
Setelah di belokan lorong mereka memelankan larinya dan berjalan santai sembari menetralkan nafasnya. Sesampainya di depan kelas mereka langsung masuk saja yang untungnya di dalam tidak ada guru yang berarti kelas mereka kosong.
"Huftt gila tu orang larinya cepet juga ya untung gk ketangkep," Ucap Wafa saat sudah duduk di bangkunya.
"Celana gue sobek anjir,"Lucas kembali melihat celananya yang sobek karena paku tadi.
"Ahahha liat mana,"Ethan tertawa hingga guling-guling setelah melihat celana Lucas yang sobek.
"Buset gede banget," Timpal Wafa juga ikut terpingkal-pingkal.
"Jangan ngledek njir malu gue," Kesal Lucas
"Emang lo nggak ada cadangan," Liam menyahut setelah dari tadi hanya ikut tertawa saja.
"Kagak udah di rumah semua, kemarin gue bawa pulang buat di cuci," Jawab Lucas.
"Nasib," Sahut Nathan datar.
"Selamat pagi anak-anak," Tak lama guru mata pelajaran masuk menghentikan kegiatan mereka yang tadi sempat ricuh.
"Woy ayo kita udah di tunggu di lab TI sama pak Dimas," Teriak Adit.
"Kata siapa lo?" Tanya Tria salah satu siswa ambis di kelas Renata.
"Gue baru aja dapat chat dari Pak Dimas," Jawab Adit.
Memang tadi setelah bel pergantian jam Adit mendapat pesan dari Pak Dimas bahwa jam pelajarannya dilaksanakan di Lab.
"Ayo cepet udah di tunggu," Lanjutnya.
"Gak ah males di sana dingin banget,"
"Iya ogah banget masuk di pelajaran Informatika,"
"Gak asik lagi gurunya,"
Segerombolan siswa siswi yang suka membolos jam pelajaran pada hari kamis itu pun langsung melancarkan aksinya. Entah kenapa geng itu selalu saja pada saat jam pelajaran Informatika selalu tidak mau hadir.
Pernah sekali yang masuk dan ikut pelajaran di lab TI hanya beberapa orang saja dan berakhir Pak Dimas sebagai pengajar mata pelajaran Informatika itu mengamuk.
"Terserah lo tapi gue gak tanggung jawab kalau kalian di alfa dan gak dapet nilai," Ucap Adit dan berlalu meninggalkan kelas diikuti beberapa siswa siswi lainnya.
"Bodo amat gak dapat nilai," Ucap salah satu siswa.
"Lagian juga apa pentingnya hadir pelajaran itu," Sahut siswi lainnya.
"Yok Han, Sha keburu di tunggu," Ucap Renata yang telah siap dengan buku tulis dan paketnya.
"Yok," Jawab Hana dan Esha bersamaan.
Renata, Hana, Esha dan siswa siswi lainnya berjalan beriringan menuju lab TI. Tak jarang juga mereka tertawa karena obrolan random yang dibuat Boby.
Sesampainya di lab mereka langsung masuk saja setelah mengetuk pintu dan memberi salam. Ternyata benar di sana sudah ada Pak Dimas yang menunggu.
Mereka segera duduk dengan random di bangku yang sudah di sediakan dan dihadapkan dengan komputer.
"Yang lainnya mana?" Tanya Pak Dimas.
"Di kelas pak ada juga yang ke kantin," Jawab Neysa
"Kenapa kok nggak langsung ke sini?memangnya apa sudah bel istirahat?" Taya pak Dimas lagi dengan nada yang sedikit tak suka.
"Nggak tau pak tadi habis bu Nuril keluar ada yang langsung ke kantin,"
"Coba kalian bilangin di grup, suruh ke sini,"
__ADS_1
"Apa lebih baik tida bapak saja yang chat soalnya kalau kita-kita nggak ada yang respon pak," Ucap Adit.
Ya memang percuma saja menyuruh anak-anak bandel tadi memang susah untuk di bilangin. Kata Aldo buang buang ludah.
"Lho kok malah nyuruh saya,"
"Ya gimana lagi pak mereka itu emang seenaknya sendiri dibilangin nggak bisa,"
"Pokoknya kalian info dulu di grup kelas kalau tidak datang bapak alfa," Final Pak Dimas.
