Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku

Risuka,Taruhan Hidup Dan Matiku
Aerish


__ADS_3

Di depan sebuah Rumah sakit,prymus menghentikan mobilnya,dengan cepat memasuki rumah sakit"Bagaimana keadaan Aerish?.Dua suster didalam sedikit terkejut dengan kedatangan Prymus"Tidak papa tuan dia hanya perlu istrahat sedikit"jawab salah satu suster.Prymus langsung memegang tangan Aerish yang sedang tertidur."Maafkan aku"air matanya hampir keluar.


Aerish adalah satu-satunya teman masa kecil Prymus yang sudah dianggapnya sebagai kekasih.Usia mereka terpaut lima tahun,bagi prymus Aerish adalah bocah kecil.Dan kini Aerish mengidap kangker otak stadium akhir.Menurut diagnosa Dokter,hidupnya hanya bertahan maksimal tiga bulan.Aerish adalah wanita periang,satu-satunya wanita yang mampu meluluhkan hati Prymus.


Setelah beberapa lama Aerish akhirnya terbangun dan mendapati Prymus tidur di sampingnya,menggenggam jemari tangannya."Kaka sudah datang"ia sangat kegirangan dan menggaruk kepala prymus yang tertidur.Prymus terbangun"Kamu tadi kenapa menelfon"sambil menggosok-gosok matanya yang masih mengantuk.


"Aeris tadi terkurung di kamar mandi,pintunya tidak bisa kembuka,Aerish takut dan langsung menelfon kaka' saja"sambil meneguk air putih yang telah disediakan oleh suster.


"Sekarang bagaimana perasaanmu,apa kamu masih takut?"tanya perymus.Mendengar pertanyaan itu,Aerish tertawa kecil"mana mungkin Aerish takut,kan sudah ada kaka'"meletakkan air minumnya."Kaka' sendiri,apa sudah dapat pacarnya?"bertanya balik pada Prymus.


"Kan kamu pacar kaka'"sambil menyelimuti Aerish yang terlihat sangat bahagia,tidak ada sedikitpun ketakutan terselip di bola mata indahnya."Kan itu hanya tinggal tiga bulan,kalau nanti Aerish tidak ada,siapa yang akan bermain dengan kaka' yang menyeramkan"memperbesar bola matanya menakuti prymus.


"Kamu mulai meledekku ya"hati Prymus sangat hancur,namun ia berusaha menyembunyikannya."Pokoknya,sebelum Aerish tidak ada,kaka' harus bisa menemukan pengganti Aerish"protes Aerish sambil bersembunyi di dalam selimutnya."Iya,nanti akan kaka cari,kaka janji.


"Oke kaka bisa pergi,Aerish tidak mau bertemu dengan kaka' sebelum kaka membawa pacar kaka kesini".Prymus tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi,hatinya tercabik mendengar permintaan kekasihnya itu dan segera keluar dari ruangan.


Suara prymus sudah tidak terdengar,perlahan Aerish mengintip di balik selimut biru."Maafkan aku,aku tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan sendirian"Air matanya mengalir,namun ia tak menyesali sedikitpun takdirnya.ia lalu melihat kesebuah bantal tempat tidurnya,rambut indah yang selalu ia banggakan kini perlahan melepaskan diri dari kepanya.

__ADS_1


***


"Ini pakaianmu sama satu lagi,kamu tunggu disini,jangan masuk!".Dikontrakan,Risuka sibuk menghimpun semua barang pemberian dari Deygo.Satu-persatu Deygo melihat baju couplenya dengan Risuka,membuatnya tersenyum mengingat momen saat dia menyatakan cintanya pada Primadona sekolah.


"Hari yang paling indah"sambil melipat kembali baju kesayangan mereka itu.Raut wajahnya menampakan kesedihan yang mendalam,ia belum siap melepas kekasih hatinya itu.Keresahan,hanya itu yang nampak di wajahnya."Aku tidak bisa Ris,aku belum siap kehilanganmu"sambil merbahkan tubuhnya diatas kursi.


