
š RETALIATION š
Ā
š
š
š HAPPY READING š
.
.
LIMA TAHUN KEMUDIAN.
Pagi datang menyapa. Suhu udara di Kota New York menurun dibawah titik beku. Salju putih sudah mulai turun menghiasi seluruh kota. Menunjukkan pesona dan kemeriahan di kota New York. Terlebih ini adalah perayaan Natal dan Tahun Baru. Termaksud itu di kawasan permukiman warga di desa Woodstock mempunyai tradisi untuk merayakan Natal dengan pertunjukan dekorasi dan lampu yang super indah. Bukan cuma lampu-lampu kecil warna-warni, pohon Natal, dan kapas yang ditaruh di sana-sini. Di sini semua rumahnya didekorasi penuh dengan hiasan yang cantik-cantik, mulai dari patung Sinterklas setinggi 10 meter, robot rusa kutub, sampai permainan cahaya lampu. Tradisi ini sampai sekarang masih melekat di kehidupan masyarakat desa Woodstock.
Cuaca yang begitu dingin mengharuskannya memakai pakaian berlapis, Loyisa tetap harus semangat apalagi anak yang di dalam kandungannya tidak serewel waktu ia mengandung Alena. Loyisa benar-benar aktif, dia tidak ingin meringkuk di balik selimut sambil menatap nanar gundukan salju yang semakin menebal di jendela kamar. Ia akan lebih mudah stres karena terlalu menikmati cuaca dingin yang ekstrim.
Loyisa bersyukur masih bisa menikmati hujan salju di tahun ini. Suatu fenomena alam yang diciptakan oleh Tuhan yaitu hujan salju turun. Seluruh taman berwarna putih, atap rumah dipenuhi salju. Walau hujan salju disertai angin membuat suasana menjadi suram. Namun Loyisa menikmatinya. Ia tidak pernah lupa untuk membuka jendela kamarnya, menikmati hujan salju yang turun untuk pertama kalinya. Ia merasakan salju itu terjatuh ke tangannya. Sekarang kebiasaan itu bahkan tak bisa ditinggalkannya. Loyisa rela menghentikan pekerjaannya dan terkadang berlari keluar menikmati salju pertama.
Loyisa sudah bisa bayangkan, berbulan-bulan matahari tidak akan muncul dari peraduannya. Suasana suram, cenderung mistis. Dingin, dan membuat tubuh mudah sakit. Itu tidak boleh terjadi. Loyisa harus sehat karena dua bulan lain anak keduanya akan terlahir ke dunia ini. Sebisa mungkin Loyisa tetap menjaga agar tubuhnya tetap bugar dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan sebaik mungkin.
Huffft...kalaupun ada matahari, itu berarti pada hari itu suhu akan semakin dingin. Jangan berharap Loyisa bisa duduk berjemur di taman depanĀ rumah, itu tidak akan mungkin terjadi. Meskipun diselubungi dengan udara dingin menusuk tulang.
Loyisa sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan menu makanan untuk mereka santap di perayaan natal. Sudah empat kali setiap perayaan natal, Loyisa menyiapkan menu handalan tanpa dibantu ibu Hana. Ibu Hana sudah dua tahun ini duduk di kursi roda. Kesehatannya menurut semenjak ibu Hana mengalami kecelakaan.
Hidangan khas perayaan Natal Roadted Turkey daging sapi yang diberi bumbu rempah dan ukuran yang sangat besar. Loyisa juga menyiapkan kue kering saat Natal. Ia tersenyum saat melihat kue itu sudah tersusun rapi di dalam toples. Adonan kue kering itu dibuat dengan krim asam atau krim keju. Kue kering ini berbentuk seperti lipatan. Didalamnya berisi selaiĀ aprikotĀ atauĀ rasberi.
SEMENTARA DI DALAM KAMAR.
