Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku

Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku
Tuan Bos


__ADS_3

Di perjalanan Risuka mempercepat langkahnya"Aku pasti telat lagi...."sambil melihat jam di pergelangan tangannya,menunjukkan pukul tujuh pas,lewat dari jam kerjanya."pipppppp"sebuah mobil hampir saja menabraknya saat menyebrang  di lampu hijau.


Risuka sedikit kaget dan mengoceh di tengah keramaian jalan raya"Kalau menyetir hati-hati dong pak"sambil melihat-lihat bobil yang sepertinya ia kenali.Seorang laki-laki tinggi dengan jas abu-abu memasang wajah marah keluar dari mobil dan menghampiri Risuka,"Kamu lagi..,selain tuli,kamu juga butanya".Dia adalah laki-laki misterius yang menggertaknya kemarin di ruang ganti.


"Ehhh,utamakan pejalan kaki,jangan sok kaya.....akh! susah bicara dengan orang kaya,minggir,aku lagi buru-buru,jangan menambah bebanku"sambil mendorong laki-laki itu dihadapannya,ia lalu melanjutkan perjalanannya.


"Kalau saja kau bukan pacar Deygo sudah ku....."belum selesai bicara."pipppp..pipppp"suara mobil pengendara lainnya yang sedang marah,"Kalau berantem dirumah saja tuan..bikin macet saja"kata salah satu pengendara mobil disampingnya.lai-laki itu lalu masuk ke mobilnya melanjutkan perjalanan.


Setelah kurang lebih satu jam berjalan kaki,Risuka akhirnya sampai di depan bangunan indah dengan arsitek modern, "cafe LIORA,cafe terbesar dikotanya,tempat ia bekerja."akhirnya......."Risuka lalu cepat masuk sambil mengusap keringat di dahinya.


***


"Baiklah hari ini saya akan memperkenalkan pada kalian anak saya,kedepannya dia yang akan mengelola cafe ini"terdengar suara dari salah satu ruang cafe itu."Maaf tuan bos saya terlambat..."tiba-tiba Risuka  mengagetkan mereka dari balik pintu."kamu terlambat lagi Ris"terdengar suara keys diantara kumpulan karyawan lainnya yang menatap tajam Risuka,tidak terkecuali bosnya.


"Kamu terlambat lagi...kali ini tidak ada toleransi untukmu,ingat semua karyawan disini harus disiplin".tegas  tuan bos dengan sangat bijaksana,ia adalah sosok ayah bagi Risuka."Yahh.. maaf tuan bos"Risuka berusaha memohon sambil berlari menuju ke arah teman kerjanya."Iya tuan bos"teman-temannya lainnya hanya mendukung bosnya itu sambil tertawa meledek.


"Jadi karna kamu telat dua jam,maka hari ini jam kerjamu di tambah dua jam"tegas tuan bos.Tanpa perlawanan Risuka menerima hukumannya,ia sangat capek dan kehilangan tenaga untuk menyanggah kata-kata bosnya.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang laki-laki tinggi memasuki ruang.


"hihhhh..kenapa dia ada disini?"Risuka paling pertama berbalik diikuti karyawan lainnya.Semua karyawan wanita terpana,kecuali Risuka yang hanya memasang wajah jengkelnya.


"Ris..mimpi apa aku semalam..tampannya .."Keys memegang tangan Risuka,matanya melotot melihat laki-laki yang masuk dengan tatapan kosong,wajah datar,tinggi dan hidung mancung,tanpa sadar keys mencengkram tangan Risuka."Apa ?laki-laki batu seperti itu kau bilang tampan! cuci otakmu sana"sambil melepaskan tangannya dan memukul kepala Keys."Akh..kamu dari dulu gitu,lihat saja nanti kau juga akan mencintai orang lain.Risuka hanya geleng-geleng kepala,mengacuhkan Keys.


laki-laki itu berjalan dengan dangan sangat gagah menuju tuan bos."Baik....perkenalkan ini anak saya yang akan menggantikan saya mulai hari ini".Sambil merangkul anaknya itu.Laki-laki itu langsung melotot melihat Risuka di tengah-tengah karyawan."Aduhhh tamat sudah hidupmu Riss.."bicara pada dirinya sendiri sambil menutup wajahnya dengan topi kerja,mencari kesempan mundur ke barisan paling belakang.


"Apa ada pertanyaan"sambung tuan bos sambil tersenyum lebar."Ada tuan bos!"Keys lalu mengangkat tinggi-tinggi tangannya"Siapa nama bos baru,tuan bos?".Tidak ada kecanggungan diantara ikatan tuan bos dan karyawannya.


"iya..tuan bos lupa.Baik silahkan perkenalkan namamu nak!"sambil memukul pundak bos baru.


"Baiklah sebelum menjalankan tugas,saya harus mengenal betul karyawan disini.Silahkan perkenalkan nama kalian"perintah tuan bos baru."Saya duluan tuan bos!"suara Keys nyaring sambil mengangkat tangannya.semua karyawan menutup telinganya."Baik silahkan".


