
Notice:
ada nikmat tersendiri ketika karya saya di baca oleh kalian. oleh karena itu tolong share ke temen-temen kalian agar saya lebih semangat ngerjainnya. next target view 35. setelah itu saya akan posting bab ke 6.
regard,
mu-san
___________________________________________
Keesokan harinya, Hiro terbangun dengan wajah buruk penuh dengan penyok sana-sini.
Semua itu pelakunya hanyalah satu orang, yaitu Niimoto Nagisa. Adik Hiro sendiri.
Memang didepan ibunya, Nagisa akan bersikap lemah lembut, tetapi begitu ibunya pergi, dia akan seperti serigala lapangan yang mengancam semua disekitarnya.
'Anak ini ... mentang-mentang hari Minggu dan ibu sudah berangkat kerja dia menindasku seperti ini.' gerutunya
"Ayolah kak, cepat bangun, aku mau memamerkan mu pada teman-temanku ! Cepat mandi dan temui aku di bawah. "
Dalam hati Hiro berfikir
'Memang tak ada yang mudah didunia ini, untuk memanfaatkan potensi seseorang kita harus berkorban!'
Seperti yang kita tahu, Hiro berencana memanfaatkan Nagisa untuk rencananya menghasilkan uang dengan ongkang-ongkang kaki dirumah,
Itu adalah impiannya, mendapatkan uang tanpa harus berkeringat!
Itu sebabnya pikirannya mengarah ke trading Forex dan pembelian saham. Namun sekarang uangnya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Keduanya memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Sedangkan dia, tak mau berjudi dengan uangnya sendiri.
"Kak ..."
Suara teriakan kembali terdengar dari bawah,
"Terkadang menjadi terlalu tampan memang sebuah beban ..."
Jika ada seseorang yang bukan keluarganya mendengarkan gerutuannya, mereka pasti akan memukulnya hingga menjadi pasta daging,
Apa salahnya menjadi tampan ? apa kau tak memikirkan penderitaan kami para tampang rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata? sialan kau Bast*d
Ya, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Hiro mungkin tampan dan sedikit diatas rata-rata tetapi dia sekarang miskin.
Sedangkan diluar sana masih banyak pria tampan dan kaya.
Hiro berganti pakaian normalnya, dan turun kebawah.
Adiknya dibawah menunggu dengan ekspresi kesal namun ekspresi itu mampu menghancurkan 1 kota bila di dandani oleh tata rias terkemuka.
Yah, mereka hanyalah sepasang burung Nasar yang berkeliaran di atas gurun Sahara.
Mereka menuju perubahan menjadi Naga dan Phoenixs, entah mereka jatuh saat prosesnya mereka tidak tahu.
"Akhirnya kamu menunjukkan ketampananmu kak," ujarnya menggoda.
Alisnya berkedut-kedut,
'Aku harus bersabar, demi masa depan. '
"Ayo, berangkat!" Nagisa mengambil tangan kakanya dan keluar gubuk rumah kecilnya.
__ADS_1
Mereka berjalan ke halte bus di pinggir jalan raya, untuk menunggu bus datang.
Hiro dan adiknya hanya selisih 3 tahun. Sekarang Nagisa kelas 3 SMP nomor 9 di Yokohama. Sekarang, dia akan menghadiri upacara kelulusan adiknya, Nagisa.
Nagisa adalah perawakan biasa saja dengan kebanyakan gadis Jepang di usianya.Namun matanya benar-benar memikat dan bentuk wajahny yang bulat telur sangat memikat hati.
Meskipun dalam seragam sekolahnya, dia masih bisa menunjukkan sosok cantiknya.
Akhirnya mereka menaiki bus, dan menuju sekolah Nagisa.
Tidak ada yang istimewa terjadi selama perjalanan. Hingga akhirnya dia sampai di sekolahnya.
Sekolah itu sangat biasa saja, maklum, mayoritas hanya dihuni oleh orang miskin.
"Hai, lihat siapa yang datang dengan pacarnya hari ini..."
Teman-temannya segera mencibir Nagisa yang baru datang.
Tetapi dia menghiraukannya. Dia sudah terbiasa di cibir oleh para pelac*r ini.
Dari jauh nampak seorang pria setinggi 170 cm, menghampiri Nagisa.
Segera pria itu membangkitkan kecemburuan para wanita. Pria itu adalah idola nomor 1 di Sekolah tersebut.
"Nagisa, kenapa kau baru datang? acaranya akan segera dimulai. "
"Oh maafkan aku, aku sedikit ada masalah." Sambil melirik Hiro.
Hiro sadar bahwa adiknya hanya menyalahkannya.
'Ini bukan salahku, bukankah seorang wali bisa datang satu jam lebih lambat ?'
"... Dan ini ?" Mata lelaki itu melihat Hiro
"Oh, kenalkan dia pacarku." Ucap lugas Nagisa dengan senyum menggoda kakaknya.
