RETALIATION

RETALIATION
Markas rahasia.


__ADS_3

๐Ÿ’Œ RETALIATION ๐Ÿ’Œ


ย 


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


๐Ÿ€ HAPPY READING ๐Ÿ€


.


.


BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN.


Terdengar siul-siul penuh semangat saat Kendrick masuk ke dalam mobilnya. Misi pertama mereka mengatur strategi bersama Loyisa. Kendrick sudah berjanji akan bertemu dengan Loyisa. Ia ingin membawa Loyisa ke markas tempat persembunyian selama ini.


SEMENTARA DI SISI LAIN


Axel juga melarikan mobilnya menuju apartemen Loyisa. Ia kesal sudah dua minggu Loyisa tak masuk ke kantor. Dihubungi, tak diangkat. Bahkan penjaga security yang apartemen Ethan, mengatakan jika Loyisa kembali ke desa Woodstock. Axel tidak akan semudah itu percaya. Diam-diam Axel ingin menyelidikinya. Jika memang Loyisa berbohong. Ia tidak akan memaafkan Loyisa.


Pagi ini begitu terik hingga sampai menusuk ke kulit. Bercampur dengan suasana hatinya terasa panas. Sedari tadi Axel hanya bisa menggeram kesal. Wajah kaku dan dingin tergambar jelas di wajahnya. Hanya ada luka yang tidak tahu kapan sembuhnya. Selama dua minggu Loyisa tak memberikannya kabar. Membuatnya tak bisa menguasai rasa sakit hatinya. Cintanya bukankah cinta biasa. Tapi kenapa Loyisa selalu menganggap cintanya seperti permainan saja. Kadang hati Loyisa berubah-ubah tanpa jelas. Kini rasa kesal itu siap meledak, tapi Axel berusaha meredamnya. Ia masih menunggu sampai Loyisa menjelaskan ini semua.


Axel melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Loyisa, aku mohon jangan seperti ini. Aku benar-benar mencintaimu dengan tulus." Suara Axel pelan dan gemetar.


"Apakah dugaanku benar, kau hanya mempermainkan perasaanku saja?" Axel menggeleng cepat, ia menepis prasangka buruk yang terus mengotori pikirannya. Loyisa tidak seperti itu. Ia wanita baik dan tidak akan menyakiti perasaan orang lain. Apalagi jika seseorang itu ternyata mencintainya.


Axel menarik napas dalam-dalam. Dadanya terasa sesak kala mengingat bagaimana kekasihnya dulu meninggal. Ia tidak mau kehilangan Loyisa lagi. Wanita yang berhasil membuatnya nyaman dan bisa membantunya melupakan masa lalunya. Axel menahan sakit itu. Hatinya di selimuti rasa bersalah, karena sampai sekarang tidak bisa memaafkan dirinya atas kematian kekasihnya itu.


Ciiiiitttttt!


Mendadak Axel mengerem mobilnya. Sampai membuatnya terhuyung maju.


"Loyisa?"


Axel kembali memicingkan matanya, meyakinkan dirinya bahwa wanita yang berdiri di sana adalah Loyisa.


"Ya, aku yakin itu Loyisa." ucapnya pada diri sendiri.


Tiba-tiba mobil berhenti di depan Loyisa. Nampak Loyisa sedang membungkukkan badannya dan tersenyum kepada pemilik mobil warna hitam itu. Loyisa pun masuk ke dalam mobil.


Jantungnya langsung terpukul kencang. Axel tidak bisa melihat dengan jelas siapa lelaki yang ada di mobil itu. Tangannya mencengkram setir mobil karena perasan yang sangat kacau ini. Tak mau menunggu, Axel akhirnya memilih mengikuti mobil hitam tersebut.


DI SISI LAIN.


Kendrick tersenyum dan membawa mobilnya kembali saat Loyisa sudah memasang sabuk pengaman.

__ADS_1


"Kau tidak mengajak Ethan?" tanya Kendrick memandang sekilas ke samping.


Loyisa menggeleng, "Ethan tidak bisa ikut kak, karena ini akhir bulan. Tutup buku, jadi kemungkinan besar ia lembur di kantor." jawabnya.