"Nama saya keys,umur dua puluh tiga tahun"dengan pdnya keys maju ke depan sambil memperbaiki rambutnya yang bergelombang memasang senyuman genit."Baik selanjutnya"tegas tuan bos prymus..."Nama saya Bryan umur dua puluh lima tahun...


Sampai pada barisan paling belakang,Risuka semakin gelisah"aku bisa dipecat ini".Hingga pada karyawan disampingnya,Risuka terlihat membungkukkan badannya,berharap tidak ada orang melihatnya."Aduhhh"sambil berlindung di topi kerjanya.

__ADS_1


"Truthhhh..trughtt..."Suara ponsel tuan bos lama berdering,membuat jantung Risuka terasa mau melompat keluar,wajahnya penuh dengan keringat.


"Silahkan lanjutkan saya tinggal dulu"tuan bos lama mengambil ponselnya sambil melangkah pelan kearah pintu."Masih ada lagi"suara tuan bos prymus."Dag...dig..dugg..."jantung Risuka.Tuan bos lama yang melintas disamping Risuka heran melibat Risuka dan menariknya keluar dari barisan.


"Ini lagi,paling pokok ini,karyawan paling cantik,Penarik hati pelanggan"kata tuan bos lama menarik Risuka keluar barisan,sambil kembali melanjutkan langkahnya keluar ruangan,mengangkat ponsel."Aduhh tamat aku"wajahnya sangat jelas terlihat memerah,memakai topinya sambil tersenyum memperlihatkan gingsulnya,Ia berusaha bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.


"Nama saya Risuka tuan bos,umur 19 tahun"mulai bisa mengendalikan tubuhnya."Kenapa wajahmu memerah"tanya salah satu karyawan."Ohh..ini..tadii..apa..ituu digigit nyamuk"semua orang hanya tertawa mendengar jawaban konyol Risuka,kecuali tuan bos prymus yang menatapnya tajam.


"Satu lagi,saya paling benci orang yang tidak disiplin dan menentang saya"lanjut tuan bos baru."Baik tuan bos"suara karyawan memenuhi ruangan."Risuka kembali ke barisan."Silahkan kembali bekerja!".Semua karyawan lalu bubar,dengan cepat Risuka lari keluar ruangan disusun Keys dari belakang.


"Telingamu kenapa Ris"tanya keys."Tidak papa"jawab Risuka sambil menuju meja pelanggan bekerja seperti biasanya.keys tetap mengikuti dari belakang"Apa tuan bos baru sudah punya istri ya?".Risuka lalu berbalik melototi keys"jadi apa masa depanmu nanti dengannya" sambil melanjutkan kerjaannya."Ish....tinggal jawab doang napa..."wajah keys mulai marah."Iya..iya,kalau dilihat,umurnya sudah mapan,jadi aku tebak dia punya istri dua dan anak lima"ledek Risuka sambil tertawa terbahak-bahak."Ahm..ahmmm.."terdengar suara tuan bos prymus dibelakang mereka.


"ini tempat kerjan,bukan tempat gosipp"tegas tuan bos sambil berlalu dari tempat itu."Iya ..maaf tuan boss"Risuka dan keys tersenyum,berbicara dengan punggung prymus yang hampir tak kelihatan."ihhh sombong amat"Risuka kini memasang wajah jengkel."Ini gara-gara kamu Ris,lihat saja jika gajiku di potong akan ku retakkan ginjalmu"menakuti Risuka."Kau yang bertanya,berdoa saja dia tak mendengar semuanya"sambil melanjutkan pekerjannya.


Matahari semakin naik,Risuka yang sedang meminum jus alpukat melihat jam dinding di cafe menunjukkan pukul 11:40.wanita berambut pirang terlihat memasuki cafe dan duduk di kursi no 22.Dengan gercap Risuka meletakkan jus alpukatnya hendak melayani pelanggannya itu.


"Hayy,Reni..tumben kamu kesini"Sapa Risuka pada teman sebangkunya itu sambil berpelukan."Bukannya kamu yang menyuruhku kesini?"menatap jelas wajah Risuka."Mana mungkin aku aja tidak lagi punya ponsel".wajah Reni semakin bingung,"tunggu".ia lalu mengambil ponselnya di dalam tas dan memperlihatkan isi pesan dari kontak Risuka."pasti ini dari Deygo...gawatt!!".Mereka sangat panik  terutama Reni."Apa deygo tau semuanya?"

__ADS_1


Tiba-tiba Deygo masuk dari pintu cafe,matanya langsung melihat Risuka,tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kamu kerja di sini Ris ?"Deygo sangat bahagia,ia tak dapat melepaskan pandangannya,namun Risuka membuang wajahnya.Keys yang memperhatikan mereka langsung menuju ke meja 22.


__ADS_2