'*Anak ini benar-benar keterlaluan, menjadikanku tamengnya? Sialan!'
Namun*, meskipun dia sadar dia sedang dimanfaatkan oleh adiknya, dia tau ini demi kebaikannya. Jadi dia diam saja sambil mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya.
"Hiro."Ucapnya tegas.
Lelaki itu juga mengulurkan tangannya, menyambut tangan Hiro.
"Yuji, Omoto Yuji. "
"Senang berkenalan denganmu." Ucap keduanya.
Hiro bisa merasakan permusuhan dari sorot mata Yuji, Namun dia mengabaikannya, lagipula dia sudah dewasa , Tidak baik baginya untuk bersaing cinta dengan anak kecil seperti Yuji.
Oh, dan Nagisa adalah adiknya, bukan pacarnya!
'Anak yang enerjik, apakah dia cemburu? pfftt... dia memang...'
Hiro menatap Nagisa yang balas tersenyum padanya.
Hiro merasa ngeri, Femme fatale !
Kecantikan wanita adalah racun yang mematikan!
Yuji memimpin mereka menuju ruangan acara berlangsungnya acara perpisahan.
Terlihat banyak siswa sedang melakukan gladi bersih.
__ADS_1
Nagisa segera bergabung dengan kerumunan setelah memberikan ciuman pada Hiro.
"Aku, kesana dulu. Kamu duduk disana dan lihat aku."
Ucapan Nagisa begitu manis, namun senyumnya benar-benar membuat Hiro merinding.
Hiro menurut dan segera duduk ditempat yang ditunjuk oleh Nagisa dan mengawasi Nagisa.
Melihat Nagisa tersenyum mengangguk.
Satu jam berlalu, dan Tamu sudah mulai berdatangan. Dan ruangan sudah mulai penuh.
Akhirnya acarapun dimulai.
"Upacara kelulusan siswa tahun..."Prosesi kelulusan akhirnya dimulai.
"Kami ucapkan pada para hadirin yang terhormat atas kedatangannya, saya selaku Kepala sekolah mengucapkan banyak terimakasih. Kemudian...."
Acara basa-basi seperti biasanya berlangsung membosankan.
Sedangkan Hiro?
Dia terlelap dalam tidurnya.
Sementara Hiro tertidur lelap, sebagian tamu membicarakan lelang yang akan datang.
Ya, lelang akun game dari Silent _ Hell.
"Anakmu sungguh luar biasa nyonya, selamat. " sanjung seorang pria paruh baya pada nyonya cantik dan masih lumayan muda.
"Bapak Omoya bisa saja, itu semua berkat kemauan anaknya sendiri yang fokus belajar dan tidak main-main."
"Yah, Nyonya Uchida sungguh pengertian, anak-anak kita memang berbeda, anak Nyonya suka belajar dan anakku suka bermain game, aku sudah angkat tangan terhadapnya. Kelulusan ini aku akan mengajarnya susahnya mencari uang kalau tidak berijazah tinggi!" Mata Omoya memancarkan panas membara.
"Ngomong-ngomong soal game apakah bapak dan ibu mendengarnya? Lelang yang sedang panas yang akan datang?" ujar salah satu orang tua siswa.
"Aku mendengarnya, Akun Silent_Hell, yang konon katanya legenda dalam Eternal Warlord akan dijual bukan?"Sahut Omoya.
Dia adalah salah satu staff media yang berorientasi pada perkembangan game masa sekarang.
"Yah, kabarnya Presdirku tertarik untuk membelinya di atas harga pasaran."
"Apa kalian tidak curiga bahwa itu akun palsu?"
"Para desainer grafis dan ahli photography telah membuktikan bahwa screenshot karakter didalam lelang benar-benar original dan tidak editan."
"Apakah orang itu benar-benar membutuhkan uang?"
"Aku tidak tahu, mungkin hidupnya seperti namanya, Hell yang artinya neraka. Silent mungkin dia hanya bisa diam menghadapinya. "
"Hahaha mana mungkin begitu, dia adalah seorang pro player, yang terkenal. Pk-ing, Dungeon Raid , dia bahkan lebih jago dalam solo Dungeon. Kabarnya seluruh perlengkapannya dari tingkat 5. dan yang lebih heboh lagi, harganya sangat tinggi ¢ 200.000 chips"
"Dia pasti sudah gila, jika menjualnya begitu tinggi. "
"Hahaha, belum tentu. Mungkin kita berfikir begitu, tetapi orang kaya?"
Semuanya terdiam atas pernyataan salah satu orang tua siswa tersebut.
Ya, orang kaya selalu menghabiskan uang untuk bersenang-senang.
Hiro masih tertidur meskipun acara telah selesai.
Nagisa menghampirinya dan membangunkannya,
__ADS_1
"Kak... kak... Apakah melelahkan? Mari kita pulang. "
Hiro masih mengantuk dan hanya pasrah saja ketika tangannya ditarik oleh Nagisa.