
"Aku ingin bicara!"tegas Deygo,baru kali ini dia mengangkat suaranya.Risuka sedikit kaget mendengar suara deygo,namun tidak berniat menatapnya."Iya bicaralah"sambil bercermin memeriksa lukanya.
"Siapa laki-laki yang bersamamu tadi sore?"alisnya mulai menggerutu."darimana kamu tau"dengan entengnya menjawab pertanyaan Deygo sambil terus bercermin merapikan rambutnya yang terurai."Memangnya apa urusanmu dengannya"sambung Risuka.
"Jawab saja siapa dia"mencoba menahan amarah."ouhh laki-laki itu,Karena dia aku mendapat luka ini!"sambil memegang lukanya memasang wajah kesal.
Mendengar jawaban Risuka Deygo sangat marah,membanting cermin dan tanpa aba-aba me*umat bibir ranun milik Risuka dengan keras,"apa dia menciummu sekeras itu"Deygo menggertak tepat diwajahnya.Risuka berusaha menahan tubuh Deygo namun ia tidak punya banyak kekuatan."Apa yang kamu lakukan hik...hik...ia mulai menangis bicara terpatah-patah.
Deygo semakin tak terkendali,tanganna langsung membuka rosletin gaun yang dikenakan Risuka.Dengan kekuatan penuh,Risuka berusaha menjauh dan "plaakkkkkkk"tamparannya melayang keras diwajah Deygo."Apa kamu kira aku wanita yang sama dengan selingkuhanmu....hikk.hikkk...."Deygo lalu tersadar dan memegang bagian wajahnya yang terasa perih.
Dengan sisa-sisa kekuatannya Risuka memperbaiki dirinya yang acak-acakan."Maafkan aku Ris,aku hanya tidak terima milikku disentuh orang lain".Deygo berusaha meraih tangan Risuka yang beranjak keluar.
Risuka yang beranjak keluar menoleh ke wajah Deygo yang memegang tangannya."Kamu tau rasanya diperlakukan seperti wanita jal*ng?"sambil mengusap air matanya, berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Deygo."Jangan pergi Ris aku masih membutuhkanmu"menggengkam tangan Risuka lebih kuat.
"hahh...kamu bicara seolah-olah kamu tidak punya wanita lain selain aku.Aku tau aku tidak sekaya mereka,tapi kamu salah jika memperlakukanku seperti mereka."Apa maksudmu Ris? aku memang hanya mencintaimu"berusaha menyangkal tuduhan Risuka."Sudahlah aku sudah tidak tahan dengan sandiwaramu".
Risuka lalu mengembalikan ponsel pemberian Deygo"kini giliran Risuka yang marah tak terkendali menjambak tangannya,pergelangannya memerah bekas cengkraman dari Deygo.sementara itu deygo tidak bisa berkata-kata melihat Risuka seperti orang gila.
__ADS_1
"Ini juga milikmu kan"melepas sepatu dan perhiasan pemberian Deygo,telinganya mengeluarkan darah karna menjambak anting-antingnya terlalu keras,namun ia tak merasakan sakit apapun.hanya kemarahan yang terlihat di wajahnya.
"Kumohon maafkan aku Ris"namun Risuka tidak mendengarkannya.Deygo lalu membuka ponsel Risuka dan melihat isi pesannya,"akhhh...sialll",ia lalu membanting ponsel itu setelah melihat foto dan vidionya bersama wanita di bar dan itu membuatnya sangat frustasi.
"ouh apa lagi????,iyaaa..gaun ini juga milikmukan?",Risuka lau membuka bajunya namun deygo segera memeluknya sebelum baju itu terbuka."Kumohon jangan Ris,maafkan aku"pinta Deygo yang memeluk kuat Risuka."Kamu pakai saja baju ini,nanti kamu kembalikan".
Reyka lalu melepaskan dirinya"tentu saja,mengenai gaun ini dan semua makanan yang pernah kamu belikan,kamu tenang saja aku akan melunasinya.Aku lebih baik menjadi orang miskin dari pada harus menjual harga diriku denganmu".Mendengar hal itu,Deygo sangat menyesal dengan perbuatannya.
"sekarang..tidak ada lagi hubungan diantara kita,beri aku waktu dua bulan untuk melunasi semuanya"Risuka lalu meninggalkan deygo yang diselimuti rasa bersalah.semua orang yang berada diluar kaget melihat darah yang menjalar di leher Risuka,namun Risuka tidak peduli.
Deygo lalu kembali melihat kontak pengirim fidio itu ke Risuka."kita bertemu besok pagi di cafe LIORA pukul 11 siang"mengirim pesan atas nama Risuka."akhhhhh!"ia membanting ponsel itu di lantai dan menghancurkan semua yang ada di dekatnya.
