RETALIATION

RETALIATION
Ketakutan Kendrick.


__ADS_3

💌 RETALIATION 💌


 


🍂


🍂


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Loyisa segera membuka pintu dan ingin keluar dari mobil Axel. Sebelum itu terjadi, Axel dengan cepat mengeluarkan sapu tangan yang sudah ditaruh obat bius. Untuk menghentikan Loyisa agar tidak keluar dari mobilnya. Axel dengan cepat membekap mulut Loyisa.


"Hhhmmpppp.."


Loyisa masih sempat melakukan perlawanan. Ia meronta dan berusaha melepaskan tangan Axel. Namun kekuatan Axel lebih kuat dan Loyisa semakin tak berdaya setelah menghirup bius yang ditaruh ke hidungnya. Seketika tubuh Loyisa lemas. Semuanya menjadi gelap dan hening, sebelumnya sangatlah terang dan ramai oleh lalu lalang kendaraan. Kini Loyisa tak dapat mendengar suara itu lagi. Pendengarannya sudah jauh. Ia lemah dan tidak sadarkan diri. Axel bernapas lega setelah obat bius bereaksi dengan cepat. Ia lalu mengatur posisi kursi agar Loyisa tertidur nyaman.


Dalam perjalanan yang tenang, Axel tersenyum sambil melantunkan lirik lagu yang ia sendiri tidak paham apa arti lagunya. Ia sekilas melirik Xaviera yang tertidur nyaman disampingnya.


Dddrrrttt.... dddrrrttt


Bunyi nada dering dari ponsel Loyisa terdengar dari arah tas Loyisa, mengalihkan perhatian Axel. Axel menarik napas dan mencoba mengambilnya namun panggilan itu sudah mati. Axel menggeleng dan fokus pada jalanan.


Axel kembali menikmati jalanan pegunungan yang sepi dengan pemandangan pepohonan hijau yang sejuk, membuatnya tersenyum sambil bersiul-siul dan menikmati perjalanannya dengan baik. Axel kembali menatap ke arah Loyisa dengan pandangan sayu.


"Kamu tahu Loyisa, aku pernah bermimpi untuk tinggal bersama kekasihku sebelum dia meninggal karena kecelakaan. Tinggal di rumah kayu dengan pemandangan pegunungan membuatku tenang. Hatiku hancur saat mengetahui dia meninggal sebelum kami merasakan indahnya tinggal di sana. Sekarang impianku itu akan terwujud. Aku bisa tinggal bersamamu di sana. Kau akan menyukai tempat itu. Aku bisa yakin itu." kata Axel dengan senyum bahagia.


Mobilnya tetap melaju ke sebuah pedesaan yang cocok bagi mereka untuk menghabiskan waktu cukup lama. Suasana pegunungan dan udara yang sejuk bisa menenangkan hati dan pikiran.


TIGA JAM PERJALANAN.


Mobil mewah milik Axel akhirnya tiba di halaman yang cukup luas. Benar saja hanya ada satu rumah di sana. Model desain yang bahannya semua terbuat dari kayu. Axel menyembunyikan keberadaan Loyisa di sini. Karena keluarga Davis tidak ada yang tahu bahwa Axel mempunyai rumah yang jauh dari tengah kota. Tempat ini akan membuat Loyisa kesulitan untuk meminta pertolongan dari luar. Karena memang hanya ada satu rumah saja di sana.


Selain itu, Axel juga memasang kode rahasia pada pintu akses kamar Loyisa, agar tidak dapat diketahui oleh siapa pun.


⭐⭐⭐⭐⭐


SEMENTARA DI SISI LAIN.


Kendrick nampak gelisah, dari tadi Loyisa tak juga mengangkat panggilan darinya. Sementara Ethan tidak bisa dihubungi karena handphonenya tidak aktif.


"Ada apa ini, kenapa Loyisa tidak bisa dihubungi?" Batin Kendrick mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia benar-benar frustasi, tiba-tiba perasannya tidak enak. Dia tidak ingin kehilangan adiknya lagi.


Kendrick mencoba menghubungi Loyisa lagi. Panggilan terhubung. Kendrick langsung bernapas lega.


