RETALIATION

RETALIATION
Kau hanya ikut aku.


__ADS_3

💌 RETALIATION 💌


 


🍂


🍂


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Setelah menyusun rencana untuk mengatur strategi pembalasan kepada kartel eagle. Kendrick dan Loyisa makan siang bersama di markas. Perbincangan kecil dan bernostalgia tentang masa kecil, membuat mereka tertawa. Menceritakan mengenai pengalaman masa kecil yang menyenangkan dan tidak terlupakan. Kenangan dimana mereka dapat melakukan aktifitas tanpa memikirkan suatu beban pikiran apapun. Semuanya dipenuhi kebahagiaan. Pastinya Loyisa ingin kembali ke masa kecil itu lagi. Ada hal yang tak bisa dilupakan Loyisa. Walau pun sederhana dan tidak seperti masa kecil orang lain karena kesibukan daddy dulu, tapi Loyisa masih tetap menikmati masa kecilnya bersama Kendrick. Dimana Loyisa dapat tertawa dengan lepas. Menari-nari. Merentangkan tangan. Begitu bebas seperti burung yang terbang di udara.


Melihat ekspresi Loyisa yang senyum-senyum sendiri, Kendrick mengerutkan keningnya. "Ada yang lucu?"


Loyisa mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Kendrick. "Kakak tahu, hal apa yang paling aku suka saat mommy sering ikut daddy perjalanan dinas ke luar kota?"


"Apa itu?" tanya Kendrick yang tengah asyik mengunyah makanannya.


Loyisa meneguk air mineral dari botol minum. Ia mencondongkan badannya sambil melempar senyum. "Kakak pasti selalu mengajakku ke taman bermain. Di saat itu juga kakak tidak perlu mengurusi teman kencanmu yang setiap hari gonta-ganti itu. Cih... menjengkelkan." Loyisa membengkokkan bibirnya karena Kendrick memang lelaki playboy saat duduk di bangku sekolah dulu.


"Hahahaha." Kendrick tertawa renyah.


"Dan yang paling mengesalkan, semua teman kencanmu itu hanya memanfaati kakak saja. Aku pernah melambrak wanita pirang, yang suka menangis jika kakak terlambat datang menjemputnya. Astaga...dia pikir kakak supir pribadinya apa?"


Pfffttt! tawa Kendrick hampir saja terlepas jika ia tidak menahannya. "Kau melambrak Britney?" Kendrick membulatkan matanya dengan sempurna.


"Apa dia pernah mengatakan jika aku pernah menarik rambutnya sampai ia terjatuh."


Kendrick menggeleng. "Kamu serius Loyisa?" Tanya Kendrick membuka mulutnya penasaran.


"Tentu saja kak, apa kakak pikir aku berbohong? Aku tidak suka dengan semua pacar-pacar kakak."


"Kenapa kau tidak menyukai mereka?" tanya Kendrick merasa lucu dengan ekspresi adik kesayangannya itu.


"Semua hanya menginginkan uangmu saja. Aku juga tidak suka jika kakak terlalu perhatian dengan mereka. Yang ada kakak gak perduli lagi dengan aku." ucap Loyisa dengan ekspresi kesal. Loyisa menunduk, membuang kepalanya kebawa dengan lesu.


"Hahahaha." Kendrick tertawa renyah. "Tapi itu dulu. Sekarang tidak lagi kok. Aku tidak mau kehilangan adik kecilku ini lagi." Kendrick mencubit pipi Loyisa dengan lembut. Ia menatap Loyisa dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang kakak kepada adiknya. "Kau tahu kakak menyayangimu lebih dari apapun. Harta kakak yang sangat berharga. Aku akan selalu melindungimu Loyisa."


Loyisa tersenyum sambil menjepit bibirnya. Hatinya menghangat saat mendengar itu. "Hmmm, kita harus saling menjaga kak. Aku tak mau kehilangan kakak lagi." Loyisa menimpali juga.


