Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya

Reinkarnasi : Dunia Sebelumnya
03. Tujuan Baru


__ADS_3

"Apakah ini memang takdir yang menciptakanku untuk terus diinjak-injak oleh orang kaya?"


"Apakah tak ada keadilan didunia ini !"


"BASTARD HIROTO SAMSUDIN ! INGAT ! SUATU SAAT AKU AKAN MEMBUNUHMU, KEPARAT !"


Hiro mengumpat dengan nafas tersengal-sengal seperti akan putus setiap saat.


ini adalah tengah malam, dan dia mulai berjalan keluar area proyek sambil mengalungkan Liontin aneh itu ke lehernya.


"Sialan bastard tua itu, hanya demi secuil harta, dia memukuliku. "


'Tapi yang lebih sialan lagi, aku harus mencari pekerjaan baru karena proyek disini telah selesai.' desahnya pelan.


"Dan apalagi liontin ini, dia bilang melakukan semua hal dengan sepadan? Cih, dasar bastard tua, bilang saja dia mau uangku, pakai alasan ditukar dengan liontin ini, ******* emang. " Hiro tertawa mencela dalam gerutuannya.


Dia terus memandangi liontin itu dengan wajah muram karena ingin membalas dendam pada orang tua itu. Si Samsudin !


'Apapun itu, persetan dengan liontin ini. Akan kusimpan untuk mengingatkanku tentang penghinaan ini, suatu saat aku akan membalas budi ini.' matanya penuh sinar api membara.


Sementara itu disisi lain bangunan megah sampai menjulang ke langit, ada sesosok pria yang tersenyum seperti iblis.


Melihat tuannya tersenyum seperti itu, para pengawalnya tidak bisa tidak merinding.


Mereka tahu bahwa tuannya ini sangat licik dalam merancang skema.


Jika dia secara tidak sengaja menginjak ranjau skema tuannya ini, maka dia bisa mati dalam kebingungan instan tidak tahu alasan dia mati.


Sesaat sebelumnya, tuannya ini memerintahkan kepada para anak buahnya untuk mengawasi sosok anak kecil yang dipukuli didalam area konstruksi.


Saat dia bangun, pengawalnya langsung melapor ke tuannya ini. Bersamanya dia melihat anak yang sedang mengumpat i dirinya.


Sambil memegang teropong dia berkata,


"Mari kita lihat, apakah dirimu berguna bagiku di masa depan." ucapnya pelan.


Namun, para pengawalnya masih bisa mendengar ucapan itu dan mereka merinding.


'Ini skema tuan lagi! Sialan! Semoga aku tetap aman. Aish... bekerja pada monster memang mengerikan! Tapi sepadan dengan gajinya, hehehe.' Pikir mayoritas pengawal itu.


Setelah keluar dari lokasi konstruksi, Hiro segera mencuci noda darah dalam wajahnya. Dalam sekejap dia kembali segar meskipun ada lebam di sana-sini.


Segera dia kembali kerumah dan tidur.

__ADS_1


•••


Disisi lain, mandor itu kembali ke kamarnya.


Hiroto Samsudin masih bermain manja dengan gadis Jepang yang cantik dan berpayudara padat di dalam kamar hotelnya.


Meskipun suara desahan manja terdengar dari ruangan itu seolah menikmati setiap adegan erotis didalamnya, tetapi tidak dengan kenyataannya.


'Aku tidak perduli dengan apa yang dipikirkan anak itu tentangku, terkadang anak kecil harus menyadari posisinya, orang lemah tidak seharusnya memegang banyak uang ditangannya. Aku sudah membantunya, selanjutnya terserah apa yang akan dia lakukan. Lagipula, tidak terlalu buruk untuk menjadi motivasi seseorang untuk bangkit! Hahaha,' pikir Hiroto.


*cplast...


Suara tamparan pada pantat itu terdengar menggairahkan dan adegan erotis kembali berjalan sampai pagi.


Jika Hiro mengetahui kenyataannya, mungkin dia tidak akan semarah itu dengan Samsudin, dia hanya akan mengerutkan keningnya dan bertanya,


'Pak, kenapa kau telanjang memeluk gadis cantik ini didepanku? Apa kau mempermainkan ku? atau kau...'