"Halo Loyisa, kenapa tidak susah sekali dihubungi." kata Kendrick membuang napas lega.


Diam tidak ada suara. Kendrick mengernyitkan keningnya.


"Loyisa? Kamu masih di sana?" tanyanya kembali.


Tetap tidak ada suara. Kendrick menautkan kedua alisnya dan menatap handphonenya, namun panggilan itu masih tersambung.

__ADS_1


"Loyisa...." Panggil Kendrick lagi.


Axel tersenyum, "Loyisa tidak bisa menjawab panggilanmu Kendrick. Karena dia sedang tidur."


"Siapa ini?"


"Kau tidak tahu siapa aku?" Wajah Axel memelas malas.


"Axel?" Wajah Kendrick berubah panik.


"Hmm, saya Axel calon adik iparmu."


"Apa maksudmu?"


"Kau sudah tahu aku mencintai sekretarisku. Jangan pura-pura bodoh." ketus Axel.


"Jangan coba-coba menyakiti Loyisa. Aku akan membunuhmu." Ancam Kendrick menahan amarah.


"Kau penghianat Kendrick. Daddy akan marah saat mengetahui kau adalah seorang pengkhianat."


"Kemana kau bawa Loyisa?" Bentak Kendrick mengalihkan pembicaraan. Ia mengencangkan rahangnya karena begitu marah.


"Kau tidak ingin daddy tahu semua ini, kan? Lebih baik kau diam. Aku bisa menjaga Loyisa dengan baik di sini. kau tidak perlu mencemaskannya kakak ipar." Ucap Axel, lalu mematikan handphone Loyisa.


"Hallo...hallo.... Axel? Axel? Oh shiiittt..!" Kendrick berteriak, tapi sambungan itu sudah mati. Ia mencoba menghubunginya lagi.


NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF ATAU BERADA DI LUAR JANGKAUAN. COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI.


"Apa yang terjadi kenapa tidak bisa dihubungi lagi...?" Dada Kendrick sesak dan sangat sesak. Hingga ia tidak dapat bernapas dengan baik. Lagi Kendrick mencoba menghubunginya. Tangannya sampai gemetar memegang handphonenya.


Tit! Kendrick langsung mematikan handphonenya.


"AAARGGGHH..." Kendrick begitu kesal karena panggilannya dengan Loyisa terputus begitu saja. Sejak kapan Axel tahu bahwa Loyisa adalah adiknya. Wajah Kendrick benar-benar takut dan khawatir. Mereka belum menjalankan rencana tapi Axel sudah tahu semuanya.


Pikiran Kendrick langsung kacau, Ia benar-benar blank. Ia mencoba menghubungi Ethan. Tapi hasilnya masih sama dan tidak bisa dihubungi. Jari-jarinya tangannya terasa dingin. Ia membuka kancing bajunya. Mencengkram kepalanya untuk melepaskan emosinya.


Kendrick tidak ingin terjadi sesuatu kepada adiknya. Dengan cepat ia menghubungi anak buahnya.


"Sekarang cari tahu kemana Kendrick membawa adikku. SEKARANG!!!" perintah Kendrick keluar dari kamarnya. Beruntung Kendrick hari ini berada di apartemennya. Ia bisa melampiaskan segala amarahnya. Kendrick mempercepat misinya sebelum Carlos benar-benar tahu semua ini.


"Baik tuan," Jawab lelaki itu di ujung telepon.


TIT!


Panggilan langsung terputus.


"Kau!" Kendrick mengarahkan jari telunjuknya ke arah Nuel. "Sekarang ikut aku." Ucap Kendrick berjalan menyambar kunci mobilnya.


Kendrick dengan cepat berjalan keluar dari apartemennya. Dengan terburu-buru, Kendrick masuk ke dalam mobilnya yang di ikuti oleh Nuel. Wajah Kendrick datar dan sangat dingin. Tatapannya tajam ke depan. Ia memundurkan mobilnya. Matanya fokus memandang spion dan membanting setir. Ia langsung menancapkan mobilnya dan pergi meninggalkan apartemen menuju markasnya untuk melacak keberadaan Loyisa.


