
Sebelum berangkat ke cafe,Prymus menemui Aerish sambil membawa makanan kesukaannya.Hari ini dia terlihat sangat rapi dengan memakai jas hitam kemeja putih,dasinya sangat panjang mengikuti lekukan dadanya.
"Kamu masih tidak mau bicara denganku?".
Namun Aerith tetap berbaring dan membelakangi Prymus yang duduk di sampingnya,mencium wangi farfum bunga lavender,bunga kesayangan Aerish.
"Kalau begitu kaka' berangkat kerja, kamu makan ya"melihat jam di tangannya.Prymus lalu meninggalkan ruang rawat Aerish dengan wajah datarnya.Siapa sangka wajah dingin Prymus berhasil menyembunyikan kesedihan yang lama ia pendam.
Aerish segera bangun dan membersihkan tempa tidurnya yang penuh dengan rambut"untung kaka tidak lihat"sambil mengambil tempat sampah di sudut kamar.Ia tidak mau Prymus melihat semua kepedihan yang ia alamai,sudah cukup baginya dicintai oleh laki-laki yang susah di taklukkan wanita manapun.
"Ternyata kaka' masih ingat"sambil mengambil kotak makanan berisi sosis bakar kesukaannya,begitu bahagianya hingga ia tidak sadar saos tomat telah bertebaran di bajunya.
Tanpa sepengetahuan Aerish,Prymus menemui dokter spesialis kangker yang menangani Aerish."Mohon maaf tuan,tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan dari penyakitnya,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,namun kangker di kepalanya sudah melumpuhkan sistem saraf-saraf otaknya dan tidak menutup kemungkinan nyona Aerish perlahan akan melupakan segalanya"Dokter won menjelaskan sedetail mungkin.
"Tetap berusaha Dokter saya akan bayar berapapun,tapi tolong selamatkan dia".Tanpa menyerah sedikitpun Prymus tetap menanti keajaiban,walaupun sudah lima kali dokter memberinya penjelasan yang sama.Ia belum siap kehilangan wanita yang ia cintai,wanita yang telah menopangnya keluar dari sisi negatifnya dahulu.
***
Seperti biasa Risuka harus berjalan kaki untuk menghemat pengeluarannya."Ayok Ris"suara keys sambil menghentikan motornya disamping Risuka.Dengan wajah suram Risuka lalu naik ke motor Keys menuju cafe."Kamu kenapa tidak telpon aku kalau kamu butuh jemputan?"tanya Keys sambil mengemudi.
__ADS_1
"Aku udah nggak punya ponsel Keys"jawab Risuka,hari ini dia tidak terlihat bersemangat sama sekali."Memangnya ponselmu kemana?"sesekali melirik ke belakang memperjelas perkataan Risuka."Itu bukan ponselku,itu pemberian Deygo".
"Maafkan akunya Ris,aku tidak bisa membantumu.Aku juga harus membiayai diriku sendiri"sambil menghentikan motornya di depan parkiran cafe LIORA."Akh,kamu berlebihan sekali,aku nggak papa ko'"jawab Risuka menyembunyikan bebannya.
Mereka berdua lalu masuk dan mendapati Deygo yang sedang mengenakan seragam kantoran,menambah nilai ketampanannya.Risuka tidak peduli dengan kehadiran Deygo,ia terus berjalan masuk dan meletakkan tasnya.Keys langsung menghampiri Deygo"Tuan mau minum apa?"tanya keys sambil memasang senyuman genitnya.
"Kamu teman dekatnya Ris?"tanya Deygo."Bisa dibilang tuan"sambil mengibaskan rambutnya yang bergelombang.Bukan hal sulit bagi keys untuk menarik hati laki-laki.Rambut dan mata yang indah adalah modal utama dari kecantikannya.Namun itu tidak untuk Deygo."Kenapa wajahnya jutek begitu?,apa aku kurang tampan hari ini"Deygo berdiri sambil memamerkan tubuhnya yang gagah.
"Tuan sudah tanpan ko' cuma,kayaknya dia punya masalah yang lain"sambil memperhatikan Risuka dari kejauhan."Masalah apa yang kamu maksud?"menatap jelas wajah keys."Entahlah,dari pagi tadi ia selalu memasang wajah begitu".
"Kamu coba cari tau masalahnya dan kabari aku"perintah Deygo."Tentu saja itu tidak gratis kan tuan"tanya Keys sambil tersenyum tipis"."Katakan saja apa yang kamu minta?"dengan entengnya Deygo menerima permintaan Keys."
Setelah berfikir sejenak deygo lalu menyetujui persyaratan keys"Oke nanti malam aku jemput".Setelah bertukar nomor Deygo lalu pergi ke kantor.
Satu persatu pelanggan mulai berdatangan disusul tuan bos Prymus memasuki cafe,wajahnya terlihat sangat suram tidak seperti biasanya."Kenapa lagi tuan bos,apa ada masalah?"bisik salah satu karyawan.Melihat Prymus masuk Risuka sangat bahagia"Apa aku minta gajiku lebih awal ya?"bertanya dalam hati.Tanpa pikir panjang Risuka menyusul Prymus kedalam Ruangan kerjanya.