Kendrick menganggukkan kepalanya dan kembali fokus dengan jalanan.


"Bagaimana Axel, apa dia tidak curiga kau tiba-tiba berhenti dan mengatakan pulang ke desa Woodstock?" tanya Kendrick lagi.


Loyisa menarik napas singkat, lalu tersenyum ke arah Kendrick. "Tenang saja kak, semua aman. Aku sudah mengatakan kepada security yang berjaga apartemen jika aku sudah kembali ke desa Woodstock. Awalnya Axel mengesalkan, ia terus menghubungiku. Hingga akhirnya aku terpaksa mengganti nomor baru."


"Axel sangat frustasi. Sudah dua minggu ini ia tidak masuk ke kantor." Kata Kendrick memberitahu.


"Aku tidak perduli, mau dia tidak bekerja, atau hidupnya yang kacau karena frustasi. Terserah saja. Itu baru awal untuk menghancurkan keluarga Davis."


"Hmm, tapi kau harus hati-hati juga. Axel tidak bodoh."


"Aku tidak takut kak, aku bisa melindungi diriku sendiri. Apalagi mengetahui kakak masih hidup. Itu cukup bagiku untuk bangkit dan membalaskan dendamku kepada Carlos. Kita sama-sama kuat dan bersatu untuk melawan mereka."


Kendrick tidak menjawab, ia memilih diam dan fokus kepada jalanan.


"Loyisa?" panggil Kendrick.


"Hmm," Loyisa menoleh dan menatap Kendrick.


"Bisakah kau berhenti saja?"


"Heuh?"Loyisa mengerutkan keningnya. Ia menatap heran dan penuh tanda tanya. "Apa maksudmu kak? Aku berhenti untuk apa?" tanya Loyisa lagi.


Kali ini ekspresi wajah Loyisa begitu terkejut. Ia memalingkan wajahnya dan menatap ke arah luar jendela di bagian sisinya. "Kakak ingin aku melupakan? tidak... sedikit pun itu tidak terpikirkan olehku. Ethan mendukung dan bersedia membantuku juga. Aku tidak bisa berhenti lagi."


"Tapi kakak mau kau berhenti. Biarkan aku melakukannya sendiri. Jika Carlos mengetahui kau masih hidup. Dia akan semakin gila Loyisa."


"Kenapa kakak menjadi penakut seperti ini?" Alis Loyisa menukik tajam.


"Karena aku menyayangimu Loyisa. Kau keluargaku satu-satunya yang kupunya. Aku tidak akan biarkan Carlos menyakitimu."


"Aku tidak takut dengan kematian apalagi dengan Carlos. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan aku. Kita bersama-sama membalaskan semuanya."


Kendrick kembali menatap ke depan. Ia tidak menduga Loyisa ternyata keras kepala. Sama seperti daddy yang kuat dengan pendiriannya.


"Baiklah, kita lakukan bersama-sama. Tapi jangan sampai membuatmu celaka."


Loyisa menarik napas singkat lalu memegang tangan Kendrick. "Aku bisa menjaga diriku sendiri. Jadi jangan pernah untuk menghentikanku lagi."


Kendrick tidak menjawab, ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil berwarna hitam itu, masuk ke gang-gang kecil dan sempit yang terhubung secara langsung dengan Royal Mile. Jalanan ini mengarah ke kawasan pemukiman dan rumah petak yang jarang di ketahui banyak orang. Kendrick memang sengaja memilih tempat ini.


"Wah...aku tidak menyangka kakak bisa mempunyai markas rahasia seperti ini?" tanya Loyisa.

__ADS_1


"Hmm, aku memang sengaja memilih tempat ini. Jika pada malam hari, bagian ujung yang mengarah ke Closes di tutup dengan gerbang besi, dan hanya bisa bisa diakses oleh penghuni di kawasan pemukiman tersebut."


"Benarkah?"


"Tentu saja, nanti kau bisa melihatnya sendiri."


