RENATHAN

RENATHAN
Part 4


__ADS_3

"Huftt... bosan sekali hari ini," Renata meregangkan tubuhnya yang sedang duduk di kursi depan meja belajarnya dan dihadapkan dengan buku-buku mata pelajaran sejarah.


Sore ini di luar hujan sangat deras, padahal jam masih menunjukkan pukul lima, tapi sudah seperti malam saja karena matahari sore tertutup oleh awan hitam yang tebal.


Setelah menyegarkan tubuh sehabis pulang sekolah tadi memang Renata memutuskan untuk berkutat dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru hari ini.


"Istirahat bentar deh laper juga," Renata bangkit dari duduknya dan memutuskan keluar dari kamar untuk mencari makanan di dapur yang bisa mengganjal perutnya hingga makan malam tiba nanti.


Sesampainya di dapur ia mengambil gelas dan mengisinya dengan air lalu meneguknya hingga tandas.


Renata membuka kulkasnya melihat-lihat apa yang ada di dalam kulkas tersebut.


"Wah stok cemilanku tinggal dikit mana di luar hujan gak berhenti lagi," Gumamnya setelah melihat stok cemilan di dalam kulkasnya tinggal sedikit. Setelah itu ia mengambil beberapa cemilan yang sekiranya cukup untuk mengganjal perut.


"Kamu ngapain dek?" Suara bas itu sedikit mengagetkan Renata karena tiba-tiba dari arah belakangnya sudah ada orang.


Renata menutup pintu kulkasnya lalu menoleh ternyata tadi adalah ayahnya.


"Eh ayah, tumben udah pulang?" Ucapnya.


Ayah Renata memang tipe orang pekerja keras yang setiap harinya pulang kerja pada saat jam makan malam. Tapi beliau tidak seprti orang-orang lainnya yang sampai mengabaikan keluarganya.


"Iya ayah lagi nggak ada kerjaan jadi pulang cepet," Jawab Henry--Ayah Renata


"Kamu ngapain tadi?" Tanyanya lagi karena merasa pertanyaannya tadi belum di jawab.


"Ini nyari cemilan laper soalnye hehe," Jawab Renata sesekali memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.


"Dasar kamu ini," Henry terkekeh lalu mengacak pelan puncak kepala Renata.


Ia gemas karena melihat kebiasaan putri semata wayangnya ini. Karena memang sudah tabiatnya Renata itu tidak tahan lapar. Tapi entah mengapa ia tetap saja kurus padahal makannya juga banyak.


"Oh iya ayah mau ngapain tadi?" Renata menoleh pada Henry yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Nggak tadi sebenarnya cuman mau lihat ke belakang aja tapi pas lewat sini gak sengaja lihat kamu di depan kulkas," Jawabnya.


"Yah," Panggil Renata.


"Hmm," Henry bergumam pelan.


"Kakak kapan ya pulang aku kangen deh," Ucap Renata dan tiba-tiba wajahnya berubah sendu.


Henry menghela nafas,"Sabar dikit lagi kakak kamu lulus pasti pulang kok,"Hibur Henry.


"Iya aku tau tapi akhir-akhir ini kakak nggak menghubungin aku sama sekali, chat aku nggak di balas di telfon pun juga nggak di angkat, apa dia udah punya pacar di sana sampai lupa sama adiknya sendiri,"


Ucapan Renata tiba-tiba ngelantur. Memang jika ia sedang rindu dengan kakaknya akan memikirkan yang tidak-tidak.


"Hus nggak boleh gitu, kakak kamu paling lagi sibuk dengan tugas akhirnya, makanya ia nggak sempat pegang hp," Jelas Henry dengan pelan.


"Yaudah gini aja bulan depan ada liburan semester kan kamu?" Tanya Henry


Renata mengangguk, "Nah kan katanya kakak kamu tinggal tiga minggu lagi, kalau tiga minggu kakak kamu nggak pulang kita susulin aja gimana?"Hibur Henry


"Yeyyy makasih ayah," Girang Renata sampai memeluk ayahnya.


Henry menerimanya dengan senang hati. Ia memang tidak bisa jika melihat putri tersayangnya itu sedih.


•ווו


Malam semakin larut dan udara juga semakin dingin. Hujan pun sudah sedikit reda dan meninggalkan gerimis yang sepertinya akan awet entah hingga kapan.


Seorang lelaki duduk di sofa yang disediakan di balkon kamarnya untuk bersantai sepertinya tidak menghiraukan udara yang sangat dingin itu.


Ia terus saja terdiam memandang langit yang dihiasi awan gelap menikmati suasana gerimis malam ini. Nathan sesekali menghela nafas, ia memang menyukai hujan entah kenapa menurutnya hujan itu menenangkan. Tetapi kadang ia juga merasa kesepian disaat hujan turun.


Kakinya yang semula di lantai menjadi ia naikkan ke atas meja yang ada di hadapannya agar terasa nyaman.

__ADS_1


Saking fokusnya menikmati hujan sampai ia tidak sadar seseorang telah masuk ke kamarnya.


Wanita paruh baya itu menghela nafas ketika melihat anaknya sedang berada di balkon kamar pdahal udara semakin dingin di luar.


Ia berjalan menghampiri putranya yang kelihatannya sedang asyik menikmati suasana. Beliau menepuk pundak Nathan hingga laki-laki itu terpenjat kaget. Apakah sefokus itu ia memandang langit hingga disentuh sedikit saja sampai terkejut.


Nathan menoleh ternyata disana terdapat sang ibu yang tengah menatapnya dengan senyuman.


"Belum tidur, hmm?" Tanya Tiara


Nathan menggeser tubuhnya agar memudahkan sang ibu untuk duduk di sampingnya.


"Melamunin apa sampai mama pegang aja kaget," Lanjutnya


"Nggak ada sih cuman tenang aja gitu lihat langit," Jawab Nathan


"Kamu pasti dari tadi di sini sampai tangan kamu dingin gini, kalau kamu demam gimana hmm," Tiara menyentuh tangan putranya yang terasa dingin dan mengusap wajah Nathan.


"Ayo masuk terus tidur mama nggak mau kamu sakit," Ujarnya


"Tapi mam aku masih belum ngantuk," Nathan memandang ibunya dengan tatapan memelas.


"Nggak ada ayo masuk terus tidur, di sini dingin Nathan," Tiara menarik tangan sang anak agar segera berdiri.


"Mam ih aku mau di sini dulu lima menit lagi deh," Negonya


"Nggak ada lima menit ayo masuk," Final Tiara


Akhirnya Nathan pun pasrah dan mengikuti mamanya untuk masuk ke dalam. Ia mendudukkan dirinya di pinggir ranjang sementara ibunya masih menutup pintu balkon dan tirainya.


Dirasa selesai Tiara berbalik dan menuju putranya. "Ayo tidur udah malem besok harus sekolah juga," Ucap Tiara sambil membaringkan tubuh Nathan dan menyelimutinya sebatas dada.


"Tidur ya, selamat malam," Lanjutnya lalu mengecup dahi Nathan setelah itu pergi meninggalkan kamar Nathan tak lupa mematikan lampu.

__ADS_1


Nathan sangat bersyukur memiliki orang tua penyayang seprti Tiara dan Farhan. Tapi terkadang ia juga jenuh karena keprotektifan kedua orang tuanya.


Nathan tersenyum menatap punggung sang ibu yang menjauh. Lalu ia memejamkan matanya dan segera pergi ke alam mimpi.


__ADS_2