
Matahari semakin turun,suasana ditaman sangat sepi.Reni baru saja datang dan segera duduk di sebuah kursi panjang."03:13"sesekali melihat jam yang ada di pergelangannya.Suasana taman sangat sejuk,Aroma bunga yang mengingatkan masa-masa sekolahnya dulu.
"Sudah lama nunggu?"suara Deygo dari belakang."baru saja".Deygo lalu duduk di kursi panjang bersebelahan dengan Reni"Ada hal penting apa?"memandang Reni."Sebelumnya aku minta maaf,aku harap kamu mau memaafkanku".Mendengar hal itu,Deygo semakin penasaran."Aku yang menyebabkan keretakan hubunganmu dengan Ris"tanpa bertele-tele Reni menjelaskan semuanya"Iya benar,aku yang mengirim vidio dan fotomu itu ke Risuka".Wajah Reni memerah sambil menunduk.
"sial"Mendengar pejelasan Reni,Deygo tidak bisa menahan amarahnya.Wajahnya memerah dan segera berdiri hendak meninggalkan tempat itu."Tunggu!,ada hal lain yang tidak kamu ketahui tentang Ris!"mencegah Deygo yang hampir pergi.
Deygo lalu mempertimbangkan kata-kata Reni dan kembali duduk memasang wajah marah."Sebelum aku pindah keluar negeri,aku akan menceritakan semuanya".Sekalipun Deygo tidak mau melirik wajah Reni.
"Kamu taukan aku lebih dulu mengenal Ris dari pada kamu.Aku bukannya mau memprovokasi kalian,tapi kenyataanya,Risuka sudah tau sebelumnya bahwa kamu penggila se*s.Dan alasan dia menjadi pacarmu,itu semua karna dia butuh uang".
Seketika hati Deygo sangat hancur,ia tak dapat mengendalikan amarahnya.Wanita yang ia anggap sangat baik ternyata tidak lebih dari wanita malam yang menjelma menjadi bidadari hanya untuk uang."Apa dia mencoba mempermainkan perasaanku!"teriak Deygo sambil mengepal tangannya.
"Kamu juga harus tau,Ris adalah wanita yang baik,keadaan ekonomi memaksanya melakukan semua itu...".Namun Deygo tidak ingin mendengar penjelasan Reni.Tanpa sepatah kata lagi ia pergi meninggalkan tempat itu.
Deygo mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi,mencoba menimbun semua rasa cintanya sedalam dalamnya."Lihat saja,apa yang akan kulakukan padamu"mengingat wajah Risuka yang sangat polos.ia tidak marah karena Risuka mata duitan"Mengapa dia harus berpura-pura mencintaiku!".Kini rasa dendam dan cinta dihatinya berjalan berdampingan.Satu hal yang pasti ia adalah seorang pendendam"akan kuselesaikan permainan konyolmu ini Ris!".
Tak butuh waktu lama,Deygo akhirnya sampai di rumah.Suasana hatinya sedang campur aduk dan segera menaiki tangga menuju ke kamarnya."tinggdinggg"suara bel pintu kamar Deygo"Sayang ini mama,kamu keluar dulu,ada teman kamu dibawah"perintah Yurita.
"Iya ma,sebentar".Deygo tidak ingin diganggu,namun itu adalah ibunya.Ia segera menuju ke kamar mandi,mengguyur seluruh tubuhnya.Berharap bebannya akan berkurang sedikit,namun kenyataannya tidak ada yang berubah.Disetiap guyuran air di wajahnya,ia hanya menutup matanya dan melihat wajah Risuka,dan itu sangat membuatnya tersiksa.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama di kamar mandi Deygo segera keluar dan bersiap makan malam.Ia memasuki ruang makan dan sedikit heran melihat keberadaan wanita pemilik bar sedang tersenyum padanya.Ia langsung duduk bersama ibunya dan wanita itu."Kenapa Rosa ada disini ma?"tanya Deygo dengan wajah jutek membuka pembicaraan.
"Kamu sudah kenal?,bagus kalau begitu.Mama yang undang dia kesini,mama punya urusan bisnis dengannya.Sekalian kamu berteman baik dengan Rosa"jelas Yuria sambil melahap makanannya.Rosa hanya tersenyum tipis memasang muka malu,dan itu membuat Deygo muak dengan sandiwara wanita malam itu.
"Malam ini kamu ada acara?"kata Yuria sambil menatap Deygo."Pasti dia pergi ke bar tante,seperti malam sebelumnya,dia pasti pergi ke Bar"Rosa memotong pembicaraan.Deygo semakin marah dan segera menyelesaikan makan malamnya."kita berangkat bareng yuk?"ajak Rosa.
