RETALIATION

RETALIATION
Kita Akan Hidup Bahagia.


__ADS_3

๐Ÿ’Œ RETALIATION ๐Ÿ’Œ


ย 


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


๐Ÿ€ HAPPY READING ๐Ÿ€


.


.


HARI SUDAH SORE.


RUANGAN itu begitu gelap. Sama sekali nggak ada penerangan di dalamnya. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari luar, yaitu dari sinar bulan purnama yang sedikit menembus jendela yang tertutup tirai. Di ruangan itulah Loyisa disekap. Setelah beberapa lama Loyisa mulai sadar dari pingsannya. Ia mengerang pelan. Matanya masih buram, ia terus menggeleng menyesuaikan pandangannya. Tapi masih samar dan tak terlihat terang. Kepalanya terasa pusing. Kedua tangannya terikat ke belakang. Posisinya tidur miring. Tapi ini jelas-jelas di atas ranjang. Loyisa berusaha duduk dan menyandarkan punggungnya kesandaran kasur.


"Dimana aku?" Matanya menatap sekitarnya, tapi semua tampak gelap. Sepertinya Axel sengaja tidak menyalakan lampu. "Kemana Axel membawaku?" Loyisa terus berucap dalam hati. Ia mulai cemas.


"Apakah kak Kendrick dan Ethan sudah menyadari bahwa Axel telah menculikku?" hatinya sesak saat mengingat nama Ethan. Ia takut tidak bisa bertemu dengan orang-orang yang disayanginya.


Napas Loyisa semakin memburu, rasa takutnya kini benar-benar menghantuinya. Rasa trauma pada kejadian saat Loyisa dibuang seakan membuat jiwa kuatnya melemah. Ia mulai ketakutan. Keringat dingin mulai keluar membasahi tubuhnya dengan bulir-bulir keringat ketakutan. Ujung-ujung jarinya kini terasa dingin. Ia berharap Kendrick dan Ethan segera menemukannya. Sepertinya tidak ada celah untuk keluar dari sana. Tidak ada jendela. Hanya ada satu pintu dan jelas dia tahu pintu itu pasti terkunci. Loyisa menahan napas karena begitu dingin, mungkin karena tempat ini adalah kawasan pegunungan. Ia duduk sambil memeluk kakinya.


Bunyi pintu terbuka.


Loyisa menajamkan matanya saat lampu menyala terang di ruangan itu. Dengan cepat ia memejamkan matanya, saat cahaya itu tiba-tiba mengenai matanya. Axel tersenyum dan melangkah mendekat ke arah Loyisa. Ia duduk di sisi ranjang.


"Kau sudah bangun sayang?" Tanyanya lembut dan penuh cinta.


"Kenapa aku di sini?" Ucap Loyisa ketus dan dingin.


"Cih.." Axel berdecak malas. "Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya? Aku membawamu jauh dari Kendrick, kita bisa hidup bahagia." Ucap Axel tersenyum menggoda.


Loyisa memutar bola matanya. "Aku pikir anda berbeda dari Carlos. Ternyata anda sama dengan lelaki tua itu." Loyisa mencibir Axel. Ia membuang mukanya tak suka.


Axel menarik napas dan menatap Loyisa dengan lekat. "Aku mendengar semuanya saat kau berbicara dengan Kendrick. Kau tahu, bagaimana terkejutnya aku saat mengetahui ternyata kau adalah adik Kendrick. Aku pernah mendengar dari Alexa, bagaimana perjalanan hidup Kendrick."


"Keluarga hancur karena ayahmu."

__ADS_1


"Sekarang coba jelaskan, kenapa kau bisa mengenal ayahku bahkan kalian merencanakan ingin menghancurkan kartel eagle. Apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui?" tanya Axel.


Loyisa tersenyum sinis. "Kau tidak tahu apa yang dilakukan ayahmu?"


"Hmm, aku tidak tahu Loyisa." jawabnya pelan.


"Carlos telah membunuh orang tuaku berengsek. Aku dibuang dan kakakku Kendrick dijadikan sebagai budak di kartel eagle."