"Pasti itu." Jawab Kendrick tersenyum sambil mengangguk.


"Jadi kapan kakak memperkenalkanku dengan calon kakak ipar? Aku dengar dia pemilik cafe terkenal di kota ini." kata Loyisa mencairkan suasana.

__ADS_1


"Hmmm, akhir-akhir ini Elora sibuk mengurus ibunya yang sakit. Jika semuanya sudah membaik, aku akan memperkenalkannya denganmu."


"Hmmm, aku tunggu kak." kata Loyisa tersenyum dan menikmati makanannya kembali.


"Jika tugas kakak selesai, aku akan membawamu tinggal di desa terpencil yang jauh dari kota. Kita memulai hidup baru bersama orang-orang yang kita cintai."


"Aku sangat menunggu momen itu kak. Aku ingin cepat-cepat mengakhiri semua ini dan memulai semuanya dari awal."


Kendrick memegang tangan adiknya. Menggenggamnya dengan erat. "Berjanjilah dengan kakak, kau harus bisa menjaga dirimu baik-baik."


"Pasti kak, sejauh ini aku bisa menjaga diriku. Aku bisa melaluinya sendiri dan semua terbukti,kan?"


"Bagus. Sampai semuanya benar-benar berakhir, kau harus tetap menjadi Loyisa yang tak mengenal Kendrick. Jangan sampai anggota kartel eagle mencurigai kita."


Loyisa hanya mengangguk dan melemparkan senyuman terbaiknya. Mereka kembali melanjutkan aktifitas makannya sambil berbincang-bincang kecil. Bagaimana Loyisa bisa mencintai Ethan dan ada perbincangan lain membuat mereka tertawa juga.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


"Kak, aku turun di sini saja." Kata Loyisa saat mobil mereka tiba di depan pagar apartemen.


"Kenapa tidak langsung masuk saja?" tanya kendrick mengerutkan keningnya.


Loyisa menggeleng memandang ke arah Kendrick. "Tidak, kakak harus langsung pulang saja. Jangan sampai ada orang yang mencurigai kita. Apalagi Axel sering datang ke sini semenjak aku berhenti bekerja. Dia tidak bisa tahu kalau kita bersaudara kak." Kata Loyisa.


Kendrick melirik sekilas jam yang ada di tangannya. "Pukul 13.30. Tidak mungkin Kendrick datang di saat jam kerja seperti ini." Kata Kendrick.


"Cih ..kakak seperti tidak tahu Axel saja. Dia pemilik perusahaan, kapan pun dia mau, Axel bisa meninggalkan kantornya."


"Aissssss, apa kakak pikir aku anak kecil. Aku bisa sendiri. Lagian apartemen ini aman kok. Kakak tidak perlu khawatir." Ucapnya terkekeh.


"Oke baiklah, nanti kakak akan menghubungimu." ucap Kendrick lagi.


"Hmm," Loyisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Aku turun ya kak." ucapnya menepuk punggung tangan Kendrick yang masih memegang persneling.


"Baiklah," jawab Kendrick tersenyum simpul.


Loyisa melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu bagian sisinya. Kendrick membuka kaca mobilnya agar bisa melihat jelas wajah adiknya. "Sampaikan salam buat Ethan ya,"


"Oke kak," Loyisa membuat gestur oke dengan menggunakan jarinya.


Kendrick tersenyum dan menekan klakson kepada Loyisa yang masih berdiri di sana. Kendrick pun membawa mobilnya meninggalkan Loyisa.


Loyisa menarik napas sampai kedua bahunya turun. Ia hanya bisa melihat mobil Kendrick sampai benar-benar menghilang dihadapannya. Loyisa tak langsung masuk. Ia berjalan menuju minimarket yang tidak jauh dari apartemennya. Loyisa ingin membeli bahan makanan untuk dimasaknya hari ini. Menu makanan kesukaan Ethan.


"Selamat siang sayang?" Seorang lelaki berdiri tidak jauh dari Loyisa.


