Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku

Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku
Kebohongan


__ADS_3

"Kamu salah keys,jatuh cinta denganku"Leon lalu berdiri mendekati jendela."Aku terlalu beruntung untuk mendapatkan wanita sepertimu.Aku yakin diluar sana ada laki-laki yang lebih baik dari aku"kata Leon sambil berpangku tangan memandang titik-titik hujan yang menempel di kaca.


"Akhh..kamu ini sangat cengeng,kita kan baru bertemu,mungkin hari ini ka mencintaiku,tidak tau dengan besok.Kita tetap berteman ya"Leon mencoba menghibur Keys."Ayo,kita keluar"ajak Leon.


Mereka berdua lalu menuju ke meja Deygo."Sudah selesai?"tanya Deygo,masih dengan wajah suramnya."Kamu kenapa keys?,apa Leon menyakitimu?"melihat mata Keys yang memerah,masih menyisakan sedikit air mata."Bukan begitu,tadi kelilipan"berusaha tersenyum.


"Aku pergi dulu,selamat bersenang-senang"Leon kembali ke kamar tadi.Keys hanya terdiam membatu,ia tidak bisa menerima penolakan dari Leon.


Dari pintu masuk,terlihat Prymus bersama Risuka berjalan menuju ke meja mereka.Wajah Deygo tiba-tiba berubah menjadi marah melihat Risuka dengan senyuman palsunya itu,namun ia berpura-pura tidak tau dan tetap menjalankan misinya sesuai dengan kesepakatan awalnya dengan Prymus.


Deygo lalu berpura-pura cemburu melihat Prymus dan Risuka."brughhhttt"pukulan keras melayang di wajah prymus.Tanpa berkata-kata lagi,Deygo segera meninggalkan tempat itu.Semua pengunjung bar sangat kaget dan memperhatikan mereka sejenak.


Keys dan Risuka bertatatapan sangat kaget.Prymus lalu segera duduk sambil memegang bibirnya yang mengelurkan sedikit darah."Tuan bos tidak papa?"Risuka dan Keys sangat panik mencari tisyu."Tidak papa,nanti juga sembuh".


"Kenapa Deygo seperti itu"Risuka masih bingung dengan tingkah Deygo."Aduhh..Ris,kamu polos bangat sih,Deygo itu cemburu melihatmu sama tuan bos"kata Keys sambil menyerahkan tisyu kepada Prymus.

__ADS_1


Risuka segera menyusul Deygo ke dalam salah satu kamar."Apa kamu cemburu dengan tadi"berbicara dibelakang Deygo."Memangnya kenapa?"memasang wajah marah."Diakan sepupu kamu,kamu minta maaflah sama dia,tidak ada hubungan diantra kami"Risuka menjelaskan sedetail-detailnya.


"Iya nanti saja.Ini minum"menyerahkan secangkir teh yang telah dicampur obat tidur.Karna kehausan Risuka segera duduk dan meminum teh itu.Deygo lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Prymus dengan isi pesan"Kamu pulang duluan saja bersama Keys,nanti aku pulang dengan Risuka"


Setelah beberapa lama Risuka akhirnya mengatuk"Aku tidur disini saja ya!"berbaring di sofa.Deygo lalu mendekati Risuka,melepas bandolnya"Sayangku yang licik,mengapa kamu harus mempermainkanku"berbicara dengan Risuka yang tertidur.


Deygo lalu mengangkat tubuh Risuka ke tempat tidur,melepaskan bandol di kepalanya.Dengan perlahan ia melepaskan pakaian Risuka.Namun Rasa cintanya pada Risuka tak dapat ditutupi.


"Apa yang sedang kulakuka!"Deygo lalu memukul wajahnya.ia kembali memandang Risuka,kebencian dan cinta masih bercampur aduk.Rasa tak ingin melukai masih menguasai dirinya.Ia lalu menutup kembali tubuh Risuka dan menggendongnya menuju ke mobil,hendak mengantarnya pulang.


Di parkiran Rosa baru saja sampai."ckk.ckkk...lihat saja Deygo,perlahan kamu dan semua kekuasaanmu akan jadi milikku"memperhatikan Deygo dari balik kaca depan mobil   sambil tertawa sinis.


Setelah beberapa lama Deygo akhirnya memutuskan untuk beranjak pulang"Akan kuselesaikan permainanmu lain kali sayangku!"sambil menyelimuti tubuh Risuka dan pergi meninggalkan kontrakan.


***

__ADS_1


Setelah Prymus mengantar Keys,ia kembali ke rumahnya.matanya tertuju pada karangan bunga Risuka yang tertinggal.Sebelum bunga itu layu,Prymus segera mengambilnya dan mencari vas bunga di dalam rumahnya.Setelah itu,ia mengisinya dengan air.


Tanpa ia ketahui,ayahnya dari tadi memperhatikan tingkah aneh putranya itu"Sejak kapan kamu suka memelihara bunga?".Prymus lalu menyangkal pertanyaan ayahnya.


"Bukan begitu....."belum selesai bicara."Kenapa harus malu,itu kebiasaan baikloh"kata ayah sambil tersenyum humoris.


Prymus lalu membawa bunga itu ke kamarnya,meletakkan di balik jendela.jam dinding dikamar sudah menunjukkan pukul 23:30.ia lalu membersihkan diri dan segera tidur.Diluar jendela,Angin dan hujan berhembus secara bersamaan mengantarkan tidur Prymus.


Sementara itu,di kamar Keys tak henti-hentinya menangis,sesekali ia membolak-balikkan badannya sambil memeluk bantal guling.Penolakan dari Leon sangat menganggu pikirannya.Kelopak matanya mulai menebal."Tidak!!..aku tidak terima!"berkali-kali menutup matanya dengan harapan semuanya hanyalah mimpi.Ia lalu memberanikan diri mengambil ponselnya dan mencari tau tentang Leon."Tolong kirim alamat Leonya,sekalian nomor ponselnya"isi pesan yang dikirim ke nomor Deygo.


Setelah lama menunggu,Deygo tidak kunjung membalas pesannya"mungkin dia sedang tidur".Keys lalu meletakkan kembali ponselnya diatas meja,menarik selimut dan memaksakan menutup bola matanya."Tidak keys,masih banyak laki-laki di luar sana,kamu tidak boleh lemah!"meyakinkan dirinya sendiri.


"Ting ding"Belum lama mata Keys tertutup,suara ponselnya membangunkannya kembali,Ia lalu meraih ponselnya sambil menguce-ngucek matanya."Leon tinggal di apartemen jalan 05 blok B.Soal nomor ponselya,aku tidak tau dia pakai yang mana, (081346522668/083556735)"isi pesan dari Deygo.


Dengan gercep Keys menyimpan kedua kontak itu.Melihat nama Leon,Keys tak bisa membohongi perasaannya.Laki-laki gagah yang berhasil meluluhkan hatinya,alis Leon sedikit dikerok,menambah nilai plus penampilannya.Sungguh penampilan sempurna dimata Keys.jam dilayar ponsel menunjukkan pukul 03:00

__ADS_1


"Ting..dingg"ponsel Keys berbunyi lagi."Apa kamu sudah tau apa masalah Ris?"isi pesan Deygo.Keys lalu mengingat ngingat kembali ucapan Risuka tadi siang."Ouhh iya".Keys lalu mengetik"tadi siang,katanya ia lagi butuh uang untuk melunasi kontrakannya".


"Read"tanpa balasan pesan Deygo sudah offline.Keys lalu melanjutkan tidurnya yang singkat.


__ADS_2