
"hormat kami kepada yang mulia kaisar"ucap Xia he mewakili keenam orang pengikutnya.
kaisar Feng yg mendengar itu pun terkejut dengan suara yg amat ia rindukan selama ini.
kaisar Feng turun dari tangannya dan berjalan cepat kearah Xia he yg masih menunduk hormat.
"xia'er...."ucap kaisar Feng lirih.
Xia he terkejut dengan suara tersebut pun mengangkat kepalanya,kedua sayap yg menutupi wajahnya terbuka.
pandangan keduanya terkunci.
kaisar Feng dengan cepat memeluk erat Xia he.
"maaf.....maafkan atas keegoisan ku"ucap kaisar Feng sambil menangis di ceruk leher Xia he.
Xia he membalas pelukan hangat kaisar Feng yg membuat semua orang terkejut bukan main.
"tak perlu minta maaf kaisar ku,saat itu semuannya karena di atur oleh roda takdir dunia"ucap Xia he.
"trimakasih sudah membantu ku melewati ujian dunia fana"ucap Xia he.
kaisar Feng tersenyum,dan kemudian mencium bibir Xia he yg semerah buah persik itu.
semua orang menahan napas,dan banyak juga yg pingsan tak bisa menahan aura kecantikan dan ketampanan dari keduannya ketika bersatu.
kaisar Feng melepas ciuman mereka.
"entah di dunia fana maupun di alam langit semesta,maukah kau manjadi permaisuri ku"ucap kaisar Feng
Xia he terteguh,namun kemudian ia tersenyum tipis.
kaisar Feng berdebar-debar menanti jawaban Xia he.
bukan hanya kaisar Feng namun juga dewa dewi di sana pun.
"saya menolak kaisar Feng"ucap Xia he tersenyum.
langit-langit kerajaan menjadi kelam seperti hati kaisar,petir menyambar-nyambar.
__ADS_1
tangan Xia he terangkat dan memegang pipi kaisar Feng lembut.
"tapi bukan berarti aku menolak untuk menjadi permaisuri mu untuk selama-lamannya"ucap Xia he.
"biarkan aku sendiri menjemput putra kita dan hidup bersama"ucap Xia he kemudian menyalurkan semua kekuatan ke tubuh kaisar Feng.
kaisar Feng terkejut karena Xia he memblokir tanda telegram yg ia tanam dalam guchen.
"jika kau menggunakan itu,kita tidak akan mengetahui kebenarannya"ucap Xia he.
kemudian Xia he pergi di ikuti oleh keenam pengikutnya.
-
-
-
tiga tahu telah berlalu di kekaisaran Yun.
di aula tahta semua mentri dan jendral berdebat dengan kaisar Yun xi ,guchen,dan xuan jiming.
Yun xi yg sedari tadi terdim pun bangkit dari duduknya kemudian aura kuat keluar dari tubuhnya,tusuk rambut pemberian Xia he hancur.
keagungan terlihat dan aura yg besar keluar dari tubuh Yun xi,langin pun manjadi kelam,badai dan petir menyambar-nyambar menandakan suasana hati Yun xi yg kelam.
namun diselangi itu juga kelopak mawar emas dan salju turun di aula tahta.
seorang wanita dengan dua pasang sayap turun dengan satu pasang sayap yg digunakan nya untuk terbang dan satu pasngnya untuk menutupi wajahnya.
Yun xi melebarkan matanya karena ia sangat mengenal orang itu.
"ibunda..."ucap Yun xi lirih.
tangan wanita itu terangkat lantai aula terbelah dan menciptakan jarak yg cukup jauh dari tahta.
wanita itu menapakakn kakinya di lantai depan tahta.
"apa yg kalian lakukan pada putra ku??"ucap wanita itu yg ternyata Xia he.
__ADS_1
sayap kristal itu terbuka dan memperlihatkan wajah Xia he yg memiliki kecantikan yg mematikan bagi dunia fana,semua orang ambruk karena tak dapat menahan aura Xia he.
Xia he berbalik dan melihat xuan jiming,gunchen kemudian sampai pada Yin xi.
Xia he menaiki tangga dan sampai di depan mereka.
"xuan jiming,jiejie merindukan mu"ucap Xia he sambil membelai puncak kepala xuan jiming.
xuan jiming langsung memeluk erat xia he.
"jiejie....."tangis xuan jiming.
Xia he tersenyum dan kemudian Xia he melihat ke arah Yun xi.
"Yun xi,apakah kau tak ingin memeluk ibunda??"ucap Xia he.
Yun xi dengan cepat memeluk Xia he.
cukup lama acara peluk-pelukan diantara mereka.
Xia he memandang guchen,
"guchen,kau telah melewati ujian dari ku yg menyatakan bahwa kau benar-benar mengabdi kepada kaisar Yun"ucap Xia he.
"kekaisaran Yun ku serahkan ke dalam kekuasaan mu"ucap kaisar Feng yg mendarat di depan guchen.
guchen terkejut dengan datangnya kaisar Feng.
"baik lh permaisuri ku,maukah kau kembali lagi bersama ku untuk selamanya"ucap kaisar Feng sekali lg.
Xia he tersenyum.
"baik lh kaisar ku"ucap Xia he.
namun
"huh.....ayahanda merebut ibunda lg,seharusnya aku yg menikah dengan ibunda"ucap Yin xi yg membuat semuanya tertawa bersama.
Tamat.
__ADS_1