Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku

Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku
Salah paham


__ADS_3

"Akjhhhhhh dasar laki-laki bejad" Risuka melempar sepatunya tepat diwajah pria yang masuk dengan tiba-tiba ke ruang ganti.Pria yang tak ia kenali itu sedikit kaget ,berbalik badan dan keluar dari ruangan memasang wajah sangat marah sambil memeriksa bekas sepatu kaca milik Risuka yang mulai memar.


"Apa yang harus ku lakukan dia melihat semuanya...dia melihat semuanya?"bertanya pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul pipinya berharap itu hanya mimpi.Dengan susah payah Risuka meraih rosletin gaunnya di bagian belakang sambil berjalan mengambil sepatu kacanya di belakang pintu masuk.Dan "brukkkk",pria tadi masuk membuka pintu dengan keras hingga membentur dahi Risuka.


"Aduhhh...."Risuka yang belum sempat menutupi bagian belakangnya dan langsung terpental ke sebuah tembok.Lekukan punggungnya terlihat dengan jelas,punggung yang sangat ideal,kulitnya sangat putih bening,hingga uratnya terlihat dari jarak satu meter.


"Cepat keluar!.Apa kau tidak bisa melihat ini!"tegas pria itu sambil menunjuk gambar relief pria tertera jelas di pintu,menandakan bahwa ini ruang ganti pria."Apa kamu tuli"nadanya sangat kasar sambil menabok pintu dengan keras"Brogth..Brogth...Namun Risuka tidak bergerak sedikitpun,wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya.


Mendengar tidak ada jawaban,pria itu lalu menghampirinya dan membalikkan badannya yang mungil,dahinya mengeluarkan darah.Melihat Risuka yang pingsan ia hanya geleng-geleng kepala"dasar ceroboh menambah beban saja"sambil memperbaiki posisi Risuka dan tak sengaja menyentuh punggungnya.Setelah beberapa saat melihat punggungnya,pria itu lalu menutup Rosletin gaun yang dikenakan Risuka.


"trugthhh...trughttt..."Suara ponsel dari sebuah tas tak jauh dari mereka.Awalnya pria misterius ini tidak mau mengangkatnya namun karna ponselnya terus berdering ia lalu mengambil ponsel itu di tas Risuka."Deygo murasame",nama yang tertera jelas di layar ponsel,nama yang tak asing dimatanya.


"sayang kamu dimana?,udah mau mulai ni!"itu adalah suara Deygo pacar pertama Risuka,penerus tunggal perusahaan elektronik terbesar di dunia,ECJU (elektronic company Unity),anak dari yosabi murasame."Ia sebentar lagi kami kesana"kata pria misterius ini sambil menutup ponsel Risuka dan memasukkan kembali kedalam tas.

__ADS_1


"Kamu pacarnya Rupanya"sambil memeriksa luka Risuka yang masih pingsan."Bangun...Bangun.."menepuk-nepuk pipi Risuka yang sudah lama pingsan.Dengan perlahan Risuka membuka matanya,rambutnya acak-acakan.


"ini semua karna kamu,lihat aku jadi berantakan lagi!"tegas Risuka yang masih memegang kepalanya yang pusing.


Pria itu hanya memasang wajah datarnya dan berdiri.


"trughttt...trughtttt.."bunyi ponsel dari saku Pria itu.pria itu langsung mengankat ponselnya,Sementara Risuka hanya memasang wajah marah memperhatikan pria yang sedang menelfon.Tatapannya sangat kosong,lebih jelasnya seperti orang kasar


"lihat saja,akan kuadukan kau ke deygo!". berdiri sambil merapikan dirinya yang terlalu rontok untuk pergi ke acara keluarga murasame."Mana udah telat lagi"dengan nada sangat mengeluh Risuka melihat jam kecil di tangannya"17:00"pukul lima sore.


"Kita akan ke mansion utama"wajah pria itu sudah tidak terlihat,namun suaranya masih terdengar di balik pintu."Mansion"Risuka lalu menyusul Pria itu menuju kearah mobil mewah yang terparkir."Kamu sebenarnya siapa?,Risuka berhenti di samping mobil pria itu,tanpa menjawab kata-kata sepatahpun,pria itu masuk kedalam mobil."Cepat masuk!"tegas pria itu sambil memasang sabuk pengaman,memperlihatkan wajah dinginnya.


