Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya

Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya
09. Nilai Necklace of java


__ADS_3

Hiro, seorang pemuda miskin yang hidupnya bergantung pada dunia game. Dia adalah lelaki polos yang perlahan belajar menghadapi kejamnya dunia ini terhadapnya, namun meskipun selalu menghadapi tipu daya manusia disekitarnya, terkadang tidak semua manusia begitu licik dan penuh tipu daya.


Seperti Boss pertamanya. Meskipun dia sangat mengurangi upah kerja Hiro, tetapi itu juga sepadan dengan hadiah yang di berikannya pada Hiro.


Itu adalah prasasti yang tergantung di lehernya saat ini. Meskipun prasasti tersebut ditutupi giok safir dan diubah menjadi kalung, tetapi hal itu juga membawa keberuntungan yang besar. Atau kalau tidak, Hiro tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi, setelah ia menyelesaikan pekerjaan pertamanya.


Orang dari Indonesia itu adalah orang yang baik, tetapi terkadang kebaikan tidak perlu diungkapkan. Kebaikan yang diselimuti dengan kulit kejahatan adalah drama yang lebih menarik. Seperti kisah Robinhood.


Prasasti tersebut adalah milik Pemerintah Yogyakarta di Indonesia. Dengan adatnya yang masih dipertahankan tentu saja masih banyak benda-benda mistis dari masa lampau yang masih eksis di zaman sekarang.


Masing-masing benda tersebut adalah harta kekayaan nasional dinegeri itu. Namun, apakah Hiro mengetahuinya?


Boss pertamanya adalah keturunan ke - 31 dari Darah Bangsawan Pemerintah Yogyakarta. Tentu saja identitas akan selalu disembunyikan dan dia merasa kasihan dengan Hiro dan memutuskan untuk memberi kesempatan padanya untuk merubah hidup.


Ini adalah takdir, jika dia ada jodoh dengan keturunan ke 31.


Saat ini dia masih mengenakan kalung prasasti tersebut dan menganggap sebagai jimat keberuntungan. Karena setelah mengenakannya entah mengapa, dia merasa semakin beruntung didunia ini dan dengan mudah mencari pekerjaan.


Namun, intuisinya mengatakan bahwa sekarang dia harus memainkan game untuk mendapatkan uang lebih cepat.


2 tahun berlalu setelah dia, berinvestasi pada bidang saham dan trading forex. Merasa bahwa uang yang dihasilkan trading forex kurang untuk memcukupi kebutuhannya dan keluarga dia kembali berkeliaran mencari kerja, dan terakhir dia menjadi asisten di kedai paling berkesan dalam hidupnya. Tempat bas tar d itu makan.


Di akhir pekan lalu, dia mendapatkan kabar menyenangkan, karena perusahaan tempat dia berinvestasi bukanlah perusahaan bodong.


Sekarang, mereka resmi merilis game baru yang melebihi Era game Play in Monitor.


Ini adalah game Realitas Virtual pertama di dunia.


Dia mulai merasakan keistimewaan dari kalung yang diberikan oleh bas t a rd itu.


"Kalung ini benar-benar istimewa, aku selalu merasakan suasana nyaman di dadaku ketika aku mengenakannya." Bisik Hiro dalam hati sambil mengamati kalung safir tersebut.


Saat ini dia benar-benar dalam keadaan tenang dan tenang, dia sekejap melupakan insiden di masa lalu. Dia memikirkannya dengan jelas dan santai.


Segera dia melupakan insiden tersebut. Karena hal itu menurutnya juga tidak disengaja.


Ini adalah effek dari Giok Safir di lehernya, yang perlahan membuatnya sedikit lebih dewasa.


"Meski begitu, ini adalah pemberian orang itu..."


"Sekarang aku merasa bahwa sebagian upah kerjaku yang di korupsi olehnya adalah untuk membeli kalung ini..."


"Apakah dia sengaja melakukannya?"


"Hm..."


"Aku harus mencari informasi tentang dia!"


Hiro bergegas mengambil jaket hitam dengan motif salib di bagian depannya. Meskipun bermotif salib, tetapi dia juga tidak beragama Kristen. Itu hanya motif dan tidak lebih.


______


Beberapa saat kemudian, dia memasuki kedai khas Masakan Indonesia di masa lalu. Akhir-akhir ini dia sangat jarang pergi kesini untuk makan dan bekerja, karena dia sudah punya uang lebih untuk merasakan masakan ibunya.


Namun ibunya kondisinya masih tidak bagus. Dia tidak ingin membebaninya atau bahkan adiknya.

__ADS_1


Oleh sebab itu, dia sering makan di restoran dan melupakan kedai kecil ini.


Sekarang dia merasakan nostalgia dari masa lalu.


Ketika dia miskin, dia datang ke sini. Ketika sudah kaya, dia meninggalkannya. Dia merasa sangat mirip dengan orang yang memanfaatkannya.


Ini adalah penjiplakan yang serius.


"Yo, bocah! Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Aku merindukanmu untuk membantuku mencuci piring didapur."


" Yah..." Alis Hiro berkedut dengan tidak teratur, dia merasa terhina!


Apakah dia seperti pekerja gratisan? Bukankah dia sekarang hartawan meskipun hanya memiliki lebih dari 10.000 chip? Ini penghinaan yang serius.


"Aku sekarang memiliki uang lebih, membuatku sedikit melupakanmu."


"Oh, jadi sekarang kamu seperti pelanggan yang hilang? hm..." Sahut sang penjaga kedai.


"Yups, aku seorang pelanggan untuk hari ini... "


"Jadi... Bisakah aku masuk sekarang dan memesan?"


