
Sementara itu Reni berusaha tetap tenang, memasang wajah biasa-biasa saja."Ouhh Reni juga disini,apa kabar Reni"sapa Deygo yang baru menyadari keberadaan Reni."Baik,kamu sendiri apa kabar?"tanya balik Reni."Yah beginilahh Reni,aku baru putus dari Ris ,dan itu adalah kabar yang tidak baik".
Kata-kata itu memancing emosi Risuka,namun ia berusaha tetap tenang."Kalian sudah putus!Kapan?"Reni semakin menguasai keadaan.Deygo lalu menceritakan semuanya kejadian semalam.
"Mimpi apa aku semalam....siapa lagi pangeran tampan ini Ris"keys berbisik di belakang Risuka sambil terpana melihat ketampanan Deygo yang sedang sibuk bercerita. dengan Reni."Kamu aneh-aneh aja,dia itu mantan aku,tukang selingkuh"berbisik kembali ke telinga Keys."jujur Ris,aku rela dimadu asal bersamanya..."sambil terus memandangi Deygo.
Risuka lalu menarik keys menjauh setengah meter dari tempat itu,"Ingat keys,kamu itu cantik,nggak selevel dengan laki-laki tukang selingkuh seperti dia"memberi arahan pada keys."Kenap kamu menasehatiku...tidak boleh! aku kan lebih tua darimu,kamunya aja yang cepat tinggi"Keys mengoceh sambil memainkan rambut indahnya.
Risuka kembali ke tempat semula diikuti keys,memotong pembicaraan Deygo dan Reni."Apa lagi urusanmu kesini,bajumu bosok akan ku kembalikan."Dan ini,adalah uang untuk menyicil semua harga makanan yang dulu kamu belikan"sambil menyerahkan uang kepada Deygo namun deygo tidak menerimanya.
"Maafkan aku sekali lagi Ris,tolong beri aku satu kali kesempatan"sambil berlutut di hadapan Risuka.namun itu tak bisa menggoyahkan keputusan Risuka.ia hanya meletakkan uang itu diatas meja dan hendak pergi."Kumohon Ris satu kali saja,dan aku akan memperbaiki semuanya"sambil memegang tangan Risuka mencegahnya pergi."Kasihann..Ris..kalian balikan aja,lihatt..air matanya hampir keluar"bisikan keys ditelinga Risuka.
Mendengar keributan di luar,prymus segera keluar dari ruang ķerjanya."Mereka berdua lagi"berjalan menuju Risuka dan Keys yang tidak bekerja."Apa yang terjadi disini?"kedatangan prymus mengagetkan mereka.Risuka dan keys dengan cepat kembali bekerja,sementara Reni pura-pura duduk membaca buku menu diatas meja."Deygo..kamu kenapa disini"tanya prymus sambil merangkul Deygo."Ayok kita bicara di ruanganku".Mereka berdua lalu masuk ke ruang kerja prymus.
Tak lama kepergian Deygo dan prymus,Risuka kembali ke kursi Reni."Keys ada pelanggan"teriak Bryan dari meja utama."Ughhhh..mengganggu saja"Keys mengoceh berlalu meninggalkan Reni dan Risuka."Bagaimana Ris kalau aku ketahuan?"tanya Reni."Tidak papa,asal kamu tidak buka mulut"berusaha menenangkan Reni.
"Mereka saling kenal ya?.Akrab banget"tanya Risuka sambil melihat pintu ruang tuan bos prymus."Entahlah aku juga tidak tau".
Diruang bos prymus,Deygo dan prymus berbicara sangat akrab."Apa yang membawamu kesini?"kata prymus sambil mengetik komputer.Deygo lalu bercerita panjang lebar peristiwa semalam."Yang mengangkat ponselnya waktu itu adalah aku,dia sedang pingsan terbentur pintu"
__ADS_1
"ouhh jadi kau laki-laki itu,aku sungguh bersalah memperlakukannya malam itu".
"Masih banyak wanita diluar sana lebih cantik dari pada wanita itu."meneruskan mengetik."Benar,tapi entah kenapa bersama denganya aku merasa damai.Rasa damai yang tidak pernah kudapatkan dari semua wanita yang pernah berkencan denganku" menceritakan perasaannya sedetail mungkin sambil berpangku tangan.
"Apa kamu masih main perempuan?"tanya Prymus sambil menghentikan pekerjaannya menoleh ke Deygo."Seperti yang kamu ketahui,itu adalah rutinitasku,butuh waktu bagiku menghentikannya"sambil tersenyum tipis."Jadi kamu pernah tidur dengan Risuka?"pertanyaan prymus semakin serius.
"Mana mungkin aku melakukan hal itu dengannya.Dulu aku pernah bermimpi akan tidur dengannya di malam pertama kami setelah menikah,namun semuanya hanya mimpi"wajahnya mengusut mengingat kembali saat-saat disamping Risuka.