Melihat kesamping kiri kanan jalan raya yang sunyi,berharap ada taxi yang lewat."Kamu duluan saja aku tidak mau jalan dengan orang asing"gengsi baginya menerima bantuan dari orang asing."Terserah,jangan salahkan aku"tancap gas dan segera pergi meninggalkan Risuka sendirian."Dasar manusia batu"ia lalu mengambil kerikil dan melempar kearah mobilnya yang hampir tak terlihat itu.

__ADS_1


Matahari hampir menyembunyikan seluruh tubuhnya,senja telah lama menyentuh wajah lembut Risuka yang masih menunggu disamping jalan raya memegang ponselnya."trughttt....trughtt...."bunyi ponsel berdering."Kamu dimana"deygo menghubungi Risuka sekali lagi."maaf yang..nggak'ada taxi"dengan nada sangat mengeluh."Tunggu disitu aku akan kesana,kamu sekarang dimana..?"."nanti aku kirim alamatnya di ct,cepat..aku takut disini".Kali ini deygo yang lebih dulu menutup panggilan tidak seperti biasanya.


"Akhh...Deygo murasame,tidak ada yang menyangka dibalik wajahmu yang menawan itu tersimpan penghianatan.aku tau kau mempermainkanku,tapi bagaimana lagi,aku juga sangat butuh uang,maafkan aku",bicara dengan nada penyesalan sambil melihat vidio me*um pacarnya dengan wanita lain,yang dikirim oleh sahabatnya sendiri.


Satu minggu yang lalu deygo mengatakan cintanya di depan perayaan kelulusan angka.Vlll TSHS(the best senior hight school) sederajat SMA.Deygo dulu adalah ketua osis disana,dan tentunya hatinya tidak akan diam tanpa mengencani Primadona sekolah,Risuka yang telah menolaknya 20x.Nenek Risuka sudah meniggal,nenek yang selalu membelanya disaat semua orang mengatainya anak haram.


Berbeda dengan teman sebayanya,diusia beranjak dewasa Risuka harus bekerja paruh waktu di sebuah cafe dan mengontrak perumahan tak jauh dari tempat kerjanya.Masa depannya kosong dan cita-citanya hanya sebatas sampah yang menumpuk di kepala.Hidupnya sangat minimalis,namun semangatnya untuk hari esok tidak pernah habis,kini hanya takdir yang dapat mengurus dirinya.


"Cinta"baginya itu hanya omong kosong,tidak ada kesetiaan,takdirlah yang memilih pasangan hidup,bukan cinta,dimatanya semua laki-laki itu sama,hubungan yang bertahan itu dilandasi oleh kebodohan wanita yang rela mengorbankan segalanya,begitulah pola pikir Risuka.


setelah 15 menit menunggu,terdengar suara mobil sport yang tidak asing ditelinganya."Heiii.."Risuka melambai-lambaikan tangannya memberi isyarat pada Deygo."Ayok Ris"kata sapaan untuk Risuka.Risuka segera masuk mobil"Aku mau ke salon duluya,hari inikan pertama aku ketemu sama orang tuamu sambil membalikkan cermin mobil."tidak perlu aku akan menyuruh sekertarisku mengurus segalanya"mengambil ponsel dan mengirim pesan ke sekertarisnya,mukanya sedikit jutek.


"Kita ke apartemen disana pak roy sudah menunggu"kali ini kata-katanya sedikit cuek tidak seperti biasanya,namun Risuka tidak peduli dengan itu.Mereka lalu menuju apartemen,Deygo melaju dengan kecepatan tinggi menembus malam.Disepanjang perjalanan,tidak seperti biasa,kini mereka hanya saling terdiam,seolah-olah mereka terbungkam oleh sesuatu,hingga terlihat gerimis di kaca depan mobil,perlahan memecah keheningan diantara mereka.

__ADS_1


Didepan sebuah apartemen terlihat beberapa laki-laki mengenakan jas hitam dengan setelan yang senada.Deygo menghentikan mobilnya. memandang wajah Risuka yang memberinya kedamaian.Ia terkejut melihat bekas luka di dahinya,mencoba memastikannya namun ia sudah bangun lebih dulu."cepat masuk Ris ada yang ingin aku bicarakan"raut wajahnya menandakan ada yang mengganggu pikirannya.Mereka lalu turun dari mobil menerima arahan dari pak Roy menuju ke sebuah kamar.


Dua wanita yang berdiri di dalam kamar tersenyum ramah, yang tak lain adalah MUA terkenal yang akan merias Risuka."Kalian semua keluar,tinggalkan kami!"tegas Deygo.Semua orang keheranan meninggalkan tempat itu."Kamu ini kenapa? aku kan mau make-up"sambil menaruh tasnya dan mengambil ponsel di dalam tas itu.


__ADS_2