
di kediaman Embun Beku,Xia he menutup pintu kamarnya dan meringkuk memeluk lututnya.
"hiks......maaf....."ucap xia he lirih.
ruangan sunyi yg menjadi saksi atas kepedihan hati Xia he.
setelah cukup lama Xia he menangis,akhirnya Xia he berhenti.
kemudian xia he bangkit dari duduknya dan mengangkat tangannya dan muncul lh simbol yg rumit.
"wahai segala kegelapan,aku mengganti segala kebahagiaan ku dengan indra penglihatan ku,sebagai petunjuk agar aku menemukan jati diri ku yg sebenarnya"ucap xia he.
cahaya terang meliputi seluruh ruangan,cahaya hitam keunguaan meliputi xia he.
setelah cahaya itu pudar xia he membuka matanya dengan pupil mata yg indah berwarna keemasan yg berkilau.
xia he membuka pintu kediamannya.
dan kebetulan ji an shi ingin tetap kukuh mencari tau segala alasan xia he yg memutuskan segala ikatan kontrak dengan mereka.
"meimei......"ucap ji an shi lirih
"aku bukan meimei mu lg"ucap Xia he datar.
"a...aa..apa kau bercanda??!"ucap ji an shi yg tak percaya dengan pendengaran nya.
"apa perlu ku ulangi lg??aku bukan meimei mu lg!"ucap Xia he datar.
setelah itu Xia he melewati ji an shi.
__ADS_1
ji an shi luruh terduduk di lantai dengan berderai air mata.
"apakah ini meimei yg ku kenal???"ucap ji an shi terisak.
kenangan indah tergiang-giang di kepala ji an shi,di mana berawal ia menjadi hewan kontrak bocah kecil yg penuh dengan kebahagian dan senyuman.
namun itu semua seakan-akan hancur pada saat itu,dimana senyuman manis yg dahulu selalu di tampilkan
kini menjadi tak berekspresi,hanya wajah datar dan tak berperasaan yg menjadi objek.
Feng gong,Yang,dan Ying pun menghampiri ji an shi.
Ying menghibur ji an shi.
"jie....tak apa,mungkin saja meimei sedang mengalami suatu masalah.suatu saat meimei pasti menerima kita kembali"ucap Ying.
"hiks......baik.....aku akan terus berjuang"ucap ji an shi kemudian menghapus air matanya.
"aa...hh..aneh??!"ucap mereka serempak.
"pupil mata meimei berwarna keemasan,dan jga saat ia melihat kita,ia tidak menggunakan mata hati"ucap Yang.
"apakah......."ucap mereka menggantung.
.
.
.
__ADS_1
kaisar xuan dan permaisuri sedang menghadiri rapat para mentri dan jendral di aula.
namun pintu aula terbuka dan menampilkan Xia he dengan wajah yg datar,dan berjalan anggun.
"he'er..."ucap kaisar dan permaisuri bersamaan.
Xia he mendekat ke arah meja dan menjentikkan jarinya,muncullh kursi untuknya.
"biarkan aku ikut,dan lanjutkan"ucap Xia he datar.
"kaisar,pertahanan pertempuran bagian utara kerajaan saat itu hampir roboh.namun bersama dengan itu kaisar muda dari kerajaan Yun Feng membantu pertahanan pertempuran kekaisaran kita saat tak sengaja ingin berburu ke hutan xijian"ucap jendral dun.
"baik lh,namun bagaimana cara kita berterima kasih kepada kerajaan Yun??"ucap kaisar.
"menurut saya sebaiknya kita mengirim seseorang perwakilan agar membawa segala tanda trimakasih dari kita"ucap mentri jinxin.
"lalu siapa yg akan pergi??"tanya mentri Gun.
"jika berkenan,saya akan bersiap"ucap mentri pertahan.
Xia he bangkit dari duduknya.
"sangat tidak baik,sama saja kalian menghina harga diri kaisar Yun"ucap Xia he datar.
"aku akan pergi"ucap Xia he kemudian keluar dari aula.
sebelum sampai di abang pintu aula,Xia hr berhenti.
"tak perlu menatap ku dengan tatapan aneh seperti itu"ucap Xia he
__ADS_1
"bukan kh sudah kewajiban ku sebagai putri mahkota kekaisara xuan?!!"ucap Xia he kudain pergi dari aula.
BERSAMBUNG........