RENATHAN

RENATHAN
Part 2


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh, tapi laki-laki yang berada di dalam sebuah kamar tersebut masih dengan nyenyaknya terlelap di alam mimpi.


Padahal ibunya sudah berkali-kali membangunkannya tapi tak di hiraukannya.


Brak... Brak... Brak...


"NATHAN BANGUN GAK," Teriak seseorang dari luar kamar sambil menggedor - gedor pintu kamar dengan lantangnya samapai terdengar ke seisi rumah.


Ceklek


"Gak bangun juga, hah," Wanita paruh baya tersebut langsung masuk saja ke kamar anak laki-lakinya. Ia langsung menuju ke arah Nathan yang masih tertidur pulas itu.


Plak


Mama Tiara (Ibunda Nathan) menampar bokong Nathan yang tidur miring menghadap jendela.


"Bangun Nathan sudah siang ini astaga kamu mau bolos lagi hah, ini sudah siang kamu udah telat dari tadi," Omelnya sambil menarik selimut yang menutupi setengah badan Nathan.


Nathan menggeliat "Aduh mam ngapain sih pagi-pagi ngomel-ngomel Nathan masih ngantuk tau," Ucapnya dengan setengah sadar.


"Pagi apanya ini sudah siang Nathan kamu harus sekolah, ayo cepet bangun," Mama Tiara tidak kehabisan akal ia menarik tangan anaknya hingga dia duduk.


"Ayo Nathan bangun ihh mau mama panggilin papa kamu biar dimarahin sekalian,"


Nathan yang mendengar akan dipanggilkan papanya pun langsung membuka matanya lebar-lebar. Memang lebih baik ia dibangunkan oleh mamanya daripada papanya.


Apabila sudah papanya yang membangunkannya tidak lagi ditarik atau ditampar tapi langsung saja diguyur dengan air dingin dari kamar mandi.


"Iya iya Nathan bangun," Ucapnya lalu langsung berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Mama tunggu di bawah untuk sarapan, bajunya udah mama siapin," Setelah menyiapkan seragam untuk Nathan mama Tiara langsung ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk Nathan.


Setelah duapuluh menit berlalu Nathan sudah siap dengan seragam lengkapnya. Ia menyisir sedikit rambutnya di depan cermin dan memakai jam tangan kesayangannya.


"Uih ganteng banget gue," Ucapnya dengan bangga melihat penapilannya di depan cermin lalu menyemprotkan parfum sedikit ke badannya.


Setelah dirasa siap ia segera turun dan menghampiri sang mama untuk sarapan. Nathan menuruni tangga dengan santai sambil sesekali bersenandung kecil.


"Pagi mama ku sayang," Sapanya kepada Mama Tiara setelah sampai di meja makan lalu mengecup pipi sang ibu.


"Cepetan di makan sarapannya sudah terlambat kamu ini, mentang-mentang sekolah punya kakek kamu jangan seenaknya ya kamu ini," Nasehatnya.


"Iya mama iya,"


"Jangan iya iya aja didengerin diterapin juga,"


"Iya mama ini Nathan mau sarapan loh kapan selesainya kalau mama ngomel mulu," Ia sudah kesal karena dari tadi sang ibu terus saja mengoceh sampai-sampai telinganya terasa panas.


Tak lama kemudian Nathan sudah menghabiskan sarapannya. Lalu ia meminum susu yang telah di siapkan dan bangkit dari duduknya untuk menghampiri ibundanya yang sedang mencuci piring untuk berpamitan.


"Ma Nathan berangkat dulu assalamu'alaikum," Nathan mengamit tangan ibunya dicium.


"Iya hati-hati jangan ngebut ingat,"


"Siap,"


Setelah berpamitan Nathan langsung melenggang dari dapur dan mengambil kuci motornya. Ia berjalan menuju garasi untuk mengambil motor kesayangannya.

__ADS_1


Nathan memakai jaketnya lalu tak lupa memakai helm. Setelah selesai Ia menyalakan mesin motornya dan pergi dari pekarangan rumahnya.



Sampai di tempat tujuan Nathan mematikan motornya di depan sebuah warung tongkrongan tempat biasanya geng mereka berkumpul.



Bukannya pergi ke sekolah malah mampir ke tempat lain. Ini tidak patut untuk di contoh.



Selesai melepas helm Nathan langsung masuk ke dalam dan menyapa beberapa anggotanya, ternyata di sana sudah ada para sahabatnya.



"Wih baru dateng bos," Sapa salah satu sahabat Nathan.