"Pasti ada sebabnya ayahku melakukan itu."


Loyisa berdecak sinis sambil menatap ke arah lain. "Carlos benar-benar tidak manusia. Dia mencari dokumen yang sekarang aku pegang Axel. Tunggu saatnya tiba, aku bisa menghancurkan kartel eagle dalam hitungan detik." ancam Loyisa dengan tajam.


"Aku sudah menduga itu." Kata Axel santai dan tidak terkejut. "Jadi apa yang kau lakukan sekarang, kau tidak bisa menghabisi kartel eagle. Mereka kuat Loyisa. Aku harap kau bisa melupakan dendammu dan kita bisa tinggal di sini dan hidup bahagia. Jika kau tidak mau, kita bisa tinggal di Indonesia."


"Apa? tadi kau bilang apa? melupakan masa lalu dan kita bisa hidup bahagia? Jangan pernah bermimpi. Aku bahkan siap mati jika harus menikah dengan lelaki sepertimu. Darah Carlos mengalir di tubuhmu." desis Loyisa tersenyum sinis.


"Hahahaha.." Axel tertawa saat mendengar itu. "Terserah kau mau bilang apa Loyisa. Aku mencintaimu dan semuanya bisa terjadi. Kau tidak tahu, disini hanya kita berdua sayang. Kendrick tidak akan bisa menemukanmu."


Rahang Loyisa mengeras, sorot matanya memancarkan kebencian. "Aku berharap malaikat maut segera menjemputmu Axel."


"Bagaimana kau bisa mengumpat calon suamimu. Itu tidak baik Loyisa. Aku sudah mempersiapkan pakaianmu. Bersihkan tubuhmu. Aku tunggu satu jam. Kita akan menghabiskan malam yang panjang." Kata Axel membelai rambut Loyisa dengan lembut. Lalu ia bangun dengan posisi masih berdiri di hadapan Loyisa.


"Kau bisa buka sendiri." ucap Axel santai.


"Kau brengsek," Tengking Loyisa. Ia berusaha melepaskan tali di tangannya. Namun tak juga berhasil.


Axel hanya tersenyum tak perduli dengan umpatan Loyisa. Ia hanya berdiri santai sambil memasukkan tangan ke dalam kantong celananya. "Jangan pernah katakan aku sama dengan ayahku. Jika kau siap, aku akan membawamu pergi ke Indonesia. Aku akan mempersiapkan paspor dan surat-surat penting lainnya. Kita akan menikah di sana dan aku pastikan Kendrick dan Ethan tidak bisa menemukanmu." ucapnya dengan senyum kemenangan.


Mata Loyisa menyorot tajam, pancarannya benar-benar menakutkan. Ia meremas tangannya erat-erat. Napasnya mulai terdengar naik turun karena menahan emosi. "Jangan pernah bermimpi untuk menikah denganku pak. Itu tidak akan terjadi." Ucap Loyisa dingin, kaku dan datar.


"Hahahaha..." Axel tertawa hambar. Ia mencondongkan badannya dan menatap ke mata Loyisa. "Jangan pernah meragukan cintaku Loyisa. Aku bisa membuatmu bahagia. Dari kasih sayang dan materi. Semua bisa kau dapatkan dari aku."


"Dasar sampah murahan ! Keluarga pembunuh..!" umpat Loyisa meludah di wajah Axel. "Kau keluarga Davis, Aku tidak akan pernah menikah denganmu. Lebih baik aku mati, ingat itu!" Ancam Loyisa.


Axel tersenyum sendu sambil mengusap wajahnya. "Aku memang keturunan dari keluarga Davis, tapi aku tidak sama dengan daddy. Aku tahu bagaimana kejamnya daddy. Tapi aku tidak tahu soal kematian orang tuamu."


"Melihat wajahmu, itu sama artinya aku melihat Carlos di dirimu. Jadi jangan pernah bermimpi pak."