Tanpa sepengetahuan Deygo,Risuka melihat dan mendengar Deygo dari tadi sambil memegang gaun pemberian Deygo.Rasa bersalah sedikit menghampirinya,namun ia mengibas rasa itu."Itukan memang salahnya,apa itu terlalu egois?"bertanya pada dirinya sendiri.Ia lalu menghampiri Deygo diteras kontrakannya.


"Ini bajumu,sekalian ini,aku bayar dua puluh persen dari hutangku yang lain"sambil menyerahkan sisa uangnya lima ratus ribu.Deygo hanya menatapnya dengan tatapn tajam."Baiklah ,aku akan menerima semuanya,dengan satu syarat aku akan selalu menjadi temanmu kapanpun".


"Itu tergantung pilihanmu saja"Deygo berpura-pura cuek.Karena Risuka sadar,untuk mengajukan keperadilan hukum pun,ia akan kalah oleh kekuasaan keluarga Deygo."Baiklah,terserah apa maumu"ia putus asa sambil masuk kedalam kontrakannya meninggalkan Deygo diluar.


"Yessssa..."deygo sangat bahagia,kini ia akhirnya bisa berteman dengan Risuka dan menatap wajahnya setiap hari.Deygo lalu meninggalkan kontrakannya membawa semua barang yang dikembalikan Risuka.


Saking bahagianya,Deygo tidak sadar martabak Risuka tertinggal di dalam mobilnya,ia baru menyadarinya saat sampai dirumah."Maaf tuan muda,anda dicari oleh nyonya Yuria dari tadi"hormat sekertaris Roy yang menyambutnya dari luar."sekarang mama dimana?"sambil masuk kedalam rumah membawa bungkusan berisi martabak.Tidak sabar ingin membagi kebahagiannya dengan mamanya."Di kamarnya tuan"jawab sekertarisnya.


Deygo mempercepat langkahnya ke kamar mamanya."Mama.."medapati mamanya dan langsung memeluk sosok kebanggaannya itu."Kamu kenapa??"mamanya terlihat keheranan melihat putra tunggal kesayangannya itu terihat sangat kegirangan."Katakan apa yang membuatmu bahagia"sambil melepaskan pelukan anaknya.

__ADS_1


"Mama tau?Risuka sekarang mau berteman denganku."Dia tidak mau menjadi pacarmu?"tanya mama balik."Dia tidak mau ma,tapi aku pasti akan mendapatkannya".


Mendengar jawaban putranya,mama Deygo memasang wajah marah,namun tetap berpura-pura bahagianya."Bagaimana menurut mama?Risuka itu wanita paling cantik di dunia,lebih cantik dari mama".Hal itu tentu saja menambah kemarahan Yuria."Kalau kamu bahagia,pasti mama juga bahagia"mencium kening anaknya."cepat kamu pergi mandi"perintah mama."Siap mama sayang"Deygopun berlalu meninggalkan kamar mamanya.


"Berani-raninya wanita itu menolak anakku"wajah mama Deygo seketika berubah drastis.


"Pak Roy,cepat cari tau asal usul dan data diri dari semua perempuan yang berhubungan dengan Deygo,saya tunggu secepatnya"perintah mama Deygo."Baik nyonya".


Dikamarnya Deygo langsung memakan martabak Risuka.Ia teringat kembali,wanita yang mengirim vidio ke Risuka dia harus tanggung jawab untuk semua ini".


***


"Tokk..tok..tok.."suara ketukan dibalik pintu kontrakan."Ada apanya pak"risuka keluar dengangan wajah takut.""Kami disuruh buk ririn pemilik kontrakan ini untuk menagih hutang!".


"Mohon maaf pak,saya sungguh tidak punya uang"sambil memohon dan berlutut pada orang ini."Baiklah,saya beri waku satu minggu,jika kamu tidak bisa bayar,silahkan pindah"bentak laki-laki itu sambil meniggalkan kontrakan.


"huhh..Darimana lagi aku dapat uang,tidak mungkin pula aku harus balikan dengan laki-laki bajing*n itu".Risuka berfikir keras sambil duduk di teras,matahari mulai turun dan ia tidak bisa memecahkan masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2