DEG DEG DEG


Jantung Nuel anak buah Kendrick terpukul kencang. Ia sudah sangat ketakutan karena melihat aura wajah Kendrick begitu menakutkan. Tangannya berpegangan pada bagian atas mobil. Ia membuang napasnya, bersikap tetap tenang agar emosi Kendrick tidak tersulut.


Kendrick menggunakan earphone wireless dan langsung di pasang ke telinganya. Ia masih berusaha menghubungi Ethan

__ADS_1


"Tolong, di jawab Ethan." Kata Kendrick mengusap wajahnya dengan tangan yang satu. Ia bahkan memukul setir mobilnya berulang kali. Rasanya benar-benar frustasi. Handphone Ethan sudah aktif tapi tidak juga diangkat.


Kendrick mencoba sekali lagi. Jika panggilan ini tidak diangkat. Kendrick bertindak sendiri. Ketakutannya terlihat jelas di wajahnya.


TUT


Baru bunyi nada tunggu yang pertama, Ethan langsung mengangkatnya.


"Hallo dude," Ethan tersenyum di ujung teleponnya. "Bagaimana pertemuanmu dengan Loyisa?"


Ada kelegaan di hati Kendrick, "Hallo, Ethan..."


"Kau terkadang mengejutkanku, dude. Kau benar-benar lelaki misterius." Ethan terkekeh di balik telepon.


Kendrick masih terlihat gusar di balik telepon. Ia berusaha mengatur napasnya. Jantungnya bergemuruh di dalam dadanya. Ia sampai mencengkram setir mobil karena tidak bisa menutupi ketakutannya.


"Ethan dengarkan aku. Axel telah menculik Loyisa saat aku mengantarnya pulang. Aku tidak tahu sejak kapan Axel tahu semua ini."


"Apa????? Kau serius???" Ethan terjengkit dari duduknya. Ia benar-benar terkejut sampai mulutnya terbuka lebar. Jantungnya berdebar kencang. Rahangnya mengencang kuat.


"Iya benar, aku benar-benar gila Ethan. Axel berhasil membawa Loyisa pergi. Aku ingin melacak keberadaannya."


"Axel benar-benar bajingan.." Ethan menyapu rambutnya frustasi.


"Sepertinya Axel begitu mencintai Loyisa. Aku tahu siapa Axel. Dia tidak akan melepaskan Loyisa begitu saja."


"Aku ikut kau Kendrick." kata Ethan dengan cemas.


"Baiklah, tunggu aku di depan kantormu."


"Hmmm."


Panggilan telepon langsung terputus. Dengan cepat Ethan merapikan meja kerjanya. Jantung Ethan berdebar kencang tidak karuan. Ia melangkah cepat keluar dari kantornya. Ethan berlari dengan tergesa-gesa saat melihat mobil Kendrick sudah menunggu di depan kantornya. Sementara Nuel sudah duduk di belakang. Ethan melambaikan tangannya dan berjalan menuju mobil Kendrick.


"Sekarang kita mau kemana dude? Apa kau tahu dimana Axel membawa Loyisa?" tanya Ethan cepat. Napasnya naik turun karena berlari.


"Sejauh ini yang aku tahu Axel hanya tinggal di apartemennya. Aku rasa Axel tidak bodoh. Bagaimana pun aku pasti tahu tempat itu. Saat aku menghubungi Loyisa. Yang menjawab panggilan itu adalah Axel. Aku rasa Axel telah memberikan obat bius kepada Loyisa."


"Axel benar-benar gila." Ethan menggeram dengan mengepalkan tangannya.


"Kita harus menemukan Loyisa secepatnya."


Mereka kembali diam dan larut dalam pikiran masing-masing. Menatap jalanan dan terus mencari jalan solusi. Kendrick percaya Axel tidak akan menyakiti Loyisa.


BERSAMBUNG


❣️Salam sehat dari author cantik untuk my readers yang paling cantik.


❣️Jangan lupa tetap kasih komentar agar aku tahu kehadiran kalian di sini ya 😍😘 🤗


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌


💌 BERIKAN VOTEMU 💌


💌 BERIKAN BINTANGMU💌

__ADS_1


__ADS_2