Ethan masih terpejam dan masih nyaman dengan posisi ini. Ethan mencium aroma masakan dari arah dapur tercium di hidungnya. Membawanya ke alam sadar untuk segera bangun dari tidurnya. Ia Perlahan membuka matanya. Ethan tersenyum saat melihat putri kecilnya masih tertidur nyaman di sampingnya. Posisi tidurnya miring menghadap Ethan.
Ethan segera memajukan wajahnya dan mencium puncak kepala Alena dan memeluknya agar putrinya terasa hangat. Ethan merasa bersyukur masih bisa menikmati pagi walau suhu udaranya begitu dingin. Perayaan natal yang di tunggu-tunggu menjadi momen mengharukan bagi dirinya. Kini suasananya berbeda. Sekarang Ethan sudah memiliki putri cantik. Dan sekarang istrinya tengah mengandung anak ke dua. Ethan lebih banyak bersyukur atas rahmat Tuhan. Ia bisa merasa kebahagiaan ini dengan wanita yang dicintainya dan bisa tinggal di desa Woodstock.
__ADS_1
Setelah kejadian lima tahun yang lalu, Loyisa tidak bisa meninggalkan kendrick. Karena kakaknya mengalami koma selama lima bulan. Kini semuanya sudah membaik. Loyisa bersedia meninggalkan kota New York dan tinggal di sini. Ethan tersenyum lagi. Ia memainkan rambut putri kecilnya yang baru berusia dua tahun itu. Membelainya dengan lembut lalu mencium puncak kepala Alena berulang kali. Lalu keluar dari kamar untuk membantu istrinya.
Loyisa dengan cekatan mempersiapkan menu untuk sarapan mereka. Walau perutnya sudah semakin membesar tapi Loyisa bisa cepat menyiapkan semuanya dengan sendiri. Ia masih tampak sibuk, ia kembali ke wajan untuk mengaduk sayur yang masaknya harus setengah matang. Hingga ia tidak menyadari Ethan sedang berjalan ke arahnya. Ethan tersenyum dan memeluk pinggang istrinya dari belakang dan membelai perut buncit itu dengan lembut.
Loyisa mengerjap kaget lalu sepersekian detik Ia tersenyum lembut. "Kamu sudah bangun?"
"Hmmm. Maaf, aku terlambat bangun. Jika tidak karena aroma masakan ini sampai ke kamar. Kemungkinan aku masih tidur sayang." Kata Ethan berbisik.
"Sekarang mandi, kita akan pergi ke gereja. untuk mengikuti ibadah natal." kata Loyisa menepuk tangan suaminya.
"Ibu dan ayah belum bangun?"
"Saya rasa sudah. Sekarang bergegaslah. Aku tidak mau terlambat di perayaan natal ini." kata Loyisa memberikan gestur mengusir suaminya.
Ethan terkekeh. "Baiklah istri cantikku." kata Ethan tersenyum sambil mencium puncak kepala istrinya.
"Hei...jangan lupa mandikan Alena." teriak Loyisa dari arah dapur. Suaminya hanya membalasnya dengan lambaian tangan.
Loyisa tersenyum menghela napas singkat. Ia kembali melanjutkan aktivitas masaknya.
āāāāā
"Loyisa.."
Saat namanya dipanggil, Loyisa dan Ethan segera mencari arah sumber suara itu. Kendrick tersenyum melambaikan tangannya. Dia tidak sendiri. Ia datang bersama kakak iparnya, Elora.
"Kak Kendrick?" Balas Loyisa melambaikan tangannya. Ia melangkah cepat yang di susul oleh Ethan. Dengan cepat Ia memeluk kakaknya dan saling melepaskan rindu dan kemudian memeluk kakak iparnya juga.
"Hei dude," Sapaan akrab yang tak pernah lepas dari Ethan. Walau Kendrick sekarang sudah menjadi kakak iparnya. Tapi ia tak pernah menjaga jarak dengan lelaki kuat dan pemberani ini.