Tatapan Loyisa yang awalnya turun, tiba-tiba terangkat dan menangkap suara yang begitu di kenalnya. "Axel? Apa yang kau lakukan di sini?" Wajah Loyisa menegang dan terkejut. Ia tidak menduga akan bertemu dengan Axel di sini. "Apa Axel melihat Kendrick?" ucap Loyisa berbicara dalam hati.

__ADS_1


"Aku menunggumu sejak tadi. Apa kabarmu sayang?"


"Jangan panggil aku dengan kata-kata itu pak." ucap Loyisa melihat ke sekitarnya. Tatapan Axel membuatnya bergidik takut. Loyisa bahkan membuang wajahnya tidak ingin melihat Axel.


"Bukankah aku berhak memanggilmu sayang. Kau menerima cintaku Loyisa. Bahkan mengambil cincin yang aku berikan. Jadi tidak salah aku memanggilmu seperti itu. Benarkan?"


"Maaf pak, aku salah! Saat itu aku hanya frustasi. Aku tidak bisa berpikir dengan baik. Jadi aku menerima bapak begitu saja." Kata Loyisa tersenyum getir saat melihat tatapan Axel berubah. "Soal cincin aku bisa mengembalikannya kepada bapak. Maafkan aku pak! Aku harus pergi."


Axel menarik napasnya yang terasa sesak. Cintanya benar-benar dipermainkan di sini. Ia tidak bisa terima begitu saja.


"Baiklah, jika itu yang kau mau. Untuk perpisahan terakhir kita. Bisakah kau temani aku makan?" tanya Axel penuh harap.


"Aku sudah makan pak?"


"Bagaimana kalau minum kopi? kita bisa berbicara santai sambil minum kopi."


"Maaf pak, aku tidak ada waktu untuk bicara dengan bapak. Aku harus pergi!" Loyisa mendesah dengan tatapan malas. Dugaannya benar, Axel seperti hantu Casper yang seenaknya datang dan pergi. Benar-benar lelaki aneh. Mimpi apa dia tadi malam hingga bertemu dengan Axel lagi. Benar-benar sial.


Sebelum Loyisa melangkah, Axel sudah lebih dulu mencekal tangan Loyisa. Loyisa terkejut saat tangannya di pegang erat.


"Untuk berbicara saja kau tidak ada waktu?" Rahang Axel mengencang kuat. Matanya menyorot tajam menatap ke Loyisa.


"Lepaskan aku! Apa yang anda lakukan pak, ini tempat umum." Desis Loyisa.


"Aku hanya berbicara sebentar saja. Kau hanya menjawab bisa atau tidak."


"Jangan sampai aku berteriak pak. Sekarang lepaskan tanganku." Mata Loyisa menyorot tajam. Namun Axel tidak juga melepaskan tangannya.


"Jika kau tidak mau. Aku akan membunuh Kendrick. Aku bisa tinggal menghubungi daddy dan mengatakan Kendrick adalah seorang pengkhianat. Bagaimana?" Axel tersenyum penuh kemenangan.


DEG


DEG


DEG


Jantung Loyisa terpukul begitu kencang. Wajahnya menegang kaku. Napasnya berembus cepat keluar dari mulutnya. Seakan karbondioksida tertahan dan terbakar oleh keterkejutannya. Untuk menelan salivanya saja ia begitu susah. ia terdiam dan terus menatap Axel. Tangannya ikut gemetar karena begitu terkejut. Axel tersenyum saat melihat tangan Loyisa yang gemetar.


"Aku sudah tahu semua Loyisa, selagi aku berbaik hati. Kau hanya ikut aku. Tidak lama kok."


BERSAMBUNG


❣️Salam sehat dari author cantik untuk my readers yang paling cantik.


❣️Jangan lupa tetap kasih komentar agar aku tahu kehadiran kalian di sini ya 😍😘 🤗


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌

__ADS_1


💌 BERIKAN VOTEMU 💌


💌 BERIKAN BINTANGMU💌


__ADS_2