"Tok..tokk"mengetuk pintu masuk."Masukk"Prymus hanya menyahut dengan pelan."Permisi tuan bos"Risuka masuk memasang senyuman manisnya,namun hal itu tidak berpengaruh pada bosnya"Apa ada masalah?"memasang wajah jutek menandakan ia tak mau diganggu.Melihat respon bosnya,Risuka mengurungkan niatnya"nanti saja Bos!"berbalik hendak keluar."Katakan saja ada apa?"nadanya sangat tinggi sambil terus memandang Risuka.
Karna takut ia memberanikan diri duduk di kursi berhadapan dengan bosnya."Begini pak,saya ingin meminta gaji saya lebih awal untuk membayar kontrakan saya?.Tapi jika itu tidak bisa,tidak apa-apa,saya akan berusaha di tempat lain"sambil menunduk takut mendapat semprotan dari bosnya.
__ADS_1
Prymus lalu berdiri dengan pelan"Bisa,dengan satu syarat".Mendengar hal itu Risuka sangat bahagia,ia lalu berdiri menatap jelas wajah bosnya itu"Apa syaratnya bos,pasti akan ku penuhi"."Kamu harus berpura-pura menjadi pacarku untuk waktu yang tidak di tentukan"tegas Prymus."Kenapa begitu bos?"bertanya kebingungan."Jangan banyak tanya.Nanti malam kita ke rumah sakit!"kini wajahnya terlihat murung."Baik bos"Risuka sangat bahagia dan meninggalkan ruangan,kini ia mendapat solusi untuk masalahnya.Setelah Risuka pergi,Prymus langsung mengirim pesan ke Deygo.
***
ECJU,perusahan elektronik terbesar di dunia dibawah kendali pasangan miliader terkaya,Tuan Yosabi murasame dan istrinya,Nyonya Yuria Murasame.Kekuasaan yang paling ditakuti dalam bidang apapun.
"Ini nyonya"sekertaris Roy menyerahkan daftar wanita yang dekat dengan Deygo tak tersisa satupun.Tanpa berkata sedikitpun Yuria membuka lembaran dan membaca Biografi dari semua perempuan itu.Tiba-tiba Deygo masuk Ruangan tanpa mengetuk pintu.Yuria sangat kaget dan segera menyembunyikan daftar lembaran.
"Hey... sayang!,"berusaha bersikap tenang."Hey ma,maaf aku telat,tadi ada urusan diluar"Kata Deygo sambil mengambil ponselnya dari saku celananya."Tidak papa sayang"jawah Yuria.Deygo lalu melihat pesan dari sepupunya Prymus,memasang wajah kebingungan."Papa dimana ma?"sesekali memandang Yuria.
"Ohhh..ayahmu,tadi pagi dia mendadak keluar negeri,ada urusan bisnis"Melihat Deygo sedang lengah,Yuria mengambil kembali kertas dibawah kakinya dan beranjak keluar bersama sekertaris Roy."Mama pergi dulu ya!"memasang wajah bahagia sambil mencium anak kesayangannya."Iya ma"sahut Deygo sambil terus memandang ponselnya.
"sore ini kamu ada acara kah?,aku mau bicara hal penting"isi pesan baru dari Reni."bicara tentang apa?,kalau tidak penting jangan buang waktuku"balas Deygo."Ini tentang Risuka".Deygo langsung terperanjat,tidak biasanya Reni mendesak seseorang"Oke,katakan dimana?"tanya Deygo."Aku tunggu di taman sekolah dulu".
jam Dinding di cafe menunjukkan pukul 10.13,Pelanggan terus berdatangan hampir memenuhi seluruh meja.Karyawan bekerja dengan sangat disiplin.Diruangannya,Prymus mengacak-acak beberapa map,namun dia tidak menemukan nomor ponsel Risuka,ia hanya mencatat alamat kontrakannya.
"Ris,nanti malam kamu ada acara nggak?,kita pergi keluar yuk!"ajak Keys.Risuka segera mendekati Keys sambil membawa nampan,diatasnya secangkir jus alpukat."Eee.nggak bisa keys,aku juga punya janji"meletakkan nampan."Tumben kamu keluar malam mingguan,banyak uang ya?"sambungnya."Bukan begitu,kalau bukan di traktir,aku mana mau membuang-buang uang,cicilan motorku saja belum lunas".
Mereka lalu menarik kursi di belang dan duduk bersamaan."Kadang aku heran Ris,mengapa nasibku begini ya,padahal aku sudah bekerja sangat keras"sambil memasang wajah murung menyalahkan nasibnya.
__ADS_1
"Aku juga sama Keys,sekarang aku sangat pusing memikirkan tagihan kontrakan.Makin besar,rasanya bebanku semakin bertambah"Kata Risuka sambil merebah.