikmatinya.


next target adalah 80 views.


setelah itu episode selanjutnya akan saya rilis tidak lama setelahnya.


regard,

__ADS_1


mu-san


__ADS_2