"Bagaimna keadaan Aerishh?"tanya Deygo.Pertanyaan itu membuat Prymus kehilangan kekuatan."Ya begitulah,tidak ada perubahan"jawab prymus dengan wajah sedih.
"Rumit juga kisah cinta kalian.Semangat terus sepupu"
Ia lalu duduk di samping Risuka,dengan pelan mengambil topi yang menghalangi wajahnya.Sekali lagi kedamaian menghampirinya,kedamaian yang tidak ia dapatkan dari wanita manapun."Aku tak bisa membayangkan rambut ini menjadi milik orang lain"sambil mengelus rambut panjang Risuka dengan pelan-pelan.
perlahan matahari semakin Turun.Cahaya yang indah menembus kaca,mengganggu Risuka yang tertidur lelap.Kini wajahnya tak kalah indah dari cahaya itu sendiri.Iapun terbangun dan mendapati Deygo yang berjarak lima cm dari hidungnya.Matanya tertutup rapat."Kenapa dia lagi..."wajahnya sangat kesal melihat Deygo disampingnya.Ia langsung berdiri hendak meninggalkan tempat itu,namun sebuah tangan menariknya dari belakang.
"Sebentar saja"Deygo bicara sambil tertidur.Risuka lalu menginjak kaki Deygo dengan sangat keras"Rasakan ini".Deygo langsung tertawa melepaskan tangan Risuka.Risuka pergi meninggalkan tempat itu tertawa puas.
Hari ini dia punya hukuman tambahan waktu kerja dua jam,segera dia pergi ke dapur mencuci semua peralatan kotor.
__ADS_1
"Sudah,hukumanmu sampai disini,sebagai penggantinya,cepat kamu pergi makan siang dengan Deygo"suara tuan bos memasang wajah datarnya,nampaknya ia tak lagi dendam dengan Risuka."Tidak tuan bos,saya sudah kenyang"Risuka membantah dan tak mau pergi dengan Deygo."Kalau begitu,bulan ini gajimu dipotong 50 persen",sambil memasukkan tangannya ke saku celana beranjak keluar.
"Jangan tuan boss,baikkk! saya akan pergi !"dengan cepat kilat Risuka berlari keluar melewati bosnya."Mereka merepotkanku saja"kata Prymus dalam hati sambil berjalan menuju ke ruangan kerjanya.
Diluar Risuka melihat Deygo masih menunggu seseorang sambil melihat keluar dari balik jendela kaca.ia lalu mengendap-endap mengambil tasnya beranjak keluar cafe,namun Deygo melihatnya hampir mencapai pintu keluar"Nanti aku aduin ke bosmu!"mengancam Risuka sambil tertawa kecil diatas kursi.
Risuka lalu menghentikan langkahnya."Kalian pasti bekerja samakan membodohiku"menuduh Deygo dengan mata tajam.Deygo hanya tersenyum-senyum melihat Risuka yang marah,semakin cantik."Ayok kita pergi makan siang"ajak Deygo sambil berdiri."Tidak mau!"Risuka membuang wajahnya,menolak mentah-mentah tawaran Deygo. Dari jarak lima meter terlihat prymus keluar dari ruangannya hendak pulang.Melihat bosnya,Risuka langsung menarik Deygo dan mengajaknya keluar"Ayok makan siang".Deygo hanya tertawa kecil melihat tingkah Risuka yang takut pada bosnya.
Dengan wajah masih Kesal,Risuka memasuki mobil Deygo pergi mencari makanan.setelah beberapa lama keliling Risuka melihat penjual martabak di seberang jalan"Stopp..stoppp"wajahnya sangat kegirangan."Kita makan disini aja"menoleh ke arah Deygo".
"Di Restoran saja,makanan disini tidak steril"sambil terus menyetir tidak peduli kata Risuka."Ya sudah,kamu pergi sendirian saja,aku tidak punya mood"sambil menoleh kearah jendela mobil di sampingnya.Deygo lalu memutar mobilnya kembali ke arah pedagang martabak.
Mobil berhenti tepat di samping pedagang martabak.Dengan wajah girang Risuka keluar dari mobil membeli martabak."Martabak ini satu ya mas....jangan pakai acar"sambil tersenyum melihat pedagang itu.
"Baik non"jawab pedagang dengan sangat ramah sambil membungkus pesanan Risuka."Berapa harganya?".Dua puluh Ribu".Dengan cepat Risuka memeriksa tasnya.
Deygo menyusul dari belakang langsung menyerahkan uang uang seratus ribu pada pedagang."Ini pak saya yang bayar".Risuka lalu menoleh ke belakang,dan menyerahkan uang pasnya pada pedagang."Uang itu bukan uang saya pak"sambung Risuka."Ambil saja pak"suara deygo sambil tersenyum.
Risuka kembali masuk kedalam mobil disusul oleh Deygo."Kita langsung pulang saja..sekalian kamu ambil semua barang kamu"memakai sabuk pengaman.
__ADS_1