"Aku sudah punya teman "sambil meminum segelas air."Apa itu Risuka,gadis miskin itu?"bentak Yuria sambil menghentikan makannya."Tolong ma,jangan sebut nama itu lagi"wajah Deygo memerah dan segera meninggalkan ruang makan."Ini semua gara-gara wanita miskin itu,baru kali ini Deygo berani membangkang ibunya".
***
Malam hari di kontrakan Risuka.
"Tidak perlu"Prymus kembali memasang wajah datarnya dan segera mengemudi.
Ditengah perjalanan Risuka sesekali menatap wajah Prymus."Ada apa?"tanya Prymus sambil menyetir.
"Hehhee...begini tuan bos,apa gajiku bisa dikasi malam ini?"memasang wajah malu-malu berharap permintaannya dituruti."Besok saja!".Mendengar jawaban itu wajah Risuka berubah drastis sambil meniup helai rambut yang jatuh ke hidungnya.
Di sepanjang jalan Risuka memandang kerlap-kerlip lampu di pinggir jalanan,suara kendaraan seolah memenuhi kota metropolitan itu.Mereka lalu berhenti di pertigaan jalan,tepat dibawah lampu lalu lintas yang berwarna merah.
__ADS_1
"Ada hubungan apa tuan bos dengan Deygo?"tanya Risuka mencoba mencairkan suasana."Dia sepupuku"sambil menunggu lampu merah."Apa kamu mencintainya?"Prymus balik bertanya."Cinta?.Akupun tidak tau bagaimana itu cinta!"tegas Risuka."Deygo laki-laki yang baik"sambungnya.
Setelah hampir satu jam perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah sakit.Sebelum masuk rumah sakit,Prymus mengajak Risuka untuk membeli bunga lavender di toko bunga,bersebelahan dengan Rumah sakit."Wah! bunga lavender Untuk siapa bunga levender ini?"Risuka tambah bingung melihat tingkah bosnya itu."Untuk Aerish!"tegas Prymus.
"Ini untukmu"Prymus lalu menyerahkan setangkai bunga lavender kepada Risuka."Sebagai tanda terimakasihku"lanjut Prymus.
Risuka sangat bahagia mendapat bunga itu.Gerimis mulai membasahi wajahnya"uhh.. hujan".Setelah membeli bunga mereka segera berlari kembali ke Rumah sakit."Apa Aerish itu pacar tuan bos?"tanya Risuka sambil berjalan memasuki Rumah sakit."Iya"jawab Prymus.
"nggak nyangka ada wanita yang suka sama bos"mencoba meledek tuan bosnya.Mendengar hal itu,Prymus hanya mengeluarkan senyuman misteriusnya.Respon tuan bosnya itu diluar dugaan Risuka.
Mereka akhirnya sampai di kamar 013 dan segera memasuki ruangan diikuti Risuka dari belakang."Aerish.."sapa Prymus dari balik pintu.Namun Aerish hanya mengurung dirinya didalam selimut,tidak ingin bicara."Lihat siapa yang datang! pacar kaka".Risuka lau masuk menggenggam setangkai bunga lavender,memasang wajah bingung.
Aerish segera membuka selimutnya ia sangat kegirangan"Wah...cantik banget".Risuka sedikit terkejut melihat wanita itu sedikit aneh,kulitnya yang mengeriput serta rambut yang sangat tipis,namun ia tetap diam."nama aku Aerish"mengulurkan tangannya pada Risuka."Risuka,panggil saja Ris"jawab Risuka sambil tersenyum lebar.
"Ini kaka bawakan bunga kesayanganmu"sambil meyerahkan bunga yang dibelinya dari toko.Aerishpun menerimanya dengan senang hati"Apa lagi ya?nama bunga ini".Risuka terheran-heran melihat Aerish"kamu nggak tau?,inikan bunga lavender kesukaan kamu kata tuan bos!.Prymus lalu menginjak kaki Risuka,memberinya kode."auhh..kaka prymus maksudnya"."Ouhh iya! kenapa aku bisa lupa"kata Aerish sambil mencium aroma bunga itu.
"tingdinggg"ponsel Prymus berdering."Sebentar ya aku angkat dulu"dia lalu keluar dari ruangan.Kini tinggal Risuka yang sangat canggung hanya bersama dengan Aerish."Jangan malu sama aku,sini duduk".Risuka lalu naik ke tempat tidur Aerish sambil duduk si sampingnya.Aerish lalu menukar bunganya dengan setangkai bunga milik Risuka."Jangan! inikan punya kamu".
"Tidak! bunga ini sekarang milikmu,aku harap kamu mau menerima permintaan terakhirku!".Risuka terdiam menatap wajah Aerish."Aku harap kamu mau mendampingi Prymus jika aku sudah tiada.Umurku tinggal menghitung bulan,dan Prymus adalah satu-satunya laki-laki yang aku cintai,aku harap kamu mau menjadi penggantiku"Sambil memegang tangan Risuka menatapnya penuh harap.
__ADS_1