"Oke hari ini kita akan mencocokkan ulangan harian kemarin,saya akan absen dulu dan bagikan kertasnya, nanti tidak usah diubah-ubah soalnya di situ sudah ada beberapa poin dan sudah saya cocokkan kemarin," Jelas Pak Dimas.
Setelah itu Pak Dimas langsung mengabsen satu persatu.
"Aditia Pransistiono,"
"Hadir pak,"
"Adinda Shena Uriana,"
"Hair pak,"
"Bella Neysya Lituhayu,"
"Ke kantin pak,"
"Boby Widiantara,"
"Hadir,"
"Di kelas,"
"Candra Winata Azkara,"
"Di kelas,"
........
"Esha Sasmaya Diatmika,"
"Hadir,"
.........
"Grizelle Renata Fidelya Revaani,"
"Hadir,"
.........
"Hanasta Intan Maheswari,"
"Hadir,"
.........
"Baik sudah semua sekarang akan bapak bagikan kertas ulangannya,"
__ADS_1
Setelah menerima kertas ujiannya masing-masing dimulailah sesi mencocokkan jawaban yang telah mereka isi.
Waktu berjalan hingga tiba saat menjumlah poin yang di dapatkan.
"Wanjir gue dapat 50 dong,"
"Gue 67 malah,"
"Aih kenapa jadi 43 sih,"
"Ren lu dapat berapa?" Hana menoleh ke belakang dimana Renata duduk dengan Esha.
Renata memandang kertas ujiannya dengan muka masam. Ia lalu menatap Hana yang sedang bertanya kepadanya.
"Enam puluh sembilan," Jawabnya dengan lesu.
"Lu berapa sha?"
"53, kalo lu?"Jawab Esha lalu bertanya balik kepada Hana.
"Kalian masih mending-mending banget njir, huffftt gue aja dapet 45,"Jawab Hana dengan lesunya.
"Oke silahkan di kumpulkan lagi waktunya sudah habis dan nilainya tidak akan saya bacakan," Ucap pak Dimas.
"Iya Pak privasi aja,"
"Iya silahkan di kumpulkan,"
Setelah mengumpulkan lembarannya mereka kembali ke bangku masing-masing untuk merapihkan alat tulis dan buku, ada juga yang sudah keluar.
Ninu ninu ninu ninu tuuuttt tuuuttt titititi
Tiba-tiba saat semua sibuk membereskan peralatan yang mereka bawa tadi terdengar suara yang sangat keras hingga mengagetkan Pak Dimas dan seluruh siswa siswi yang tersisa di lab TI.
"Woy siapa itu ngagetin njir," Protes Hana karena ia sedang sibuk merapihkan bukunya tadi dan terlonjak kaget akibat suara tadi.
Yang lain langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi-ekspresi yang dikeluarkan masing-masing.
Setelah beres merka semua langsung kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Sesampainya di kelas terlihat Adit,Boby, Azka dan yang lainnya tertawa terpingkal-pingkal.
"Ohh kalian ya tadi yang buat suara tadi, bikin jantungan aja," Semprot Esha setelah melihat pelakunya yang sudah duduk di bangku masing-masing masih tertawa.
"Kagak gue Adit yang pencet," Ujar Azka di sela tawanya.
"Emangnya tadi di apain?" Tanya Neysya.
"Itu loh yang ada di depan lab TI sama Adit di tampol, gila emang tuh anak," Jawab Boby.
"Habis nampol langsung lari ya gue langsung ikut lari lah panik babi," Ucap Reza karena tadi ia juga ada di sana saat kejadian itu. Sedangkan pelakunya hanya masih tertawa sampai tidak bisa berkata-kata.
"Emangnya tadi apa yang di tampol?" Tanya Renata kepada Hana
"Itu loh lingkaran yang ada di wifi," Jawab Hana.
"Oh gue kira tadi ada yang ngambil apa gitu,"
Setelah itu semua hening karena guru mata pelajaran selanjutnya sudah datang dan mereka mendengarkan penjelasan dari materi yang diajarkan hari ini.
__ADS_1