Sementara itu Risuka yang telah sampai di kontrakannya langsung mengganti gaun yang ia kenakan dan mencucinya beserta baju couple lainnya yang telah diberikan Deygo."Hahhh...capek juga hari ini",sambil membuang air bekas jemuran di halaman kontrakannya.Ia lalu duduk diteras sambil memandang bulan yang tertutup sebagian oleh awan hitam."Kenapa hidupku gini amat ya,orang tua tak punya,hidup miskin lagi".
Setelah lama meraratapi nasibnya Risuka lalu masuk kedalam mengambil kotak p3k di laci lemarinya"Resiko mata duitan"berbicara pada dirinya sendiri.Dengan sangat pelan ia mengobati telinganya yang telah berhenti mengeluarkan darah."Ouh iya besok harus bangun pagi lagi"sambil melihat jam di dinding menunjukkan pukul 11 malam, bergegas menutup pintu kontrakan dan belari ke tempat tidur memulihkan tenaga dan pikirannya.
Disisi lain terlihat Deygo mengemudi menuju bar yang sering ia kunjungi.Suasana di bar sangat sepi,Deygo minum sangat banyak dari biasanya."Ris...jangan pergiii"sambil melanjutkan kembali minumnya.Ia sangat mabuk dan terus menerus menyebut nama Risuka.
__ADS_1
"kamu kenapa cup..cupp..."seorang wanita malam pemilik bar menghampiri Deygo,duduk disampinynya."Main yuk,malam ini aku kasi gratis,sambil menarik dasi Deygo yang dan menghentikan minumnya."Ris,kamu datang,jangan tinggalkan aku lagi"Dimata Deygo hanya Risuka yang terlihat,ia sangat bahagia sambil memeluk erat wanita itu,namun dengan cepat Deygo lalu melepaskan pelukannya,hal itu membuat wanita di depannya sedikit bingung."Aku salah lagi ya,baiklah aku tak akan menyentuhmu"mengangkat kedua tangannya,seperti orang bodoh.
"Akh..kamu jangan membuatku menunggu lama",wanita malam ini terus merayu Deygo sambil menariknya ke salah satu kamar,"Baik..tapi janji jangan tinggalkan aku lagi"kini wajahnya Deygo kembali senang."Iya aku janji"mereka lalu sampai di kamar,dan wanita itu langsung membaringkan Deygo di tempat tidur,membuka kancing bajunya dan mencium dadanya."Baiklah kalau kamu yang minta"Deygo tak lagi bisa menahan hasratnya,hasrat yang selama ini dia tahan ketika bersama Risuka.kini semua itu terlepas dan ia tak lagi ragu melakukan penyatuan dengan wanita yang dianggapnya sebagai Risuka.Malam pun berlalu sangat panjang.
Pukul lima subuh Deygo terbangun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih pusing.Ia lalu melihat wanita disampingnya yang tak mengenakan pakaian dan melihat tubuhnya sendiri dalam keadaan sama."Rosa"deygo tidak terkejut melihatnya,ia hanya berusaha mengingat kejadian semalam.wanita di sampingnya adalah Rosa teman ranjang Deygo di bar.
Deygo lalu mengingat semua kejadian semalam dan segera beranjak dari tempat tidur mengenakan pakaiannya.Seperti biasa,dia meninggalkan sebuah cek sebagai bayaran wanita malam itu.
Tak lama setelah kepergian Deygo,Rosa juga terbangun,tak melihat Deygo di sampingnya.melihat di sekeliling dan matanya tertuju pada sebuah cek diatas meja."Dasar bodoh"sambil tersenyum sinis meraih pakaiannya di bawah lantai.
***
Di Dalam kamar mandi Risuka sedang menyikat giginya wajahnya kusut menandakan ada sesuatu yang mengganggu pikirannya."Bagaimana aku akan membayar kontrakan minggu depan,aku kan baru gajian tiga minggu lagi"hatinya sangat resah sambil berkumur-kumur,menyimpan sikat giginya."Hidupp..hidupp..."sambil keluar dari kamar mandi.
Jam dinding menunjukkan pukul 06:30,Risuka lalu memakai baju kerjanya,tak lupa pula sebuah topi kerja.Kini tampilannya lebih polos tanpa perhiasan kecuali jam tangan kecil peninggalan neneknya.,namun kecantikannya tidak pernah pudar,wajah cantik yang memberikan kedamaian bagi siapapun yang melihatnya.Rambut panjangnya di ikat sesuai aturan tempat kerja.
Ia lalu bergegas hendak mengambil ponselnya."Ouh iya,kan aku sudah tidak punya ponsel"sambil memukul kepalanya."Apes...apess..banget hidupp..".Kini ia tidak bisa lagi menghubungi keys,teman kerjanya.Membuka dompetnya"mana udah mulai tipis lagi".Dengan terpaksa Ia harus berjalan kaki satu setengah kilo meter dari kontrakannya menuju tempat kerja.
__ADS_1