Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku

Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku
Saudara?


__ADS_3

Pagi ini Risuka  bangun lebih awal,sedikit heran mendapati dirinya di kontrakan"Apa semalam aku mimpi".Satu hal yang ia ingat,hari ini bosnya akan memberi gajinya diawal.Ia segera membersihkan diri dan sarapan.Disepanjang perjalanan ke cafe,ia merasa sangat bahagia dan mempercepat langkahnya.


Tidak seperti biasanya,Risuka tidak mendapati Keys duluan di tempat kerja"Dimana keys?"."Nggak tau juga,tidak biasanya dia telat datang"jawab rekan kerjanya sambil mendengarkan musik,menunggu pengunjung datang."Apa tuan bos sudah datang"tanya Risuka."Iya,tapi tadi aku lihat dia mendadak keluar,sepertinya ada urusan".


Setelah dua sampai tiga jam menunggu bosnya,Risuka memutuskan untuk mencarinya."Bryan,aku bisa minta tolong nggak"memanggil rekan kerjanya."Ada apa?"sahut Bryan."Bisa tolong antar aku cari tuan boss,pleasee...".Bryan langsung memasang muka orang susah"Ohh,jelas aku nggak bisa.Kamu tak lihatkah pengunjung mulai datang.nanti gaji aku dikurangin,apa kamu mau tanggung jawab?"sambil memperhatikan pengunjung wanita yang masuk."huhhh".


"Kalau kamu mau,kamu bisa pakai motorku di depan.Ini kuncinya"melempar kunci motor dan pergi melayani pelanggan."Tapi aku nggak bisa bawa motor".Meskipun tidak bisa mengendarai motor,ia bersikeras keluar menuju parkiran.


"Baik,kita coba saja dulu".Risuka lalu menghidupkan motor seperti pengalamannya melihat Keys.Dengan jantung deg-degan Risuka berhasil menghidupkan motor.Namun setelah tancap gas motor yang ia kendarai melaju dengan sangat cepat diluar dugaannya."aaaaakhhhhhh,tolong"ia tidak bisa mengendalikan motor yang ia kemudi.Setelah melaju lima meter dari parkiran"traghhhttt"Ia terjatuh ke selokan setelah bergesekan dengan sebuah mobil silver yang melaju dari arah berlawanan.


Untungnya Risuka hanya cedera di bagian kaki"Kamu bisa tidak,bawa motor?"gertak pengumudi mobil yang tak lain adalah bosnya.Risuka berusaha menahan sakit di kakinya"maaf tuan bos,nggak sengaja".Melihat Risuka kesakitan Prymus sedikit tidak tega,ia lalu mengangkatnya kedalam mobil,menuju rumah sakit."Tidak papa tuan bos,ini hanya luka kecil".Namun Prymus hanya diam memasang wajah marah terus mengemudi


"Kalau bisa tuan bos,apa saya bisa terima gaji saya"sambil menahan rasa sakit.Prymus lalu menghentikan mobil tepat didepan rumah sakit."Apa kamu tidak punya rasa malu?,pertama kamu bolos bekerja dan kamu tidak lihat,mobilku rusak,gajimu setahun saja tidak akan cukup melunasinya".Risuka tidak mendengar ocehan bosnya dan terus membersihkan darahnya yang bercecer di mobil.


"Cepat keluar"perintah Prymus.Risuka lalu berusaha keluar dari dari mobil dan"Brughttt"ia terjatuh saat ia melepaskan pegangannya dari pintu mobil.Prymus dengan cepat menggendong Risuka sambil memasang wajah sedikit kasihan.


Beberapa suster dan dokter keluar sambil membawa tandu.Dengan cepat mereka lalu membawa Risuka ke dalam ruangan,Prymus hanya menunggu diluar sambil mengangkat panggilan dari ayahnya.


"Kaka'kenapa disini"terdengar suara Aerish diatas kursi roda menghampirinya.Prymus segera mengakhiri panggilannya"tadi teman kaka,maksudnya pacar kaka sedang jatuh,jadi dibawa kesini".Mata prymus tertuju pada kepala Aerish yang sudah botak,hatinya sangat teriris,ia hampir tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


"Kapan kepalamu botak?Jadi gemes kaka liatnya"sambil mengelus-elus kepala Aerish."ishhh..Kaka meledek pala botak aku ya!" memutar kursi rodanya melihat Risuka dari balik jendela.


Sementara itu didalam ruangan Risuka sedang ribut dengan para dokter."Nggak papa dok,ini cuma luka kecil,nggak perlu dijahit!"terus meronta-ronta.Para dokter sudah kewalahan menghadapi tingkah Risuka"tenang nyonya,ini tidak akan sakit"kata dokter sambil memegang suntikan.Melihat suntikan itu,Risuka semakin meronta-ronta hingga mendorong orang-orang yang ada di dekatnya.