Hiro bagaimanapun adalah lelaki normal !


Yah, untungnya dia tak mengetahui adegan erotis saat dia tertatih-tatih untuk bangun sehari sebelumnya. Kalau tidak, Hiroto Samsudin,mungkin hanya tinggal nama.


•••


"Nak, apa kau baik-baik saja? Apakah ada masalah dikonstruksi? dan siapa yang memukulimu hingga membuat wajahmu lebam-lebam ?"


Sebagai seorang ibu, dia juga harus merasa khawatir, anaknya baru pulang di tengah malam dan wajahnya lebam seperti habis berantem?


"Tidak ada masalah Bu, konstruksi telah selesai tinggal mendesain interior, tidak ada hubungan lagi denganku. ini uang hari ini, aku lelah, mau istirahat." Sambil menyerahkan uang gaji hari ini.


Sambil menggerutu,


'Jika bastard itu tidak mengambil bonusku, aku bisa tenang selama mungkin 2 atau 3 hari, sialan.'


'Menukarnya dengan kalung sampah, dan masih berkata dia adil? Cih, dia pikir aku anak kecil ?'


Dihadapan orang tuanya dia masih memasang wajah tersenyum sebelum bergegas masuk untuk mandi.


Yah, walaupun begitu Hiro memang masih kecil, anak seusianya diluar sana masih sekolah. Mungkin besok mereka merayakan kelulusannya. Karena dia telah bekerja di konstruksi saat berusia 16 tahun yang setara kelas 2 SMA maka sekarang setelah 1 tahun berlalu bisa dipastikan teman-temannya saat ini akan menyiapkan acara perpisahan.


Karena Hiro telah keluar dari sekolahnya, dia tidak mungkin bisa mengikuti acara tersebut.


Bagaimanapun dia sering memikirkan bagaimana masa depannya kelak,

__ADS_1


'Tidak ! Lupakan! aku telah memilih, bagaimanapun aku akan bertaruh pada Nagisa, Selama dia bisa berguna dimasa depan, kurasa pilihanku saat ini tidak akan sia-sia.'


Jika ibunya tau, dia akan memanfaatkan adiknya sendiri, mungkin Hiro akan mati tanpa liang penguburan!


' Anak kecil ini berani membuat skema pada adiknya sendiri? Kau harus mati!'


Selesai mandi, dia terus memikirkan upaya masa depannya sampai tiba-tiba dia melihat komputer di kamarnya.


"Mungkin aku punya solusi masalah ini."


"Jual ? Tidak, tidak, tidak, terlalu sedikit. Tunggu ... "


"Mari buka tabunganku dulu."


Hiro membelah tabungan berbentuk Piggys-nya, bagaimanapun Piggys adalah mitologi dewa kekayaan. Kemudian dia mulai menghitung uang simpanannya selama ini.


*tik tok tik tok


Satu jam berlalu selama dia menghitung uangnya, sekarang tepat jam 2 malam, Akhirnya dia selesai menghitung semua uang recehnya. Sebagian telah dikumpulkan saat dia masih sekolah dasar. setelah dia hitung totalnya mencapai ¢ 3.000.000 chip.


Jika tidak sebagain untuk membantu membayar uang sekolah Nagisa, mungkin uangnya tidak akan sedikit ini. Belum lagi tagihan Rentenir palsu itu.


Wajah Hiro berkeringat, dia ingat sesuatu.


"Sialan, aku lupa besok waktunya bayar tagihan pada monyet terkutuk itu ! Cih..."


Mau tidak mau Hiro menyisihkan uangnya 50.000 chip untuk membayarnya. Kemudian dia keluar kamarnya dan menaruhnya di meja makan dengan tulisan


*Uang untuk Tagihan*


Kemudian dia masuk lagi dan melihat jam.


"Sialan, waktunya tidur."


kemudian dia menjatuhkan dirinya ke kasurnya dan memejamkan matanya.


Dia lupa merapikan uangnya!


Jika ada maling menggerebek rumah ini, mungkin Hiro akan menangis darah karena uang tabungannya bertahun-tahun tiba-tiba saja menghilang.


Namun untungnya, tidak ada maling yang tertarik pada keluarga miskin seperti dirinya.


Karena itu penghinaan!

__ADS_1


__ADS_2