
Hari ini sangat cerah meskipun masih pagi matahari nampak tidak malu untuk menampakkan sinarnya.
Gadis yang berada di dalam kamar telah siap dan rapi dengan seragam sekolahnya, dengan cepat ia memakai sepatu dan mengambil tas ranselnya segera turun ke bawah.
Renata berlari kecil menuruni tangga sambil sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas setelah dirasa tidak ada yang tertinggal ia menutup kembali tasnya.
"Ma Renata berangkat ya," Teriaknya setelah sampai di ujung tangga.
Ia berhenti sebentar dan memakai jam tangannya. Tak lama wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik itu datang dari arah dapur membawa paperbag yang berisi bekal untuk Renata.
"Nih bekalnya di bawa nanti jangan lupa dimakan," Ucap bunda Renata
"Iya buda ku sayang," Renata menerima paperbag yang diberikan oleh bundanya itu. Ia kemudian mencium kedua pipi bundanya.
"Aku berangkat ya Assalamu'alaikum," Pamitnya lalu menyalimi tangan bunda Widia
"Iya hati-hati di jalan,"
"Siap bos," Ucap Renata
Setelah itu ia berjalan keluar rumah dan mengambil mobilnya yang ada di bagasi. Ia memundurkan mobilnya dengan perlahan, pak satpam yang ada di pos dengan segera membukakan gerbang untuk nonanya.
Setelah berhasil keluar Renata menurunkan kaca mobilnya setengah. "Makasih pak aku berangkat dulu ya," Ucapnya kepada pak Minto selalu satpam yang ada di rumah Renata.
"Njih non hati-hati di jalan," Pak Minto sangat ramah dia sudah bekerja di kediaman Renata selama kurang lebih 20 tahun.
Pak Minto segera menutup gerbangnya kembali setelah mobil Renata tak terlihat lagi.
...****...
Sesampainya di sekolah Renata langsung saja memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus mobil, dan ternyata di sana sudah ada mobil bestienya.
__ADS_1
Setelah dipastikan sudah benar Renata turun dari mobilnya kemudian merapihkan sedikit roknya yang terlihat berantakan.
"Renata," Teriak seseorang yang ada di belakangnya.
Renata menoleh dan ternyata di sana terdapat bestienya yang baru saja turun dari mobil.
"Hana,"
HANASTA INTAN MAHESWARI cewek cantik berambut hitam yang terkenal bar-bar di SMA GALAKSI. Banyak siswa-siswi yang takut dengannya, karena sekali di usik dia akan menjadi macan betina yang tidurnya di ganggu. Ok nggak jelas back to topik
Renata mendekat ke arah Hana lalu ber high five dengannya.
"Eh tugas lu kemarin udah belum?" Tanya Hana
"Udah, emang napa? mau nyontek" Renata melirik Hana dengan malas.
"Hehe tau aja lu,"
"RENATA, HANA, WOY," Teriak seseorang dari arah belakang mereka. Keduanya yang merasa terpanggil akhirnya menoleh, ternyata disana terdapat Esha.
ESHA SASMAYA DIATMIKA namanya. Gadis cantik yang periang dengan rambut sebahu yang agak kecoklatan itu menghampiri kedua sahabatnya.
"Hosh... hosh... kalian ini apa sih jalannya cepet banget perasaan," Ucapnya saat sudah di samping Renata dan Hana sembari menetralkan nafasnya.
"Ya lo nya aja ngapain pakek lari-larian segala," Ucap Hana yang melihat Esha dengan tatapan kasihan.
"Ish ya ngejar kalian lah mau bareng ke kelasnya," Jawab Esha dengan nada sedikit kesal.
"Yaudah ayo nanti keburu bel, jam pertama pelajaran Pak Bobon kan kalau telat abis kita nanti," Renata menengahi keduanya.
Pak Bobon merupakan guru Fisika yang terkenal dengan kegalakannya dan tidak taggung-tanggung untuk menghukum murid yang telat masuk kelasnya ataupun tidak mengerjakan tugas.
__ADS_1
Mereka bertiga langsung saja melanjutkan berjalan menuju kelas karena memang mereka tidak mau jika kena hukum oleh Pak Bobon.
...~~~~...
"Assalamu'alaikum temen-temen," Sesampainya di kelas langsung saja Esha dengan cerianya dan suara yang lantang mengagetkan seisi kelas yang entah sedang fokus apa.
"Astaghfirullah Esha bisa gak sih gausah ngagetin," Tegur Adit yang notabetinya ketua kelas terbobrok sepanjang masa.
"Tau tuh pagi-pagi udah bikin orang jantungan aja,"
"Untung gue gak ada riwayat jantung,"
"Tadi pagi sarapan toa apa gimana tu bocah,"
"Hehe ya maap kawan-kawan," Ucapnya nyengir tanpa dosa.
Renata dan Hana hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu. Langsung saja mereka langsung nyerobot masuk dan duduk di bangku masing-masing.
"Pada fokus apa sih?" Tanya Esha yang masih penasaran.
"Emang lo lupa kalau hari ini ada tugas dari Pak Bobon?" Jawab Adit
"HAH ASTAGA GUE LUPA," Teriaknya dengan heboh sampai semua seisi kelas menutup telinganya.
Renata menyenggol lengan Hana yang ada di sampingnya yang sedang fokus menyalin tugas Renata, "Temen lo tuh," Bisiknya.
"Bukan temen gue," Sahut Hana
"Heh lo tuh bisa gak sih gak teriak, rasanya udah mau pecah nih gendang telinga," Sahut Faiz
Esha mengabaikan ucapan Faiz dan langsung duduk di bangkunya langsung mengeluarkan buku dan mengerjakan tugas yang ia lupakan.
__ADS_1
Tak lama setelah itu bel pertanda dimualainya pelajaran pun berbunyi dan semua yang semula ricuh diam kembali ke tempat duduk masing-masing.