
Xia he mengangkat kepalanya memandang wajah ibu suri yg meski sudah berkepala empat namun masih sangat muda.
"tidak baik memandang ibu suri tak sopan seperti itu"ucap pelayan B.
"ia'er"ucap ibu suri menegur.
Xia he menunduk hormat.
"maaf....atak ketidaksopanan hamba"ucap Xia he.
"hamba putri dari kekaisaran xuan"lanjut Xia he.
ibu suri berjalan mendekati Xia he yg masih menunduk,ibu suri memegang bahu Xia he.
"jadi kau adalah putri sang dewi penyelamat itu??"ucap ibu suri.
"suatu kehormatan bagi hamba,menerima pujian dari ibu suri"ucap Xia he.
"xia'er......jangan terlalu formal dengan ku.......panggil saja aku ibunda........dan aku tak menerima bantahan"ucap ibu suri saat melihat Xia he yg ingin membantah.
"haah.....baik....ibu..unnda...."ucap Xia he
ibu suri tersenyum dan kemudian menarik tangan lentik Xia he.
"mari berkunjung ke kediaman ibunda.........karna kau sudah di arah kan oleh pencipta untuk berkunjung ke kediaman ku"ucap ibu suri sambil tersenyum lebar.
"baik....ibunda"ucap Xia he kemudian membuat ibu suri semakin gembira.
sedangkan dari kejauhan,ada dua orang yg melihat apa yg mereka lakukan saat itu.
yg satu memakai baju prajurit ksatria khusus,dan satunya memakai jubah kebesaran kekaisaran Yun dengan pola naga dan phoenix yg saling melilit,siapa lagi kalau bukan kaisar kekaisaran Yun beserta guchen.
"baru kali ini aku melihat ibunda sesenang itu"ucap kaisar Yun.
__ADS_1
"ya"ucap guchen.
"gadis yg menarik"gumam kaisar Yun.
"mari kita pergi ke aula pertemuan"ucap kaisar Yun.
"anu....yang mulia kaisar...apakah anda tidak ingin bertemu dengan putri xuan yin Xia he???"tanya guchen.
langkah kaisar terhenti,tanpa berbalik kaisar menjawab pertanyaan guchen.
"bukan kh aku sudah melihatnya??"ucap kaisar yun membalas dengan pertanyaan yg tidakembutuhkan jawaban.
kemudian melanjutkan langkahnya.
"huh,kaisar sangat di sayangkan jika kau menjadi kaisar semua ini namun sangat dingin" batin guchen di dalam hati nya.
"guchen...apa kau ingin kepala mu lepas dari tubuh mu...GUCHENG!"ucap kaisar sambil menekan nama guchen.
.
.
.
.
Xia he sekarang bera
"minum lh xia'er"ucap ibu suri.
"trimksh.....ibunda"ucap Xia he yg masih kelu.
keduanya sama-sama mencicipi teh krisan terbaik.
__ADS_1
"jadi kau datang karena utusan dari kaisar xuan??"ucap ibu suri.
"bukan"ucap Xia he.
"hah??"beo ibu suri.
"hamba yg berinisiatif untuk mewakili ayahanda untuk mengucapkan salam trimakasih kepada kaisar"ucap Xia he.
"kau sangat bijaksana,kaisar xuan sangat beruntung memiliki putri seperti mu"ucap ibu suri.
"beruntung??"ucap Xia he lirih.
"hah??"beo ibu suri.
"tidak apa-apa"ucap Xia he kemudian berdiri.
"xia'er kau mau ke mana??"ucap ibu suri bingung.
"hamba mohon untuk undur diri,untuk beristirahat"ucap Xia he menunduk menghormat.
"ah....tentu saja,beristirahat lh dengan tenang,maaf tadi aku menganggu waktu untuk mu beristirahat"ucap ibu suri agak sedih.
Xia he menghampiri ibu suri dan berlutut di dekat ibu suri.
ibu suri terkejut dengan apa yg Xia he lakukan.
"xia'er apa yg kau lakukan??"tanya ibu suri.
Xia he mencium pipi ibu suri,kemudian memeluk ibu suri.
sedangkan ibu suri tegang,karna ini pertama kali ia mendapatkan pelukan hangat dari orang lain selain putranya dan mediang suami.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1