"Baru bangun nih pasti, iye kan," Sahut sahabatnya yang satu lagi.



"Hmm,"Jawab Nathan singkat.



" Elah mesti jalawannya kalo nggak hem ya ngangguk, susah emang ngomong sama tembok,"




"Masuk ae lah kan mayan cari dedek gemes,"Ucap Lucas.



WILLIAM LUCAS SHAZANVAR. Cowok blesteran Perancis-Indonesia yang terkenal playboy dan banyak digandrungi para kaum hawa karena parasnya yang rupawan.



Tak



"Pikiran lo tuh yang ada dede gemes ae yang lain napa bosen tau Cas," Ucap Ethan .



ETHAN FAHAR LEONARDO. Cowok dengan rambut yang agak coklat memiliki paras rupawan yang mempunyai sifat bobrok.



Ethan menjitak kepala Lucas karena kesal. Sebab yang ada di pikirannya hanya dede gemes dan membuat yang lain jadi muak untuk mendengarnya.


__ADS_1


"Cabut," Nathan berdiri lalu menuju motornya untuk bersiap pergi dari warung tadi.



Yang dari tadi di ceritakan ialah NATHAN HAIDAR JAUZAN ketua dari geng motor PHOENIX ZERVAGOS. Mempunyai wajah yang tampan bak dewa yunani, memiliki badan yang tinggi dan punggung yang tegap, rambut hitam legam dan hidung mancung.



Siapa lagi yang tidak kenal geng motor Phoenix Zervagos, terkenal dengan keganasannya jika dengan musuh dan mereka juga memiliki sisi yang dermawan suka berbagi dan menolong kepada yang membutuhkan. Itulah yang membuat geng motor itu terkenal.



Setelah diperintah Nathan semuanya bangkit dan menuju motor masing-masing untuk segera pergi dari sana dan menuju ke sekolah.



Sesampainya di sekolah Nathan dan teman-temannya tidak langsung masuk tapi menitipkan motornya dulu ke warung babeh yang letaknya di samping sekolah.


"Beh kita titip motor yak," Izin Liam kepada babeh pemilik warung.


"Oh iya, jangan lupa di kunci stang ya," Ucap babeh dari dalam warung.


"Siap beh beres, yaudah kita pergi dulu yak,"


Setelah itu mereka berlima berjalan menuju pagar belakang sekolah yang terhubung dengan taman belakang sekolah yang jarang dilewati oleh siswa. Tidak mungkin bagi mereka untuk lewat gerbang depan karena jam-jam segini guru yang bertugas untuk ketertiban sedang berkeliling di depan.


Sesampainya di sana mereka melemparkan tasnya terlebih dahulu ke dalam sebelum memanjat.


Bruk


Wafa sudah mendarat terlebih dahulu di dalam dan mengawasi sekitar apakah aman atau tidak.


"Aman ayo cepet," Ucapnya.


Setelah itu satu persatu sudah berada didalam sekolah tinggal Lucas yang masih ada di atas pagar dan akan bersiap untuk meloncat turun. Tapi


"Hei siapa itu,"


"Waduh mampus, ayo cepet Cas," Liam sudah panik mendengar suara itu, ternyata itu adalah Bu Sukma guru kesiswaan yang paling di takuti di SMA Galaksi.


Lucas yang masih berada di atas pun panik dan segera meloncat ke bawah.


Krak


"Anjir sobek dong," Maki Lucas saat ternyata celananya terkena paku dan sobek.


"Ayo cepet gausah kebanyakan bacot cepet lari," Tarik Wafa.


Mereka berlima segera berlari sekencang mungkin untuk menghindari guru muda yang sangat galak tersebut.


"Hei berhenti kalian jangan lari," Teriak Bu sukma sambil mengejar mereka berlima.


"Hei berhenti,"


Mereka tak menghiraukan teriakan tersebut dan terus berlari secepatnya mencari aman, karena jika mereka tertangkap akan disuruh lari keliling lapangan futsal outdoor yang luasnya gak nanggung-nanggung sebanyak 20 kali.


"Hei berhenti awas kalian ya,"

__ADS_1


"Dadah ibu," Ejek Ethan yang melihat ke belakang dimana Bu Sukma berhenti yang diyakini beliau sudah lelah mengejar mereka.


Setelah di belokan lorong mereka memelankan larinya dan berjalan santai sembari menetralkan nafasnya. Sesampainya di depan kelas mereka langsung masuk saja yang untungnya di dalam tidak ada guru yang berarti kelas mereka kosong.


__ADS_2