Para dokter sudah merasa putus asa menghadapainya. "Kami memohon dengan sangat nyonya,mengertilah posisi kami.Rumah sakit ini milik keluarga tuan muda Prymus.Kami bisa dipecat karna dianggap tidak bisa melaksanakan tugas kecil dengan baik"kata Dokter sambil berlutut dilantai.


Karena merasa kasihan Risuka akhirnya memberanikan diri.ia menutup matanya sangat kuat sampai proses penjahitan selesai.


satu setengah jam...


"Sudah nyonya,silahkan buka matanya".Dengan pelan-pelan Risuka membuka matanya dan menurunkan kakinya dari atas tempat tidur."Trimakasi Dokter dan saya mohon maaf sudah merepotkan".Para dokter hanya mengangguk.


"Tapi dok,saya harus cepat-cepat pulang"berusaha melangkah keluar menahan rasa perih luka bekas jahitan.Para dokter menyusulnya sampai di depan pintu.Aerish dan Prymus heran melihat tingkah mereka."Ada apa dok?"tanya Prymus.


"Mohon maaf tuan,nyonya ini ingin cepat pulang,dan kakinya belum sembuh total"kata para Dokter."Biarkan saja dia pergi"tegas Prymus.Para dokter segera meninggalkan tempat itu."Kenapa kaka begitu? pacar kaka,cantiknya?"kata Aerish sambil memperhatikan Risuka dari rambut sampai ujung kaki.Risuka langsung berfokus pada kepala Aerish lalu menoleh wajah Prymus,menandakan ada yang salah dengan Aerish.


Prymus hanya menunduk menahan kesedihannya melihat Aerish yang mulai lupa ingatan.Setelah mengamati gerak gerik Prymus, Risuka langsung paham"Iya,kan kamu kemarin yang minta Prymus cari pacar"kata Risuka memecah keheningan.


Aerish berusaha mengingat-ngingat"Ouhhhh iya,Aerish lupa.Siapa lagi nama kaka?"tanya Aerish."Risuka,panggil saja Ris"sambil tersenyum."Tuan bos,maksudnya Prymus sayang Risuka minta izin cepat pulang,takutnya pemilik kontrakan sudah nunggu,dan saya belum juga punya uang untuk membayar.....belum selesai bicara Prymus melototkan matanya kearah Risuka.

__ADS_1


"'Tenang aja ka' Ris kan ada kaka Prymus yang ganteng ini,ia akan mengantar kaka dengan selamat,iya kan kaka"kata Aerish sambil menatap kearah Prymus."Iya Aerish sayang,pasti kaka akan mengantarnya pulang"


Dengan menggunakan tongkat Risuka berusaha berjalan keluar mengikuti Prymus.Disepanjang perjalanan Prymus hanya menampakkan wajah datarnya sambil mengemudi."Kalau mau bantu ya,iklas"kata Risuka berbisik pada dirinya."Apa kamu punya masalah?"tanya Prymus."Bukan tuan bos,tadi itu aku lagi mikir bagaimana caranya menghindari renteiner nantinya"menampakkan senyum polosya.


Setelah tiba di kontrakan Risuka sangat kaget melihat dua pria dewasa yang mengacak-acak kontrakannya."Jangan pak! saya akan segera melunasinya"kata Risuka sambil berusaha memungut barang-barangnya.Ia tak lagi bisa menahan air matanya"hikss..hikss.".


Melihat keadaan didepannya,Prymus segera keluar dari mobil menuju dua pria itu."Ini pak,saya akan melunasi hutang-hutangnya"kata Prymus sambil menyerahkan secarik cek dari saku bajunya.


"Mohon maaf tuan,tanah ini sudah dibeli oleh keluarga Murasame,kami hanya melaksanakan tugas,kami harap tuan jangan mengganggu"sambil terus meruntuhkan tembok-tembok kontrakan.


Sementara itu,Risuka berusaha menyeret kakinya yang masih terluka melewati bongkahan kaca untuk mencari berkas penting peninggalan neneknya."Hati-hati"kata Prymus sambil membantunya berjalan."Tolong tuan bos! saya tidak bisa menemukan map berwarna kuning,mungkin sudah tertimbun"kata Risuka sambil terus menangis.


Setelah lama mencari akhirnya Prymus menemukan map kuning yang dimaksud Risuka,karena penasaran Prymus membuka map itu dan membaca isinya.Semuanya berisi tentang data hidup orang tua Risuka.Sampai mata Prymus tertuju pada sebuah foto yang tak asing dimatanya."Ini kan  Foto mama,kenapa bisa disini?.


"Iya benar ini mapnya!"Risuka datang dan segera menjambak map itu dari tangan Prymus."itu foto ibumu?"tanya Prymus.


"Iya,kata nenek ini satu-satunya foto mama yang tersisa"sambil merapikan kembali berkas-berkas itu.


"Apa,dia saudaraku?"sambil terus berfikir hendak bertanya pada Risuka.Namun karena keadaannya tidak memungkinkan,Prymus mengurungkan niatnya dan membantu Risuka memungut barang-barang berharganya.

__ADS_1


__ADS_2