
"tapi.."Risuka berhenti sejenak dan melanjutkan perkataannya."Maafkan aku sebelumnya karena membohongimu,kami hanya pura-pura pacaran,aku tidak mencintai tuan bos prymus dan dia juga hanya mencintaimu."Iya aku tau itu,memang susah meluluhkan hatinya,tapi itu bukan hal mustahil".
"Iya sepertinya begitu.Aku juga sempat berfikir?,mungkin tidak ada wanita yang mau dengannya".Mereka lalu tertawa terbahak-bahak."Iya benar,wajahnya seperti batu,tapi dimataku dia tetap keren".
"Kamu mau tau bagamana perjuanganku meluluhkan hatinya yang keras itu?"menatap Risuka yang tertawa lebar."Iya..iya..bagaimana ceritanya"Risuka lalu terdiam mendengarkan kisah cinta Aerish dan prymus.
"Jadi,kami itu sudah berteman dari SD.aku mencintainya itu sejak SMP namun dia tidak pernah mau membalas cintaku.Dia itu dari dulu memang pendiam.Nah di SMA itu,ia tidak punya hiburan kecuali mengikuti kelas pelatihan bela diri.Dan setelah tamat dia menjadi ketua Gengster,ayahnya tidak pernah melarangnya kemanapun.Sampai suatu ketika dia dikeroyok oleh segerombolan musuhnya,dalam keadaan mabuk-mabukan dia mencoba melawan,namun ia hampir mati,sampai aku datang ditempat itu,Aku mencoba melawan mereka dan pada akhirnya mereka juga mencoba menusukku dengan pisau,untungnya hanya lenganku yang terkena pisau itu"Aerish lalu memperlihatkan bekas operasi tangannya kepada Risuka.
Risuka sangat iba mendengar kisah itu"kamu cinta sekaliya sama tuan bos?"sambil memegang bekas operasi di lengan Aerish yang mulai memudar.
Aerish lalu melanjutkan kisahnya."Bukan hanya sampai disitu,pas aku bangun di rumah sakit,aku baru sadar sudah koma lima hari.Aku memaksakan diri menemui Prymus yang masih koma.Waktu itu tulang rusuknya patah dan ia harus menjalani beberapa tahap operasi.Setelah aku pulih total aku kembali masuk kampus dan musuh-musuh Prymus ternyata selalu membuntutiku.Dan pada suatu ketika aku habis menemui Prymus yang selesai operasi tahap akhir..dan diperjalanan pulang,aku dihampiri oleh orang-orang yang sama dengan orang yang menyerang Prymus dulu.dan kisah singkatnya,aku dinodai oleh orang yang tidak aku kenal itu.Hatiku sangat hancur berfikir prymus tidak akan menerima wanita kotor sepertiku".Aerish menghentikan ceritanya sejenak,air matanya keluar,mengingat kembali kisah buruknya itu.
"ini"Risuka menyerahkan tisyu yang diambilnya diatas meja."Sudah! jangan dilanjutkan lagi".Aerish lalu berhenti menangis"aku menangis bukan karna masalah itu,aku hanya menangis karena jawaban dari Prymus yang mau menerimaku apa adanya,untuk pertama kalinya dia memelukku dan mengatakan akan menikahiku.Dan dua hari menunuju pernikahan kami,aku tiba-tiba pingsan dan di larikan kerumah sakit.Tanpa aku sadari selama ini aku mengidap kangker otak dan itu sudah memasuki stadium akhir sampai sekarang.Akupun menunda pernikahan sampai aku sembuh,namun sepertinya Prymus bukan ditakdirkan untukku.
Tiba-tiba prymus masuk dan membuka pintu"Ris ayo kita pulang,ini sudah jam istirahat Aerish".Risuka dan Aerish lalu dengan cepat mengusap air mata dan memasang senyuman melihat Prymus."Wahh..kalian kompak bangat!,nanti aku ajak Ris lagi kesini,kamu harus istirahat dulu".
"Oke ka' "sahut Aerish sambil menarik selimutnya.Risuka lalu mengampiri Prymus sambil membawa bunga milik Aerish.Mereka lalu keluar dan langsung menuju ke mobil."Kenapa bunga itu ada di kamu?"kini wajah Prymus kembali berubah 90 derajat."Ouhh..tadi Aerish yang memberikannya kepadaku.Dia sangat baik"sambil memandang bunga lavender itu.
__ADS_1
"Tadi Deygo menelfon,dia sedang sekarang sedang di Bar bersama keys,aku mau kesana,jika kamu tak mau ikut,kamu jalan kaki saja pulang"sambil menyetir."Katakan saja ini semua rencana Deygo.Kenapa keys juga disitu".Risuka hanya pasrah sambil memasang wajah bosan.
Di Bar sangat ramai Deygo dan Keys baru saja sampai"jadi orang kaya itu enak ya.baru kali ini aku memasuki tempat begini"kata Keys sambil melihat-lihat isi ruangan yang dipenuhi manusia yang bersenang-senang."Iya,terserah kamu,minum apa saja"jawab Deygo sambil duduk di sebuah kursi,sambil terus melamun memikirkan masalahnya.