Axel memegang dagu Loyisa. "Apapun yang terjadi, Kau akan menikah denganku. Aku akan membuatmu mencintaiku." Axel dengan cepat Mlumat kasar bibir Loyisa.

__ADS_1


"Mmmmpppp" Reflek Loyisa menjepit bibirnya, dan berusaha menghindari ciuman menjijikkan itu. Ia menggeleng ke kiri dan kanan.


Namun Axel tetap berusaha mendapatkan bibir Loyisa. Pantas saja Loyisa selalu menghindari ciuman darinya, karena memang tujuannya hanyalah balas dendam. "Aku menginginkanmu Loyisa. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Mata Axel berkabut, tatapan menginginkan.


Kaki loyisa meronta-ronta. Namun Axel menindih kakinya. Ia semakin kesulitan melepaskan diri. Ciuman ini benar-benar menjijikkan dan sama sekali tidak diinginkannya. Axel langsung melahapnya dengan rakus lalu menarik bibir Loyisa dengan paksa. Dengan susah payah Loyisa mencoba melawan. Posisi tangannya diikat membuat Loyisa kesulitan.


Loyisa masih berusaha melawan. Ciuman kasar itu, membuat Loyisa ingin menangis. Ethan tak memperlakukannya seperti ini. Ia semakin tidak terima. Membuatnya semakin sesak dan tidak bisa bernapas. Loyisa langsung menggigit bibir Axel dan membenturkan keningnya untuk menyerang hidung Axel. Benturan yang cukup keras berhasil membuat Axel kesakitan.


"Aaarggghh...." Axel melepaskan diri dari Loyisa. Ia memegang hidungnya yang hampir patah. Matanya berkunang-kunang, benturan itu membuat hidungnya berdarah.


Sebelum Axel melakukan tindakan pembalasan. Loyisa bangun dari tidurnya dan menendangnya berulang kali di sepanjang tulang kering kaki Axel. Loyisa dengan paksa membuka ikatan tangannya dan berhasil.


"Loyisa apa yang kau lakukan?" teriak Axel dengan suara keras, ia meringis kesakitan dan tidak berdaya.


Loyisa tidak menjawab, ia kembali menendang bagian perut Axel dan membuatnya pria itu terjatuh. Tendangan yang tidak terelakkan dan membuat Axel tersungkur jatuh.


"Kau meragukan kemampuanku pak. Ayo..bangun! aku ingin lihat, apa kau bisa membalas pukulanku?" Ucap Loyisa tersenyum sinis.


Axel berusaha bangkit, namun tanpa diduga Loyisa melancarkan teknik tendangan head kick. Teknik tendangan mematikan tersebut pun sukses mengenai wajah dan dagu Axel, hingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Tendangan yang diikuti dengan satu pukulan dari Loyisa sukses membuat Axel terlihat sempoyongan. Pelipisnya koyak.


Aaarghhhhh. Suara raungan kesakitan terdengar jelas di ruangan itu. Axel terjatuh tersungkur.


"Rasakan itu bodoh." ucapnya geram lalu berlari keluar dari kamar itu. Pinta kamar langsung terkunci otomatis.


"Cih...semoga bapak membusuk di sana." sinis Loyisa saat mengetahui pintu kamar itu ternyata memasang kode rahasia.


Loyisa menjauh dari pintu itu dan mengambil kunci mobil yang ada di atas meja. Ia sedikit menunduk melangkah keluar melalui pintu belakang. Ia harus bisa lolos dari Axel. Ia tidak akan menyerah. Loyisa berlari cepat menuju mobil. Tanpa pikir panjang Loyisa melarikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


BERSAMBUNG


โฃ๏ธSalam sehat dari author cantik untuk my readers yang paling cantik.


โฃ๏ธJangan lupa tetap kasih komentar agar aku tahu kehadiran kalian di sini ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜ ๐Ÿค—


๐Ÿ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU๐Ÿ’Œ


๐Ÿ’Œ BERIKAN VOTEMU ๐Ÿ’Œ


๐Ÿ’Œ BERIKAN BINTANGMU๐Ÿ’Œ

__ADS_1


__ADS_2