"Oh tentu saja, silahkan masuk tuan muda..." Ucap penjaga itu dengan nada serius.


Sekali lagi alis Hiro berkedut tak menentu. Ketika orang ini menyebutnya sebagai tuan muda, ini jelas penghinaan. Penghinaan terselubung!


" Ossan..." Mata Hiro menatap pria tua itu dengan sorot mata memelas, dia sudah lelah dengan hinaan ini.


Namun yang dipandang hanya tertawa terbahak-bahak. Inilah hubungannya dengan pria tua ini. Mereka seperti saudara disini.


"Dipesan ?" Mata Hiro menunjukkan tatapan bertanya.


"Kamu akan tahu segera, sekitar 10 menit dari sekarang."


mereka melanjutkan perjalanan melewati koridor ringan di lantai dua.


Gaya rumah pemilik kedai ini sangat sederhana, tetapi juga menunjukkan fleksibilitas bisnis.


Total ada tiga lantai di bangunan ini. Lantai pertama untuk pelanggan umum, lantai kedua untuk pelanggan VIP , dan lantai ketiga untuk ruangan Presiden.


Saat ini, Hiro telah berjalan melewati lantai ke dua dan dia merasa aneh.


"Ano, Paman, apa kau tidak merasa ada kesalahpahaman disini?"


"Kesalahpahaman ?"


Wajah orang tua itu hanya menunjukkan senyuman dibibirnya dan tidak menjelaskan lebih banyak, terus berjalan.


Hingga akhirnya mereka tiba di Presiden Suite. Orang tua itu berkata,


"Seseorang telah menunggumu disini." ucap lelaki tua itu dengan nada tenang, segera membuka pintu mewah tersebut.


Cahaya menyilaukan keluar dari dalam ruangan tersebut dan Hiro melihat sesosok pria paruh baya duduk dengan santai diruangan itu.


Pria itu mengucapkan sepatah kata selamat datang yang aneh,

__ADS_1


"Akhirnya aku bertemu dengan orang yang dipilih anak itu." nada pria tua itu penuh dengan emosi yang mendalam.


"Anak itu..."


'Apakah dia tidak salah memilih?' gumam lelaki tua tersebut.


"Maaf, kamu mungkin bingung dengan apa yang saya katakan. Tetapi yakinlah, saya tidak akan menyakiti anda sedikitpun. Mari kita bicarakan bisnis yang ada di kepalamu saat ini."


Raut wajah Hiro segera berubah mengerikan.


'Bagaimana orang tua ini bisa tahu?' gumamnya.


"Oh, jangan salah paham. Saya memiliki kemampuan menghitung masa depan, Jadi tidak aneh untuk melihat tujuanmu saat ini." ucap lelaki tua itu.


Pasti bercanda, lelaki tua ini hanya menggertak mental Hiro. Karena pada kenyataannya dia sudah tinggal di Presiden Suite untuk jangka waktu yang cukup lama untuk menantikan pertemuan ini.


Dia hanya penasaran dengan keputusan yang diambil Tuan Mudanya untuk memberikan Prasasti dari pulau Jawa ke pemuda miskin didepannya.


Sebenarnya, apa tujuan Tuan Mudanya dia juga tidak mengerti. Dia hanya berfikir bahwa mungkin anak miskin itu akan datang kesini untuk mencari informasi tentang Batu Prasasti, atau mencari informasi tentang Tuan Mudanya.


Akan sangat berbahaya jika status Tuan Mudanya dibicarakan didunia luar. Lagipula kali ini Batu Prasasti yang diberikan Tuan Mudanya pasti sangat istimewa.


Akhirnya, dia dapat melihat jenis Prasasti apa yang diberikan oleh Tuan Mudanya pada pria miskin ini.


Ya, Hiroto Samsudin adalah tuan muda dari keluarga mereka, dan orang tua ini adalah bawahan terpercaya dari paman dari Tuan Muda keluarga Hiroto.


Dia selalu ingin menjilat dan mencapai status baru dalam keluarga besar itu. Dia tidak bisa menghianati Tuan Mudanya, karena dia sudah melihat contoh mengerikan dari rekannya.


Karena jiwa mereka terikat dengan prasasti khusus. Dia hanya tahu sampai batas tertentu tentang bisnis keluarga itu.


"Maaf, Paman, aku tidak mengerti arti dari ucapanmu. Sebenarnya apa maksud Paman?" Hiro menjawab dengan nada polos yang membingungkan. Lagipula, jika orang tua ini tahu tujuannya, bukankah lebih baik membawanya berlarut-larut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam?


Namun, orang tua itu hanya dengan sikap acuh berkata dengan nada mendalam,


"Bukankah kamu kesini untuk mencari informasi tentang Dia dan Kalung yang diberikannya?"


*degg


Kejutannya bukan hanya itu, tetapi juga kata-kata berikutnya,


"Kalung itu adalah salah satu Prasasti di keluarga kami, itu bisa disebut dengan Harta Nasional, tetapi karena sifatnya, kami hanya melabelinya Harta Keluarga Pulau Jawa..." ucap lelaki tua itu dengan angkuh.


____________________________________________


Yosh, melihat kalian menikmati membaca novel dari aithor amatir ini, membuatku sedikit senang.


Target views selanjutnya adalah 160 views.


kalau ada komentar dan saran silahkan di cantumkan dikolom komentar.


kalau ada masukan plot hole, kejanggalan dan lainnya mohon kirimkan ke author lewat grup author atau dikolom komentar.


regard,


mu-san

__ADS_1


__ADS_2