Setelah beberapa menit duduk,Keys mulai merasa bosan,namun tidak tau harus melakukan apa ditempat ramai itu.
Tiba-tiba seorang laki-laki bersama dua orang perempuan menuju ke meja mereka"Heyyy Deygo,siapa ini?"sambil mengulurkan tangannya pada keys"Leon,temannya Deygo.Keys sangat terpana dengan keramahan teman Deygo yang satu ini sambil menjabat tangan leon"Keys"sambil melempar senyuman manisnya.
Keys lalu segera mencari alasan menuju ke kamar mandi memperbaiki dandanannya.
"Iya..iya..aku mengerti.tumben kamu nggak minum?"tanya leon."Sudah jangan cerewet cepat pergi sana".Leon segera pergi bersenang-senang bersama wanita jala*g yang siap di bayar berapapun".
Malam ini Deygo memaksakan dirinya untuk tidak minum,ia merasa bertanggung jawab dengan mengajak keys.Dia tau,wanita seperti keys sangat di incar di tempat seperti ini.Kini deygo menikmati kehancurannya di bawah kesadaran.
"Leon tampan mana?"Keys datang dan mendapati leon tidak ada."Ia baru saja pergi"jawab Deygo.Keys segera duduk kembali."Kenalin aku dong sama temanmu yang tampan itu?"mencoba merayu Deygo.Deygo hanya memasang wajah malas"tadikan sudah".
"Maksudnya,yang lebih spesifik gitu,lebih detail maksudnya"memasang wajah berharap."Kamu suka laki-laki seperti itu?".Mendengar pertanyaan Deygo,wajah keys memerah dan malu mengakuinya."Akhh..baiklah".Dengan terpaksa Deygo mengajak Keys menemui Leon di salah satu kamar.
__ADS_1
"tokk..tokk.."Deygo mengetuk pintu.Leon lalu keluar hanya memakai handuk."Aaaaa"Keys dengan cepat menutup matanya dan berbalik badan.Leon sangat terkejut mendengar teriakan Keys ia segera menutup kembali pintunya"cepat kalian keluar!"perintah leon pada seorang wanita di kamarnya.ia lalu memakai kembali pakaiannya.Deygo tetap memasang wajah bosannya,sambil bersandar di pintu.
"Ayo,silahkan masuk"kata Leon dengan sopan.Keys lalu membuka matanya dan perlahan berbalik melihat Leon yang sudah mengenakan pakaian."Ada hal apa yang membawa kalian kesini?"menatap wajah Deygo sambil duduk bersamaan.Sebelum Deygo berbicara Keys segera menginjak kakinya "Auuuuuu,sakit!"teriak Deygo sambil memeriksa kakinya.
"Lalu aku harus bagaimana?,apa aku harus menulis surat cintamu padanya"kata Deygo sambil terus menahan sakit.Wajah Keys lalu memerah,ia menahan malu sambil menunduk.Leon hanya tersenyum melihat tingkah keys,dia sungguh imut,rambutnya yang bergelombang sangat cocok dengan bentuk wajahnya yang oval.
"Aku pergi dulu,kalian bicaralah.Tapi ingat! jangan pernah sentuh dia!"Deygo lalu beranjak keluar kamar.
Keadaan itu membuat Keys semakin salah tingkah.Leon lalu megambil sebatang rokok dan membuka pembicaraan"jadi kita mulai dari mana ini?".Keys lalu mengangkat wajahnya,mencoba menatap leon"."ka'leon sekarang umurnya berapa?"tanya Keys."eeee..coba aku hitung"berusaha mengingat sesuatu"..kayaknya 28 deh".
"Ouh jauh beda sama aku".Leon lalu menaruh rokoknya di asbak"memangnya umur kamu sekarang berapa?"tanya Leon."baru dua puluh lima"jawab keys.
"Kaka' sudah punya pacar?"tanya Keys.Mendengar pertanyaan itu Leon tertawa terbahak-bahak"Kamu ini,mana ada wanita yang mau dengan kami kecuali karna uang"jelas Leon."Memangnya kenapa begitu"Keys memasang wajah bingung.
"Kenapa ya?,mungkin karena kami tipe orang yang butuh banyak perempuan mungkin!"jawab Leon.Keys sangat kaget mendengar jawaban itu.Tidak mungkin pula ia akan menjadi budak Leon.Mata Keys sedikit berkaca-kaca"Lalu, akan kuapakan perasaanku ini?"nadanya sedikit naik sambil menunduk.Leon heran mendengar pertanyaan Keys.
"Aku tidak tau perasaan apakah itu,tapi rasanya sesak sekali mendengar jawaban yang tadi"air mata Keys sedikit keluar.Leon hanya diam sebentar,dan berpindah posisi duduk di samping Keys"Sekarang apa yang kamu rasakan?"sambil menatap jelas wajah Keys yang berjarak lima sentimeter dari hidungnya.
__ADS_1