Kendrick hanya tersenyum. Mereka berpelukan erat layaknya pria sejati. "Alena sayang," Sapa Kendrick membuka tangannya, agar Alena berpindah kepelukannya. Ethan memberikan Alena kepada Kendrick.
Mereka berjalan dan kembali ke rumah. Karena jarak gereja dari rumah tidak terlalu jauh. Berbincang-bincang sambil sesekali tertawa. Sementara ayah Bernadus dan ibu Hana sudah lebih dulu pulang menggunakan mobil.
Salah satu tradisi di desa Woodstock adalah berbagi hadiah di hari Natal. Berbagi hadiah ini merupakan lambang cinta kasih kepada yang kita sayangi, bukan hanya pada keluarga, tapi kita juga berbagi kasih pada mereka yang kurang mampu. Menyumbangkan uang, menyumbangkan mainan, bahkan berbagi kue Natal merupakan tradisi agar semua orang bersuka cita di hari Natal.
__ADS_1
Setelah selesai bertukar hadiah natal. Mereka menikmati makan siang bersama dengan penuh sukacita. Masakan khas khusus untuk perayaan sudah tersaji di atas meja makan. Loyisa dan Elora mengatur makanan itu sesuai urutannya. Makanan paling di tunggu-tunggu saat perayaan natal dan minuman Wine juga ikut menemani makan siang mereka.
"Semoga Kalian menyukainya nak Kendrick dan nak Elora. Semua ini masakan Loyisa." kata Ibu Hana tersenyum lembut.
"Hmmm pasti ibu, makanan seenak ini harus dihabiskan. Apalagi ini menu hanya ada di hari natal seperti ini, kan?" kata Kendrick antusias.
"Ah...tidak juga, kita bisa membuatnya kapan saja. Kapan-kapan kita bisa buatkan menu ini lagi." Sahut Bernadus tersenyum.
"Hahahaha." Semua tertawa bersamaan. Kehangatan keluarga yang sesungguhnya.
Mereka pun menikmati makanan sesuai urutannya sambil berbincang-bincang kecil. Bernadus tidak lupa menanyakan bagaimana keluarga Carlos saat ini. Semua aset berharga milik Carlos disita oleh negara. Alexa sampai sekarang tidak tahu keberadaannya. Sementara Axel frustasi, ia sering mabuk dan tidak pernah pulang ke apartemen kecilnya.
Saat mendengar itu, Loyisa hanya menarik napasnya dalam-dalam. Ia tetap melanjutkan aktivitas makannya walau pikirannya berkelana. Mengingat kejadian bagaimana nasib kakaknya berujung di kamar ICU. Hatinya begitu sakit dan Loyisa hanya terus menangis.
Saat itu polisi memang tidak tahu keberadaan Kendrick di ruang bawah tanah. Agen FBI sudah kembali, saat semua sudah aman dan tempat itu sudah di pasang police line. Kendrick keluar setelah polisi sudah tidak ada. Dia pingsan sampai dua puluh jam. Kendrick terlambat dibawa ke rumah sakit dan kehabisan darah cukup banyak. Hingga berujung koma selama lima bulan.
"Tapi semuanya sudah selesai, tidak ada dendam, tidak ada yang merasa bersalah. Cinta yang tulus telah menghancurkan kebekuan hati yang bersarang dendam. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk mengerti arti mengikhlaskan. Terima kasih buat orang-orang yang mencintaiku. Karena kalian telah mengajarkanku arti ketulusan dan melepaskan dendam ini."
.
.
RETALIATION TAMAT.
Terima kasih kepada my Readers yang masih setia membaca RETALIATION.
Tanpa kalian aku gak ada apa-apanya. Yang baik hati kasih hadiah Love Love buat kalian ya. Dan yang rajin kasih komentar dan memberikan jempol kalian, sumpah saya jadi lebih bersemangat lagi š¤
Jangan lupa mampir ke novelku sebelumnya.
. The fate of marriage
. Whisper of love
. Whisper of love season ke 2
__ADS_1
. Mafia Berhati Malaikat
TERIMA KASIH