Kendrick membawa mobilnya dengan pelan dan mendekati sebuah rumah yang bahkan tidak seperti rumah jika di lihat dari luar. Loyisa menatap ke depan bangunan luas itu, cukup besar dan berbentuk persegi dengan atap. Tidak ada motif lain.


"Tempat itu seperti seperti gudang kak?"


"Ya, seperti gudang tapi tidak gudang." Kendrick menjawab dengan senyuman.


Kendrick berhenti tepat di depan rumah itu dengan menarik rem tangan. Mematikan mesin mobil dan central locknya pun terbuka otomatis. Ia pun turun dari mobilnya di susul dengan Loyisa. Kendrick mengarahkan kunci remote ke arah mobil.


TIT! Mobilnya terkunci kembali.


"Sekarang ikut aku," kata Kendrick memegang tangan Loyisa.


Kendrick berjalan sambil menghubungi anak buahnya. "Aku sudah berada di sini, sekarang datanglah!" Perintah ke Kendrick cepat dan mematikan ponselnya.


Kendrick membuka pintu rumah yang terlihat seperti gudang itu. Pintunya sengaja di gembok Kendrick di kunci dengan gembok dan grendel besar. Pintunya terbuat dari besi. Kendrick menarik grendel pintu dan bunyi pintu seperti gesekan besi berat.


Ngiieeeekkkkk!


Kendrick mendorong pintu besi itu dan di dalam terlihat gelap. Loyisa masih diam dan terus mengikuti Kendrick. Ia menekan saklar lampu dan mengedarkan pandangannya. Loyisa menatap ruangan itu dengan senyum kecil. Ruangan ini benar-benar nyaman dan cocok untuk melakukan pertemuan rahasia.


"Sejak kapan kakak memiliki tempat ini?" tanya Loyisa berjalan mengamati setiap sudut ruangan.


"Sekitar lima tahun yang lalu. Aku membuat bangunan ini dengan desain sendiri. Sampai saat ini anak buah Carlos tidak mengetahuinya." Jawab Kendrick memilih duduk di sofa.


Dari luar tempat ini kumuh dan menyeramkan. Tapi saat masuk ke dalam tempat ini benar-benar bersih dan rapi. Ruangan itu terdapat banyak sekat-sekat. Ada satu ruangan yang memang di siapkan Kendrick untuk melihat pergerakan Carlos. Loyisa masuk ke dalam ruangan itu, Kendrick ikut masuk juga. Di sana mereka akan menyusun strategi.


Sementara itu, Axel masih menunggu di dalam mobil. "Apa yang terjadi, kenapa Loyisa di bawa ke dalam rumah kumuh itu? ucap Axel dalam hati. Ketakutan tiba-tiba menguasainya.


Nyawa Loyisa dalam bahaya, ia sangat yakin itu. Tiba-tiba mobil berhenti di depan gudang itu. Reflek Axel menundukkan kepalanya. Empat orang pria bertubuh besar masuk juga ke dalam pagar yang menjulang tinggi itu. Dengan cepat Axel keluar. Ia ingin masuk sebelum pagar itu tertutup otomatis.


"Aissssss..." Axel menggeram kesal, saat berlari cepat, pintu pagar itu sudah lebih dulu tertutup.


Axel mengusap wajahnya dengan kasar, ia hanya bisa menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu. Mau tidak mau, Axel terpaksa menunggu. Ia menghubungi anak buah yang ada di kartel eagle. Secepatnya Axel harus membantu loyisa keluar dari tempat ini.


BERSAMBUNG


โฃ๏ธSalam sehat dari author cantik untuk my readers yang paling cantik. Maaf jika terlambat mengirim Retaliation. Karena kesibukan di dunia nyata ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Jangan lupa bahagia.


โฃ๏ธJangan lupa tetap kasih komentar agar aku tahu kehadiran kalian di sini ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜ ๐Ÿค—


๐Ÿ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU๐Ÿ’Œ

__ADS_1


๐Ÿ’Œ BERIKAN VOTEMU ๐Ÿ’Œ


๐Ÿ’Œ BERIKAN BINTANGMU๐Ÿ’Œ


__ADS_2